<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496</id><updated>2011-12-06T13:39:19.809-08:00</updated><category term='paragraf'/><category term='Catatan Perjalanan'/><category term='Wacana'/><category term='Teknik Kutipan'/><category term='Opini'/><category term='Soalsin'/><category term='Himasin'/><category term='Renungan'/><category term='artikel'/><category term='Model_Pembelajaran'/><category term='Himabin'/><category term='Teori Linguistik'/><category term='Pendidikan'/><category term='Teori Penelitian'/><category term='Esai'/><category term='Cerpen'/><category term='Puisiku'/><title type='text'>AKU CINTA INDONESIAKU</title><subtitle type='html'>Dalam blog ini dapat diakses berbagai macam hal yang berhubungan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia. Berbagai macam materi pembelajaran, artikel, puisi, cerpen, dan esai terdapat dalam bentuk dan model yang mudah dipahami.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-3356338083250131153</id><published>2011-12-06T13:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T13:39:19.827-08:00</updated><title type='text'>Input Nilai Semester Ganjil_2011-2012</title><content type='html'>FORMAT INPUT NILAI SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SMA NEGERI 1 TUREN BISA DIUNDUH PADA LINK INI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-3356338083250131153?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.4shared.com/account/home.jsp?sId=BX6ofEBRGZEfy252&amp;&amp;fau=1&amp;ausk=fBBv0pv1Z59Ynzyo&amp;hlfid=1002324888' title='Input Nilai Semester Ganjil_2011-2012'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/3356338083250131153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/12/input-nilai-semester-ganjil2011-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/3356338083250131153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/3356338083250131153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/12/input-nilai-semester-ganjil2011-2012.html' title='Input Nilai Semester Ganjil_2011-2012'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-697678386714684282</id><published>2011-11-11T19:55:00.000-08:00</published><updated>2011-11-11T20:06:23.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Ode Untuk Adikku</title><content type='html'>Untuk adikku yang baru kutemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku&lt;br /&gt;betapa lentera ini tersamar dalam pekat, &lt;br /&gt;melata dalam lilitan senyap,&lt;br /&gt;mendera setiap desah keletihan...&lt;br /&gt;Adikku&lt;br /&gt;betapa gundah ini menjadi duka dalam sepi,&lt;br /&gt;merintih perih dalam jeritnya pilu,&lt;br /&gt;menggelegak hampa meniti rindu&lt;br /&gt;Adikku&lt;br /&gt;ketika engkau datang,&lt;br /&gt;ketika engkau merajut benang-benang sepi,&lt;br /&gt;memudarkan senyap, meriaklah hampa&lt;br /&gt;tercekatlah desah menjadi kata,&lt;br /&gt;melahirkan desah menjadi untaian cerita.&lt;br /&gt;Adikku&lt;br /&gt;kini engkau ada dalam perjalanan&lt;br /&gt;kini engkau harus meniti&lt;br /&gt;meniti langkahmu karena jalanmu masih lama&lt;br /&gt;di antara ada dan tiadanya imajinasi&lt;br /&gt;engkau merindukan bintang, tapi hati-hatilah adik..&lt;br /&gt;karena yang datang bisa saja bukan bintang,&lt;br /&gt;yang datang adalah gelombang angkara yang sangat menginginkanmu.&lt;br /&gt;Adikku&lt;br /&gt;sekarang adalah enam belas tahun yang lalu&lt;br /&gt;betapa indah hari ini&lt;br /&gt;betapa rindu akan peluk dan indahnya tauhid&lt;br /&gt;Betapa indahnya jika kakak mampu mengucap bismillah&lt;br /&gt;untuk adikku dalam perjalanan enam belas tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun adik&lt;br /&gt;peluk dan cium kakak untuk adikku yang baru kutemukan&lt;br /&gt;selamat berjuang adikku&lt;br /&gt;....aku ...kakakmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-697678386714684282?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/697678386714684282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/11/ode-untuk-adikku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/697678386714684282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/697678386714684282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/11/ode-untuk-adikku.html' title='Ode Untuk Adikku'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7494447798885088073</id><published>2011-10-02T23:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T23:39:46.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Homohominilupus</title><content type='html'>Kadang kita tak pernah ikhlas dengan rahmat-Nya, kadang kita tak pernah menerima takdir, kadang kita tak pernah puas dengan dahaga kita. Sehingga menjadikan kita semakin jelata dengan kepapaan dan kenistaan kita.&lt;br /&gt;Aku ini semacam auman srigala bagi manusia lain&lt;br /&gt;Aku mengaum laksana harimau rimba yang kelaparan&lt;br /&gt;Ketika bisa kumakan segala yang ada di sekitarku&lt;br /&gt;Maka kumakan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... termasuk betapa teganya kau sikat tandas bagian dari anak-anak tidak mampu&lt;br /&gt;Seperti betapa butanya matamu melihat geliat kelaparan&lt;br /&gt;Seperti rapuhnya telingamu mendegar geliat derita&lt;br /&gt;Kau tahu bahwa sebenarnya mereka menggeliat&lt;br /&gt;Sementara kau makan dengan taring-taring angkaramu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup... aku memang srigala dengan bulu-bulu sutera&lt;br /&gt;Tapi betapa kau harus tahu bahwa aku memang srigala&lt;br /&gt;Srigala memang predator&lt;br /&gt;Kalau aku domba maka aku adalah pemakan rumput&lt;br /&gt;Kau tahu aku adalah sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau tahu kau adalah sistem&lt;br /&gt;Kenapa kau tak keluar dari sistem itu&lt;br /&gt;Kalau kau tahu kau adalah sistem&lt;br /&gt;Kenapa tidak kau buat sistem itu adalah berjuta bentuk kasih sayang dan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa... kau pun tahu&lt;br /&gt;Aku adalah bagian dari sistem yang harus menghidupi bagian yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, tapi aku lebih tahu lagi bahwa sebenarnya kaulah yang lebih dari sistem itu.&lt;br /&gt;Kau adalah pencipta sistem itu&lt;br /&gt;Kau homohomini lupus&lt;br /&gt;Jadi kenapa tidak sekalian saja kau jadi rajanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, betapa ini adalah sebuah bentuk perampokan&lt;br /&gt;Ataukah sebuah bentuk kepiluan sosial&lt;br /&gt;Ya Tuhan ataukah homohomini lupus memang akan menjadi karakter&lt;br /&gt;Menjadi jati diri kami para khalifahmu di bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...itu adalah sebuah bentuk perampokan sekaligus kepiluan sosial yang kau ciptakan&lt;br /&gt;Tapi tidak ada yang tahu&lt;br /&gt;Adalah sebuah kesengajaan ataukah ketidaksengajaan&lt;br /&gt;Subhanallah, apa yang telah Engkau tetapkan pada diri kami Ya Tuhan&lt;br /&gt;Adalah sebuah bentuk keindahan tauhid&lt;br /&gt;Tapi kenapa kami tidak bisa melihat keindahan itu&lt;br /&gt;Kenapa awan-awan hitam senantiasa melayang menutup mata estetika kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robbana, kasih dan rahmat-Mu telah menghancurkan bentuk-bentuk kedholiman&lt;br /&gt;Segala bentuk ridho-Mu telah mencerabut sendi-sendi keangkaraan.&lt;br /&gt;Ya Robbana sinar dan pijar-pijar ketahuidan menjadi penyejuk&lt;br /&gt;Seperti embun-embun  di kala pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7494447798885088073?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7494447798885088073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/homohominilupus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7494447798885088073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7494447798885088073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/homohominilupus.html' title='Homohominilupus'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-8868195008653120498</id><published>2011-10-02T04:31:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T04:31:20.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknik Kutipan'/><title type='text'>Teknik Mengutip</title><content type='html'>Jenis-Jenis Kutipan&lt;br /&gt;1. Kutipan Langsung (tidak ada perubahan apapun dari teks asli)&lt;br /&gt;a. Kutipan langsung kurang dari 40 kata&lt;br /&gt;Teknik: &lt;br /&gt;1. Mempergunakan tanda kutip. &lt;br /&gt;2. Dintegrasikan dengan teks utama.&lt;br /&gt;3. Menyebutkan nama penulis, tahun, dan halaman.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa dilepaskan dari istilah cinta. Cinta merupakan sesuatu yang benar-benar abstrak dan terdapat dalam lubuk hati. Tanpa cinta dapat dikatakan kehidupan manusia serasa hambar tidak ada kesan apa pun. Paiman (2010: 101) “Cinta adalah sebagian dari kehidupan manusia yang paling penting, dan merupakan bentuk-bentuk filosofi hidup yang menarik”. Dengan cinta  hidup menjadi sangat indah.&lt;br /&gt;b. Kutipan langsung lebih dari 40 kata&lt;br /&gt;Teknik:&lt;br /&gt;1. Tidak mempergunakan tanda kutip.&lt;br /&gt;2. Ditulis lebih menjorok ke dalam.&lt;br /&gt;3. Mempergunakan spasi tunggal.&lt;br /&gt;4. Kutipan diletakkan secara terpisah dari teks utama.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa dilepaskan dari istilah cinta. Cinta merupakan sesuatu yang benar-benar abstrak dan terdapat dalam lubuk hati. Tanpa cinta dapat dikatakan kehidupan manusia serasa hambar tidak ada kesan apa pun. Sesuai dengan hal tersebut beberapa hal tentang cinta sebagaimana terurai di bawah ini.&lt;br /&gt;Cinta adalah sebagian dari kehidupan manusia yang paling penting, dan merupakan bentuk-bentuk filosofi hidup yang menarik. Dalam hal mencintai dan dicintai terkadang seseorang akan mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya atas nama cinta. Karena cinta adalah segalanya bagi semua orang yang  memiliki hati dan perasaan. Maka dari itu hidup tanpa cinta tak berarti atau terasa hampa. (Paiman, 2010:101)&lt;br /&gt;2. Kutipan tidak langsung (dilakukan perubahan sesuai dengan kondisi penulis)&lt;br /&gt;Teknik:&lt;br /&gt;a. Kutipan dirangkum terlebih dahulu.&lt;br /&gt;b. Kutipan diintegrasikan dengan teks utama.&lt;br /&gt;c. Tidak mempergunakan tanda kutip.&lt;br /&gt;d. Tetap menyertakan nama penulis, tahun, dan nomor halaman.&lt;br /&gt; Contoh:&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa dilepaskan dari istilah cinta. Cinta merupakan sesuatu yang benar-benar abstrak dan terdapat dalam lubuk hati. Tanpa cinta dapat dikatakan kehidupan manusia serasa hambar tidak ada kesan apa pun. Salah satu bentuk dari filosofi hidup manusia yang paling penting adalah cinta (Paiman, 2010: 101-102).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-8868195008653120498?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/8868195008653120498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/teknik-mengutip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8868195008653120498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8868195008653120498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/teknik-mengutip.html' title='Teknik Mengutip'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-399615329364887906</id><published>2011-10-02T04:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T04:23:00.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Eksposisi</title><content type='html'>Wacana Eksposisi&lt;br /&gt;Tujuan : Memberikan informasi atau menjelaskan sesuatu (peristiwa, proses)&lt;br /&gt;Ciri-ciri : berupa petunjuk&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt; Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Turen dilaksanakan dengan sistem paket berdasarkan KTSP yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan. Dalam sistem ini banyak terdapat variasi bentuk pembelajaran yang menjadikan para pembelajar merasa senang dalam belajar. Dalam kegiatan pembelajarannya KTSP SMAN 1 Turen melaksanakan teknik kelas berjalan (moving class). Dengan sistem ini siswa benar-benar bisa merasakan sesuatu yang menyegarkan ketika harus berpindah kelas. Lepas dari kepenatan belajar Kimia berjalan menuju kelas Membatik menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi di balik hal tersebut terdapat pula unsur negatifnya. Di antara unsur negatif tersebut adalah banyak siswa yang memanfaatkan waktu perpindahan kelas dengan melakukan hal-hal yang merugikan seperti menyempatkan diri bertemu sang do’i, ke kantin, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-399615329364887906?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/399615329364887906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/eksposisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/399615329364887906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/399615329364887906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/eksposisi.html' title='Eksposisi'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-5913280493230191838</id><published>2011-10-02T04:22:00.001-07:00</published><updated>2011-10-02T04:22:28.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Persuasi</title><content type='html'>Wacana Persuasi&lt;br /&gt;Tujuan : Mengajak pembaca melakukan sesuatu sebagaimana yang dihendaki oleh penulis (mempengaruhi psikologis pembaca)&lt;br /&gt;Ciri-ciri : Terdapat kalimat ajakan/kalimat persuasif yang disertai dengan sesuatu yang bisa meyakinkan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt; Pendidikan tinggi dewasa ini dipandang sangat tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak biaya dikeluarkan untuk menyelesaikan satu jenjang pendidikan tinggi. Tetapi yang terjadi setelah lulus, justru sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan menjadi pengangguran untuk waktu yang lama. Menyikapi hal tersebut tidak salah jika masyarakat di daerah pedesaan lebih cenderung mengirimkan anaknya ke luar negeri untuk bekerja daripada mengirimkan anak-anaknya ke perguruan tinggi. Dengan demikian jika kita pikir lebih dalam, untuk apa kita belajar sampai ke perguruan tinggi? Jika hanya untuk menjadi seorang pengangguran intelektual yang tidak berderajat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-5913280493230191838?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/5913280493230191838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/persuasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5913280493230191838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5913280493230191838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/persuasi.html' title='Persuasi'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-5234669176980967176</id><published>2011-10-02T04:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T04:21:56.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Argumentasi</title><content type='html'>Wacana Argumentasi&lt;br /&gt;Tujuan : Agar pembaca menjadi yakin/percaya terhadap apa yang disampaikan oleh penulis.&lt;br /&gt;Ciri-ciri : Merupakan pendapat atau opini penulis yang diperkuat dengan bukti atau fakta (bisa berupa data statistik atau kalimat referensi).&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt; Kedisiplinan merupakan faktor mutlak penentu keberhasilan seseorang dalam meraih cita-cita yang telah dicanangkannya. Tanpa kedisiplinan dapat dipastikan tidak akan terjadi sebuah bentuk keberhasilan yang nyata. Salah satu faktor atau indikator bahwa seseorang memiliki kedisiplinan adalah tidak pernah mengalami keterlambatan dalam berbagai hal. Jika hal itu sudah bisa dilaksanakan, sangat mungkin seseorang akan dapat meraih cita-citanya. Banyak ahli psikologi yang mengatakan bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan. &lt;br /&gt;Tingkat kedisiplinan remaja dan pelajar dewasa ini, dapat dikatakan sangat memprihatinkan. Hal ini dapat diketahui dari tingkat keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikannya yang hanya mencapai tingkat cukup memprihatinkan. Berdasarkan hal ini terdapat sebuah konsep yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kedisiplinan dengan keberhasilan remaja dan pelajar. Semakin tinggi tingkat kedisiplinan dapat dikatakan semakin tinggi pula kemungkinan tingkat keberhasilan mereka. Prof. Wahab Sudiro Husodo (1990: 23) mengatakan bahwa keberhasilan pelajar sangat ditentukan oleh kedisiplinannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Husodo, Wahab Sudiro. 1990. Pengaruh Disiplin Tertib. Jakarta: Gramedia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-5234669176980967176?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/5234669176980967176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/argumentasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5234669176980967176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5234669176980967176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/10/argumentasi.html' title='Argumentasi'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-9127317020970511576</id><published>2011-01-17T02:20:00.001-08:00</published><updated>2011-01-17T02:20:23.370-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paragraf'/><title type='text'>Pola Pengembangan Paragraf</title><content type='html'>Generalisasi&lt;br /&gt;Sebatang besi jika dipanaskan akan memuai. Alumunium jika mendapatkan pemanasan yang cukup juga akan bertambah ukuran dan volumenya. Sementara itu tembaga juga bertambah panjang ketika mendapat pemanasan langsung dari sinar matahari. Dapat dikatakan bahwa semua jenis logam jika mendapatkan pemanasan akan memuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogi&lt;br /&gt;Zainul lulusan program studi akuntansi STIE Widya Dharma Malang. Ia bekerja pada sebuah instansi keuangan yang sangat besar. Selama bekerja Zainul mampu memberikan kontribusi kepada perusahaan tempat ia bekerja dalam bentuk ide dan pemikiran cemerlang. Sehingga manajemen perusahaan merasa sangat diuntungkan. Pada saat penerimaan karyawan baru, kepala bagian personalia langsung menerima Zaenal tanpa syarat apapun dengan mengabaikan pelamar lain. Karena Zaenal adalah lulusan program studi akuntansi STIE Widya Dharma sama dengan Zainul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelebaran jalan menjadikan masalah transportasi di kota Jakarta dapat diatasi dengan baik. Tetapi tahun berikutnya pelebaran saja sudah tidak mampu mengatasi masalah. Jakarta harus membangun jembatan laying dalam jumlah yang cukup memadai. Akhirnya masalah kemacetan lalu lintas bias diatasi. Sementara Malang juga menerapkan hal yang sama karena pelebaran jalan dan pembangunan jembatan layang dinilai benar-benar dapat mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di kota besar seperti Jakarta, apalagi kota kecil seperti Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Akibat&lt;br /&gt;Penebangan pohon secara serampangan di hutan menjadikan rusaknya habitat dan ekosistem makhluk hidup. Hal ini juga berdampak pada kerusakan jaringan lapisan air bawah tanah. Ketika banyak pohon ditebang maka rusaklah kandungan air dan memicu terjadinya erosi. Erosi akan membawa dampak negatif terhadap kelangsungan hidup di sekitarnya. Salah satu akibat dari hal di atas adalah bencana banjir dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi informasi memberikan keleluasaan kepada semua umat manusia di bumi tercinta ini. Salah satu fasilitas yang diberikan oleh kemajuan TI ini adalah mudahnya komunikasi dengan menggunakan telepon selular. Produksi telepon selular dewasa ini sangat luar biasa. Sebagai contoh perusahaan nokia, siemens, samsung, sony ericson, dll. Di samping itu juga kemudahan dalam bidang transfer data. Keluarga Microsoft dengan berbagai produknya seperti office 2003, office 2007, bahkan yang terbaru adalah office 2010 telah menghadirkan fitur-fitur terbaru yang sangat menjanjikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-9127317020970511576?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/9127317020970511576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/01/pola-pengembangan-paragraf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/9127317020970511576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/9127317020970511576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2011/01/pola-pengembangan-paragraf.html' title='Pola Pengembangan Paragraf'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-69343054450215163</id><published>2010-11-21T18:02:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T18:02:08.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan'/><title type='text'>Mimpi Berbuah Kenyataan</title><content type='html'>Menjadi salah satu finalis dalam sebuah lomba penulisan memang menjadi bagian dari visi dan misi hidup saya. Dikatakan ahli sih jelas tidak, tetapi memang selalu tebersit keinginan untuk mampu menjadi seorang penulis. Bagi saya menulis merupakan salah satu media untuk menyumbangkan pengetahuan kepada semua orang yang memerlukan informasi. Siapa tahu segala sesuatu yang sudah tulis bermanfaat bagi orang lain. &lt;br /&gt;Ketika saya mengirimkan naskah lomba mengulas karya sastra (LMKS) 2010 terus terang merasa pesimis untuk bisa masuk menjadi salah satu finalis. Tetapi Allah menghendaki agar saya bisa lebih termotivasi untuk menyumbangkan buah pikiran saya kepada orang lain. Sungguh, menjadi salah satu finalis LMKS 2010 benar-benar menjadikan diri saya semakin terobsesi untuk terus mengembangkan potensi ini. Bagaimana tidak semakin terbakar ketika saya mendapat kesempatan untuk berdialog dengan para sastrawan yang karya-karyanya selama ini saya pelajari dan saya ajarkan kepada para siswa  di sekolah. Bapak Taufiq Ismail, Djamal D. Rahman, Agus R. Sardjono, Sori Siregar benar-benar menggugah semangat saya untuk terus menulis. Walau jujur saja, sebenarnya saya tidak mempunyai kompetensi yang cukup untuk menjadi seperti apa yang mereka harapkan. &lt;br /&gt;LMKS 2010 sebagaimana tahun sebelumnya dilaksanakan bersamaan dengan lomba menulis cerpen (LMCP). Pada tahun ini jumlah peserta pada kedua jenis lomba ini benar-benar luar biasa. LMKS 2010 diikuti 370 peserta se-Indonesia, sedangkan LMCP diikuti 1215 peserta se-Indonesia. Persentase peningkatan jumlah peserta untuk masing-masing jenis lomba mencapai lebih dari 50%. Peningkatan jumlah peserta kali ini sangat dimungkinkan karena peserta tidak lagi dibatasi sebagaimana tahun sebelumya, yaitu hanya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tetapi meliputi guru SMA/SMK/MA yang mengampu seluruh mata pelajaran. Tetntu saja persaingan ketat membumbui lomba ini. &lt;br /&gt;Keberadaan LMKS dan LMCP menurut saya benar-benar mampu menggugah lahirnya penulis-penulis berkualitas dari komunitas guru di Indonesia. Bagi saya yang paling berharga adalah adanya pengakuan terhadap karya yang saya tulis. Kepercayaan diri sebagai guru semakin kuat mengakar dan menjadi motivator untuk meningkatkan kemampuan berkarya. Terlebih ketika mengajarkan materi menulis kepada para siswa, saya merasa bahwa tidak salah mengajarkan msteri tersebut.&lt;br /&gt;Apapun atau bagaimanapun perasaan saya ketika menerima surat undangan sebagai finalis, sudah tidak penting lagi. Apa yang saya dapatkan di hotel Prioritas (Jalan Raya Puncak Bogor Km. 83) tidak lagi merupakan hal yang luar biasa, tetapi yang menjadi sangat luar biasa adalah daya motivasi yang saya rasakan ketika bertemu dengan teman-teman finalis yang rata-rata adalah orang-orang hebat menurut saya. Hal inilah yang saya rasakan, sungguh sebuah pengalaman luar biasa dan dan sangat berharga dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Untuk itu semua saya mengucapkan terima kasih yang tiada dapat saya tuagan dengan indahnya kata-kata kepada semua dewan juri, panitia, dan teman-teman finalis LMKS dan LMCP 2010. Kedekatan kita memang hanya sebentar tetapi kesan dan semangat berkarya menjadi berkobar karenanya. Maka marilah kita berkomuikasi melalui karya tidak sekedar SMS belaka. Marilah kita menulis segala harapan, segala rasa, segala daya, dan segala tahu demi kepedulian kepada sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-69343054450215163?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/69343054450215163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/11/mimpi-berbuah-kenyataan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/69343054450215163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/69343054450215163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/11/mimpi-berbuah-kenyataan.html' title='Mimpi Berbuah Kenyataan'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-5107799659825538362</id><published>2010-11-21T17:51:00.001-08:00</published><updated>2010-11-21T17:51:57.793-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Ode untuk Guruku</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sekuntum Cinta untuk Guruku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kami duduk di atas ketinggian &lt;br /&gt;Untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu  &lt;br /&gt;Yang begitu kuat berteriak dalam aliran napas ini&lt;br /&gt;Kadang kami berlari di atas pematang &lt;br /&gt;Untuk sekedar mencari kebenaran atas cinta&lt;br /&gt;Akan orang-orang yang berjalan di atas sajadah cinta&lt;br /&gt;Suatu kali pernah kuukir sebait tembang karena keagungan&lt;br /&gt;Suatu kali pernah kutulis syair kelembutan demi tetes-tetes keikhlasan&lt;br /&gt;Yang tiada pernah terkikis dari raut wajah yang demikian teduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Kini perkenankan aku meriwayatkan seberkas kisah perjalanan &lt;br /&gt;Tentang orang-orang paling berjasa dalam hidup ini&lt;br /&gt;Suatu hari aku mendengar kisah tentang seorang ibu guru yang tersenyum &lt;br /&gt;Ketika mendengar  kabar sukses para siswanya&lt;br /&gt;Suatu hari aku mendengar kisah tentang seorang bapak guru yang marah&lt;br /&gt;Ketika melihat betapa rendahnya perbuatan kami&lt;br /&gt;Suatu saat aku mendengar kisah betapa memilukan seorang ibu guru yang menyayat hati&lt;br /&gt;Ketika seorang anak didiknya menghujat dengan kata-kata tajam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah guruku adalah beribu karakter anak-anaknya&lt;br /&gt;Wajah guruku adalah semua wajah kami anak didiknya&lt;br /&gt;Wajah guruku adalah air danau yang menampung segala kisah&lt;br /&gt;Adalah kolam maha luas yang senantiasa memberikan pelepas dahaga anak-anaknya&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa segala duka dan segala suka berkecamuk menjadi santapan kesehariannya&lt;br /&gt;Tidak pernah ada keluh walau marah sekalipun&lt;br /&gt;Karena kemarahan hanya ada pada permukaan bukan pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak…Ibu&lt;br /&gt;Dalam hati ini ada sekuntum rindu manakala mengingat betapa luhur dirimu&lt;br /&gt;Betapa dalam keinginan untuk sekedar meredakan gejolak rindu dalam diri&lt;br /&gt;Akan segala duka&lt;br /&gt;Akan segala suka&lt;br /&gt;Selama ini kami tidak pernah menyadari betapa benar apa yang telah engkau sampaikan&lt;br /&gt;Kami tahu tapi pura-pura tidak tahu karena egoisme&lt;br /&gt;Kami paham tapi angkara membawa kebenaran itu&lt;br /&gt;Seakan tidak pernah ada kebenaran yang engkau bawa&lt;br /&gt;Sekarang tatkala kami telah mulai membuka hati &lt;br /&gt;Kami tahu tiada setitik pun dari sabdamu berupa nila&lt;br /&gt;Setiap kata dan desah napasmu adalah tuntunan hidup bagi kami anak-anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami buta&lt;br /&gt;Ketika kami tuli&lt;br /&gt;Ketika kami telanjang&lt;br /&gt;Engkau datang membawa pelita&lt;br /&gt;Membakar bara yang masih tidur dalam kemalasan&lt;br /&gt;Maka betapa ingin rindu ini terbalas dengan bentuk peluk dan restumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Pada saat yang lain aku pernah medengar sebuah kisah tentang betapa berat  hidup guru kita&lt;br /&gt;Etika dan estetika yang  selalu menjadi kembang napasnya&lt;br /&gt;Seberkas pengetahuan yang senantiasa menjadi pencerah semua insan&lt;br /&gt;Kadang hanya berbalas caci maki tanpa rasa&lt;br /&gt;Kadang membersit lara tiada terobat ketika segala pengorbanan tiada berarti&lt;br /&gt;Ketika gelar pahlawan tanpa tanda jasa benar-benar tak lagi memberikan arti&lt;br /&gt;Memang perbaikan demi perbaikan kesejahteraan terus terupayakan&lt;br /&gt;Tetapi mana pernah akan berarti jika senantiasa terdholimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Betapa banyak Bapak/Ibu guru kita yang benar-benar berjuang melawan nasib&lt;br /&gt;Betapa berat perjuangan mereka melawan kedholiman&lt;br /&gt;Kita lihat pemotongan gaji dan tunjangan yang tidak manusiawi&lt;br /&gt;Aku bisa dengar betapa sebenarnya hati kecil mereka berteriak&lt;br /&gt;Tapi tiada kuat melawan air besar beriak &lt;br /&gt;Dan betapa betapa luar biasa tuntutan sistem&lt;br /&gt;Untuk sekedar mendapatkan tambahan tunjangan &lt;br /&gt;Tiada senyum dan kemudahan pelayanan&lt;br /&gt;Tapi guruku harus merelakan senyumya setiap saat&lt;br /&gt;Mendermakan senyumnya dengan hati tercekat&lt;br /&gt;Sementera aliran darahnya seakan terkerat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi akupun mendengar ketika guruku melompati batas hari &lt;br /&gt;Ketika guruku mengejar kompetensi dan kualitas diri&lt;br /&gt;Ketika guruku menciptakan banyak sekali karya prestasi&lt;br /&gt;Ketika guruku membawa prestise dan prestasi kami anak-anak negeri&lt;br /&gt;Maka kami anak-anakmu tiada pernah menutup mata dan hati&lt;br /&gt;Kami tahu kepada siapa kami diskusi&lt;br /&gt;Manakala kami harus meneladani jejak prestasi&lt;br /&gt;Kami bangga padamu wahai Bapak dan Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang memang belum mengerti apa-apa tentang dunia&lt;br /&gt;Tapi sekarang kam akan mengerti apa-apa karena dunia&lt;br /&gt;Tapi engkaulah yang paling mengerti apa-apa&lt;br /&gt;Maka padamulah wahai Bapak dan Ibu&lt;br /&gt;Kami datang dengan cinta yang hanya sekuntum&lt;br /&gt;Kami datang dengan segala ratapan dan kehausan&lt;br /&gt;Dan kami akan  menimba di sumurmu yang tiada pernah berdasar&lt;br /&gt;Terima kasih guruku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-5107799659825538362?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/5107799659825538362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/11/ode-untuk-guruku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5107799659825538362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/5107799659825538362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/11/ode-untuk-guruku.html' title='Ode untuk Guruku'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-1173332030735008077</id><published>2010-05-31T03:39:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T03:41:55.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Fatamorgana Biru</title><content type='html'>Deg..deg…deg, semakin kuat jantungku memompa darah ke sekujur tubuh. Kulambatkan tarikan gas motor matikku. Memasuki perbatasan itu benar-benar membuat aku semakin berharap dan berdebar. Wanita setengah baya dengan tubuh gembrot dan tinggi…seorang ibu yang kelihatan sangat matang dengan kedewasaannya, … atau seorang wanita muda dengan pesona yang tetap menarik walaupun beberapa kali melahirkan. Bayangan itu semakin membuatku berdebar dan terseret imajinasi belasan tahun silam ketika baru lulus SMA. “Rumahku nggak ada macannya kok, Kak!” Kalimat itu benar-benar membuatku melambung tinggi, angan-angan seorang pemuda yang masih sangat mentah dalam kehidupan. Bertemu beberapa kali, menjadi rutinitas, dan akhirnya jadian sehidup semati benar-benar merupakan suatu angan yang sangat indah. Seakan dunia benar-benar seperti kata orang yang sedang dimabuk asmara, yaitu hanya milik berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbatasan desa telah kulewati, beberapa menit berikut aku telah melaju di depan rumah yang kutengarai adalah rumah yang kumaksud dalam anganku. Harapanku kandas tak kutemui seseorang di sekitar rumah itu. Pintu terbuka dan sepeda motor matik warna oranye diparkir depan rumah. Tak ada keberanian untuk berhenti. Aku terus melaju dan terus kutarik gas matorku. Kuputuskan untuk menapaki kembali rute cintaku belasan tahun silam. Masya Allah jalanan kampung telah rusak berat, tampaknya kita memang hanya bisa membangun tanpa mampu merawat padahal desa ini adalah desa nasional saat itu. Belum ada jalan kampung sebagus di desa ini kala itu. “Makasih ya Kak…! Mampir dulu nggak?” , katanya sambil tersenyum. Tentu saja tak kusia-siakan kesempatan itu. Pulang setelah bertukar buku harian. Buru-buru sampai di rumah, masuk kamar pura-pura sibuk ngerjaan tugas kuliah atau ngoreksi kerjaan anak-anak kubaca lembar-lembaran buku harian dengan hati berdebar-debar tetapi berbunga-bunga. Dan kutulis ekspresi hatiku yang tentu saja sangat konyol saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulewati dengan sendu jalan ini dengan kekecewaan. Kulewati rumah orangtuanya dengan sepi. Kesepian semakin menghimpitku. Aku istighfar beberapa kali. Ya Allah apa yang telah kulakukan ini. Hatiku telah mengkhianati keluargaku, kenapa harus kuturuti kata hati ini. Ingkarkah aku pada anak dan istriku, ataukah aku hanya ingin sekedar membalas dendam karena dulu aku dikhianati oleh seorang wanita yang benar-benar sangat aku kasihi dan membuatku jatuh ketika ia memutuskan menikah dengan pria pilihan orangtuanya? Saat itu memang tidak ada bahan yang bisa kujadikan perhitungan. Tak ada yang bisa kubanggakan, masa depan seorang mahasiswa kelas jauh yang sambil kerja sebagai tenaga sukarela di beberapa sekolah benar-benar tidak bisa kujadikan bahan perhitungan. Lantas benarkah aku hanya ingin membuat perhitungan dengan bahan yang kumiliki sekarang ini? Atau ada rindu dendam yang masih membara dalam relung hatiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan Dik Mita berangkat ke asrama, Pak?” salah seorang seniorku bertanya pada bapaknya Mita. Kami semua tahu Mita akan melanjutkan sekolah ke SPK, sehingga kami harus merelakan kepergiannya dari oraganisasi kami. “Ya … ggak tahu ya Mas, bergantung calon suaminya saja. Kan suaminya sekarang masih dinas Kalimantan. Itu lho Mas, ia seorang tentara. Kalau kami hanya nurut mereka saja. Katanya tiga bulan lagi tugasnya di sana selesai. Kalau pulang ya langsung saja nikah,…gitu kami sangat senang”. Kalimat-kalimat itu terdengar sangat menggembirakan bagi orang tua itu. Teman-temanku tersengat dan tanpa dikomando langsung menoleh ke arahku. Aku terpaku, tak ada yang bisa kulakukan kecuali hanya diam. Kembali Kak Dimas memecah keheningan, “Lho katanya mau melanjutkan sekolah ke SPK, apa benar gitu Pak?” Pak Darmo menghisap tembakaunya dan menghembuskannya dengan tergesa-gesa, “Ah, tidak kok Mas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut ternyata aku sudah kembali sampai di depan rumah itu. Dengan nekat aku berhenti tepat di depan rumah itu, tanpa turun dari motor aku keluarkan ponsel pura-pura cek SMS. Mataku jelalatan, aku berharap ada seorang wanita setengah baya dengan tubuh gembrot atau seorang ibu yang kelihatan sangat matang dengan kedewasaannya, … atau seorang wanita muda dengan pesonanya. Tetap saja harapanku kandas tak kutemui siapapun yang bisa mengobati rasa penasaranku. Benar-benar aku heran ke mana, di mana? Tak pernah kutinggalkan daerahku sampai sekarang. Aku tak pernah meninggalkan kampung halamanku kecuali untuk tugas belajar yang seberapa lama. Yang tak pernah kuharapkan selalu saja kutemui walaupun aku harus memeras keringat untuk mengingatnya. Aku tidak ingin selingkuh aku nggak ingin menodai kesucian cintaku pada istriku tersayang. Aku hanya ingin tahu seperti apakah keadaan wanita yang telah mencampakkan diri ini karena tak mempunyai masa depan. Sekarang aku memang sudah jauh lebih mapan, bahkan gelar S2 pun telah kusandang. Istriku kukuliahkan. Aku khianat pada istriku? “Nggak Ton, kamu nggak selingkuh kamu nggak khianat, kamu hanya ingin tahu dan menjawab pertanyaan dari kepenasaranmu saja. Kupikir semua orang akan mengalami hal itu. Puaskan hatimu tapi jaga hatimu”, pesan Mas Wied beberapa saat lalu. Tapi kenapa hatiku jadi sepi ketika tak menemukan apa-apa dan siapa-siapa yang kuharapkan di situ?&lt;br /&gt;Bersambung!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-1173332030735008077?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/1173332030735008077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/fatamorgana-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1173332030735008077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1173332030735008077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/fatamorgana-biru.html' title='Fatamorgana Biru'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-8537453312675238757</id><published>2010-05-06T20:40:00.001-07:00</published><updated>2010-05-06T20:44:21.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Di Balik Glaomuritas</title><content type='html'>Sebuah perjuangan tanpa disertai dengan usaha yang gigih dan keras dapat diyakini tidak akan menghasilkan sebuah harapan sebagai yang dicita-citakan sebelumnya. Dunia glamouritas remaja dan pelajar dewasa ini tampaknya serba menuntut kebebasan. Sayangnya kebebasan ini tidak disertai dengan kedewasaan berpikir yang bertanggung jawab, walaupun itu hanya terhadap dirinya sendiri. Tapi di antara kebrengsekan dan keterpurukan moral yang menggejala di antara kehidupan remaja saat ini harus diakui bahwa sebenarnya terdapat banyak kelebihan yang dimiliki mereka. Kebobrokan dan kelebihan inilah yang sengaja dimunculkan oleh Hanung Bramantyo untuk memberikan imbangan terhadap kritik moral yang senantiasa ditujukan kepada para remaja dan pelajar dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persabahatan dengan berbagai bentuk dan versi sering kita jumpai pada kehidupan remaja dan pelajar masa kini. Apapun bentuknya sudah seharusnya kita menghargai segala model dan kreativitas serta bentuk persahabatan mereka. Kisah tentang tiga orang sahabat Agni, Arian, Alde yang berusaha memunculkan eksistensi diri mereka harus banyak mengalami tantangan yang hampir membuat persabahatan mereka berantakan. Mereka tiga orang siswa sebuah SMA yang dianggap pecundang “CUPU” di sekolahnya. Mereka bertekad membuktikan eksistensi dan kualitas diri mereka dengan membuat film documenter sekolah. Film inilah yang mengubah nasib mereka menjadi “Pahlawan Sekolah” merekapun dielu-elukan oleh siswa lainnya. Dari mereka pulalah ternyata diketahui bahwa yang bobrok itu bukan para remaja dan pelajar sebagaimana yang dianggap banyak orang melainkan justru pihak orang dewasalah yang memiliki kebobrokan tingkat parah yang tersembunyi rapi. Sebuah harapan yang bisa kita munculkan dari film ini adalah keadilan dari orang dewasa untuk bersikap pada para remaja dan pelajar saat ini. Seharusnya ada kesadaran bahwa situasi dan kondisi sekarang berbeda dengan dahulu. Inilah yang membedakan antara generasi dahulu dan sekarang. Tapi disadari atau tidak sebenarnya antara dahulu dan sekarang tidak terlalu jauh berbeda, hanya masalah bentuk dan versi saja yang membedakannya. Justru dari para remaja dan pelajar inilah diketahui bagaimana kecurangan seorang pimpinan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihaian Hanung dalam hal ‘casting’ menjadikan film ini benar-benar mampu membuat penonton terpenuhi dan terbuai oleh sebuah ‘foreshadowing’ dan angan yang membumbung tinggi. Dengan kesempurnaan teknik penggarapannya Hanung berhasil menciptakan penggambaran dan visualisasi yang memikat. Hampir semua adegan mendapatkan perhatian sempurna dari Hanung, sehingga seakan tidak ada sedikit pun celah yang bisa membuat kita merasa bosan untuk mengikuti kelanjutan dari kisahan ini. Penggarapan setting psikis dalam film ini tampak benar-benar mendapatkan tempat yang lumayan menarik bagi penonton. Soundtrack dan background musik yang mengalun lembut, keras, dan penuh variasi benar-benar mampu membawa kita ke arah angan-angan yang membumbung sebaimana yang selalu dibayangkan oleh para remaja dan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua hal yang telah diuraikan di atas, tampaknya sebuah karya manusia tetap saja tidak bisa dilepaskan dari ketidaksempurnaan. Catatan Akhir Sekolah tidak saja menyajikan sesuatu yang bernilai moral tinggi, tetapi juga menyuguhkan suatu fenomena sosial yang bisa memberikan efek negatif secara psikologis kepada penonton, utamanya para remaja dan pelajar. Penggunaan setting fisik yang hanya di lingkungan kompleks komplek sekolah, mall, dan sedikit tempat lain menjadikan satu titik kejenuhan yang mempengaruhi psikologis penonton. Bagaimana pun bentuknya Catatan Akhir Sekolah adalah sebuah garapan yang penuh dengan keterbatasan sifat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turen, 23 September 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-8537453312675238757?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/8537453312675238757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/di-balik-glaomuritas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8537453312675238757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8537453312675238757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/di-balik-glaomuritas.html' title='Di Balik Glaomuritas'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-485558171087177251</id><published>2010-05-06T03:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T03:19:48.725-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>RPP dan Proses Pembelajaran</title><content type='html'>HUBUNGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;DENGAN PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH&lt;br /&gt;Oleh : Agus Harianto, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan bagian integral sebuah proses pembelajaran. Belajar dan mengajar tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keduanya merupakan unsur yang saling mendukung untuk mendukung menuju satu pencapaian tujuan. Tanpa sebuah tujuan tidak mungkin sebuah kegiatan akan mempunyai arah yang jelas dan pasti. Kegiatan belajar mengajar dengan tujuan yang jelas dan terarah bisa dirumuskan dengan cara yang sistematis melalui berbagai macam konsep dan teori pembelajaran. Sebagaimana sudah menjadi sebuah kelaziman dalam kehidupan ini, bahwa perubahan senantiasa akan terus terjadi, maka kebutuhan akan sebuah teknologi pembelajaran pun akan terus bertambah. Meningkatnya kebutuhan akan konsep dan teori pembelajaran ini tentu saja dipicu oleh berbagai perubahan dan perkembangan yang terus terjadi.&lt;br /&gt;Banyak sekali konsep dan teori pembelajaran yang ditawarkan oleh para ahli bidang pengajaran untuk bisa dipakai dalam sebuah proses pembelajaran dan transfer ilmu pengetahuan. Dengan sudut pandang yang berbeda, dan segala kelebihan atau kelemahannya kita bisa menerapkan sebuah atau beberapa konsep pembelajaran. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana konsep atau teori pembelajaran tersebut bisa diterapkan secara tepat dalam sebuah proses pembelajaran. Berikut akan kita bahas bagaimana penerapan berbagai teori pembelajaran dalam proses belajar mengajar di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kondisi Nyata Pembelajaran di Sekolah&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap sebuah konsep pembelajaran yang tidak utuh berakibat terhadap pola penerapannya di lapangan. Lemahnya penguasaan konsep pembelajaran ini tentu saja akan terus berkembang jika tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dari siapa saja yang berkecimpung dalam bidang pengajaran ini. Sebagai sebuah contoh adalah silang pendapat yang terus berlanjut tentang konsep yang benar tentang strategi pembelajaran. Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2004 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) senantiasa terjadi perbedaan sudut pandang tentang sistematika penulisannya. Dalam sebuah seminar atau pelatihan dinyatakan bahwa sistematika penulisan RPP adalah sesuatu yang tidak mutlak, yang dipentingkan adalah unsur-unsur yang disyaratkan sudah terpenuhi. Tetapi dalam sebuah forum yang lain, sebagai contoh dalam sertifikasi guru, penulisan RPP benar-benar merupakan suatu yang dibakukan. Di satu sisi dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran sudah termaktup dalam indikator, sehingga tidak perlu lagi dinyatakan secara ekplisit. Tetapi di sisi yang lain tujuan pembejalaran harus benar-benar dinyatakan secara eksplisit, karena berbeda dengan indikator.&lt;br /&gt;Hal-hal seperti ini menjadikan sebuah kontaminasi pemahaman terhadap konsep pembelajaran yang cukup runyam dan jelas membingungkan. Belum lagi dengan pergeseran kurikulum yang terus-menerus mengalami perubahan tanpa memperhatikan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Menyikapi hal tersebut penyiapan sumber daya manusia dari tenaga pengajar merupakan faktor utama dan mutlak yang harus mendapat perhatian terlebih dahulu jika ingin menghasilkan sebuah produk/output sebagaimana yang diharapkan oleh perubahan kurikulum yang dimaksud. Sementara kita ketahui bahwa kenyataan di lapangan banyak sekali tenaga pengajar yang dapat dikatakan masih belum memenuhi kelayakan secara kualitas. Secara formalitas, dalam hal ini ijazah dan tingkat pendidikan dan akta memang memenuhi syarat, tetapi dalam hal penguasaan keterampilan dan pengetahuan dasar minimal yang seharusnya dimiliki oleh seorang tenaga pengajar kadang masih sangat jauh dari yang diharapkan. Tentu saja hal seperti ini sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah contoh adalah bagaimana rendahnya kompetensi seorang guru atau tenaga pengajar dalam hal penguasaan teknologi pendidikan/pengajaran, teknologi informasi, dan bahasa asing. Data statistik di sebuah sekolah sebagaimana yang penulis teliti menunjukkan seuatu hal yang sangat memprihatinkan. Katakanlah dalam sebuah lembaga pendidikan menengah atas mempunyai 65 orang tenaga pengajar. Jika dipersentase akan dapat menunjukkan gambaran yang sangat memprihatinkan. Hampir sebagian besar dari sejumlah tenaga pengajar tersebut tidak mempunyai kompetensi sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;Keadaan ini merupakan akibat dari berbagai macam kondisi yang bersifat internal dan eksternal dari seorang tenaga pengajar di instansi tersebut. Kondisi internal tentu saja benar-benar bergantung pada kemampuan individual dari masing-masing personal. Kemampuan ini bisa berupa rendahnya tingkat intelektual atau rendahnya minat untuk mengembangkan diri. Dan yang paling parah disebabkan oleh kemalasan karena tidak adanya stimulus yang bisa membuat secara individu terpaksa harus mengembangkan diri. Rasa aman sebagai seorang pegawai negeri dengan kenaikan pangkat otomatis yang demikian mudah, karena bisa dilakukan dengan melakukan manipulasi data, juga dapat dikatakan sebagai salah satu faktor internal yang meninabobokan perkembangan kualitas sumber daya manusia tenaga pengajar. &lt;br /&gt;Sedangkan salah satu contoh faktor eksternal adalah model penilaian akhir keberhasilan siswa dalam bentuk ujian nasional. Sistem ujian nasional yang dilaksanakan selama ini menjadikan srategi, pendekatan, metode, atau model pembelajaran apapun tidak lagi sesuai dengan ketentuannya. Hal ini terjadi karena yang dipentingkan pada akhirnya adalah hasil akhir bukan proses. Dalam pembicaraan forum ilmiah seperti seminar, workshop, simposium, lokakarya dan sejenisnya memang disampaikan bagaimana menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Tetapi tetap saja yang terjadi adalah drill atau pemberian bekal secara khusus kepada siswa agar berhasil dalam arti lulus ujian nasional. Ketakutan dan stress seorang guru, terutama guru mata pelajaran yang diujikan secara nasional adalah jika tidak berhasil membawa siswa didiknya menuju sukses ujian nasional. Keadaan ini benar-benar menjadi kondisi nyata di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memilih Model Pembelajaran Inovatif&lt;br /&gt;Bagaimanapun untuk dapat mewujudkan suatu tujuan pembelajaran yang baik diperlukan sebuah rumusan teori belajar yang tepat. Mungkin akan muncul berbagai macam pertanyaan tentang keberadaan teori belajar. Mengapa kita memerlukan teori yang masih spekulatif, padahal akan lebih baik jika kita langsung berurusan dengan data-data konkret, faktual, dan empiris tentang belajar? Snelbecker (1974) dalam Teori-teori belajar, Ratna Wilis Dahar menyatakan bahwa perumusan teori itu bukan hanya penting, melainkan vital bagi psikologi dan pendidikan, untuk dapat maju dan berkembang, dan memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam setiap bidang itu.&lt;br /&gt;Berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan selama ini senantiasa memicu tumbuh dan berkembangnya hal-hal baru yang berupa konsep. Konsep dasar tersebut sudah barang tentu berakar pada sebuah teori yang sudah ada sebelumnya. Apapun bentuk dan model teori pembelajaran yang berkembang dapat dipastikan mempunyai pola pikir atau paradigma tertentu dengansegala kelebihan dan kelemahannya. Untuk itu sebaiknya kita tidak terlalu terjebak dalam adu argumentasi demi memutuskan teori belajar mana yang paling unggul. &lt;br /&gt;Berbagai pendekatan pembelajaran yang ditawarkan telah memberikan inspirasi pada diri kita untuk berpikir kritis. Mana yang tepat dan akan kita pilih sebagai metode pembelajaran mata pelajaran yang akan kita ajarkan pada para siswa. Dalam mengajarkan sebuah mata pelajaran tidak cukup hanya mengandalkan sebuah pendekatan pembelajaran. Materi “X” tepat sekali diajarkan dengan mempergunakan pendekatan keterampilan proses, tetapi dimungkinkan sangat lucu dan tidak tepat sasaran jika dipergunakan untuk mengajarkan materi “Y”. Mungkin materi “Y” sangat mungkin disampaikan dengan pendekatan contectual teaching learning (CTL). Bahkan adakalanya kita harus menggabungkan beberapa pendekatan pembelajaran untuk menyampaikan sebuah materi pembelajaran. Hal ini tampak nyata ketika kita sudah menurunkan metode pembelajaran dari pendekatan yang kita pergunakan. Sebuah metode yang biasanya kita turunkan dari pendekatan “A” bisa saja kita gabungkan dengan metode pembelajaran yang lain yang kita turunkan sebuah pendekatan “B”&lt;br /&gt;Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Namun terdapat metode-metode khusus untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti metode bercerita, metode membaca, metode menulis dan lain-lain (Suprayekti, 2003: 13). Beberapa metode pembelajaran yang lazim dimanfatkan guru antara lain adalah sebagaimana tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;a. Metode ceramah.&lt;br /&gt;b. Metode demontrasi.&lt;br /&gt;c. Metode diskusi.&lt;br /&gt;d. Metode latihan.&lt;br /&gt;e. Metode simulasi.&lt;br /&gt;f. Metode eksperimen.&lt;br /&gt;g. Metode bermain peran.&lt;br /&gt;h. Metode sumbang saran.&lt;br /&gt;i. Metode studi kasus, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan metode pembelajaran benar-benar bergantung pada spesifikasi mata pelajaran yang diajarkan oleh guru. Satu misal metode eksperimen tepat sekali dipergunakan pada pembelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika, tetapi kurang tepat ada pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sangat tepat jika dipergunakan metode bermain peran sekaligus digabung dengan metode demontrasi, demikian dan seterusnya.&lt;br /&gt;Dalam hal memilih sebuah metode pembelajaran guru dituntut harus mampu mengambil keputusan yang tepat karena ketepatan pemilihan metode pembelajaran berkorelasi dengan hasil akhir pencapaian tujuan pembelajaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru sebelum menentukan pilihan terhadap metode pembelajaran adalah: (1) faktor guru, (2) faktor siswa, (3) faktor kurikulum, dan (4) faktor lingkungan. Faktor pertama adalah bagaimana guru mempunyai keterampilan mengajar, mengelola tahapan pembelajaran, dan kemampuan memanfaatkan metode. Seorang guru atau pengajar harus benar-benar menyadari batas kemampuan dirinya sebelumnya menentukan metode pembelajaran yang akan dipilihnya. Metode apapun yang dipilihnya harus disesuaikan dengan kemampuannya agar bisa memperoleh hasil yang maksimal. Faktor kedua adalah siswa sebagai subjek belajar atau pembelajar. Pada diri siswa yang harus diperhatikan bagaimana sebuah metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa baik secara umum maupun khusus. Sedangkan faktor kurikulum merupakan pedoman bagi guru dalam merumuskan tujuan dan mengorganisasikan isi pembelajaran. Dan faktor lingkungan merupakan latar konteks terjadinya pengalaman belajar. Pada faktor ini perlu diperhatikan lingkungan fisik dan lingkungan nonfisik yang menunjang situasi interaksi belajar mengajar secara maksimal. Dalam hal ini sangat perlu diperhatikan adalah sarana dan prasarana sebagai fasilitas pembelajaran. Sebagai sebuah contoh tidak mungkin kita memilih metode dan pendekatan audio visual jika tidak tersedia fasilitas laboratorium multimedia.&lt;br /&gt;Menentukan sebuah metode pembelajaran yang inovatif memang menjadi sebuah kebutuhan mutlak dalam proses belajar mengajar. Mengapa harus inovatif? Fakta menunjukkan bahwa pada kenyataannya metode pembelajaran yang statis, monoton, dan konvensional cenderung tidak diminati oleh siswa didik. Padahal salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran adalah siswa. Dengan demikian rasa ketertarikan siswa baik terhadap penampilan guru, kompetensi guru, maupun cara guru menyampaikan materi pelajaran harus mendapat perhatian yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penutup&lt;br /&gt;Merancang sebuah strategi pembelajaran yang tepat guna harus mampu mencerminkan sebuah konsep pola pikir yang jelas dan mempunyai dasar yang dapat diyakini kesahihannya. Berbagai macam teori pembelajaran yang ditawarkan bisa menjadi bahan referensi bagi seorang guru untuk menentukan konsep pembelajaran yang tepat bagi para siswanya. Untuk bisa merancang sebuah konsep pembelajaran yang baik diperlukan kompetensi standar seeorang guru. Kompetensi standar yang dimaksud pada masa ini yaitu kemampuan menguasai strategi pembelajaran, penguasaan bahasa asing, dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi di samping kemampuan pedagogi yang memang harus dikuasai.&lt;br /&gt;Kondisi pembelajaran yang sangat bervariasi dengan segala bentuk kekurangan dan kelebihannya menuntut seorang guru untuk dapat menemukan sebuah pola pembelajaran yang inovatif dan menarik. Kearifan dalam menanggapi berbagai masalah dalam bidang pengajaran merupakan modal utama dalam rangka mengembangkan kemampuan diri. Kemampuan diri yang bagus akan dapat menyumbangkan kesuksesan pencapaian tujuan pembelajaran secara umum. Untuk itu sangat disarankan agar kita senantiasa mau dan bisa mengikuti segala bentuk perubahan dan perkembangan. Dengan mengikuti perubahan kita tidak akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Pada hakikatnya semua perubahan adalah untuk meraih sesuatu yang jauh lebih dan lebih sempurna.&lt;br /&gt;Penerapan interaksi belajar mengajar secara spesifik dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwea apa yang telah dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dan terpola. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang signifikan antara komponen perencanaan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori-teori Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;Suprayekti. 2003.Interaksi Belajar Mengajar.Surabaya: Balai Penataran Guru Jawa Timur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-485558171087177251?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/485558171087177251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/rpp-dan-proses-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/485558171087177251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/485558171087177251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/rpp-dan-proses-pembelajaran.html' title='RPP dan Proses Pembelajaran'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-1198517068937152884</id><published>2010-05-04T22:07:00.001-07:00</published><updated>2010-05-04T22:07:44.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>UNAS BUKAN TUJUAN AKHIR</title><content type='html'>Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini dapat dikatakan senantiasa berpacu dengan waktu untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. Ketertinggalan perkembangan dunia pendidikan kita tampaknya memicu sikap yang kadang dapat dikatakan hiperbola. Kondisi ini sebenarnya merupakan efek dari latar sosial budaya di negara kita yang kadang menjadikan kita sebagai orang yang cenderung apatis dan pasif. Kondisi ini masih terus merebak sampai pada generasi bangsa yang kini masih sedang duduk di pendidikan tingkat atas dan pendidikan tinggi. Banyak pelajar setingkat SMA yang hanya sekedar memenuhi kewajiban untuk datang ke sekolah tanpa disertai rasa tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri. Demikian pula di tingkat pendidikan tinggi banyak mahasiswa yang lebih merasa menjadi mahasiswa jika sudah terlibat dalam kegiatan-kegiatan demontrasi turun ke jalan dengan orasi-orasi keras mereka. &lt;br /&gt;Menyikapi kondisi yang demikian ini banyak lembaga pendidikan yang mengambil langkah penyelamatan dengan versi yang kadang justru menimbulkan pro dan kontra yang berkepanjangan dan tidak berujung pada sebuah solusi. Langkah-langkah dalam bentuk apapun pada dasarnya merupakan bentuk kepedulian terhadap keberhasilan generasi penerus bangsa ini. Sementara itu pro dan kontra justru menimbulkan permasalahan baru yang sangat tidak menguntungkan bagi pembinaan pengembangan kualitas generasi penerus. Budaya pro dan kontra yang terwarisi dari pendahulu semakin semarak dan tumbuh subur seiring dengan berlangsungnya orde reformasi yang seakan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Disadari atau tidak kondisi tersebut menjadi sebuah bentuk contoh terapan yang sangat melekat pada diri generasi bangsa.&lt;br /&gt;Tidak jauh dari masalah tersebut, sebagai sebuah contoh yang senantiasa menjadi bahan perdebatan sepanjang tahun adalah masalah penyelenggaraan ujian nasional. Pro dan kontra adanya ujian nasional menjadi sebuah polemik yang cukup menarik untuk disimak. Pergantian kebijakan yang dilandasi niat untuk memperbaiki keadaan justru menjadi sesuatu yang menghambat perkembangan tersebut. Sebagian pihak merasa ujian nasional adalah sesuatu yang berseberangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan, sebagian pihak masih beranggapan bahwa ujian nasional sangat perlu sabagai standar uuran kompetensi siswa baik tingkat sekolah, regional, maupun nasional. Dan sebagaimana kita ketahui pada akhirnya pemerintah memutuskan bahwa ujian nasional dipandang masih sangat perlu dilaksanakan. &lt;br /&gt;Keputusan pemerintah tersebut kembali menjadikan banyak lembaga pendidikan, ribuan pendidik, dan ratusan bahkan jutaan siswa panik dan ketakutan karena ancaman ketidak berhasilan alias tidak lulus ujian nasional. Kepanikan dan ketakutan membuahkan kecerdasan untuk melakukan antisipasi baik yang bersifat positif maupun negatif. Bahkan tidak jarang terjadi kecurangan dilakukan untuk mendapatkan sebuah kata yang sangat disakralkan yaitu “LULUS”. Padahal lulus dalam ujian nasional bukan satu-satunya tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran yang sangat panjang. Bagi siswa SMA/SMK lulus ujian nasional bukan berarti selesai. Masih banyak proses yang harus dilalui untuk meraih keberhasilan. Tes masuk perguruan tinggi atau bekerja.&lt;br /&gt;Kadang tidak terpikir bahwa satu kali saja hal negatif kita lakukan, maka akan berdampak negatif pada apapun yang akan kita lakukan pada masa mendatang. Jadi kerugian besar sebenarnya akan menghadang jika kita melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional. Berhasil dalam menempuh ujian nasional jelas bukan merupakan tujuan akhir yang harus didewakan. Lantas mengapa kita harus melakukan berbagai macam hal yang jelas akan merugikan diri sendiri? &lt;br /&gt;Tetapi satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa semua hal yang terjadi di hadapan kita tidak bisa dilepaskan dari adanya sistem yang mengikat keseimbangan alam. Hukum sebab akibat akan terus mendesak kita. Mengapa setiap sekolah harus mampu meluluskan siswanya dengan target seratus persen dalam ujian nasional? Mengapa semua siswa harus berhasil dalam menempuh ujian nasional? Mengapa ada tuntutan semacam itu? Padahal seperti yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya, ketika seseorang dituntut untuk mampu melaksanakan sesuatu dengan target tertentu maka ia akan mampu pula melakukan berbagai manipulasi. Nah betapa mengerikan jika semua tuntutan pada akhirnya harus berbuah manipulasi untuk memenuhinya (AH).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-1198517068937152884?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/1198517068937152884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/unas-bukan-tujuan-akhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1198517068937152884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1198517068937152884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/05/unas-bukan-tujuan-akhir.html' title='UNAS BUKAN TUJUAN AKHIR'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-8279950228690635588</id><published>2010-01-05T17:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T17:56:50.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model_Pembelajaran'/><title type='text'>Model-model Pembelajaran</title><content type='html'>Model Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari pendekatan CTL dan PAKEM, model pembelajaran yang dilakukan dapat menggunakan multimetode berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Pembelajaran Langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa bersama guru mereview materi pembelajaran yang telah dipelajari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru melakukan presentasi (bisa model deduktif atau induktif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- materi diorganisasikan per bagian dengan baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- advance organizer dibuat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- demonstrasi/modelling dan peta konsep dilakukan bila diperlukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa melakukan latihan dengan bimbingan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa melakukan latihan secara mandiri (Lembar Kerja Siswa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa secara periodik dicek keterampilan/ pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru melakukan konfirmasi/penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan materi dan menyiapkan pertanyaan dan mengelompokkan pertanyaan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi keompok- kelompok dan diberi pertanyaan yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok mendiskusikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok atau salah satu kelompok memresentasikan hasil diskusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelompok lain menanggapi, bertanya, atau memberikan masukan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru melakukan konfirmasi/penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Jigsaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dengan beranggotakan xx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tiap individu dalam kelompok diberi bagian materi yang berbeda untuk dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anggota kelompok membentuk kelompok baru (kelompok ahli) berdasarkan bagian materi yang sama dan mendiskusikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah selesai diskusi dengan kelompok ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar/melaporkan hasil diskusi kepada anggota kelompok yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya pada forum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru mengevaluasi presentasi/dan memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Think Pair and Share (Berpikir-Berpasangan-Sharing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan inti materi dan menyampaikan permasalahan atau pertanyaan yang problematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa diminta untuk berfikir secara individu dan menulis jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa diminta untuk berpasangan dan saling mengutarakan jawaban masing-masing. Pasangan dapat bergabung dengan pasangan lain untuk memadukan jawaban dan menyiapkan pajangan thd pertanyaan/masalah tsb &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memimpin diskusi pleno. Tiap-tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan pajangan dan guru memberikan penguatan dan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberi kesimpulan dan penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Investigasi Kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memanggil ketua-ketua kelompok untuk diberi materi/tugas yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok membahas tugas yang diberikan secara kooperatif dan melakukan investigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah selesai diskusi, lewat juru bicaranya kelompok menyampaikan hasil pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Evaluasi dan penutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Inquiry &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa melakukan pengamatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berdasarkan hasil pengamatan, siswa mengajukan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa merumuskan dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa mengumpulkan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berdasarkan data yang diperoleh, siswa menyimpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Debate &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang pro dan yang kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok diminta membaca materi yang akan didebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Satu anggota kelompok yang prodiminta guru untuk berbicara dan ditanggapi oleh anggota kelompok kontra, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ide/gagasan dari setiap pembicaraan dituliskan guru di papan tulis sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menambahkan ide yang belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari data-data di papan tulis, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada kompetensi yang ingin dicapai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Role Play &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyusun skenario yang akan dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menunjuk beberapa siswa (sesuai dengan kebutuhan peran) untuk mempelajari skenario dua hari sebelum PBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk bermain peran sesuai dengan skenario yang telah disiapkan, siswa yang lain mengamati dengan cermat apa yang dimainkan kelompok dan topik yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa di setiap kelompok diberi lembar kerja untuk membahas hasil pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru bersama siswa menyimpulkan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Problem Solving &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa diminta memformulasikan dan mendefinisikan masalah dengan jelas dan ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa mengidentifikasi faktor-faktor yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. (fakta dan pengetahuan ttg masalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa menentukan berbagai pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa memilih pemecahan masalah tentatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa menguji pemecahan masalah yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa menilai hasil pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan konfirmasi/penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. STAD( StudentTeam Achievement Division) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyajikan topik baru/masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa secara kelompok mendiskusikan topik tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan kuis kepada masing-masing kelompok .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menghitungan nilai kelompok .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penghargaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. TGT ((The Teams-Games Tournament)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyajikan materi (konsep) baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi kelompok belajar secara heterogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok mendiskusikan konsep baru tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap kelompok berpartisipasi dalam turnamen akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Articulation (Artikulasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyajikan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengarkan sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan konfirmasi/penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pemodelan (Modelling) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaiakan kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru melakukan pemodelan/demonstrasi prosedur tentang topik tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa mengingat langkah-langkah yang dilihatnya dalam pemodelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa menerapkan prosedur tersebut dalam topik yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Peta Konsep (concept map)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menemukan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. Sebaiknya permasalahan mempunyai alternatif jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Make – A Match (Mencari Pasangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyiapkan beberapa kartu yang bervariasi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa mendapatkan satu buah kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa memikirkan jawaban soal dari kartu yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membrikan penguatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Changing Partner (Bertukar Pasangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa diminta mencari pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap pasangan diberi tugas yang sama oleh guru untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap pasangan bergabung dengan pasangan baru atau lainnya dan saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap siswa berbagi informasi atau temuan baru yang diperoleh dari pasangan baru kepada pasangan semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Snowball Throwing (Bola Salju Menggelinding)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membentuk kelompok dan ketua kelompok menyampaikan penjelasan tentang materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menyampaikan materi yang dijelskan oleh guru kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Selanjutnya setiap siswa diberi satu lembar kerja untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilemparkan dari satu siswa ke siswa lainnya selama beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan, siswa dipersilakan menjawabnya secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberi penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Student Facilitator And Explaining (Tutor Sebaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru mendemonstrasaikan atau menyajikan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyimpulkan ide siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyimpulkan ide siswa dan memberikan penguatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Course Review Horay (Mengulas Pelajaran Hore)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru mendemostrasikan materi yang sesuai dengan topik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membaca soal secara acak dan siswa menuliskan jawabannya di dalam kotak nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Jika benar diberi tanda benar (P) dan jika salah diisi tanda silang (O).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa yang sudah mendapatkan tanda (P ) vertikal atau horisontal atau diagonal harus segera berteriak HORAY …. Atau yel-yel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah HORAY yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Circulation: Cooperatif Integrated Reading And Composition (Perpaduan Membaca dan Mengarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang secara heterogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan wacana/kliping sesuai topik pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa bekerjasama: membacakan dan menemukan ide pokok dan memberikan tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa mempresentasikan/membacakan hasil kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru-siswa membuat kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Inside-Outside Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama menghadap ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat sedangkan siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berikutnya giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Guessing Word (Tebak Kata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penjelasan materi ± 45 menit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suruh siswa berdiri di depan kelas secara berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10X10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa lainnya diberi kartu 5X2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa yang membawa kartu 10X10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10X10 cm. Jawaban yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apabila jawabannnya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawaban. Demikian seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Lottery Card (Kartu Arisan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa dibentuk menjadi kelompok-kelompok beranggotakan ± 4 orang secara hiterogen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap anggota kelompok diberi satu gulungan kertas yang berisi jawabandan satu gulungan soal dibagikan kepada siswa masing-masing 1 lembar/kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru menyiapkan gelas yang telah berisi gulungan soal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru atau siswa mengocok isi gelas dikocok dan menjatuhkan salah satu soal, kemudian dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siswa yang memegang gulungan kertas tentang jawaban soal tadi membacakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru memberikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Cooperatif Script (Kerjasama Wacana) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membagi siswa untuk berpasang-pasangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru &amp;amp; siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembicara membacakan ringkasan secara lengkap dengan memasukan ide-ide pokok kalimat dalam ringkasannya sedangkan pendengar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide pokok yang kurang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan dengan materi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bertukar peran: pendengar menjadi pembicara dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru membrikan penguatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Australia Partnership in Basic Education . 2007. Modul Pelatihan Pelatih. Malang: IAPBE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muijs, Daniel dan David Reynolds.2008. Effective Teaching: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujanto, Kasihani KS. 2008. Model Pembelajaran. Malang: Universitas Negeri Malang, PSG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meier, Dave. 2002. The Accelerated Learning Handbook. Bandung: Kaifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johnson, Elaine B. 2007. Contextual Teaching and Learning. California: Corwin Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wenger, Win. 2004. Beyond Teaching and learning. Gaithersburg.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-8279950228690635588?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/8279950228690635588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/01/model-model-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8279950228690635588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8279950228690635588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2010/01/model-model-pembelajaran.html' title='Model-model Pembelajaran'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7913866735020147985</id><published>2009-12-19T03:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T03:56:46.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Linguistik'/><title type='text'></title><content type='html'>1. KATEGORI KATA DIONYSIUS THRAX DAN PRISCIANUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu kebahasaan (linguistik) dapat dikatakan bersumber pada catatan sarjana-sarjana Yunani yang demikian rapi. Banyak sarjana Yunani yang berjasa besar dalam mengembangan linguistik. Di antara mereka adalah Plato dan muridnya Aristotel yang mengembangkan pengkategorian dalam bahasa. Pada perkembangan selanjutnya kita kenal Dionysius Thrax dan Priscianus yang mengembangkan kategori kata dalam bahasa. Kategori kata yang dikembangkan oleh kedua sarjana ini dapat dibandingkan sebagaimana tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dionysius Thrax dan Priscianus tampaknya mempunyai pandangan yang tidak jauh berbeda dalam mengelompokan kata. Kedua sarjana ini mengkategorikan kata menjadi delapan jenis. Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui bahwa dari delapan kategori yang dibuat oleh Dionysius Thrax dan Priscianus hanya satu kategori saja yang berbeda, yaitu pada kategori nomor empat. Dionysius Thrax menetapkan sebuah kategori kata sandang (arthron/article), sementara Priscianus tidak mempergunakan kategori ini tetapi menggantinya dengan kata seru (interiectio/interjecsi). Secara lengkap penjelasan tentang penjenisan kata tersebut diuaikan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Jenis Kata Dionysius Thrax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Onoma, yaitu jenis kata yang dapat mengalami infleksi kasus dengan kasus yang ada, yang menandai orang atau barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rhema, atau kata kerja, yaitu jenis kata tanpa mengalami infleksi kasus, tetapi mengalami infleksi karena tense, manusia, bilangan, dan menandai aktivitas atau proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metoche atau participle, yaitu jenis kata yang memiliki ciri-ciri sebagai kata kerja atau kata benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Arthron atau article, yaitu jenis kata yang mengalami infleksi untuk kasus dan menempati posisi sebelum atau sesudah onoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Antonymia atau kata ganti, yaitu jenis kata yang menggantikan onoma, khususnya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prothesis atau preposisi, yaitu jenis kata yang menempati posisi awal kata-kata lain dalam suatu komposisi atau dalam sintaksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Epirhema atau kata keterangan, yaitu jenis kata yang tidak mengalami infleksi dalam perubahan kata kerja atausebagai tambahan kata kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Syndesmos atau conjungsi, yaitu jenis kata yang mengikat wacana bersama dan mengisi kesenjangan interpretasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Kata Priscianus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nomen atau kata benda, termasuk kata-kata yang sekarang ini dikenal sebagai kata sifat. Ciri kata benda, dengan demikian, menunjukkan zat atau kualitas, kualitas umum atau kualitas khusus dari sesuatu badan atau barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Verbum atau kata kerja; kata ini menunjukkan suatu tindakan atau yang terkena tindakan. Jenis kata ini mempunyai bentuk-bentuk tense dan mood, yaitu sesuatu yang bisa mengungkapkan perasaan tetapi tidak mengalami infleksi untuk kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Participium atau participle, yaitu suatu kelas kata kata-kata yang secara deriasional mengacu kepada kata kerja, mempunyai sifat yang sama untuk kata kerja maupun kata benda, tetapi tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pronomen (pronoun) atau dikenal sebagai kata ganti. Sifat kata ganti ialah kemampuannya untuk mengganti kedudukan nama diri atau kata ganti orang: pertama, kedua, atau ketiga, tunggal atau jamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adverbium atau kata keterangan. Sifat kata keterangan ini ialah kenyataan bahwa ia dapat dipergunakan bersama-sama denga kata kerja, yang secara sintaksis dan semantis, merupakan bawahan kata kerja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prepositio atau preposisi. Sifat preposisi ini ialah kemampuannya dipergunakan sebagai kata yang terpisah yang diletakkan di muka kata-kata yang mengalami infleksi karena kasus dan di dalam komposisi seblum kata-kata yang mengalami atau tidak mengalami infleksi untuk kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Interissctio atau interjecsi, yaitu suatu kelas kata-kata yang secara sintaksis tidak terikat oleh kata kerja, tetapi dapat menujukkan rasa atau keadaan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Coniunctio atau conjungsi. Sifat kelompok kata ini ialah kemampuannya menghubungkan dua atau tiga anggota jenis kata yang lain secara sintaksis, dan menyatakan hubungan antara kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KONTROVERSI LINGUISTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu bahasa tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam kontroversi yang mengikutinya. Kontroversi tersebut merupakan hal yang sangat alami/wajar terjadi dalam perkembangan keilmuan. Bahasa apapun di dunia ini senantiasa berkembang sesuai dengan perubahan peradaban dan kebudayaan. Perubahan-perubahan dari berbagai macam sisi ini memicu lahirnya beragam pendapat dengan kepentingan dan sudut pandang yang berbeda. Demikian pula yang terjadi dengan ilmu bahasa. Banyak sekali terjadi perbedaan pandangan terhadap analisis sebuah ilmu kebahasaan. Di antara kontroversi yang terjadi dalam kajian linguistik adalah sebagaimana diuraiakan dalam pembahasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi linguistik sudah terjadi sejak zaman Yunani Kuno. Kontroversi dalam bidang linguistik ini terus berkembang sampai sekarang . Berbagai ragam kontroversi harus bisa menjadi tambahan khasanah keilmuan, bukan sekedar beradu argumentasi yang pada akhirnya hanya berujung pada dendam kesumat dan pengelompokan individu belaka. Dengan pembahasan ini akan dikupas berbagai kontroversi linguistik, diantaranya adalah phusis-thesis, analogi-anomali, empirisme-rasionalisme, strukturalisme-gramatika transformas generatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Phusis dan Thesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi antara kubu Phusis dan Thesis merupakan kontroversi bidang linguistik yang pertama, terjadi sekitar abad keenam sebelum Masehi. Kedua kubu ini mempertentangkan kaitan antara bahasa (kata) dengan alam. Kubu Phusis meyakini bahwa dalam sebuah bahasa terjadi hubungan erat antara kata-kata dengan alam. Kubu Phusis menyatakan beberapa argumentasi bahwa ada kaitan antara kata dengan alam. Pertama, adanya gejala onomatopoeia, yaitu gema suara alam. Menurut kubu ini onomatopoeia dipergunakan untuk memberikan nama konsep-konsep kebendaan yang ada di sekeliling manusia. Sebagai contoh adalah kata-kata di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. INGGRIS&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;NDONESIA&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KETERANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;splash&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; percik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; suara gemercik air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pick&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; petik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;suara petikan gitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sway&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ayun&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; suara ayunan_swaiis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gejala asosiasi bunyi dengan sifat seseorang atau benda. Gejala ini merupakan perkembangan dari onomatopoeia. Sebagai contoh dari gejala ini adalah bunyi-bunyi /i/ (dalam bahasa Indonesia) diasosiasikan dengan kecantikan, kemungilan, atau kesucian. Perwujudan dari gejala ini adalah pada kata-kata melati, suci, murni, mungil, indah, dll. Gejala ketiga yang juga merupakan perkembangan dari onomatopoeia adalah asosiasi warna, lagu, dan perasaan. Perkembangan onomatopoeia jenis ini sangat bermanfaat dalam sistem pengaturan cahaya, warna kostum, lagu-lagu pengiring dalam pementasan seni, drama, dan tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kubu Thesis menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara kata dan alam. Kubu Thesis menyampaikan contoh-contoh yang berdasarkan kaidah asosiasi ternyata tidak ada kaitannya sama sekali antara kata dengan alam. Nama-nama yang diberikan ternyata hanyalah merupakan konvensi antarsesama anggota masyarakat penutur suatu bahasa. Orang Inggris mengatakan branches of a tree, orang Indonesia menyebut cabang-cabang pohon, sementara orang Jawa mengatakan pangé wit? Hal ini tentunya juga terjadi dengan berbagai bahasa yang lain di belahan dunia ini. Hal ini menurut kubu Thesis sama sekali tidak mencerminkan adanya kaitan antara kata dengan alam, antara nama benda atau konsep dengan gema suara alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Analogi dan Anomali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham analogi dan paham anomali merupakan kontroversi kedua yang terjadi sekitar abad keempat sebelum Masehi. Kontroversi yang terjadi di antara kedua paham ini dapat dikatakan sangat tajam sehingga membawa pada perseteruan yang mengakibatkan pembatasan wilayah bagi kedua paham ini. Penganut paham Analogi berpusat di kota Alexandria, sedangkan para penganut paham Anomali lebih senang tinggal di kota Pergamum. Penganut paham Analogi meyakini bahwa bahasa itu tertata oleh suatu aturan yang pasti (laguange is governed). Contoh kata petinju, pelatih, pengajar, dan pengecat mengandung makna orang yang pekerjaannya sesuai dengan kata dasarnya, sehingga kata yang bentuknya sama dengan itu mempunyai makna dasar yang sama. Sementara itu penganut paham Anomali menganggap bahwa dalam bahasa tidak ada keteraturan yang pasti. Jika terdapat keteraturan, sebenarnya keteraturan itu hanya merupakan sebagian kecil dari ketidakteraturan tersebut. Bukti yang dicontohkan di atas tidak selamanya bermakna orang yang, tetapi bisa bermakna lain, misalnya penggali, penghapus, dan pembersih dapat bermakna orang atau alat. Pertentangan kedua paham ini sebenarnya merupakan kekuatan dari ilmu kebahasaan. Bagaimanpun paham analogi dan anomali, sudah barang tentu akan dapat menambah khasanah keilmuan terutamma dalam linguistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua paham ini menyarankan agar kita mempelajari karya sastra (puisi, prosa, dan drama) para pengarang terkenal. Dalam hal ini para sastrawan harus memberikan contoh model penggunaan bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun hebatnya pertentangan di antara penganut kedua paham ini, tetap tujuan akhirya adalah mempertahankan usaha meningkatkan penggunaan bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Empirisme dan Rasionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Renaissance terdapat dua aliran yaitu Empirisme dan Rasionalisme. Penganut paham empirisme beranggapan bahwa manusia itu seperti kertas kosong (tabula rasa). Jiwa manusia akan kosong sebelum ada rangsangan yang lewat indera. Dalam belajar bahasa, manusia harus berinteraksi dengan lingkungannya. Bahasa harus dipelajari (learned) tidak semata-mata langsung dapat berbahasa. Hal ini bertentangan dengan paham rasionalisme. Kaum rasionalis percaya bahwa segala sesuatu itu pasti bias dirasionalkan, sehingga tidak mungkin terjadi sesuatu secara begitu saja. Menurut paham ini jiwa manusia tidak seperti kertas kosong, tetapi telah berbekal pemikiran-pemikiran yang logis. Dalam masalah bahasa penganut paham rasionalis beranggapan bahwa bahasa sudah ada dalam jiwa manusia sebagai pembawaan (innate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Strukturalisme dan Gramatika Transformasi Generatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi keempat ini terjadi dalam abad kedua puluh, yaitu antara paham strukturalisme dengan para Cartesian Modern dengan paham Gramatika Transformasi Generatifnya. Konsep dasar kontroversi dari kedua paham ini terletak pada bagaimana sebuah bahasa disusun. Menurut paham strukturalisme, bahasa diibaratkan sebagaimana sebuah bangunan terdiri atas berbagai eleman penyusun, maka bahasa terdiri atas kalimat-kalimat yang berasal dari klausa-klausa; klausa-klausa tersebut dibangun dari frasa-frasa; frasa dibangun dari kata-kata; kata dibangun dari morfem-morfem; dan morfem dibangun dari fonem-fonem. Berdasarkan hal tersebut struktur gramatika yang diperkenalkan oleh paham ini terbatas pada gramatika struktur frasa (Phrase Structure Grammar). Untuk selanjutnya strukturalisme dalam linguistik selalu dihubungkan dengan Ferdinand de Saussure. Ferdinand de Saussure memperkenalkan gagasan-gagasan linguistik dengan diwarnai oleh berbagai macam dikotomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Chomsky salah satu dari kaum Cartesian Modern dengan paham Gramatika Transformasi Generatifnya menyatakan bahwa bahasa itu sangat rumit, tidak sesederhana sebagaimana yang dinyatakan oleh kaum strukturalis. Untuk mempelajari bahasa kita harus memisahkan sistem kognitif secara tersendiri, yaitu suatu system pengetahuan dan keyakinan yang berkembang sejak anak-anak, yang berinteraksi dengan factor-faktor lain untuk menentukan jenis perilaku kebahasaan (kompetensi). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa menurut paham Gramatika Transformasi Generatif bahasa bukanlah learned melainkan innate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kontroversi Linguistik di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kontroversi linguistik terjadi antara kelompk yang percaya bahasa itu mempunyai fungsi transaksional dan kelompok yang percaya bahwa bahasa itu mempunyai fungsi interaksional. Fungsi transaksional dimaksudkan bahwa dalam suatu tindak komunikasi berbahasa yang dipentinkan adalah bagaimana agar daya pesan yang terkandung dalam suatu kalimat bias disampaikan dengan jelas tanpa salah. Pada fungsi ini lebih ditekankan bahasa tulisan. Sedangkan fungsi interaksional lebih mementingkan bahasa lisan. Fungsi interaksional adalah bahwa bahasa sekedar alat untuk berkomunikasi antaranggota sosial sehingga harus mempertahankan pentingnya hubungan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan, perbedaan pendapat, ataupun sebuah kontroversi dalam hal ilmiah sudah barang tentu adalah hal yang sangat wajar terjadi. Kontroversi linguistik yang terjadi selama ini seharusnya menjadikan suatu tambahan khasanah keilmuan kita. Di kampus-kampus seperti Massachusetts Institut of Technologi (MIT), Harvard University, University of Illinois misalnya perbedaan pendapat dan kontroversi keilmuan diberi atmosfer akademik yang baik untuk menembangkan keilmuan masing-masing sehingga tercipta dinamika keilmuan yang sehat dan segar. Sementara itu di kampus-kampus kita hal seperti ini masih belum bisa tercipta dengan baik. Banyak yang belum membedakan bagaimana cara bernalar dari ketersinggunngan suatu kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi semua bentuk kontroversi di atas tampaknya kita harus benar-benar bisa berpikir secara lebih logis dengan nalar yang sehat. Sebagaimana diungkapkan oleh Abdul Wahab dalam Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra (2006) bahwa sebenarnya tidak perluterjadi pertentangan yang berlebihan antara satu dengan yang lain sebegaimana yang terjadi antara tatabahasan dan analis wacana.Mereka tidak perlu bertengkar sebab apa yang dituduhkan oleh para analis wacana tidak seluruhnya benar. Analis wacana tidak dapat mengabaikan sintaksis dan semantik sama sekali, karena analis wacana masih memerlukan analisis sintaksis dan semantik. Kontribusi sintaksis bagi analis wacana itu terutama terletak pada peranan hubungan klausa dalam suatu wacana. Hubungan klausa itu itu sangat membantu bentuk koherensi wcana yang tersusun dari komponen-komponen pikiran yang pada permulaan tidak logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DIKOTOMI MONGIN FERDINAND DE SAUSSURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran strukturalisme dalam linguistik dekat sekali dengan dikotomi-dikotomi yang disampaikan oleh Ferdinand de Saussure. Terdapat enam dikotomi yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure, yaitu: diakronik-sinkronik, langue-parole, significant-signifie, mental-fisik, bentuk-substansi, dan hubungan paradigmatik-hubungan sintagmatik. Di bawah ini pembahasan lengkap keenam dikotomi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diakronik dan Sinkronik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata diakronik dan sinkronik berasal dari bahasa Yunani, diakronik berarti sepanjang waktu, sedangkan sinkronik berarti bersama dalam satu waktu. Berdasarkan pengertian di atas jika dihubungkan dengan studi tentang kebahasaan, diakronik dapat diartikan belajar bahasa dari waktu ke waktu, sedangkan sinkronik dapat diartikan studi kebahasaan untuk waktu yang bersamaan. Simpulan yang diberikan oleh Ferdinand de Saussure adalah bahwa bahasa itu bias dilacak dari waktu ke waktu dan dipelajari untuk jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Langue dan Parole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langue merupakan sistem bahasa dalam konteks sosial. Interaksi antaranggota elemen masyarakat atau lembaga sosial merupakan bagian dari fungsi bahasa. Dalam langue terjadi interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain dalam konteks sosial kemayarakatan. Sedangkan parole atau tindak berbicara cenderung bersifat kolektif dan individual. Parole bersifat kolektif jika mejadi milik makhluk sosial, tetapi bersifat individual jika mejadi individu. Dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah langue bisa terdapat berbagai macam parole sesuai dengan jenis interaksi yang terjadi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Signifiant dan Signifie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Signifiant adalah bentuk bahasa yang terkandung dalam sekumpulan fonem yang merupakan perwujudan akustik suatu bahasa. Signifiant merupakan wujud dasar sistem fonologi suatu bahasa. Sdangkan signifie merupakan kandungan mental atau citra mental suatu bahasa atau makna yang terkandung dalam bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mental dan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tinjauan mental bahasa merupakan suat toatalitas pikiran dalam jiwa manusia. Sedangkan secara fisik bahasa adalah getaran udara yang terjadi melalui alat artikulasi manusia. Kondisi fisik dan mental seseorang senantiasa menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, maka dapat dipastikan jika bahasa pada dasarnya merupakan pertemuan antara totalitas pikiran dalam jiwa dan getaran yang dibuat menusia melalui alat-alat bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bentuk dan Substansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk merupakan semacam sistem posisi dalam linguistik. Menurut Ferdinand de Saussure yang lebih penting dalam linguitsik adlah bentuk bukan substansi. Mengapa demikian? Karena nilai sebuah satuan linguistik benar-benar ditentukan oleh posisinya bukan substansinya. Satu unit saja yang berubah dalam sebuah bentukan, maka akan mengubah nilai atau makna satuan lainnya. Sebagai gambaran contoh adalah kalimat Ibu membeli seekor ayam kampung, ketika terjadi perubahan letak atau posisi unsur-unsurnya maka akan terjadi pergeseran makna yang cukup dramatik. Misalnya, pertukaran posisi subjek dan objek menjadikan kalimat Seekor ayam kampung membeli Ibu. Berdasarkan hal tersebut dalam dikotomi ini dinyatakan bahwa bentuk lebih penting daripada substansi dalam ilmu kebahasaan atau linguistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hubungan Paradigmatik dan Hubungan Sintagmatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan paradigmatik yang dimaksud dalam dikotomi ini adalah hubungan derivatif atau inflektif serangkaian bentuk jadian dengan bentuk dasar dari unit bahasa, sedangkan hubungan sintagmatik merupakan hubungan yang diperoleh jika satuan-satuan diletakkan bersama dalam satu tindak tutur atau tindak bicara. Sebagai suatu contoh hubungan paradigmatif adalah pembentukan kata berimbuhan, sedangkan contoh hubungan sintagmatik adalah jika sebuah kata atau kata jadian diletakkan dalam sebuah struktur kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Paradigmatik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me-N+sapu menyapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me-N +cuci mencuci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me-N+suci menyuci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Sintagmatik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mencuci semua pakaian adik yang kotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berusaha menyucikan lantai masjid di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. STRUKTUR SINTAKSIS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sintaksis adalah kajian atau aspek linguistik tentang prinsip, proses, prosedur, membentuk frasa, klausa, dan kalimat. Berbeda dengan tata bahasa (grammar). Sedangkan gramatika ialah seperangkat kaidah yang jumlahnya terbatas yang dapat dipakai untuk membentuk kalimat yang tak terbatas jumlahnya. Beberapa aliran sintaksis yang dapat dikenal adalah aliran tradisional dan aliran strukturalisme. Struktur sintaksis merupakan kajian dari aliran strukturalisme. Sebelum mengupas berbagai struktur sintaksis, dalam pembahasan ini akan diuraikan terlebih dahulu dua jenis aliran di atas, yaitu aliran tradisional dan strukturalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran tradisional ini bersifat preskriptif bukan deskriptif. Yang dimaksud dengan preskriptif adalah memberikan resep sintaksis dari bahasa Yunani. Resep dari bahasa Yunani dan Romawi ini dipandang tidak cocok untuk mendiagnosis berbagai macam bahasa yang lain, seperti bahasa Indonesia, Inggris, atau bahasa Jawa sekalipun. Analisis secara preskriptif mengharuskan analisis bahasa seperti seharusnya. Sedangkan analisis deskriptif melakukan analisis bahasa secara apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kategori kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris berbeda. Sebagai misal kata ‘mati’ dalam bahasa Indonesia merupakan kata sifat, sedangkan dalam bahasa Inggris merupakan kata kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahasa Indonesia: “Hujan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Inggris : “It is raining” bukan sekedar “rain”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bahasa Inggris : “Go away”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Jawa : “Lungaa!” (ngoko)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampeyan kesah!” (kromo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katuran tindak!” (kromo inggil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Strukturalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini dipelopori oleh Frans Boas, ia tidak mau mempelajari bahasa-bahasa Eropa karena dianggab bahwa bahasa-bahasa Eropa telah terkontaminasi oleh resep bahasa Yunani dan Romawi. Beberapa temuan Frans Boas dalam bidang linguistik adalah: (a) masing-masing bahasa mempunyai komunikan sendiri-sendiri, (b) tidak ada satu bahasa pun di dunia ini yang lebih lengkap, indah, sempurna dari bahasa lainnya, (c) masing-masing bahasa itu lengkap, indah, sempurna, dan terhormat bagi penutur aslinya. Pendekatan yang dipelopori oleh Frans Boas merupakan strukturalisme yang deskriptif artinya menganalisis bahasa sebagaimana apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan strukturalis dikenal empat struktur sintaksis (four syntactic structures), yaitu struktur modifikasi, struktur predikat, struktur komplementasi, dan struktur koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Struktur Modifikasi (Structure of Modification)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bahasa mempunyai struktur modifikasi yang berbeda. Susunan unsur-unsur penyusun sebuah frase antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain mempunyai perbedaan. Dalam struktur modifikasi ditentukan bahwa sebuah susunan kata yang berupa frasa mempunyai elemen dan symbol sebagaimana di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Unsur/Elements : Head Modifier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti Penjelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lambang/Symbol : or&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bergantung pada posisi yang menerangkan dan posisi yang diterangkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Contoh : a beautiful girl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampu pijar&lt;br /&gt;sangat cantik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Struktur Predikat (Structure of Predication)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strutur predikat adalah susunan kata-kata dalam bahasa yang memberikan penekanan pada unsur predikat. Elemen dan symbol yang dipergunakan adalah sebagaimana tertera di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Unsur/Elements : subject dan predicate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;topic dan comment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;onoma dan rema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subjek dan predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lambang/Symbol : p or q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Contoh : Uang p belanja &lt;br /&gt;Habislah q harapan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7913866735020147985?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7913866735020147985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7913866735020147985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7913866735020147985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/1.html' title=''/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7608604410724258863</id><published>2009-12-19T03:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T03:45:26.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Penelitian'/><title type='text'>PENELITIAN KUANTITATIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PENELITIAN KUANTITATIF&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dirumuskan kembali oleh: Agus Harianto, S.Pd.,M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian akan dilakukan jika terdapat suatu hal yang menyimpang dari suatu aturan atau norma yang berlaku secara umum. Penyimpangan tersebut menjadi sebuah stimulus untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada objek yang mengalami perbedaan dari garis atau alur ketentuan norma. Berdasarkan peristiwa itu akhirnya dilakukan proses pengumpulan bahan dan data tentang objek, menganalisis data tersebut dan pada akhirnya menarik simpulan tentang kondisi objek berdasarkan data tersebut. Proses pengumpulan data, menganalisis, dan menarik simpulan inilah yang merupakan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hasil-hasil Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan penelitian dilakukan bukan karena tanpa sebab maupun latar belakang, oleh karena itu target penelitian sudah barang tentu berwujud hasil penelitian. Hasil penelitian tidak sekedar berupa paparan data atau uraian deskripsi tentang sebuah proses , tetapi harus merupakan sebuah konsep yang mengandung sebuah sistem atau formula atau formula. Konsep-konsep yang berasal dari generalisasi berbagai macam kasus/peristiwa merupakan hasil sebuah penelitian. Dengan demikian hasil penelitian bisa berwujud sebuah teori baru, pola, rumus, cara, dalil, system, atau penguatan teori. Mengapa harus demikian? Karena apapun yang terjadi di muka bumi ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya sistem. Berangkat dari asumsi tersebut, maka hasil penelitian pun pasti akan/harus menghasilkan sebuah sistem atau pola yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian diasumsikan mempunyai manfaat yang berharga. Dengan asumsi ini penelitian dikembangkan di setiap bidang disiplin ilmu, di steiap jenjang pendidikan tinggi. Bahkan di tingkat sekolah menengah pun, penelitian sederhana sudah diberikan. Tentu saja hal ini dilakukan dengan dasar-dasar yang benar dan akurat. Pada tingkat dasar dan menengah, dengan memanfaatkan konsep bahwa anak selalu ingin tahu, konsep pembelajaran telah diarahkan pada penemuan-penemuan (inkuiri) yang pada dasarnya merupakan sebuah penelitian. Proses pengembangan pengetahuan merupakan hierarki dengan posisi paling atas adalah peneliti. Peneliti berusaha menemukan konsep yang akan diklasifikasikan oleh seorang penulis. Hasil klasifikasi penulis inilah yang akan diaplikasikan oleh beberapa orang yang ada di lingkungan sekolah. Jadi terdapat hierarki peneliti, penulis, dan penerus konsep di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemahaman tersebut sudah barang tentu penelitian merupakan suatu hal yang sangat penting perannya. Dengan demikian ketika kita melakukan penelitian akan sangat banyak manfaat yang dapat kita ambil. Dengan melakukan penelitian kita dapat meningkatkan peran kita menjadik lebih baik, tidak saja menjadi pemakai konsep tetapi juga menjadi pelaku penelitian. Untuk dapat menjadi seorang peneliti yang baik tentu saja kita harus mengetahui hasil-hasil penelitian. Kalau hasil penelitian kita pahami, diharapkan kita dapat menguasai dan mengembangkan system, serta melakukan system tersebut dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya arti sebuah penelitian baik yang dilaksanakan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Penelitian kuantitatif dan kualitatif sudah barang tentu jelas manfaatnya. Dan penelitian tanpa rencana karena keingintahuan seseorang tentang suatu hal dalam kehidupan sehari-hari pun tidak bisa dikatakan tidak bermanfaat. Sehingga wajar jika materi penelitian ini diajarkan di setiap jenjang pendidikan, terutama pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Masalah Penelitian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang penelitian masalah dianggap sebagai sebuah pertanyaan. Dari masalah inilah terjadi proses/kegiatan penelitian. Berdasarkan masalah itulah peneliti melakukan berbagai macam hal seperti menentukan tujuan, asumsi, hipotesis, pengumpulan data, sampai dengan pengumpulan data penarikan simpulan. Namun apakah sebenarnya yang ditanyakan dalam sebuah masalah penelitian? Hal yang ditanyakan dalam masalaha penelitian adalah sesuatu yang pada akhirnya akan menjadi hasil-hasil penelitian yaitu beripa system, pola, rumus, teori baru, penguatan teori, cara, dan dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah syarat-syarat masalah yang baik? Syarat-syarat yang baik dalam sebuah penelitian adalah meliputi beberapa hal yaitu: jangkauan kelogisan, dan memiliki variabel yang terukur. Contoh masalah yang dikatakan mempunyai ruang lingkup atau jangkauan kelogisan yang jelas adalah sebagimana tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Progam Studi Bahasa Indonesia Universitas Islam Malangtahun Akademik 2005/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penelitian dengan judul “Hubungan Era Globalisasi dengan Peningkatan PendidikanNasional” mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan sulit terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tenntang variabel penelitian, pada dasarnya variabel adalah sesuatu yang bervariasi.Variabel yang baik adalah variabel yang jelas dan dapat diukur. Sebagai contoh adalah jenis kelamin. Jenis kelamin adalah variabel yang dapat diukur. Terdapat laki-laki dan perempuan sebagai ukuran dari variabel jenis kelamin. Tetapi laki-laki dan perempuan bukan variabel karena tidak ada ukuran untuk itu. Misalnya, tidaknya mungkin terdapat laki-laki dengan ukuran sangat laki-laki, cukup laki-laki, atau bahkan kurang laki-laki, demikian pula pada kata perempuan. Kata kecantikan juga bukan merupakan sebuah variabel karena bersifat sangat relative. Jadi sebuah variabel yang baik harus terukur dan tidak bersifat relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara variabel yang satu dengan variabel yang lain mempunyai hubungan. Hubungan antarvariabel dalam sebuah penelitian harus benar-benar jelas. Seorang peneliti harus melihat hubungan yang tergambar dalam rumusan masalah. Hubungan antarvariabel dalam masalah penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hubungan kausal dan hubungan korelasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri hubungan kausal:&lt;br /&gt;1. terjadi antara dua kelompok,&lt;br /&gt;2. mempergunakan kata “pengaruh”,&lt;br /&gt;3. bersifat discreet, dan&lt;br /&gt;4. terdapat penyebaban di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Apakah pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri hubungan korelasional:&lt;br /&gt;1. terjadi dalam satu kelompok,&lt;br /&gt;2. mempergunakan kata “hubungan” atau “korelasi”,&lt;br /&gt;3. bersifat kontinyu, dan&lt;br /&gt;4. semakin begini semakin begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Apakah hubungan kemampuan membaca dan menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan korelasional tidak bisa dikausalkan karena tidak berbicara tentang sebab akibat. Maka janngan mempergunakan “pengaruh” atau jangan mengukur “pengaruh” dalam hubungan tersebut. Sebagai contoh hubungan yang salah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah kemampuan menulis yang tinggi berpengaruh untuk menghasilkan kemampuan membaca yang tinggi pula?&lt;br /&gt;2. Apakah faktor usia berpengaruh pada prestasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tujuan Penelitian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, tujuan penelitian adalah bentuk pernyataan dari masalah. Dari rumusan masalah “Apakah pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi?” dapat diubah menjadi tujuan penelitian “Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh jenis kelamin dalam meraih prestasi”. Jadi antara rumusan masalah dan tujuan penelitian mempunyai inti yang sama, hanya redaksionalnya yang diubah sehingga tidak terjadi tumpang tindih bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asumsi dan Hipotesis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Asumsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi merupakan anggapan dasar yang dijadikan landasan/pijakan dalampenelitian. Sebuah asumsi harus mempunyai kebenaran aksioma, yaitu tidak diperlukan lagi proses pembuktian atau pembenaran. Berdasarkan asumsi inilah akan diturunkan berbagai alternative yang pada akhirnya harus dipilih untuk menjadi sebuah hipotesis. Pada masalah “Apakah jenis kelamin berpengaruh terhadap prestyasi?” bisa diambil asumsi bahwa jenis kelamin mempunyai pengaruh besar pada prestasi seseorang. Contoh lain sebuah asumsi adalah sebagaimana telah disampaikan di awal bahwa segala kejadian di muka bumi ini pasti bukan karena sebuah kebetulan melainkan sudah berdasarkan sebuah sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Hipotesis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis merupakan dugaan/prakiraan/jawaban sementara dari masalah. Penentuan hipotesis didasarkan pada asumsi yang dipergunakan. Hipotesis yang tidak mampu membedakan variabel merupakan hipotesis null. Pernyataan bahwa “tidak ada perbedaan pretasi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan” merupakan hipotesis null, karena tidak membedakan variabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua rumusan masalah mempunyai hipotesis. Hipotesis bisa terjadi dari masalah yang mempunyai dua variabel. Maka masalah yang terdiri atas satu variabel merupakan masalah yang tidak mempunyai hipotesis. Bagaimanakah hipotesis yang baik? Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang bisa diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenis-jenis hipotesis:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. hipotesis theori,&lt;br /&gt;2. hipotesis statistis, dan&lt;br /&gt;3. hipotesis empiris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis theori dan hipotesis statistik dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, sedangkan hipotesis empiris dipergunakan dalam penelitian kualitatif. Dalam sebuah penelitian, hipotesis theori masih merupakan hipotesis yang belum bisa diuji sehingga harus diubah menjadi hipotesis statistik. Hipotesis statistik terdiri atas dua jenis hipotesis, yaitu hipotesis null dan hipotesis alternatif. Perhatikan contoh di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Masalah : Apakah pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi?&lt;br /&gt;b. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh jenis kelamin dalam meraih prestasi.&lt;br /&gt;c. Asumsi : Jenis kelamin mempunyai pengaruh yang kuat pada prestasi seseorang.&lt;br /&gt;d. Hipotesis :&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hipotesis dapat diambil dari salah satu alternatif yang muncul dari asumsi yang dipergunakan. Berdasarkan asumsi di atas bisa dimunculkan hipotesis sebagaimana tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.1 Laki-laki mempunyai kemampuan yang lebih baik daripada perempuan dalam meraih prestasi (XL&amp;gt;XP).&lt;br /&gt;d.2 Perempuan mempunyai kemampuan yang lebih baik daripada laki-laki dalam meraih prestasi (XP&amp;gt;XL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menganalisis data, kita harus mempunyai cukup bukti untuk menolak terjadinya hipotesis null karena tidak mampu membedakan variabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis Theori : (XL&amp;gt;XP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis Null &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XL=XP&lt;br /&gt;XL-XP = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambaran di atas hipotesis theori menyatakan bahwa prestasi laki-laki lebih baik daripada prestasi perempuan. Namun ternyata tidak didapatkan cukup bukti untuk menolak terjadi hipotesis null. Jika distatistikkan XL= 80 dan XP = 76, sedangkan patokan norma pembedanya adalah 5, maka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XL-XP = 80 - 76&lt;br /&gt;= 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum dapat dikatakan membedakan variabel, namun jika XL= 85 dan XP = 75, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XL-XP = 85 - 75&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat dikatakan membedakan dan cukup bukti untuk menolak hipotesis null.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiptesis d.1 dan d.2 di atas merupakan hipotesis alternatif. Terdapat dua jenis hipotesis alternatif, yaitu satu alternatif dan dua alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hipotesis satu alternatif :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru mengajar sudah lebih dari sepuluh tahun dengan mempergunakan metode A. Ketika dikenalkan metode B sebagai metode baru, maka akan muncul satu pertanyaan, apakah metode B lebih baik daripada metode A ? Jawaban bahwa metode B lebih baik daripada metode A merupakan hipotesis satu alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hipotesis dua alternatif :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang baru saja akan mengajar dihadapkan pada pilihan untuk mempergunakan metode A atau metode B. Muncul dua pertanyaan, apakah metode A lebih baik daripada metode B, ataukah metode B lebih baik daripada metode A ? Dua jawabnan dari dua pertanyaan tersebut merupakan hiotesis dua alternatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7608604410724258863?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7608604410724258863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/penelitian-kuantitatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7608604410724258863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7608604410724258863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/penelitian-kuantitatif.html' title='PENELITIAN KUANTITATIF'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-447088846753356064</id><published>2009-12-19T03:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T03:32:55.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>ETIKA BERKOMUNIKASI SEBAGAI BENTUK PRAGMATIK BERBAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;ETIKA BERKOMUNIKASI SEBAGAI BENTUK PRAGMATIK BERBAHASA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Agus Harianto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan seseorang dalam berkomunikasi merupakan suatu hal yang tidak bisa dipaksakan harus terjadi secara sempurna. Ketidaksempurnaan ini disebabkan oleh banyak sekali faktor. Di antara faktor-faktor penyebabnya adalah beragamnya profil kemampuan pragmatik yang dimiliki oleh komunikan dan komunikator. Salah komunikasi bisa terjadi karena berbagai faktor pragmatik tersebut. Ketika seseorang melakukan kesalahan dalam tindak komunikasi, maka dapat dipastikan akan terjadi berbagai macam interpretasi yang salah yang menimbulkan terputusnya komunikasi. Salah satu factor yang harus diperhatikan dalam tindak komunikasi adalah maksim sopan santun. Etika yang baik dianalisis bisa membawa keberhasilan dalam komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: etika, komunikasi, pragmatik, bahasa, maksim, sopan santun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan pragmatik yang harus dikuasai oleh seorang yang menjalin komunikasi dapat dipilah sebagai berikut: (1) memiliki kemampuan komunikatif, (2) mampu menerapkan prinsip kerjasama, (3) memiliki pengetahuan berbahasa, dan (4) mampu menyusun retorika berbahasa. Ketika seseorang menguasai keempat kemampuan tersebut dan menerapkannya dalam sebuah tindak tutur, akan tercipta komunikasi yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan. Tetapi tentu saja masih harus diperhatikan bahwa dalam tindak komunikasi lisan yang terjadi antara dua orang atau lebih penguasaan kemampuan pragmatik tersebut haruslah secara dua arah bukan hanya searah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasan ini akan kita bahas tentang tingkatan keberhasilan tindak tutur seseorang yang tidak pernah memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan pragmatik tersebut. Sebagai sebuah contoh masalah adalah ilustrasu di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi 1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang senantiasa membuat lawan bicara tersinggung dan sakit hati ketika berkomunikasi. Kadang sulit dibedakan kalimat yang seharusnya dipergunakan untuk bergurau atau untuk mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya sangat serius. Ironisnya justru ia tidak merasa kalau telah melakukan kesalahan besar dengan menyakiti hati lawan bicara. Jika dilakukan penelitian tentang opini publik, maka ia akan mendapat penilaian yang sangat jelek atau sama sekali tidak mendapatkan nilai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang berbicara dengan sangat lantang dengan tidak memperhatikan kondisi akustik ruang dengan ludah menyemprot deras ke arah lawan bicara atau sebaliknya bersuara terlalu lemah sehingga tidak bisa didengar oleh lawan bicara. Hal ini masih diperparah dengan kondisi seakan-akan pembicara benar-benar menguasai materi yang dibicarakannya, padahal pada kenyataannya yang terjadi hanyalah sekedar bualan. Opini publik mengatakan orang ini mempunyai kelainan psikologis yang patut dikasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dianalisis dari sisi psikologis, maka akan didapatkan bahwa kondisi psikologis orang yang bersangkutan benar-benar dalam keadaan sangat memprihatinkan. Tidak layak untuk mendapatkan apresiasi positif. Tetapi jika tinjauan didasarkan pada sisi pragmatik tampaknya akan didapatkan sesuatu yang cukup luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemampuan Retorika dalam Tindak Tutur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah tindak komunikasi kemampuan retorika merupakan hal yang benar-benar mutlak harus diperhatikan sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang bersifat ambigu. Ambiguitas makna dalam komunikasi berdasarkan retorika bisa terjadi karena unsur gramatika, logika, etika, dan unsur retorika. Salah satu unsur retorika dalam tindak tutur yang harus diperhatikan adalah maksim sopan santun. Maksim sopan santun memberikan tuntunan kepada semua orang untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan sempurna sebagaimana yang dikehendaki dalam tujuan interaksi. Maksim sopan santun berkenaan dengan hubungan antara dua orang yang melibatkan orang ketiga (yang hadir secara langsung atau tidak langsung dalam interaksi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diuraikan oleh Geoffrey Leech (1993) dalam Prinsip-Prinsip Pragmatik, maksim sopan santun cenderung berpasangan. Di antara yang termasuk ke dalam maksimn sopan santun adalah maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Leech (1993: 206-207) memberikan contoh dan batasan-batasan untuk maksim-maksim sopan santun sebagaimana terurai di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Karifan : Buatlah kerugian orang lain sekecil mungkin, dan buatlah keuntungan orang lain sebesar mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Kedermawanan : Buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin, dan buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Pujian : Kecamlah orang lain sesedikit mungkin, dan pujilah orang lain sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Kerendahan Hati : Pujilah diri sendiri sesedikit mungkin, dan kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Kesepakatan : Usahakan agar ketaksepakatan antara diri dan orang lain terjadi sesedikit mungkin, dan&amp;nbsp; usahakan agar kesepakatan antara diri dan lain terjadi sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Simpati : Kurangilah rasa antipati antara diri dengan lain hingga sekecil mungkin, dan tingkatkan rasa simpati sebanyak-banyaknya antara diri dan lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan uraian tersebut maka dikatakan bahwa tindak komunkasi yang telah terjadi berdasarkan ilustrasi 1 di atas jelas-jelas menyimpang dari maksim sopan santun. Dalam ilustrasi 1 tampak sekali bahwa maksim kerendahan hati dan maksim pujian telah dengan sangat sengaja ditinggalkan. Ketika salah satu dari keenam maksim di atas telah diabaikan maka sebenarnya telah terabaikan pula keenam maksim sopan santun tersebut. Pada akhirnya tanpa berpikir dengan logika yang berlebihan pun kita dapat menyatakan bahwa orang yang melakukan tindak tutur dalam ilustrasi 1 tersebut benar-benar acuh dan tidak pernah memperhatikan kepentingan orang lain. Maksim kerendahan hati telah diingkari dengan hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, mengecam orang lain, dan senantiasa membenarkan diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu pada ilustrasi 2 tampak sekali adanya pengingkaran terhadap maksim kearifan. Seseorang yang senantiasa berpikir dan bertindak dengan penuh kearifan akan berbicara dengan mempertimbangkan bagaimana orang lain mendapatkan keuntungan bukan kerugian dari tindak tutur yang terjadi bersamanya. Ketika lawan bicara merasa sangat terganggu dan merasa tidak nyaman dalam proses komunikasi maka sebenarnya telah terjadi pengingkaran secara sepihak terhadap maksim kearifan. Terjadinya pengingkaran ini bisa disebabkan karena faktor gramatika yang meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Dalam kasus seperti pada ilustrasi 2 di atas unsur fonologis tampak nya menjadikan faktor utama penyebab terjadinya kasus tersebut. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika pelaku mempergunakan kaidah fonologis dengan kesadaran bahwa tatabunyi bahasa merupakan hal mutlak yang harus diutamakan dalam komunikasi lisan. Ketika pembicara menaikkan nada lebih tinggi atau secara monoton menggunakan nada yang relatif tinggi dan parau maka sudah terjadi interferensi terhadap makna dan etika sopan santun. Aspek fonologi dalam kasus ini berpengaruh terhadap interaksi sebagaimana dikonsepkan oleh (Leech, 1993:19) “... aspek-aspek fonologi yang berhubungan dengan pragmatik (misalnya menaikkan nada kalimat) untuk menunjukkan sopan santun berinteraksi langsung dengan pragmatik…”. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tindak komunikasi,penguasaan terhadap unsur-unsur retorika berbahasa memang sangat diperlukan. Ketika unsur-unsur retorika tersebut bisa dipahami dan dipergunakan dalam tindak tutur, dipastikan akan terjadi proses komunikasi yang baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Kemampuan retorika yang menjadikan semua tindak komunikasi berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan aspek-aspek metalinguistik sopan santun. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sopan santun tidak hanya terungkap dalam isi percakapan, tetapi juga dalam cara percakapan dikendalikan dan dipola oleh para pemeran sertanya. Misalnya, dalam percakapan, perilaku tertentu mengandung implikasi-implikasi tidak sopan, seperti berbicara pada saat yang keliru (menyela) atau diam pada saat yang keliru. Karena itu bila kita menuturkan sesuatu, kita kadang-kadang merasa perlu untuk menyebut tindak ujar yang sedang kita lakukan atau yang dilakukan oleh pemeran serta yang lain, supaya kita dapat memohon suatu jawaban, meminta izin untuk berbicara, meminta maaf atas kata-kata, dan sebagainya" (Leech, 1993: 219).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep di atas tampaknya memang sudah menjadi sebuah fenomena sosial yang telah membudaya pada masyarakat kita (Indonesia), bahwa budaya mendengar kita tertinggal sangat jauh jika dibandingkan dengan bangsa Amerika. Maka ketika sering terjadi interupsi atau pemotongan terhadap pembicaraan seseorang sudah menjadi sesuatu yang sangat wajar. Bahkan hal tersebut pun juga terjadi juga di forum-forum ilmiah dan forum-forum kenegaraan. Karena merasa bahwa dirinyalah yang paling benar, dengan penuh ambisi dan anarkis sekali seseorang memotong atau menyela seorang yang sedang berbicara. Kedudukan moderator sebagai seorang pemandu diskusi kadang tidak dipedulikan lagi. Inilah fenomena yang terjadi di negeri ini yang lebih mengedepankan kemampuan berbicara daripada kemampuan mendengarkan orang lain. Hal ini pulalah yang telah memicu dengan terjadinya perlombaan besar-besaran untuk menjadikan diri sebagai orang hebat yang duduk di kursi legislatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa seseorang bertutur dengan penuh antusias dan merasa bahwa dirinyalah yang paling benar? Kejadian ini jelas tidak bisa dilepaskan dari bagaimana seseorang mempergunakan kemampuan gramatika, logika, etika, dan retorika berbahasa. Unsur etika dan retorika inilah yang sangat berperan dalam masalah ini. Jika seseorang memperhatikan apakah yang telah ia bicarakan memenuhi unsur kesantunan, keberterimaan, dan kesesuaian, maka dipastikan unsur retorika yang meliputi gagasan, komposisi, dan bahasa akan secara otomatis mendukung pencapaian tujuan komunikasi. Bagaimana mungkin gagasan yang telah dirancang dengan komposisi dan bahasa yang baik bisa diterima oleh pendengar atau lawan bicara jika kita menyampaikan tanpa memperhatikan unsur-unsur etika di atas?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah yang senantiasa kita hadapi dalam tindak komunikasi adalah tidak adanya pola kerja sama yang baik antara pembicara dan pendengar. Komunikasi satu arah lebih sering terjadi darripada komunikasi dua arah yang lebih interaktif. Pada tataran komunikasi satu arah hanya terjadi perpindahan informasi tanpa ada tanggapan atau masukan baru bagi kita. Sedangkan pada tataran komunikasi dua arah tidak sekedar terjadi perpindahan informasi, tetapi juga terjadi pertukaran informasi yang memungkinkan terjadinya proses stimulus respon dalam bentuk tanggapan. Pada ilustrasi 2 di atas bisa saja terjadi dominasi komunikasi satu arah karena pembicara seakan-akan menguasai semua materi pembicaraan sehingga ingin menguasai proses komunkasi. Dalam kondisi seperti ini tidak terdapat penerapan prinsip kerjasama sebagaimana diungkap pada bagian awal tulisan ini. Pendengar hanya dianggap sebagai seseorang yang hanya patut untuk menerima sesuatu tanpa melihat sisi lain bahwa pendengar juga mempunyai hak dan mampu menyampaikan sesuatu. Hal ini merupakan salah satu bentuk bentuk hambatan dalam tindak tutur yang interaktif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lantas seperti apakah model komunikasi yang benar-benar mendasarkan penggunaan etika sebagai wujud pragmatik berbahasa? Jawaban paling sederhana adalah ketika kita mencoba untuk mengerti apa yang dikehendaki oleh orang lain sebagai lawan bicara. Untuk bisa mengerti apa yang sebenarnya dikehendaki lawan bicara kita bisa mempergunakan keenam dari maksim-maksim sopan santun, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Kemampuan Berpragmatik Menunjukkan Kualitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini terjadi pemahaman yang salah tentang bagaimana menafsirkan pengertian pragmatik. Pragmatik dianggap hanya sebagai salah satu kemampuan atau keterampilan berbahasa. Ketika sudah terjadi pergeseran pemahaman dan pengetahuan linguistik, pada akhirnya kita menyadari betapa luasnya kajian pragmatik. Pragmatik menjadi salah satu master kelimuan dalam ketatabahasaan. Kemampuan berkomunikasi dalam segala macam bentuk dan sifatnya tidak bisa dilepaskan dari kajian pragmatik. Sebagai dasar dalam tindak komunikasi maka sudah seharusnya pengetahuan tentang pragmatik dan kemampuan berpragmatik menjadi bagian dari keilmuan atau pengetahuan semua orang terutama yang berprofesi terkait dengan penyampaian informasi kepada khalayak, seperi dosen, guru, dokter, resepsionis sebuah hotel, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa masalah yang terjadi dalam eraglobal adalah rendahnya kualitas komunikasi yang menyebabkan terhambatnya perkembangan dan transfer keilmuan dan pengetahuan. Hal ini tentunya harus segera mendapat perhatian serius dari semua orang terutama para pakar komunikasi. Tentu saja penguasaan bahasa asing bukan satu-satunya penentu keberhasilan dalam ereglobal ini. Bagaimana teknik berkomunikasi yang benar, dengan retorika yang tepat, dan memperhatikan prinsip-prinsip pragmatik berbahasa inilah yang menjadi dasar utama terbentuknya kualitas komunikasi yang diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keseharian kita sering bertutur kata dengan tidak memperhatikan ketepatan dan kebenaran tatabahasa yang kita pergunakan. Kadang terjadi kesalahan pemahaman terhadap sebuah konsep yang sering dipergunakan. Tetapi kesalahan pemahaman tersebut seakan tidak menjadikan sesuatu yang dianggap sebagai sebuah kesalahan. Hal ini sudah dianggap sebagai sebuah kewajaran yang tidak perlu diperdebatkan. Sebagai contoh adalah pemahaman terhadap konsep semantik dan sintaksis yang senantiasa menimbulkan kesalahan penafsiran makna (ambiguitas makna). Salah konsep ini sudah berkembang menjadi salah kaprah berbahasa yang diangap benar secara awam yang berdampak terhadap melemahnya kualitas komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ilustrasi 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang yang senantiasa berbicara dengan memberikan penekanan yang berulang-ulang pada bagian yang dianggap penting. Penekanan tersebut dilakukan dengan jalan memakai gaya bahasa perulangan baik yang bersifat anafora, repetisi, maupun paralelisme. Keyakinan akan kebenaran konsep yang disampaikannya dengan gaya bahasa perulangan seakan menyiratkan bahwa konsep dirinyalah yang paling tepat. Secara logika memang dapat dikatakan bahwa konsep yang disampaikannya benar, tetapi jika ditinjau dari sudut pandang yang sedikit saja berbeda sebenarnya konsep tersebut belum menunjukkan adanya kajian ilmiah yang dapat dikatakan valid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilustrasi 3 di atas menunjukkan betapa penguasaan terhadap prinsip-prinsip pragmatik berbahasa yang lemah. Apakah tujuan komunikasi akan tercapai? Yang jelas dengan tingginya frekuensi gaya bahasa perulangan ini justru akan melemahkan kualitas komunikasi karena kejenuhan dan kebosanan yang dialami lawan bicara. Lawan bicara atau orang lain tidak didudukan sebagai orang yang harus dipuji dan diuntungkan tetapi justru mendudukan orang lain sebagai orang yang tidak mengerti tentang sesuatu hal. Ini berarti prinsip keindak ujaran arifan dan prinsip pujian masih belum diperankan sebagimana mestinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua hal di atas tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kaidah atau maksim sopan santun atau tatakrama berbahasa. Hal ini terkait dengan pendapat yang disampaikan oleh Leech di atas. Di sisi lain Tarigan (1987: 89-90) meyatakan berdasarkan pengalaman sehari-hari kita mengetahui bahwa kesopansantunan bisa diwujudkan bukan hanya dalam isi percakapan, melainkan juga dalam cara mengelola percakapan serta strukturnya. Sebagai contoh adalah perilaku percakapan seperti berbicara pada saat yang salah (menginterupsi, menyela) atau diam tidak pada waktunya mempunyai implikasi-implikasi yang tidak sopan. Sebagai akibat kadang-kadang diperlukan acuan berupa keikutsertaan semua lawan bicara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya kita sampai pada sebuah simpulan bahwa metalinguistik perlu kita pergunakan sebagai penyiasatan dalam tindak komunikasi agar tercipta suatu bentuk komunikasi yang sebagimana diharapkan. Dengan mempergunakan metaliguistik sebagaimana yang dimaksud sangat dimungkinkan fleksibilitas akan menghasilkan suatu bentuk kebahasan yang lebih baik dan lebih bisa nwujudkan tujuan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPUSTAKAAN&lt;br /&gt;Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-Prinsi Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;Tarigan, Henry Guntur. 1987. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-447088846753356064?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/447088846753356064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/etika-berkomunikasi-sebagai-bentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/447088846753356064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/447088846753356064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/12/etika-berkomunikasi-sebagai-bentuk.html' title='ETIKA BERKOMUNIKASI SEBAGAI BENTUK PRAGMATIK BERBAHASA'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-6172617418255543678</id><published>2009-10-16T19:41:00.001-07:00</published><updated>2009-10-16T19:41:14.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Proses Kreatif dan Gaya Penceritaan dalam Sastra Indonesia</title><content type='html'>Sastrawan dan Proses Kreatif&lt;br /&gt;  Sebagaimana layaknya sebuah cipta sastra baik yang berupa novel, cerpen, drama, maupun puisi, kreativitas merupakan hal penting yang tidak bisa tinggalkan. Semua karya sastra merupakan wujud dari kreativitas pengarangnya. Tidak mungkin terjadi proses penciptaan karya tanpa didasari oleh kreativitas. Dalam hal penciptaan karya sastra, kreativitas seni merupakan faktor utama pemicu proses tersebut.&lt;br /&gt; Munculnya karya sastra di samping hal-hal yang bersifat eksata/ilmiah merupakan penyeimbang yang sangat diperlukan dalam kehidupan modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat-saat tertentu kita memerlukan selingan berupa penyegaran dari hal-hal mekanis, ilmiah, matematis, dan segala macam hal yang selalu membuat kita terfluktuasi. Ketika otak kita dipenuhi oleh hal-hal tersebut di atas, maka daya kerja dan intensitasnya akan menurun secara drastis. Pada saat yang demikian diperlukan hal-hal yang bisa memberikan rasa segar. Penyegar yang bisa menjadi salah satu alternatif adalah karya seni, dalam hal ini adalah karya sastra.&lt;br /&gt;(selengkapnya silakan download pada artikel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-6172617418255543678?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://rapidshare.com/files/294023661/Proses_Kreatif_dan_Gaya_Penceritaan_dalam_Sastra_Indonesia.docx.html' title='Proses Kreatif dan Gaya Penceritaan dalam Sastra Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/6172617418255543678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/10/proses-kreatif-dan-gaya-penceritaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6172617418255543678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6172617418255543678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/10/proses-kreatif-dan-gaya-penceritaan.html' title='Proses Kreatif dan Gaya Penceritaan dalam Sastra Indonesia'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-6741213891095150909</id><published>2009-10-03T03:08:00.001-07:00</published><updated>2009-10-03T03:08:44.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>POLEMIK BUDAYA DAN BAHASA</title><content type='html'>Polemik kebudayaan yang sedang melanda negara kita pada dasarnya merupakan sebuah titik balik dari ketidakpedulian kita terhadap hak milik kita sendiri. Ketika bangsa lain mulai mengklaim apa yang menjadi hak milik bangsa kita, kemarahan meledak-ledak seakan-akan kita sudah benar-benar mempunyai kepedulian dalam merawat dan melestarikan apa yang memang menjadi hak milik kita. Secara langsung atau tidak langsung bangsa kita sudah mulai terjajah kembali dengan cara yang justru lebih modern oleh bangsa lain. Hal ini benar-benar tidak sadari sebagai bangsa yang berbudaya dan senantiasa terus berkembang. Perkembangan keilmuan dan teknologi yang menyita perhatian kita menjadikan melemahnya perhatian terhadap hal-hal mendasar yang menjadi karakteristik kita sebagai bangsa yang besar dan berbudaya.&lt;br /&gt; Pengakuan beberapa jenis budaya asli tananh air oleh bangsa asing baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh lembaga pemerintahan asing telah menunjukkan dengan sangat jelas bagaimana wujud kepedulian kita terhadap kebudayaan dalam negeri yang sangat tinggi nilainya. Tari budaya Reog Ponorogo, tari Pendet budaya Bali, lagu-lagu daerah, kepulauan Indonesia, bahkan bahasa Indonesia pun sudah meulai menjadi incaran bangsa asing untuk diklaim sebagai milik mereka. Kalau hal ini tidak bisa kita hindari, maka bangsa kita akan kembali menjadi bangsa yang tidak mempunyai kebanggaan dan kepribadian sama sekali. &lt;br /&gt; Langkah-langkah strategis yang bisa kita lakukan adalah dengan cara melestarikan, membudayakan, bahkan mempergunakan dengan penuh kebanggaan apa yang memang menjadi hak milik kita. Melestarikan dan membudayakan bisa kita lakukan terhadap karya budaya bangsa yang besar seperti lagu-lagu daerah dan tari tradisi bangsa. Mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan merupakan cara kita untuk mempertahankan dan mengembangkan hak milik kita. Hal ini akan dapat menepis masuknya pengaruh budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur budaya bangsa ini.&lt;br /&gt; Menengok kembali sejarah bangsa yang terangkum dalam pergerakan pemuda secara nasional, salah satu tonggak perjuangan bangsa adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Salah satu butir dalam tonggak perjuangan bangsa tersebut adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Sebagai bahasa nasional maka bahasa Indonesia berfungsi sebagai wadah kebudayaan nasional Indonesia. Mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan rasa kebanggaan merupakan wujud nasionalisme yang tinggi. Masalahnya berapa banyak dari bangsa kita yang merasa bangga dengan bahasa Indonesia? Kita memang harus mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris dengan kesungguhan agar bisa mengikuti perkembangan teknologi dan keilmuan sehingga tidak menjadi bangsa yang tertinggal. Tetapi harus kita tetapkan dalam benak kita bahwa bahasa Indonesia  adalah bahasa utama kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-6741213891095150909?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/6741213891095150909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/10/polemik-budaya-dan-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6741213891095150909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6741213891095150909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/10/polemik-budaya-dan-bahasa.html' title='POLEMIK BUDAYA DAN BAHASA'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-4883619068312050555</id><published>2009-08-29T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T19:31:01.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Gaya Penceritaan dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harianto, Agus. 2009. Gaya Penceritaan dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Islam Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M.Pd., (II) Dra. Mukaromah, M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata kunci: gaya penceritaan, novel, laskar pelangi, gaya bahasa, sudut pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Karya sastra merupakan perwujudan dan ekspresi pemikiran manusia yang mendeskripsikan kehidupan manusia dengan segala aspek kehidupannya. Perwujudan ekspresi pemikiran mansia tersebuta melalui tahapanyang cukup rumit yang disebut sebagai proses kreatif cipta sastra. Proses kreatif sastra merupakan salah satu hal penting yang menjadi bahan pemikiran ketika harus menganalisis sebuah karya sastra. Karya sastra berjenis puisi, prosa, dan drama merupakan hasil dari sebuah proses kreatif sastra. Suatu yang mustahil terjadi ketika tahap proses kreatif sastra terlampaui begitu saja dan tiba-tiba sudah  terwujud sebuah hasil cipta sastra. Jika hal itu terjadi sudah bisa dipastikan bahwa karya sastra yang tercipta merupakan bentuk plagiat atau reproduksi dari sebuah karya sastra orang lain. Proses kreatif sastra bisa terwujud dengan benar jika melalui proses yang benar pula. Proses kreatif sastra bukan suatu hal yang sederhana, tetapi bukan suatu hal yang tidak bisa dilakukan. Bahkan orang yang awam dalam bidang sastra pun bisa melakukan sebuah proses kreatif sastra jika memang mau melakukannya.&lt;br /&gt;          Penelitian Gaya Penceritaan dalam Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, merupakan analisis terhadap model gaya bahasa yang dipergunakan pengarang dan bentuk sudut pandang pengarang yang dipergunakan oleh Andrea Hirata. Terdapat dua masalah utama yang menjadi fokus dan sekaligus merupakan tujuan utama dalam penelitian ini, (1) bagaimanakah sudut pandang pengarang dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, dan (2) bagaimanakah gaya bahasa dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.&lt;br /&gt;          Data penelitian ini merupakan deskripsi penggunaan sudut pendang pengarang yang terdapat dalam 34 bab dalam novel Laskar Pelangi dan frase, klausa, atau kalimat yang terindikasi merupakan model penggunaan gaya bahasa tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan peneliti bertindak sebagai instrumen inti penelitian. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan metode analisis isi (contens analysis) melalui observasi teks yang dilakukan dengan langkah-langkah (1) pengumpulan data, (2) klasifikasi data, (3) merumuskan hasil, (4) interpretasi data, dan (5) membuat ikhtisar hasil klasifikasi.&lt;br /&gt;          Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, diperoleh simpulan dalam novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata mempergunakan sudut pandang campuran. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa walaupun secara umum dalam jumlah data paling banyak pengarang mempergunakan sudut pandang akuan, tetapi tetap terdapat sudut pandang diaan, yaitu diaan semestaan atau diaan serba tahu. Di samping itu juga perlu dicatat bahwa sudut pandang akuan yang dipergunakan pun ternyata terdiri atas berbagai wujud yaitu akuan sertaan dan akuan tak sertaan yang menggunakan tokoh aku (tunggal) dan kami (jamak).&lt;br /&gt;          Selanjutnya yang berhubungan dengan penggunaan gaya bahasa, dapat dikatakan pengarang mempunyai kepekaan rasa yang sangat tinggi dalam mempergunakan segala seluk beluk dan model-model gaya bahasa yang meliputi gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam novel ini meliputi gaya bahasa perumpamaan/simile, metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, pleonasme, perifrasis, antisipasi/prolepsis, dan koreksio/epanortosis. Gaya bahasa pertentangan dalam novel ini meliputi hiperbola, ironi, oksimoron, zeugma, paradoks, klimaks, antiklimaks, inversi, sinisme, dan sarkasme. Gaya bahasa pertautan dalam novel Laskar Pelangi meliputi metonimia, sinekdoke, alusi, eufemisme, eponim, erotesis, paralelisme, ellipsis, gradasi, asindeton, dan polisindeton. Dan gaya bahasa perulangan dalam novel ini meliputi anafora dan mesodilopsis. Gaya bahasa yang mempunyai frekuensi tinggi dipergunakan oleh pengarang adalah gaya bahasa perbandingan terutama pada jenis gaya bahasa perumpamaan, metafora, dan personifikasi.&lt;br /&gt;          Implementasi pembelajaran apresiasi sastra dalam bentuk analisis gaya penceritaan dalam sebuah karya sastra prosa baik yang berwujud cerpen maupun novel memberikan pengetahuan kepada para siswa tentang penggunaan sudut pandang dan gaya bahasa yang dipergunakan pengarang dalam proses kreatifnya. Siswa diharapkan mampu membuat analisis terhadap model sudut pandang dan gaya bahasa yang dipergunakan pengarang dalam karya cerpen atau novel. Selanjutnya pembelajaran apresiasi sastra adalah membawa siswa untuk mampu menghasilan sebuah karya sastra prosa walaupun masih sangat sederhana. Dalam kaitannya dengan pembelajaran apresiasi terhadap gaya penceritaan pengarang, setidaknya siswa bisa menentukan model sudut pandang dan gaya bahasa apakah yang hendak dipergunakannya dalam cipta sastranya. Siswa diajak untuk mencoba menuliskan kembali pengalaman pribadinya menjadi sebuah cerita pendek yang bisa dipublikasikan.&lt;br /&gt;          Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan warna baru dalam pengembangan pembelajaran apresiasi sastra Indonesia di sekolah, khususnya gaya penceritaan dalam karya sastra prosa. Selain itu juga memperkaya wawasan kesastraan dalam bentuk kosa kata atau penggunaan ungkapan karena salah satu kelebihan dari novel Laskar Pelangi ditemukannya idiom-idiom yang merupakan bentuk penggunaan gaya bahasa unik dan menarik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-4883619068312050555?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/4883619068312050555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/08/gaya-penceritaan-dalam-novel-laskar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/4883619068312050555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/4883619068312050555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/08/gaya-penceritaan-dalam-novel-laskar.html' title='Gaya Penceritaan dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-498908950368020278</id><published>2009-04-07T19:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T20:00:24.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>DAMBA</title><content type='html'>Kawan,       ketika meleleh keringat ini dari seluas hatiku&lt;br /&gt;          selamanya masih teringat kata dan syahdumu&lt;br /&gt;          betapa kau jauh dari haribaan&lt;br /&gt;          selamanya kau tak terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       ketika menjerit puluhan kata dalam sesalku&lt;br /&gt;          ketika itu kau lagukan ratusan maafmu&lt;br /&gt;          betapa kau tinggi di langit Tuhan&lt;br /&gt;          selamanya tiada sulit bagi dambaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       suatu hari kucoba mengkhayalkan kata&lt;br /&gt;          kapan ada kebersamaan dalam suka&lt;br /&gt;          dalam hamparan dan luasan kabut sutra ungu&lt;br /&gt;          menyatukan serpihan perca mengalunkan lagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       seperti kerasnya batu rapuh dengan malam&lt;br /&gt;          tiada jua kerasnya diri tanpa kelam&lt;br /&gt;          aku ada di antara batu-batu hitam&lt;br /&gt;          tiada celah mengintai indahnya kalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       kalau boleh aku mencerca duka&lt;br /&gt;          tak lagi ada kata bisa kupilih&lt;br /&gt;          kalau damba tak lagi memihak hamba&lt;br /&gt;          serasa dendam tiada mempunyai dalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       kini celah tinggal kemerlip dupa&lt;br /&gt;          tapi aku masih memeluk luka&lt;br /&gt;          biar nanti kupejamkan matahari&lt;br /&gt;          biar dupa menerangi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       boleh aku bertanya aka nada dan tiada&lt;br /&gt;          jika ada kau di antara semua ketiadaan&lt;br /&gt;          maka dupa menjadi matahari&lt;br /&gt;          maka malam pun menjadi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,       aku masih mendamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                        Agus Harianto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-498908950368020278?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/498908950368020278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/04/damba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/498908950368020278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/498908950368020278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/04/damba.html' title='DAMBA'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-8666545683764062624</id><published>2009-02-10T19:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T19:07:07.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soalsin'/><title type='text'>Soal Latihan Sastra Indonesia</title><content type='html'>Pilihlah satu jawaban yang tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Air dalam bertambah dalam&lt;br /&gt;      Hujan di hulu belum lagi reda&lt;br /&gt;      Hati dendam bertambah dendam&lt;br /&gt;      Dendam dahulu belum lagi sembuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis ... .&lt;br /&gt;      A.  gurindam                                             D.  soneta&lt;br /&gt;      B.  pantun                                                 E.   syair&lt;br /&gt;      C.  pantun berkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Bunga melur cempaka biru&lt;br /&gt;      Bunga rampai di dalam puan&lt;br /&gt;      Tujuh malam semalam rindu&lt;br /&gt;      Belum sampai padamu tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bunga rampai di dalam puan&lt;br /&gt;      Ruku-ruku dari peringgit&lt;br /&gt;      Belum sampai padamu tuan&lt;br /&gt;      Rindu saya bukan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ciri-ciri bentuk puisi yang terdapat dalam puisi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  setiap bait terdiri atas empat baris; bersajak terus (a a a a); terdiri atas sampiran dan isi&lt;br /&gt;      B.  setiap baris merupakan isi yang saling berkaitan dan membentuk sebuah rangkaian kisah&lt;br /&gt;      C.  setiap bait dalam puisi tersebut mempunyai makna yang bertentangan; bersajak silang  (a b a b)&lt;br /&gt;      D.  bersajak silang (a b a b); baris kedua dan keempat pada bait pertama menjadi baris pertama dan ketiga pada bait kedua; terdiri atas sampiran dan isi&lt;br /&gt;      E.   bersajak terus (a a a a); merupakan pantun berkait; terdiri atas sampiran dan isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Di puncak gunung paling tinggi&lt;br /&gt;      Kurindukan dinding sempit rumahku&lt;br /&gt;      Latar lapang depan pintuku&lt;br /&gt;      Lubuk dalam tempatku mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dipuncak gunung paling tinggi&lt;br /&gt;      Kukenangkan wajah bundaku seorang&lt;br /&gt;      Kumimpikan tangan terentang&lt;br /&gt;      Mengajak anaknya pulang&lt;br /&gt;                                                                       &lt;br /&gt;                                                                              Topeng Cirebon&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Ajib Rosidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan bentuknya puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis ... .&lt;br /&gt;      A.  distikon                                               D.  kuint&lt;br /&gt;      B.  tersina                                                  E.   sektet&lt;br /&gt;      C.  kuatrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Senyum ketawalah, Rita&lt;br /&gt;      ketawamu yang manis tanpa suara&lt;br /&gt;      seperti melati mekar di sejuk pagi&lt;br /&gt;      lembut fajar penuh cita&lt;br /&gt;      penuh cinta&lt;br /&gt;      mesra-&lt;br /&gt;      Rekahan mulut mungil itu&lt;br /&gt;      terkatup dan merangkum senyum&lt;br /&gt;      puisi kasih penyair pingitan&lt;br /&gt;      Senyum ketawalah, Upik&lt;br /&gt;      Wajah alam tambah manis tambah cantik&lt;br /&gt;      dan aku ria terlena&lt;br /&gt;      terendam cita&lt;br /&gt;      terendam cinta&lt;br /&gt;      mesra-                                                       &lt;br /&gt;                                                                              Pita Biru&lt;br /&gt;                                                                              Karya: S. Wakijan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan isinya puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis ... .&lt;br /&gt;      A.  balada                                                  D.  romans (romance)&lt;br /&gt;      B.  epigram                                               E.   satire&lt;br /&gt;      C.  idile (idylle)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Periodisasi Sastra Indonesia&lt;br /&gt;      A.  Lama&lt;br /&gt;            1.  Purba          (... s.d. 1400)&lt;br /&gt;            2.  Hindu         (1400 s.d. 1600)&lt;br /&gt;            3.  ....               (1600 s.d. 1820)&lt;br /&gt;      B.  Masa peralihan&lt;br /&gt;            Masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1820 s.d.1845)&lt;br /&gt;      C.  Baru&lt;br /&gt;            1.  Balai Pustaka         (1918 s.d. 1930)&lt;br /&gt;            2.  ...                           &lt;br /&gt;            3.  Jepang                    (1942 s.d. 1945)&lt;br /&gt;            4.  Angkatan 45          (1945 s.d. 1950)&lt;br /&gt;            5.  Angkatan 50          (1950 s.d. 1966)&lt;br /&gt;            6.  Angkatan 66          (1966 s.d. sekarang)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Masa pembabakan yang tepat untuk melengkapi periodisasi sastra Indonesia di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  Hindu/Islam; Pujangga Baru               D.  Budha; Sastra Melayu Klasik&lt;br /&gt;      B.  Islam; Pujangga Baru                          E.   Hindu/Budha; Sastra Melyu Klasik&lt;br /&gt;      C.  Islam; pra-Pujangga Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   Periodisasi Sastra Indonesia menurut Zuber Usman&lt;br /&gt;      A.  Kesusastraan Lama&lt;br /&gt;      B.  Zaman Peralihan&lt;br /&gt;      C.  Kesusastraan Baru:&lt;br /&gt;            1.  Zaman Balai Pustaka (1908)&lt;br /&gt;            2.  Zaman Pujangga Baru (1933)&lt;br /&gt;            3.  Zaman Jepang (1942)&lt;br /&gt;            4.  Zaman Angkatan 45 (1945)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal-hal yang dijadikan dasar dalam pembabakan di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  masa, badan penerbit, dan tahun        D.  bahasa, agama, dan tahun&lt;br /&gt;      B.  masa, bahasa, agama, dan tahun         E.   badan penerbit, agama,dan tahun&lt;br /&gt;      C.  bahasa, badan penerbit, dan tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.   Senja itu sangat indah bagi Ramadan. Semburat warna kemerahan jatuh di atas dedaunan, sebagian cahaya jatuh di kolam renang mungil yang airnya bening, tidak jauh dari Ramadan berdiri. Namun pemandangan seperti itu bagi Ramadan masih kalah indah dibanding pemandangan yang ajaib dan mistis, perpaduan antara keindahan alam dengan kecantikan perempuan. Dari kamar kos di lantai dua, ramadan memperhatikan Rumanti yang mengitari kolam renang di taman kecil. Di taman samping rumahnya, ditanam berbagai pohon bunga yang sebagian tampak sedang berkembang. Rumanti memetik beberapa bunga mawar beserta tangkainya, dimasukkan ke dalam vas bunga dari porselin warna biru muda. Setelah beberapa tangkai mawar dipetik, Rumanti membersihkan ranting dan daun kering dari pohon bunga yang lain. Begitu tenang ia bekerja, setiap gerakan Rumanti tampak sanngat artistik dan menawan di mata Ramadan.&lt;br /&gt;                                                                             &lt;br /&gt;                                                                              Perempuan Jogja&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Achmad Munif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aliran sastra yang tampak menonjol dalam penggalan novel di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  naturalisme                                          D.  simbolisme&lt;br /&gt;      B.  realisme                                               E.   surealisme&lt;br /&gt;      C.  romantisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.   ”Kau?”&lt;br /&gt;      ”Ya. Ini aku!”&lt;br /&gt;      Seperti tersambar kilatan sinar merah kekuning-kuningan dari lampu bliz, akau tergagap menatap sorot matanya, keduanya,menyerbu mataku dengan kilatan-kilatan yang begitu cepat, berputar dan menyambar-nyambar seakan satu gulungan api di antara kobaran angin membadai. Bergolak-golak membuatku pusing dan terhuyung. Lalu aku tertidur atau pingsan. Aku memaksa diri untuk bangun atau siuman karena  mengira akan tenggelam di sungai minyak kayu putih yang baunya memenuhi hidungku.&lt;br /&gt;      ”Kau sudah sadar, Mila?”&lt;br /&gt;      ”Haidar? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;      Kulihat sekelilingku, begitu banyak orang sedang menontonku. Dan aku mencari-cari, ke mana mereka makhluk kecil bersepatu K-zoot sebelah itu.&lt;br /&gt;      ”Ke mana mereka, Haidar?”&lt;br /&gt;      ”Mereka? Mereka siapa?”&lt;br /&gt;      ”Makhluk-makhluk bersepatu K-zoot sebelah.”&lt;br /&gt;      ”Kau ini bicara apa, Mila?”&lt;br /&gt;      ”Benar mereka hendak menjadikanku Marilyn Monroe. Jika mau, mereka akan menerbangkanku ke Hollywood.”&lt;br /&gt;      ”Ia mengigau.” Seseorang membisiki orang di sebelahnya dan terus kalimat itu berputar.&lt;br /&gt;      ”Ia mengigau.”&lt;br /&gt;                                                                              Atas Singgasana&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Abidah El Khaliegy&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Aliran sastra yang tampak menonjol dalam penggalan novel di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  mistisisme                                            D.  romantisme&lt;br /&gt;      B.  naturalisme                                          E.   surealisme&lt;br /&gt;      C.  psikologisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.   Kami harus selalu berkumpul di rumah setelah pulang sekolah. Kata ayah perempuan jangan suka berkeliaran, di rumah saja belajar memasak, menjahit, dan mengaji. Ayah benar-benar mendidik kami bagaimana harus menjadi perempuan seutuhnya yang kelak mampu melayani suami dengan baik. Jika hanya untuk hal itu, lalu untuk apa ayah membiarkan aku kuliah? Ijazah D3 itu harus puas dengan hanya terpajang begitu saja di ruang tamu. Mungkin agar orang-orang tahu bahwa putrinya bukan orang yang tidak berpendidikan dan oleh karena itu, laki-laki yang akan melamarnya haruslah laki-laki yang memilikipendidikan lebih tinggi dari itu atau minimal sama.&lt;br /&gt;                                                                              Terperuput&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Atika Maya (Aksara, Maret 2006)&lt;br /&gt;      Aliran sastra yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  determinisme                                       D.  psikologisme&lt;br /&gt;      B.  mistisisme                                            E.   simbolisme&lt;br /&gt;      C.  naturalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Karyamin menggeleng dan tersenyum. Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tanngannya yang pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.&lt;br /&gt;      ”Makan, Min?”&lt;br /&gt;      ”Tidak. Beri aku minum saja. Lenganmu sudah ciut seperti itu. Aku tak ingin menambah utang.”&lt;br /&gt;      ”Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?”&lt;br /&gt;      Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah. Ada kehangatan menyapu kerongkongan Karyamin terus ke lambungnya.&lt;br /&gt;      ”Makan, ya Min? Aku tak tahanmelihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayarnya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                              Senyum Karyamin&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Ahmad Tohari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aliran yang tampak menonjol dalam penggalan cerpen di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  mistisisme-surealisme                          D.  romantisme-determinisme&lt;br /&gt;      B.  naturalisme-determinisme                   E.   surealisme-psikologisme&lt;br /&gt;      C.  realisme-determinisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. 1943&lt;br /&gt;      Racun berada di reguk pertama&lt;br /&gt;      Membusuk rabu terasa di dada&lt;br /&gt;      Tenggelam darah dalam nanah&lt;br /&gt;      Malam kelam membelam&lt;br /&gt;      Jalan kaku-lurus. Putus&lt;br /&gt;      Candu&lt;br /&gt;      Tumbang&lt;br /&gt;      Tanganku menadah patah&lt;br /&gt;      Luluh&lt;br /&gt;      Terbenam&lt;br /&gt;      Hilang&lt;br /&gt;      Lumpuh.&lt;br /&gt;      Lahir&lt;br /&gt;      Tegak&lt;br /&gt;      Berderai&lt;br /&gt;      Rubuh&lt;br /&gt;      Runtuh&lt;br /&gt;      ...                                                               Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aliran yang terdapat penggalan puisi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  determinisme                                       D.  psikologisme&lt;br /&gt;      B.  ekspresionisme                                    E.   simbolisme&lt;br /&gt;      C.  naturalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Karangan Bunga&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Tiga anak kecil&lt;br /&gt;      Dalam langkah malu-malu&lt;br /&gt;      Datang ke Salemba&lt;br /&gt;      Sore itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ’Ini dari kami bertiga&lt;br /&gt;      Pita hitam pada karangan bunga&lt;br /&gt;      Sebab kami ikut berduka&lt;br /&gt;      Bagi kakak yang ditembak mati&lt;br /&gt;      Siang tadi.’&lt;br /&gt;                                                                              Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Puisi di atas dapat dikatakan beraliran simbolisme, karena ... .&lt;br /&gt;A.    terdapat unsur-unsur satire yang ditunjukkan dengan protes dan kritik tajam kepada pemerintah&lt;br /&gt;B.     dalam puisi tersebut dipenuhi dengan kata-kata yang bersifat eufoni dan kakafoni&lt;br /&gt;C.     puisi tersebut mengungkapkan kebusukan dan kehancuran moral yang melanda generasi muda pada saat itu&lt;br /&gt;D.    dalam puisi tersebut dipenuhi dengan kata-kata yang merupakan perlambang untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya&lt;br /&gt;E.     terdapat unsur-unsur moral yang sengaja dimunculkan oleh penyair untuk mencapai tujuan penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pengarang berusaha melukiskan sesuatu menurut keadaan yang sebenarnya, yang dilihat, didengar. Tidak ditambah dan tidak lebih. Pengarang melukiskan kenyataan-kenyataan yang sebenarnya dari kehidupan sehari-hari tanpa menyertakan pendapat dan perasaan sendiri, dan ada kecenderungan pada hal-hal yang jorok dan mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan ilustrasi di atas pengarang merupakan sosok yang beraliran ... .&lt;br /&gt;      A.  determinisme                                       D.  psikologisme&lt;br /&gt;      B.  ekspresionisme                                    E.   simbolisme&lt;br /&gt;      C.  naturalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Penyair atau pengarang berusaha memfokuskan diri mereka pada hasil karya yang berpijak pada angan-angan, penuh perasaan menggelegak, jauh dari realita sehari-hari. Bahkan kadang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya. Ada kecenderungan untuk menyampaikan perasaan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Berdasarkan ilustrasi di atas pengarang merupakan sosok yang beraliran ... .&lt;br /&gt;      A.  determinisme                                       D.  romantisme&lt;br /&gt;      B.  impresionisme                                     E.   simbolisme&lt;br /&gt;      C.  psikologisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Pernyataan:&lt;br /&gt;      1.   Menyampaikan sesuatu secara apa adanya dengan menonjolkan sisi negatif.&lt;br /&gt;      2.   Memberikan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya tanpa ada unsur subjektivitas.&lt;br /&gt;      3.   Menyajikan suatu keadaan yang berhubungan dengan paksaan nasib kehidupan, bencana alam, kemiskinan, dll.&lt;br /&gt;      4.   Cenderung mengangkat alam pikiran bawah sadar manusia, sehingga seakan-akan penuh dengan suatu hal yang bersifat supranatural.&lt;br /&gt;      5.   Terdapat hal-hal yang bersifat mistik (bukan ketuhanan) yang menjadi dasar pengembangan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pernyataan yang sesuai dengan aliran surealisme adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  1 dan 2                                                D.  4 dan 5&lt;br /&gt;      B.  1 dan 3                                                E.   5&lt;br /&gt;      C.  1, 2, dan 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menitik air mata anak sunatan itu ketika jarum bius yang pertama menusuk kulit yang segera akan dipotong. Lambat-lambat obat bius yang didesakkan dokter spesialis dari dalam tabung injeksi menggembung di sana. Dan anak sunatan itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan sakit yang perih, sementara dagunya ditarik ke atas oleh pakciknya, agar ia tidak melihat kecekatan tangan dokter spesialis itu menukar-nukar alat bedah yang sudah begitu sering dipraktikkan. Kemudian kecemasan makin jelas tergores di wajah anak sunatan itu. Ia mulai gelisah.&lt;br /&gt;      Di sekeliling pembaringan─dalam cemas yang mendalam─satu rumpun keluarga anak sunatan itu terus menancapkan mata mereka ke arah yang sama; keseluruhannya  tidak beda sebuah lingkaran di mana dokter dan anak leleki itu sebagai sumbu. Mereka semua masih bermata redup. Kelelahan semalam suntuk melayani tetamu yang membanjiri tiga teratak di depan rumah, belum hilang dalam masa sesingkat itu.&lt;br /&gt;                                                                              Panggilan Rasul&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Hamzad Rangkuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai keunggulan yang terdapat dalam penggalan karya prosa di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    kandungan moral yang sarat dengan nilai-nilai religi&lt;br /&gt;B.     nilai budaya daerah yang terdapat di suatu tempat&lt;br /&gt;C.     keindahan bahasa yang dipergunakan oleh pengarang untuk melukiskan suasana&lt;br /&gt;D.    keunggulan budaya yang penuh dengan nuansa mistik di suatu daerah tertentu&lt;br /&gt;E.     artistik-estetik serta orisinalitas dalam karya prosa tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. ”Ukuran miskin atau kaya seseorangitu tergantung dari mana kita melihatnya. Orang kaya kalau pelit, tidak bisa disebut kaya. Orang kaya kalau merasa hartanya kurang terus, apa bisa dibilang kaya? Sebaliknya orang miskin, kalau ia selalu bersyukur bisa dikatakan kaya!”&lt;br /&gt;      ”Kalau benar begitu, kekagumanku sama kamu bertambah.”&lt;br /&gt;      ”Mas, kembali pada pembicaraan kaya miskin tadi. Orang bilang saya kaya. Mungkin orang tuaku kaya, itu saya akui. Tapi saya sendiri punya apa sih? Mobil ini milik ayahku. Sebenarnya saya menolak ketika Romo menyuruh saya membawa mobil. Tetapi beliau bilang, mobil itu perlu untuk kuliah. Saya tidak bisa menolak. Sebagai sarana transportasi mobil itu memang penting. Harus kita akui itu. Tapi jangan Mas kira, saya bangga dengan bangga dengan mobil itu. Bawa mobil bagus kalau otak kosong sia-sia saja. Mas sering melihat Indri naik bis kota? Saya pakai mobil hanya untuk keperluan-keperluanpenting. Atau kuliah jam pertama.”&lt;br /&gt;                                                                                    Perempuan Jogja&lt;br /&gt;                                                                                    Karya: Achmad Munif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Keunggulan ajaran moral yang terdapat dalam penggalan karya prosa di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Perbedaan antara orang kaya dan orang miskin bergantung dari sudut pandangnya.&lt;br /&gt;B.     Sikap seseorang yang tidak membedakan antara kaya dan miskin, karena sebenarnya antara kaya dan miskin itu hanya bergantung dari bagaimana cara memandangnya.&lt;br /&gt;C.     Mobil hanya merupakan sebuah sarana transportasi yang tidak perlu dibanggakan.&lt;br /&gt;D.    Sudah seharusnya kita bisa menghargai perbedaan yang menonjol antara orang kaya dan miskin.&lt;br /&gt;E.     Kaya atau miskin tidak akan menjadi pembeda dalam hubungan percintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt; Dalam dua buah cerpennya yang pertama: ”Pulang Pesta” dan ”Pulang Siang” Ardan menemui kembali dirinya dalam masa kanak-kanak yang lewat, dengan berbagai dolanan anak-anak Jakarta asli. Kerinduan kembali untuk menemui masa kanak itu begitu keras mendorongnya sehingga kelancaran jalan cerita sering terganggu. Tapi dalam cerita-ceritanya kemudian, masa kanak tak lagi memegang peranan penting karena yang dilukiskannya adalah zaman di mana dia hidup, sesudah dewasa. Begitu dekat antara apa yang dia lukiskan dengan dirinya sendiri sehingga melalui tokoh-tokohnya, ia pun menampakkan dirinya keluar. Saya teringat misalnya akan tokoh Kartini dalam cerita ”Bang Senen Mau ke Mekah” yang meskipun memegang peranan, hanyalah peran pembantu agar para peran lainnya ambil bagian dan mau bercerita. Begitu pula Ardan menjadi seorang pemuda yang antri dalam ”Pawai di Bawah Bulan” dan bertindak sebagai satria.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                                                        Ajip Rosidi dalam Prinsip-Prinsip Kritik Sastra&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Rachmad Djoko Pradopo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Unsur yang ditonjolkan dalam penggalan kritik sastra di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen-cerpen karya S.M. Ardan&lt;br /&gt;B.     gaya penceritaan, sudut pandang, hubungan tema dan biografi S.M. Ardan dalam setiap cerpennya&lt;br /&gt;C.     penokohan dan setting yang dipergunakan S.M. Ardan dalam karya cerpennya&lt;br /&gt;D.    gaya bahasa dan penempatan diri pengarang dalam setiap cerpen S.M. Ardan&lt;br /&gt;E.     hubungan antara tema dan gaya penceritaan S.M. Ardan dalam setiap cerpennya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Amatlah padat perwatakan Hasan yang digambarkan pengarang. Melalui generalisasi tata kehidupan ”klas” menak, cara padat dan intensif pengarang menempa watak Hasan sesuai dengan lingkungannya. Bagian II adegan 1 (halaman 18) sampai dengan adegan 3 dapat memberi gambaran-gambaran betapa garis-garis besar situasi mampu meyakinkan kita akan watak apa jadinya yang dimiliki Hasan ... . Penuh ketelitian tapi memiliki ekspresi kehidupan, dibawanya suasana desa Panyeredan di lereng gunung, ke ruangan mata pembaca. ”Khotbah” Haji Dahlan pada Raden Wira dilukiskan dengan gaya lukis yang amat filmis: melintas tiap gerak dalam ruang mata kita. Gerak yang segera disusul gerak-gerak lain.&lt;br /&gt;                                                                        Boen S. Oemarjati dalam Prinsip-Prinsip Kritik                                                                   Sastra&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Rachmad Djoko Pradopo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Unsur yang tampak menonjol dalam penggalan kritik sastra di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    Kemampuan pengarang dalam menciptakan setting psikis dan fisik dalam novel.&lt;br /&gt;B.     Kepiawaian pengarang dalam menciptakan gambaran-gambaran tentang perwatakan dan penataan setting.&lt;br /&gt;C.     Ketelitian pengarang dalam mempergunakan aspek-aspek kebahasaan.&lt;br /&gt;D.    Penataan setting dan gaya gerak yang merupakan dasar pemahaman sastra.&lt;br /&gt;E.     Gaya lukis atau penggambaran watak seorang tokoh dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Teks Pertama:&lt;br /&gt;      Percobaan Nugroho menyusun pikiran  Jon yang kabur dan kacau dalam cerpen ”senyum”, menurut saya sangat berhasil. Jalan pikiran yang kacau, di mana khayal, kengan, harapan, dan impian bercampur-baur dengan kenyataan yang pahit, telah dilukiskan Nugroho dengan baik sekali.&lt;br /&gt;                                                                              Oleh: Ajib Rosidi&lt;br /&gt;      Teks Kedua:&lt;br /&gt;      Kalau kita membaca cerpen-cerpennya sebelum perang, kita merasa mendapat lukisan dari orang-orang yang benar-benar mengenal dunia yang dituliskannya, maka kalau kita membaca cerpen-cerpennya yang ditulis sesudah perang, kita mendapat kesan bahwa pengarangnya hanya lalu saja di atas mobil mengkilap di dunia yang hendak dilukiskannya itu, dunia yang tak dikenalnya.&lt;br /&gt;                                                                              Oleh: Ajib Posidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perbedaan pandangan kritikus yang tampak dalam penggalan kedua kritik sastra di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    Ajib Rosidi menganggap Nugroho mempunyai kemampuan melukiskan cerita dengan baik, sementara itu kepada Armyn Pane (teks kedua) terkesan hanya sekedar memberi nilai.&lt;br /&gt;B.     Nugroho  mempunyai daya juang yang hebat dalam bersastra, sementara Armyn Pane (teks kedua) hanya sekedar bertahan pada apa yang telah dipikirkannya.&lt;br /&gt;C.     Nugroho adalah figur pembaharu yang penuh keberanian untuk membuat sesuatu yang kacau dan campur baur, Armyn Pane (teks kedua) adalah sosok idealis yang  kadang lepas kendali untuk menghantam karya orang lain.&lt;br /&gt;D.    Nugroho seorang yang realis, sedangkan Armyn pane (teks kedua) adalah seorang pengarang yang berjiwa idealis.&lt;br /&gt;E.     Ajib Rosidi menganggap Nugroho mempunyai kemampuan melukiskan cerita dengan baik, sementara itu kepada Armyn Pane (teks kedua) Ajib memberi kesan  bahwa ia seorang idealis yang berkhianat terhadap idealismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran Anda ketika mendengar kata-kata alat pemintal, setan perempuan, pemburu yang gagah, cermin, dan kegelapan? Korelasi yang paling mungkin adalah: dongeng. Di dalam dongeng dapat kita temukan alat pemintal dalam kisah Putri Tidur, setan perempuan yang selalu muncul dalam bentuk perempuan antagonis dan iblis pada dongeng-dongeng istanasentris dan legenda-legenda urban, pemburu yang gagah yang muncul dalam dongeng-dongeng seperti Putri Salju dan si Jubah Merah, cermin yang menjadi alat narsis dan ambisi kecantikan  ratu cantik ibu tiri Putri Salju, dan kegelapan yang menjadi latar belakang kekuatan monster-monster perempuan dalam kisah-kisah Grimm dan legenda-legenda urban.&lt;br /&gt;                                                                              Nosa Normanda (Aksara, Maret 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal yang diungkapkan dalam penggalan esai sastra tersebut di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Korelasi antara dongeng dengan hal-hal yang menjadi obsesi kita.&lt;br /&gt;B.     Ketegangan yang dimunculkan dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;C.     Latar belakang penceritaan yang biasa terdapat dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;D.    Hubungan antartokoh dalam sebuah dongeng klasik.&lt;br /&gt;E.     Hubungan antara ide cerita dengan gaya penceritaan dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kita harus berhati-hati terhadap teori-teori relativisme palsu dan absolutisme palsu ... Jawaban terhadap tantangan relativisme bukanlah obsolutisme, ... Jawabannya: perspektivisme lebih sesuai. Kita harus dapat menunjukkan nilai karya, seni kepada masa lahirnya dan nilainya dan nilainya pada masa berikutnya. ... Aliran relativisme menyusun sejarah sastra sebagai susunan karya-karya yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, jadi, tidak berhubung-hubungan; sedang absolutisme hanya mementingkan keadaan sekarang atau mendasarkan pada cita-cita yang sifatnya bukan sastra, yang tak cocok dengan keragaman historis seni sastra.&lt;br /&gt;                                                                        Rene Wellek, dalam Prinsip-Prinsip Dasar Sastra&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Rachmad Djoko Pradopo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Inti dari penggalan esai sastra di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Tantangan historis dalam menyelesaikan polemik seni sastra.&lt;br /&gt;B.     Perbedaan-perbedaan mendasar yang terdapat dalam aliran relativisme dan absolutisme dalammenyusun sejarah sastra.&lt;br /&gt;C.     Nilai-nilai unggul dalam aliran relativisme dan absolutisme.&lt;br /&gt;D.    Perbedaan sudut pandang perspektivisme dalam menyikapi aliran relativisme dan absolutisme.&lt;br /&gt;E.     Penyelesaian masalah sastra berdasarkan sudut pandang perspektivisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kelihaian Rudi dalam hal ‘casting’ menjadikan film ini benar-benar mampu membuat penonton terpenuhi dan terbuai oleh sebuah foreshadowing dan angan yang membumbung tinggi. Dengan kesempurnaan teknik penggarapannya Rudi berhasil menciptakan penggambaran dan visualisasi yang memikat. Hampir semua adegan mendapatkan perhatian sempurna dari Rudi, sehingga seakan tidak ada sedikit pun celah yang bisa membuat kita merasa bosan untuk mengikuti kelanjutan dari kisahan ini.  Penggarapan setting psikis dalam film ini tampak benar-benar mendapatkan tempat yang lumayan menarik bagi penonton.&lt;br /&gt;      Lepas dari semua hal yang telah diuraikan di atas, tampaknya sebuah karya manusia tetap saja tidak bisa dilepaskan dari ketidaksempurnaan. Mengejar matahari tidak saja menyajikan sesuatu yang bernilai moral tinggi, tetapi juga menyuguhkan suatu fenomena sosial yang bisa memberikan efek psikologis kepada penonton, utamanya para remaja. Penggunaan setting fisik yang hanya di lingkungan kompleks rumah susun saja menjadikan satu titik kejenuhan yang mempengaruhi psikologis penonton. Bagaimana pun bentuknya Mengejar Matahari adalah sebuah garapan yang penuh dengan keterbatasan sifat manusia.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;                                                                              Kritik Film Mengejar Matahari&lt;br /&gt;                                                                              Oleh: Bayu 99&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Fokus pembahasan yang terdapat dalam penggalan kritik film di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    kemampuan visualisasi Rudi Soedjarwo&lt;br /&gt;B.     efek psikologis yang terjadi pada penonton&lt;br /&gt;C.     kajian psikologis film dalam kaitannya dengan penonton&lt;br /&gt;D.    teknik penggarapan yang terkesan sangat artistik&lt;br /&gt;E.     keunggulan dan kelemahan dari sisi penggarapan dan efek psikologis terhadap penonton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Unsur glamouritas dalam garapan ini tidak menjadi unsur menonjol sebagaimana pada film-film lain terutama film remaja. Unsur kemewahan hanya menjadi latar cerita yang tidak dominan. Penggarapan setting dalam film ini cenderung menonjolkan suasana yang yang mampu membawa penonton ke arah kerinduan dan kesepian akan jati diri. Sisi penggarapan film ini tampak menekankan benar unsur suspense dan foreshadowing. Pembayangan yang terjadi dan dialami oleh penonton merupakan tujuan akhir dari penggarapan film ini. “Tentang Dia” seakan memberikan citraan (image) tentang bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Gambaran yang menyampaikan bahwa bukan sekedar nilai material yang menjadi tujuan hidup kita, melainkan juga nilai-nilai lain yang bersifat nonfisik, seperti kebutuhan akan kasih sayang dan pengakuan orang lain akan jati diri kita.&lt;br /&gt;                                                                                   &lt;br /&gt;                                                                                    Kritik Film Tentang Dia&lt;br /&gt;                                                                                    Oleh: Bayu 99&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Fokus pembahasan yang terdapat dalam penggalan kritik film di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    penggarapan tema dan ide cerita&lt;br /&gt;B.     gambaran tema, tata setting dan nilai moral&lt;br /&gt;C.     teknik penyutradaraan&lt;br /&gt;D.    teknik tata setting dan casting&lt;br /&gt;E.     penggarapan tema dan tata setting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;25. Sebuah perjuangan tanpa disertai dengan usaha yang gigih dan keras dapat diyakini tidak akan menghasilkan sebuah harapan sebagai yang dicita-citakan sebelumnya. Dunia glamouritas remaja dan pelajar dewasa ini tampaknya serba menuntut kebebasan. Sayangnya kebebasan ini tidak disertai dengan kedewasaan berpikir yang bertanggung jawab, walaupun itu hanya terhadap dirinya sendiri. Tapi di antara kebrengsekan dan keterpurukan moral yang menggejala di antara kehidupan remaja saat ini harus diakui bahwa sebenarnya terdapat banyak kelebihan yang dimiliki mereka. Kebobrokan dan kelebihan inilah yang sengaja dimunculkan oleh Hanung Bramantyo untuk memberikan imbangan terhadap kritik moral yang senantiasa ditujukan kepada para remaja dan pelajar dewasa ini.&lt;br /&gt;                                                                              Esai Film&lt;br /&gt;                                                                              Oleh: Bayu 99&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Unsur film yang menonjol  dalam penggalan esai film di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.  tema kebobrokan moral dan kreativitas remaja yang diangkat dalam film&lt;br /&gt;B.     kepedulian Hanung melihat keterpurukan moral remaja&lt;br /&gt;C.     nilai sosial budaya yang menjadi fenomena permasalahan bangsa dewasa ini&lt;br /&gt;D.    di antara yang tidak baik pasti masih bisa ditemukan yang baik&lt;br /&gt;E.     teknik penggarapan film Catatan Akhir Sekolah oleh Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Dalam pada itu Goenewegen telah menerima berita dari mata-matanya tentang kekuatan Raja Adil itu, sehingga bala tentara yang ada di darat tiada berani menyerang. Ia marah dan mengerahkan bala tentara yang masih ada di kapal naik ke darat semuanya. Ketika itu angin berhembus kencang, ombak yang bergulung-gulung memecah di tepi pantai dengan hebatnya.&lt;br /&gt;      Meskipun hulubalang Buyung meminta dengankeras dan cemas supaya jangan naik ke darat dahulu, sebab sangat berbahaya, meskipun permintaan itu kemudian telah berarti sebagai ancaman, tetapi kepala kompeni yang gagah perkasa dan cerdik itu tiada peduli sedikit juga. Kehendaknya mesti berlaku, perintahnya mesti dijalankan. Mau tak mau denngan ketakutan, bala tentara terpaksa turun dengan sekoci. Tak urung, sekoci itu pun jadi permainangelombang, oleng, terangguk-angguk, terselam-selam haluan dan buritannya ke dalam air. Dan ketika dipukul oleh gelombang besar, lalu terbalik ... Hilang lenyap isinya masuk laut, tenggelam sekaliannya! Tak seorang jua yang timbul kembali. Groenewegwn juga! Dengan tiada berpikir panjang lagi, dengan tidak menghiraukan nyawa sendiri, hulubalang Buyung pun menyelam... Lenyap pula, tetapi beberapa saat kemudian ia menyembulkan kepalanya, lalu berenang membawa Groenewegen ke tepi dengan susah payah.&lt;br /&gt;                                                                              Hulubalang Raja&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Nur Sutan Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Amanat yang terkandung dalam penggalan novel di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Hendaknya melakukan suatu tindakan dengan penuh keberanian.&lt;br /&gt;B.     Jika ingin mencapai tujuan dengan selamat hendaknya  mau terjun langsung tidak sekedar memerintah.&lt;br /&gt;C.     Hendaknya sebelum melakukan suatu pekerjaan diperhitungkan terlebih dahulu untung dan ruginya.&lt;br /&gt;D.    Selamatkanlah orang lain walau harus dengan mengorbankan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;E.     Kepentingan anak buah sudah selayaknya dipikirkan juga oleh seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Dr. Syahin merasaadanya gelagat buruk temannya yang ingin mendapatkan popularitas. Ia tahu persis pikiran-pikiran keji yang ada di benak sahabatnya, bahkan mengerti, sahabatnya itu akan menggunakan penemuannya itu demi kepentingan pribadi. Bila ia menyerahkan rumus penemuannya itu, berarti ia telah melakukan kejahatan yang akan menyusahkan para ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;      Benak Dr. Syahin dipenuhi rasa bimbang dan curiga. Lama ia terdiam memikirkan permintaan sang sahabat. Sambil mengembalikan ransum makanan, ia pun akhirnya menjawab, ”Tidak, aku tidak akan menulis apapun. Mungkin ini lebih baik untuk kemaslahatan umat manusia. Biarlah misteri ini mati bersamaku seperti dikatakan Akomba,” ujarnya datar lalu menyerahkan kertas dan pena tadi. Kemudian ia menambhakan perkataannya dengan gugup, ”Biar aku saja yang melakukan percobaan ini, atau aku mati bersama rahasia ini. Penemuanku ini memerlukan tanggung jawab yang berat, jadi tak akan kupercayakan hal ini pada siapa pun.”&lt;br /&gt;      Mendengar jawaban Dr. Syahin, wajah Abdul karim tampak frustasi, lalu berkata dengan kesalnya, ”terserah kamu, aku hanya ingin membantumu!”&lt;br /&gt;                                                                                    Lelaki di Titik Nol&lt;br /&gt;                                                                                    Karya: Mustafa Mahmud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Amanat yang terkandung dalam penggalan novel di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Sebaiknya kita berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan yang akan menyangkut kepentingan banyak orang.&lt;br /&gt;B.     Masih banyak orang yang mengaku sahabat, tetapi sebenarnya ia seorang pengkhianat besar yang bekerja hanya demi kepentingan diri sendiri.&lt;br /&gt;C.     Jangan mudah menyerah pada suratan nasib, karena Tuhan tidak mengubah nasib kita jika tidak disertai dengan usaha.&lt;br /&gt;D.    Tinggalkan saja seorang sahabat yang tampaknya akan berkhianat pada persahabatan itu.&lt;br /&gt;E.     Hendaknya selalu waspada pada setiap orang jika sudah berbicara berdasarkan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Ismail berdiri di pinggir jalan dari pagi. Dengan penuh perhatian dia melihat beberapa orang bersedia-sedia untuk mentraktor barisan toko kecil sepanjang jalan. Warung dan rumah dari batu, papan, separuh batu separu papan, dan juga yang dari bambu semuanya. Ada yang beratap genting, ada yang beratap seng, tetapi ada juga yang beratap rumbia.Kurang lebih ada 35 buah warung, toko kecil dan pondok-pondok yang akan ditraktor hari itu. Semua orang telah diberi waktu dua minggu untuk pindah, membongkar warung dan pondoknya, akan tetapi banyak juga yahg tidak pindah, karena dalam hati kecilnya mengharap, bahwa ultimatum itu hanya untuk menakut-nakuti mereka saja. Karena sebelum ini pun telah beberapa kali mereka diultimatum, akan tetapi pada saat terakhir, pembongkaran diundurkan lagi, dan mereka kembali bekerja, berdagang, dan tinggal di sana.&lt;br /&gt;                                                                              Traktor&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Mochtar Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setting yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  setting psikis: suasana mengharukan;  dan setting fisik: waktu pagi hari&lt;br /&gt;      B.  setting psikis: waktu pagi hari; dan setting fisik: suasana riang dan ramai&lt;br /&gt;      C.  setting psikis: suasana ramai;  dan setting fisik: tempat dan waktu&lt;br /&gt;      D.  setting psikis: suasana menyedihkan; dan setting fisik: alat, tempat, dan waktu&lt;br /&gt;      E.   setting psikis: alat, tempat, waktu; dan setting fisik: suasana menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Suatu kali Rini memintaku menemaninya ke pesta pernikahan sahabat wanitanya. Aku lihat dia membuka kotak cemara itu. Dia belai rambut yang terjurai di tangannya. Dia menciumnya.&lt;br /&gt;      ”Surtini, teman kita, kawin Mariam. Kau akan kubawa ke pesta itu.”&lt;br /&gt;      Aku keluar dari kamar itu tidak sanggup melihat air mata Rini. Dan ketika Rini datang ke ruang tamu, kulihat dia mengenakan kebaya dan memakai konde.&lt;br /&gt;                                                                              Cemara&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Hamzad Rangkuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Watak tokoh ”aku” dalam penggalan cerpen di atas ditunjukkan dengan cara ... .&lt;br /&gt;      A.  dialog antartokoh                                D.  pembicaraan tokoh lain&lt;br /&gt;      B.  pembicaraan tokoh                              E.   penjelasan pengarang secara tersirat&lt;br /&gt;      C.  penjelasan langsung pengarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. ”Banyak orang berziarah?” tanya ayah kepadaku. Padahal tidak pernah ayah bertanya seperti itu.&lt;br /&gt;      ”Masih pagi. Belum tampak seorang pun,” kataku. ”Tidak ada orang datang memesan kasur?” ”Mulai pula kau ikut-ikut menyindirku?”&lt;br /&gt;      ”Tadi malam di rumah Pak RT orang memutar kaset orang  mengaji dalam mikrofon yang keras.” ”Aku mendengarnya!”&lt;br /&gt;      ”Kukira orang yang mengaji di dalam kaset itu menjual suaranya, Ayah.”&lt;br /&gt;      ”Jadi kau suruh aku mengaji di dalam kaset?”&lt;br /&gt;      ”Kalau ada penawaran apa salahnya?”&lt;br /&gt;      ”Sudah bijak kau!”&lt;br /&gt;                                                                              Ayahku Seorang Guru Mengaji&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Hamzad Rangkuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Watak tokoh ”ayah” dalam penggalan cerpen di atas ditunjukkan dengan cara ... .&lt;br /&gt;      A.  dialog antartokoh                                D.  pembicaraan tokoh&lt;br /&gt;      B.  tindakan-tindakan tokoh                     E.   penjelasan langsung pengarang&lt;br /&gt;      C.  lingkungan tinggal tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Ia merangkak&lt;br /&gt;      di atas bumi yang dicintainya.&lt;br /&gt;      Tiada kuasa lagi menegak.&lt;br /&gt;      Telah ia lepaskan dengan gemilang&lt;br /&gt;      pelor terakhir dari bedilnya&lt;br /&gt;      ke dada musuh yang merebut&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Ia merangkak&lt;br /&gt;      di atas bumi yang dicintainya:&lt;br /&gt;      Ia sudah tua&lt;br /&gt;      Luka-luka di badannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bagai harimau tua&lt;br /&gt;      susah payah maut menjeratnya&lt;br /&gt;      Matanya bagai saga&lt;br /&gt;      menatap musuh pergi dari kotanya.&lt;br /&gt;                                                                        Gugur&lt;br /&gt;                                                                        Karya: W.S. Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aspek bunyi yang menonjol dalam puisi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  eufoni                                                  D.  onomatope&lt;br /&gt;      B.  kakafoni                                              E.   anakronisme&lt;br /&gt;      C.  rima mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. angin berkesiur&lt;br /&gt;      daun pun gugur&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      angin berkelana&lt;br /&gt;      cintaku mengembara&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      gadisku mawar&lt;br /&gt;      menanti tak sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      gadis yang rindu&lt;br /&gt;      kudekap dalam pelukan bisu&lt;br /&gt;                                                                        Angin Berkesiur&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Ajib Rosidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kata-kata yang merupakan aspek kakafoni dalam puisi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  cintaku, bisu, gugur                             D.  bisu, gugur, gadis&lt;br /&gt;      B.  gadis, cintaku, mawar                         E.   bisu, gugur, berkesiur&lt;br /&gt;      C.  pelukan, berkelana, gadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Wajahnya bulat dibentuk waktu&lt;br /&gt;      Yang tak berujung, walau berlalu&lt;br /&gt;      Siang-malam bunyinya tak henti-henti:&lt;br /&gt;      ”Tik-tok”, satu-satu dan beribu-ribu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ”Kaukah yang mengetuk detik di dadaku,&lt;br /&gt;      Atau hatiku pindah dalam detakmu?&lt;br /&gt;      Terhambur daya bunyinya hingga lebur:&lt;br /&gt;      ”Tik-tok”, satu-satu dan beribu-ribu&lt;br /&gt;                                                                        Lonceng&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Trisno Sumardjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Onomatope pada puisi di atas ditunjukkan oleh ... .&lt;br /&gt;      A.  tik-tok, detik                                       D.  detik, henti-henti&lt;br /&gt;      B.  waktu, tik-tok                                     E.   satu-satu, henti-henti&lt;br /&gt;      C.  beribu-ribu, satu-satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Camat di daerah B itu tinggi kurus, mulutnya penuh gigi emas dan jelas keramahtamahannya lebih karena takut. Segala yang ia punyai ditawarkan, tapi kami selalu menolak, juga ketika disodorkannya cincin emas bermata batu mirah. Akhirnya tidak bisa ditolak lagi waktu ia pasangkan nekat saja di jariku.&lt;br /&gt;      ”Baik buat keselamatan Pak Mayor!”&lt;br /&gt;      Sersan Johari mengangguk-angguk membenarkan dengan senyum lucu.&lt;br /&gt;                                                                        Tinggul&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Trisnojowono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Unsur ekstrinsik yang menonjol dalam penggalan di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  nilai sosial                                            D.  nilai budaya&lt;br /&gt;      B.  nilai budaya dan politik                      E.   biografi pengarang&lt;br /&gt;      C.  unsur daerah yang berpengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. ”Tukang becak tak bakal kaya kok, Mas,” ucapnya yang kurasakan sebagai kesombongannya. Siapa bilang  menarik becak bisa bakal kaya, tolol! Kalau dia baca koran akan tahu bahwa tidak hanya tukang becak, tapi masih banyak lagi orang yang hidup pas-pasan akan bertambah miskin. Si miskin tak dapat ikut berlomba. Dia Cuma penarik becak yang sadar bahwa pekerjaannya takkan memperbaiki nasibnya. Nasibnya memang sedikit lebih baik daripada peminta-minta maupun orang yang terkena pemecatan kerja, sedikit lebih baik daripada penganggur, sebab dengan membawa becak dan tiduran pun dia telah dianggap bekerja, walaupun kantungnya kosong serta perutnya keroncongan.&lt;br /&gt;                                                                        Becak&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Marselli&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Nilai sosial yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Kepasrahan seorang tukang becak akan nasibnya yang senantiasa buruk.&lt;br /&gt;B.     Penderitaan tukang becak dalam mencari nafkah  untuk keluarganya.&lt;br /&gt;C.     Perjuangan seseorang untuk mendapatkan semua haknya sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;D.    Kemalasan akan berbuah kemiskinan dan penderitaan hidup yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;E.     Kemiskinan dan penderitaan hidup merupakan  sebuah lingkaran yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Karena kasihmu&lt;br /&gt;      Engkau tentukan waktu&lt;br /&gt;      Sehari lima kali kita bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aku anginkan rupamu&lt;br /&gt;      Kulebihi sekali&lt;br /&gt;      Sebelum cuaca menali sutera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berulang-ulang kuintai-intai&lt;br /&gt;      Terus menerus kurasa-rasakan&lt;br /&gt;      Sampai sekarang tiada tercapai&lt;br /&gt;      Hasrat sukma idaman badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pujiku dikau laguan kawi&lt;br /&gt;      Datang turun dari datuku&lt;br /&gt;      Diujung lidahengakau letakkan&lt;br /&gt;      Pintu teruna di tengah gembala&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      ....                                                              Karena Kasihmu&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Amir Hamzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai yang ditonjolkan dalam puisi tersebut adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  sosial budaya                                       D.  didaktis&lt;br /&gt;      B.  moral dan estetika                               E.   didaktis dan estetika&lt;br /&gt;      C.  religius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Doa&lt;br /&gt;                                                                        kepada pemeluk teguh&lt;br /&gt;      Tuhanku&lt;br /&gt;      Dalam termangu&lt;br /&gt;      Aku masih menyebut namaMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Biar susah sungguh&lt;br /&gt;      mengingat Kau penuh seluruh&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      cayaMu panas suci&lt;br /&gt;      tinggal kerdip lilin di kelam sunyi&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      aku hilang bentuk&lt;br /&gt;      remuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      aku mengembara di negeri asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tuhanku&lt;br /&gt;      di pintuMu aku mengetuk&lt;br /&gt;      aku tidak bisa berpaling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                        Doa&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai religius yang terdapat dalam puisi di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Usaha seseorang untuk kembali kepada jalan Tuhan setelah mengalami berbagai macam cobaan dan rintangan.&lt;br /&gt;B.     Kerinduan seseorang untuk senantiasa berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Tuhannya.&lt;br /&gt;C.     Hancurnya sendi-sendi ibadah dalam diri seseorang yang selama ini larut dalam kenistaan dan kejahatan.&lt;br /&gt;D.    Orang yang tidak bisa berpaling dari ajaran Tuhannya, tetapi senantiasa dia mengembara.&lt;br /&gt;E.     Pengembaraan dalam mencari hakikat akan kebenaran ajaran Tuhan yang dilakukan oleh orang yang berpaling terhadap Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Sebentar Jumena berfikir.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Mereka kembali mau kerja, gan, katanya.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Bawa apa dia? Golok?&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Kurang jelas, gan.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Lihat dulu!&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit. Ketukan pintu.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Pistol ini harus disimpan di mana? Ya, di sini.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua muncul.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Sabit? Golok? Saya kira belati.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Tidak bawa apa-apa, gan.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Pakai sarung apa celana komprang?&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Celana panjang biasa.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     (setelah agak lama) Suruh dia masuk.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     (segera) Nyai!&lt;br /&gt;      Perempuan Tua muncul.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Jangan lupa. Pintu dikunci lagi.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit.&lt;br /&gt;                                                                        Sumur Tanpa dasar&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Arifin C. Noor&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Dimensi drama yang tidak terdapat dalam penggalan drama di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  petunjuk laku                                      D.  ilustrasi&lt;br /&gt;      B.  dialog/ujaran                                       E.   gerakan&lt;br /&gt;      C.  narator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Semar beringsut-ingsut ke depan rumah. Ia menggerak-gerakkan tubuhnya sambil menatap ke matahari. Dilihatnya pohon mangga itu masih utuh. Buahnya masih lebat. Ia mengucap syukur di dalam hati.&lt;br /&gt;      Tiba-tiba dari jalan masuk Petruk. Semar menyapa acuh tak acuh.&lt;br /&gt;      ”Sudah, Truk?”&lt;br /&gt;      ”Sudah.”&lt;br /&gt;      ”Bagaimana  rasanya sekarang.”&lt;br /&gt;      ”Yah, enakan.”&lt;br /&gt;      ”Bagus suruh ibumu nangkap ayam. Kita selamatan. Sekarang anak Bapak yang lain sudah dewasa. Tinggal satu lagi yang masih suka ngompol, ya kan Bagong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                        Perang&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Putu Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengaruh sastra daerah yang tergambar dalam penggalan novel di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    penggunaan setting dalam sastra klasik&lt;br /&gt;B.     terdapat anakronisme sebagaimana dalam sastra klasik Mahabarata&lt;br /&gt;C.     penggunaan dialog sebagaimana terdapat dalam sastra Melayu&lt;br /&gt;D.    diksi yang terdapat dalam sastra Jawa&lt;br /&gt;E.     penggunaan nama-nama tokoh sebagaimana yang terdapat dalam sastra Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Pernah dalam suatu gejolak sentimental aku bersusah payah membuat cincin kenari untuk kuhadiahkan kepada dora, seorang gadis Ambon yang manis seribu satu malam dari Hollands Ambonse School, dua tahun lebih tinggi kelasnya dariku, yang dalam hati sangat kupuja, karena mengingatkan aku (ngawur tentu saja) kepada puteri Saharazad dari dongeng Seribu Satu Malam. Kutitipkan cincin tadi melalui seorang ”kurir” khusus dari HJS, kawan anak kolong, komplit disertai surat cinta.&lt;br /&gt;                                                                        Burung-Burung Manyar&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Y.B. Mangun Wijaya&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Pengaruh asing yang tampak pada penggalan novel di atas adalah ...  .&lt;br /&gt;A.    penggunaan kata-kata dalam bahasa Belanda&lt;br /&gt;B.     penggunaan kata-kata Seribu Satu Malam&lt;br /&gt;C.     pilihan kata yang khas bahasa asing yaitu Belanda&lt;br /&gt;D.    penataan setting yang berciri modernisme bangsa Belanda&lt;br /&gt;E.     pemilihan tema sesuai dengnan masa penjajahan Belanda di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Mahasiswa takut pada dosen&lt;br /&gt;      Dosen takut pada dekan&lt;br /&gt;      Dekan takut pada rektor&lt;br /&gt;      Rektor takut pada menteri&lt;br /&gt;      Menteri takut presiden&lt;br /&gt;      Presiden takut pada mahasiswa&lt;br /&gt;                                                                        Takut ’66, Takut ’98&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Taufiq Ismail&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Majas yang terdapat dalam puisi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  personifikasi                                        D.  sarkasme&lt;br /&gt;      B.  paralelisme                                          E.   simbolik&lt;br /&gt;      C.  repetisio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. ...&lt;br /&gt;      sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba     (1)&lt;br /&gt;      meriak muka air kolam jiwa                            (2)&lt;br /&gt;      dan dalam dadaku memerdu lagu                   (3)&lt;br /&gt;      menarik menari seluruh aku                            (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      hidup dari hidupku, pintu terbuka                  (5)&lt;br /&gt;      selama matamu bagiku menengadah               (6)&lt;br /&gt;      selama kau darah mengalir dari luka               (7)&lt;br /&gt;      antara kita Mati datang membelah                  (8)&lt;br /&gt;      ...  &lt;br /&gt;                                                                        Sajak Putih&lt;br /&gt;                                                                        Karya: Chairil Anwar&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Gaya bahasa paralelisme dalam puisi di atas terdapat pada baris ke- ... .&lt;br /&gt;      A.  1 dan 2                                                D.  6 dan 7&lt;br /&gt;      B.  3 dan 4                                                E.   7 dan 8&lt;br /&gt;      C.  5 dan 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Alkisah diceritakan oleh yang empunya ceritera ini, sekali peristiwa ada seorang raja di sebuah negeri, Mada’in namanya (1). Raja itu bernama Kobat Syahril (2). Negeri itu terlalulah luas dan maha besar (3). Adapun raja itu terlalu adil deganmurahnya, bangsawan, lagi budiman dan dermawan (4). ... Maka di dalam negeri itu ada juga seorang menetri daripada Islam, nsmsnys Khoja Bakhti Jamal disebut orang, sebab ia daripada anak cucu nabi-nabi juga; lain dari pada itu semuanya kafir menyembah berhala dan menyembah api sia-sia adanya (5).&lt;br /&gt;                                                                        Hikayat Amir Hamzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Majas hiperbola dalam penggalan prosa di atas terdapat pada kalimat nomor ... .&lt;br /&gt;      A.  1 dan 2                                                D.  4   &lt;br /&gt;      B.  3 dan 4                                                E.   5&lt;br /&gt;      C.  3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Ia mulai muncul di dunia kesenian pada zaman Jepang. Dari esai-esai dan sajaknya jelas sekali seorang individualis yang bebas. Baris sajaknya yang termashur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit-bersit dan individualistik berbunyi ”Biar peluru menembus kulitku. Aku akan tetap meradang menerjang”. Dalam sajak itu pula ia menyebut dirinya sebagai ”binatang jalang”. Tetapi di samping sebagai seorang indivualis,  ia pun seorang yang sangat mencintai tanah air dan bangsanya. Rasa kebangsaan dan patriotismenya tampak dalam sajak-sajaknya yang lain seperti ”Cerita Buat Dian Tamaela” dan ”Diponegoro”&lt;br /&gt;                                                                        Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Ajip Rosidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sastrawan yang dimaksud dalam ilustrasi di atas adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  Asrul Sani                                           D.  Sutan Takdir Alisyahbana&lt;br /&gt;      B.  Chairil Anwar                                     E.   Taufiq Ismail&lt;br /&gt;      C.  Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;NAMA SASTRAWAN&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Bur Rasuanto dan W.S. Rendra&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Chairil Anwar dan Idrus&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Marah Roesli dan Merari Siregar&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad dan Taufiq Ismail&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Sutan Takdir Alisyahbana dan Amir Hamzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan tabel di atas, sastrawan yang termasuk pelopor angkatan Pujangga baru adalah nomor ... .&lt;br /&gt;      A.  1                                                          D.  4&lt;br /&gt;      B.  2                                                          E.   5&lt;br /&gt;      C.  3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. 1.   Sajak-sajaknya menggunakan bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan lagi bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.&lt;br /&gt;      2.   Pada akhirnya ia diakui sebagai seorang pelopor yang mampu mendobrak hal-hal yang bersifat konvensional.&lt;br /&gt;      3.   Emansipasi wanita merupakan tema-tema yang selalu dimunculkan dalam hampir setiap karya prosanya.&lt;br /&gt;      4.   Kawin paksa yang selalu saat itu diangkat menjadi dengan harapan bisa memberi pencerahan pada masyarakat.&lt;br /&gt;      5.   Sajak-sajaknya merupakan kritik terhadap keadaan sosial politik bangsa Indonesia yanb berusia muda. Seakan dia malu menjadi warga negara ini karena kebobrokan dalam setiap sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pernyataan yang menunjukkan keloporan Chairil Anwar sebagai pelopor angkatan 45 adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  1 dan 2                                                D.  3 dan 4&lt;br /&gt;      B.  2, dan 3                                               E.   3, 4, dan 5&lt;br /&gt;      C.  2, 3, dan 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Karya sastra di bawah ini yang dapat dianggap sebagai karya sastra pelopor anggkatan Balai Pustaka adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  Azab dan Sengsara karya Merari Siregar&lt;br /&gt;      B.  Salah Asuhan Abdul Muis&lt;br /&gt;      C.  Merahnya Merah karya Iwan Simatupang&lt;br /&gt;      D.  Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata&lt;br /&gt;      E.   Siti Nurbaya karya Marah Rusli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48.&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;JUDUL KARYA SASTRA&lt;br /&gt;PENGARANG&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Malu Aku Jadi Orang Indonesia&lt;br /&gt;Taufik Ismail&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Derai-derai Cemara&lt;br /&gt;Chairil Anwar&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Kembalikan Indonesia Padaku&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Balada Terbunuhnya Atmokarpo&lt;br /&gt;Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Merahnya Merah&lt;br /&gt;Sutardji Calzoum Bachri&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Burung-burung Manyar&lt;br /&gt;Y.B. Mangunwijaya&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;Ronggeng Dukuh Paruk&lt;br /&gt;Ahmad Tohari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pasangan yang tepat antara judul karya dan nama pengarang berdasarakan tabel di atas adalah nomor ... .&lt;br /&gt;      A.  1, 2, dan 3                                           D.  3, 4, 5, dan 7&lt;br /&gt;      B.  2, 3, dan 4                                           E.   1, 2, 6, dan 7&lt;br /&gt;      C.  3, 4, dan 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Tema-tema atau masalah yang dibicarakan dalam Ladang Perminus tetap aktual di Indonesia yang sekarang ini. Novel ini penting untuk dibaca dan bahkan dijadikan bahan untuk pelajaran anak muda, misalnya di SMA. Novel ini dapat mengantarkan pembacanya merenungkan pembacanya merenungkan nasib bangsa ini, jika saja kendali berbagai kekayaan pemerintah tetap di tangan orang-orang yang berwatak seperti Kahar. Hal yang sangat mendukung karya ini dapat dikatakan sebagai karya sastra yang memikat yakni penulisannya dilakukan dengan gaya sastra yang matang (plot cerita, bahasa, penggambaran tokoh-tokoh dan sebagainya). Kepiawaian yang lain dari Ramadhan K.H. yang sangat menonjol yakni kemampuannya untuk menggambarkan perasaan manusia secara halus dan teliti. Ladang Perminus merupakan  novel besar dan sangat patut dibaca oleh sebanyak mungkin orang Indonesia.&lt;br /&gt;                                                                        Perminus Ladang yang Dipanen Orang Rakus&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Berthold Damshuser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Unsur yang menonjol dalam penggalan resensi tersebut adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  keunggulan dan kelemahan cerpen     D.  gaya penceritaan cerpen&lt;br /&gt;      B.  keunggulan cerpen                              E.   penggarapan cerpen&lt;br /&gt;      C.  kelemahan cerpen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Bagi Hunter sendiri, proses penerjemahannya lancar-lancar saja. Kepada Tempo, ia mengaku hanya menemui kesulitan ketika mencoba menerjemahkan terminologi Anak Kolong. ”Ketika saya berhasil menemukan kata Army Brat, setiap kata dan kisah di dalam buku itu saya terjemahkan dengan lancar.” Bagi Hunter, ketertarikannya terhadap novel tersebut bukan saja karena ia melihat dirinya di dalam tokoh utamanya, tetapi juga karena kemampuan Mangun mengaitkan keadaan jiwa seseorang dengan suasana alam di luar dirinya.” Cara yang belum banyak digunakan penulis Indonesia,” Hunter mengungkapkan.&lt;br /&gt;      Agaknya, Yayasan Lontar memilih Burung-Burung manyar sebagai salah satu buku sastra yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bukannya tanpa alasan. Menurut Ketua Yayasan, Sapardi Djoko damono, buku itu memang salah satu karya terbaik saat ini.&lt;br /&gt;                                                                        Burung Manyar versi Hunter&lt;br /&gt;                                                                        Oleh: Laila S. Chudori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Keunggulan yang dimaksudkan dalam penggalan resensi di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Proses penerjemahan novel Burung-Burung Manyar ke dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;B.     Novel Burung-Burung Manyar merupakan novel terbaik saat ini sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa asing.&lt;br /&gt;C.     Hunter sebagai seorang penerjemah yang handal dan tepat dalam memindahkan sebuah karya sastra ke dalam bahasa asing.&lt;br /&gt;D.    Novel yang mengaitkan keadaan jiwa seseorang dengan suasana alam di luar dirinya.&lt;br /&gt;E.     Pemilihan Burung-Burng Manyar karya Y.B. Mangun Wijaya oleh Yayasan Lontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Hari Minggu, 04 September 2005 kelompok opera Staatsoper Stettin dari Polandia mampu tampil memukau di hadapan lebih dari 1.500 penonton yang memadati Marksplatz Siegburg, Jerman, dengan membawakan karya opera ”Carmen” dari seorang penulis opera berkebangsaan Perancis yang tidak asing lagi yakni Georges Bizet. Pertunjukan opera berdurasi lebih dari 3 (tiga) jam itu mengetengahkan kisah tragedi seorang gadis bernama Carmen, dengan latar belakang kota kecil Sevilla dan sekitarnya pada tahun 1820 di Spanyol. Kisah Tragedi ”Carmen” ditampilkan dalam teks asli opera berbahasa Perancis dalam paduan harmonis orkestra di bawah pimpinan Jacek Kraszewski, koreografer Teresa Kujava dan kelompok koor dan penari ballet dari Staatsoper Stettin.&lt;br /&gt;      Bukan rahasia lagi, yang menarik dari pertunjukan opera tersebut adalah kesempurnaan keseluruhan pertunjukan, demikianlah komentar para penonton usai menyaksikannya. Dengan kata lain, pada pertunjukan tersebut sebenarnya tampak jelas sebuah totalitas kehadiran konstruksi harmonis dari elemen-elemen dasar sebuah opera.&lt;br /&gt;                                                                 Kontruksi Estetika Opera Klasik (Aksara, Maret 2006)&lt;br /&gt;                                                                 Oleh: Gandhotwukir&lt;br /&gt;      Nilai yang terkandung dalam ulasan pertunjukan kesenian di atas adalah ... .&lt;br /&gt;A.    nilai esetika yang terkandung dalam garapan opera klasik&lt;br /&gt;B.     kandungan nilai budaya Jerman yang adiluhung&lt;br /&gt;C.     kisah tragedi yang mampu menggugah sisi kemanusiaan&lt;br /&gt;D.    kesempurnaan keseluruhan pertunjukan&lt;br /&gt;E.     totalitas kehadiran konstruksi harmonis elemen-elemen opera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Penulisan kata-kata yang tepat berdasarkan ejaan Arab Melayu adalah ... .&lt;br /&gt;  A. ﻣﻤﺑﺎﺡﺑﻮﻛﻭ                                        D. ﺑﮑﻮ ﻣﻤﺎﺑﺎﺣﺎ&lt;br /&gt;  .B ﻣﺒﻤﺎﺏ  ﺑﻭﻙ              .E ﻣﻤﺑﺎﺣﺎ ﺑﻮﻙ&lt;br /&gt;  .C ﻣﺒﻤﺒﺎﺡ ﺑﻮﻛﻮ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Penulisan ejaan Arab  Melayu yang tepat pada kata-kata di bawah ini adalah ... .&lt;br /&gt;      A.   ﻓﻨﺘﻮﻥ ﺟﻨﺎﻛﺎ             .D ﻓﺎﻧﺘﻦ ﺟﻴﻨﺎﻛﺎ&lt;br /&gt;  .B ﻓﻨﺘﻮﻥ ﺟﻴﻨﺎﻙ             .E ﻓﺎﻧﺘﻮﻥﺟﻴﻨﺎﻙ&lt;br /&gt;  .C ﻓﻨﺘﻦ ﺟﻨﺎﻙ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Kata-kata yang mengikuti aturan penulisan ejaan Arab Melayu dengan benar adalah ...            A.   ﺍﺍﻓﻱ  ﺳﻌﻔﻮﺭﺍﺩﻣﺎﻛﺎﻥ                    D.ﺍﻓﻱ ﻣﺎﻛﻦ ﺩ ﺳﻌﻔﻮﺭﺍ&lt;br /&gt;  B. ﺍﺍﻓﻱ ﺩﻣﺎﻛﻦ ﺳﻌﻔﻮﺭﺍ       .E ﺳﻌﺎﻓﻮﺭﺩﻣﺎﻛﻦ ﺍﻓﻱ&lt;br /&gt;  .C ﺳﻌﺎﻓﻮﺭﺍ ﺩﻣﺎﻛﻦ ﺍﺍﻓﻱ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Pemakaian ’kaf besar’ yang benar sesuai denngan aturan penulisan ejaan Arab Melayu adalah ... .&lt;br /&gt;      A. ﺍﺩﻕﻛ                    D. ﺍﻣﺒﻖ&lt;br /&gt;  B. ﻗﻮﻣﺮ                    E. ﺗﻴﺮﻕ&lt;br /&gt;  C. ﻧﻴﻧﻖ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Pemakaian ‘alif gantung’ yang benar sesuai denngan aturan adalah ... .&lt;br /&gt;      A.   ﻫﺎﺭﻱ ﺳﻴﺎﻍ                            D. ﻫﺎﺭﻱ ﺳﻴﺎﻍ&lt;br /&gt;      B. ﺳﻴﻎﻫﺎﺭﻱ                 E.   ﻫﺎﺭﻱ ﺳﻴﺎﻍ&lt;br /&gt;  C. ﻫﺎﺭﻱ ﺳﻴﻎ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Penulisan kata ulang yang tepat sesuai dengan ejaan adalah … .&lt;br /&gt;      A. ﻛﺎﻭﻥ۲ﻛﺎﻭﻧﻜﻮ             D. ﻣﺎﻛﻦ۲ﻧﺎﻥ&lt;br /&gt;  B. ﻛﺎﻭﻥﻛﻮ۲                 E. ﻣﻨﻮﻟﺴﻲ۲ﺱ&lt;br /&gt;  C. ﻣﺎﻛﻦ۲ﻧﻦ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. ﻫﻜﺎﻳﺖ ﻓﻴﻠﻨﺪﻕ ﺟﻨﺎﻙ ﻣﺮﻓﺎﻛﻦ ﭼﺮﺗﻴﺍ ﻳﻎ ﺩﺍﻓﺕ ﻣﻤﺒﺮ ﺗﻼﺩﻥ ﺑﺎﻛﻴﺖ.&lt;br /&gt;  ﻛﺒﻨﺎﺭﻥ ﺩﺍﻓﺖ ﻛﻴﺖ ﻓﻴﺘﻖ ﺩﺍﺭﻱ ﭼﺮﺘﻴﺮﺍﺗﺮﺳﻴﺑﺖ. ﻣﺎﻙ ﺩﺭﻱ ﺳﺒﺎﻳﻜﺚﻛﻴﺖ  ﺑﻴﭽﺮﻣﻦ ﺩﺍﺭﻱ ﻓﺎﺩﺙ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Isi dari paragraf tersebut di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Nilai yang terdapat dalam hikayat Pelanduk Jenaka.&lt;br /&gt;B.     Pelanduk Jenaka yang cerdik.&lt;br /&gt;C.     Unsur-unsur cerita Pelabduk Jenaka.&lt;br /&gt;D.    Hikayat Pelanduk dan Kejenakaannya.&lt;br /&gt;E.     Hikayat dalam sastra Melayu Klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. ﻛﺒﻮﻄﺭﻥ ﺩﺍﺗﺲ  ﺑﻮﻟﻦ  ﻟﺒﺎﺭﻥ ﻣﺎﻟﻢ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alih aksara yang tepat dari teks beraksara Arab Melayu di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Malam itu bulan bersinar di atas kuburan.&lt;br /&gt;B.     Malam lebaran bulan bersinar terang.&lt;br /&gt;C.     Malam purnama bulan bersinar purnama.&lt;br /&gt;D.    Malam lebaran bulan di atas kuburan.&lt;br /&gt;E.     Malam lebaran dan bulan purnama di kuburan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60.  ﻛﻼﺳﻖ ﺳﺴﺘﻴﺮﺍ  ﻣﺮﻓﺎﻛﻥ  ﻣﻬﺒﺮﺍﺕ  ﺩﺍﻥ ﺭﻣﻴﺎﻥ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alih aksara yang tepat dari teks beraksara Arab Melayu di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Mahabarata merupakan salah satu ceritera klasik.&lt;br /&gt;B.     Ramayana dan Mahabarata merupakan sastera klasik.&lt;br /&gt;C.     Ramayana dan Mahabarata adalah ceritera kelasik.&lt;br /&gt;D.    Mahabarata salah satu cerita dalam Ramayana.&lt;br /&gt;E.     Mahabarata dan Ramayana merupakan sastera klasik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-8666545683764062624?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/8666545683764062624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/soal-latihan-sastra-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8666545683764062624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8666545683764062624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/soal-latihan-sastra-indonesia.html' title='Soal Latihan Sastra Indonesia'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-6177172033368472079</id><published>2009-02-10T18:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T18:58:56.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI BELAJAR GAGNE</title><content type='html'>Robert M. Gagne adalah seorang ahli psikologi pendidikan yang mengembangkan pendekatan perilaku yang eklektik. Teori belajar yang dikembangkannya dapat dikelompokkan menjadi tiga macam konsep belajar yaitu: (1) Hasil Belajar Gagne, (2) Kejadian-kejadian Belajar, dan (3) Kejadian-kejadian Intruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hasil-hasil Belajar Gagne&lt;br /&gt;Dalam mengajar kita harus merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran itulah yang akan kita jadikan sebagai tolok ukur dari hasil belajar siswa. Gagne memaparkan lima tujuan belajar yang bersifat kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil belajar ini berwujud penampilan-penampilan yang disebut kemampuan-kemampuan (capabilities). Di antaranya bersifat kognitif, yaitu: keterampilan intelektual, strategi-strategi kognitif, dan informasi verbal.&lt;br /&gt;1. Keterampilan Intelektual&lt;br /&gt;Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah diskriminasi-diskriminasi, konsep-konsep konkret, konsep terdefinisi, aturan-aturan, dan aturan-aturan tingkat tinggi.&lt;br /&gt;1.1 Diskriminasi-diskriminasi, merupakan suatu konsep kemampuan untuk mengadakan respons-respons yang berbeda terhadap stimulus-stimulus yang berbeda dalam satu atau lebih dimensi fisik.&lt;br /&gt;1.2 Konsep-konsep konkret, menunjukkan suatu sifat objek atau atribut objek. Dalam hal ini diyakini bahwa penampilan manusia merupakan sebuah konsep yang konkret. Belajar konkret merupakan prasyarat dari belajar abstrak.&lt;br /&gt;1.3 Konsep terdefinisi, mensyaratkan kemampuan mendemonstrasikan arti dari kelas tertentu tentang objek-objek, kejadian-kejadian, atau hubungan-hubungan.&lt;br /&gt;1.4 Aturan-aturan, menunjukkan bagaimana penampilan mempunyai semacam "keteratuan" dalam berbagai situasi khusus. Dalam hal ini konsep terdefinisi merupakan merupakan suatu bentuk khusus dari aturan yang bertujuan untuk mengelompokkan objek-objek, dan kejadian-kejadian. Dapat pula dikatakan bahwa konsep terdefinisi merupakan suatu aturan pengklasifikasian.&lt;br /&gt;1.5 Aturan-aturan tingkat tinggi, merupakan gabungan dari berbagai aturan-aturan sederhana yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. Aturan-aturan yang kompleks atau aturan-aturan tingkat tinggi ditemukan untuk memecahkan suatu masalah praktis atau sekelompok masalah.&lt;br /&gt;2. Strategi-strategi kognitif&lt;br /&gt;Stategi-strategi kognitif merupakan suatu proses kontrol, yaitu proses internal yang digunakan siswa (orang yang belajar) untuk memilih dan mengubah cara-cara memberikan perhatian, belajar mengingat, dan berpikir.&lt;br /&gt;2.1 Strategi-strategi menghafal, yaitu siswa melakukan latihan tentang materi yang dipelajari dalam bentuk pengulangan terus-menerus.&lt;br /&gt;2.2 Strategi-strategi elaborasi, yaitu siswa mengasosiakan hal-hal yang akan dipelajari dengan bahan-bahan lain yang tersedia. Misalnya mempelajari puisi dengan cara memparafrasekan puisi tersebut.&lt;br /&gt;2.3 Strategi-strategi pengaturan, yaitu mempelajari materi dengan menyusun kerangka yang teratur dari materi tersebut.&lt;br /&gt;2.4 Strategi-strategi metakognitif, meliputi kemampuan siswa untuk menentukan tujuan belajar, memperkiran keberhasilan pencapain tujuan itu, dan memilih alternatif untuk mencapai tujuan itu.&lt;br /&gt;2.5 Strategi-strategi afektif, yaitu teknik yang digunakan siswa untuk memusatkan dan mempertahankan perhatian, mengendalikan kemarahan dan menggunakan waktu secara efektif.&lt;br /&gt;3. Informasi verbal adalah informasi yang diperoleh dari belajar di sekolah, kata-kata yang diucapkan orang, membaca, radio, televisi, dan media yang lain.&lt;br /&gt;4. Sikap-sikap&lt;br /&gt;Sikap-sikap yang umum biasanya disebut dengan nilai. Sikap-sikap ini ditujukan pada perilaku-perilaku sosial seperti kata-kata kejujuran, dermawan, dan istilah-istilah lain yang lebih moralitas.&lt;br /&gt;5. Keterampilan-keterampilan motorik&lt;br /&gt;Keterampilan motorik tidak hanya meliputi kegiatan fisik, tetapi jugakegiatan-kegiatan motorik yang digabungkan dengan kegiatan-kegiatan intelektual, misalnya membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kejadian-kejadian Belajar&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian belajar merupakan fasa-fasa belajar yang terdiri atas fasa motivasi, pengenalan, pemerolehan, retensi, pemanggilan, generalisasi, penampilan, dan umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kejadian-kejadian Instruksi&lt;br /&gt;Menurut Gagne bukan hanya guru yang dapat memberikan instruksi; kejadian-kejadian instruksi dapat pula diterapkan pada belajar penemuan, belajar di luar kelas atau belajar di dalam kelas. Tetapi kejadian instruksi yang dikemukakan Gagne merupakan kejadian-kejadian instruksi yang terjadi pada guru ketika menyampaiakn pelajaran pada sekelompok siswa. Yang termasuk dalam kejadian-kejadian instruksi tersebut antara lain adalah: (1) mengaktifkan motivasi (activating motivation), (2) memberi tahu tujuan-tujuan belajar, (3) mengarahkan perhatian (directting attention), (4) merangsang ingatan (stimulating recall), (5) menyediakan bimbingan belajar, (6) meningkatkan retensi (enhancing retention), (7) melancarkan transfer belajar, dan (8) mengeluarkan penampilan; memberikan umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengaktifkan motivasi&lt;br /&gt;Kejadian ini merupakan langkah pertama dalam setiap pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memberikan motivasi belajar pada siswa.&lt;br /&gt;2. Memberi tahu tujuan-tujuan belajar&lt;br /&gt;Pada langkah kedua ini guru menyampaikan tujuan belajar agar siswa mengetahui latar belakang penyampaian materi serta mengetahui apa yang akan dipelajari. Tahap ini biasanya dirumuskan dengan tujuan instruksional khusus/tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;3. Mengarahkan perhatian&lt;br /&gt;Gagne mengemukakan du bentuk perhatian yaitu perhatian yang berbentuk stimulus dan perhatian yang berbentuk persepsi selektif.&lt;br /&gt;4. Merangsang ingatan&lt;br /&gt;Mengingat pelajaran yang telah lampau dengan cara pemberian kode pada informasi yang berasal dari memori jangka pendek. Guru dapat melakukannya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang merupakan suatu pengulangan.&lt;br /&gt;5. Menyediakan bimbingan belajar&lt;br /&gt;Bimbingan belajar ini dimaksudkan untuk memperlancar masuknya informasi ke memori jangka panjang. Dapat dilakukan dengan mengaitkan informasi baru pada pengalaman siswa.&lt;br /&gt;6. Meningkatkan retensi&lt;br /&gt;Retensi atau bertahannya materi dapat dilakukan dengan banyak kali pengulangan terhadap materi tersebut.&lt;br /&gt;7. Membantu transfer belajar&lt;br /&gt;Tujuan transfer belajar ialah menerapkan apa yang telah dipelajari pada situasi baru. Pada transfer belajar diperlukan penguasaan konsep-konsep, fakta-fakta, keterampilan-keterampilan oleh para siswa.&lt;br /&gt;8. Mengeluarkan penampilan dan memberikan umpan balik&lt;br /&gt;Guru memberikan kesempatan sedini mungkin pada siswa untuk memperlihatkan hasil belajar mereka, agar dapat diberi umpan balik, sehingga pelajaran selanjutnya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis dari kejadian-kejadian belajar, Gagne menyarankan agar guru memperhatikan kejadian-kejadian instruksi yang bisa dihubungkan dengan fasa-fasa belajar, serta hierarki belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-6177172033368472079?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/6177172033368472079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/teori-belajar-gagne-robert-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6177172033368472079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6177172033368472079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/teori-belajar-gagne-robert-m.html' title='TEORI BELAJAR GAGNE'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-6285195302420409906</id><published>2009-02-10T18:38:00.001-08:00</published><updated>2009-02-10T18:58:57.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>BEBERAPA KONSEPSI DAN ALIRAN POKOK DALAM PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Konsepsi dan Aliran Konvensional dalam Pendidikan&lt;br /&gt;      Dalam sejarah pendidikan terdapat berbagai aliran yang didasarkan pada konsepsi yang berbeda-beda. Di antaranya adalah teori empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi.&lt;br /&gt;1.   Aliran Empirisme (Tabula rasa)&lt;br /&gt;      Aliran dipelopori oleh John Locke (1632-1704) seorang filsuf berkebangsaan Inggris, yang berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini seperti kertas kosong atau sebagai meja berlapis lilin yang belum ada tulisan di atasnya. Perkembangan anak bergantung 100% dari dunia luar yang disebut lingkungan. Aliran empirisme didasarkan atas konsepsi yang menyatakan bahwa perkembangan individu bergantung pada pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama hidupnya. Aliran bersikap optimisme terhadap hasil pendidikan, sehingga disebut pula aliran optimisme. Berdasarkan konsep dasar ini, maka hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan adalah : (1) pendidikan diberikan seawal mungkin, (2) pembiasaan dan latihan lebih penting daripada aturan, nasihat, atau perintah, (3) menngamati anak didik secara lebih dekat, (4) nak harus dianggap sebagai makhluk rasional, dan (5) pelajaran di sekolah jangan sampai menjadi beban.&lt;br /&gt;2.   Aliran Nativisme&lt;br /&gt;      Aliran ini dipelopori oleh Schoupenhaur (1978-1860) seorang filsuf bangsa Jerman, yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawaan baik dan buruk. Dalam konsep aliran ini lingkungan sama sekali tidak berpengaruh terhadap perkembangan individu. Hasil pendidikan 100% bergantung pada pembawaan anak didik itu sendiri. Menurut tokoh aliran ini yang jahat akan menjadi jahat, yang baik akan menjadi baik. Dan hal tersebut tidak akan dapat diubah oleh kekuatan pendidikan.&lt;br /&gt;3.   Aliran Naturalisme (Negativisme)&lt;br /&gt;      Aliran ini dipelopori oleh J.J. Rousseau (1712-1778) seorang filsuf bangsa Perancis, yang berpendapat bahwa semua anak adalah baik pada waktu lahir, tetapi menjadi buruk di tangan manusia. Prinsip kembali ke alam menjadi ciri utama aliran naturalisme. Aliran ini meragukan perlunya pendidikan bagi pengembangan bakat dan kemampuan anak. Oleh karena itu aliran ini disebut juga aliran negativisme. Pendidikan lebih baik ditunda daripada mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan pada diri anak didik.&lt;br /&gt;4.   Aliran Konvergensi&lt;br /&gt;      Aliran ini dipelopori oleh Willian Stern (1871-1939) seorang ahli pendidikan bangsa Jerman, yang berusaha mengawinkan dua aliran yang 180 derajat berlawanan yaitu aliran empirisme dan nativisme. Menurut konsepsi konvergensi baik pembawaan maupun lingkungan kedua-duanya mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak didik. Hasil pendidikan bergantung pada besar kecilnya pembawaan serta situasi lingkungannya. Jika kualitas pembawaan dan/atau lingkungan berubah, maka hasil perkembangan/pendidikan akan berubah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Konsepsi dan Aliran Baru dalam Pendidikan&lt;br /&gt;      Aliran baru dalam dunia pendidikan tidak lagi mempersoalkan perlu tidaknya pendidikan, bagaimanapun pendidikan penting . Permasalahan penting yang perlu dibahas adalah bagaimana menyelenggarakan pendidikan itu sehingga bermanfaat maksimal bagi inndividu.&lt;br /&gt;1.   Pengajaran Alam Sekitar&lt;br /&gt;Tokoh pengajaran alam sekitar J. Ligthart (1859-1916) seorang ahli pendidikan bangsa Belanda menekankan bahwa dalam pengajaran alam sekitar yang dipentingkan adalah suasananya, yaitu ketulusikhlasan, kasih sayang, persaudaran, dan kepercayaan.&lt;br /&gt;a.   Konsep Pengajaran Alam Sekitar&lt;br /&gt;      Manusia hidup terikat dan tidak bisa melepaskan diri dari lingkungan. Pengajaran alam sekitar diselenggarakan terhadap anak dengan memperkenalkan bagian alam sekitar tertentu kepada anak dengan mengolah apa yang diperkenalkan itu melalui proses pengajaran yang aktif dan kreatif. Dalam praktik  di sekolah bisa dilakukan dengan penyelenggaraan perjalanan sekolah.&lt;br /&gt;b.   Langkah-langkah Pokok Pengajaran Alam Sekitar:&lt;br /&gt;o   menetapkan tujuan,&lt;br /&gt;o   persiapan,&lt;br /&gt;o   pelaksanaan pengamatan, dan&lt;br /&gt;o   langkah pengolahan&lt;br /&gt;c.   Keuntungan Pengajaran Alam Sekitar&lt;br /&gt;o   menentang verbalisme dan intelektualisme,&lt;br /&gt;o   membangkitkan perhatian spontan,&lt;br /&gt;o   mendorong siswa aktif dan kreatif,&lt;br /&gt;o   mempunyai nilai praktis, dan&lt;br /&gt;o   anak menjadi subjek bagi alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Pengajaran Pusat Perhatian&lt;br /&gt;      Pengajaran pusat perhatian didasarkan pada pengajaran alam sekitar yang objek pengamatannya dititikberatkan pada suatu pusat tertentu, yaitu hal-hal yang menarik perhatian anak didik. Asas-asas pengajaran pusat perhatian adalah: (1) kebutuhan anak, (2) bahan pengajaran bersifat keseluruhan/totalitas, (3) hubungan simbiosis, (4) anak aktif, dan (5) hubungan kerja sama antara rumah dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Sekolah Kerja&lt;br /&gt;      Dalam sekolah kerja berkembang aliran individual ektrim, aliran sosial ekstrim, dan aliran sosial modern (gabungan aliran individual dan sosial). Sekolah kerja didasarkan pada adalah: (1) anak aktif berbuat, (2) anak sebagai pusat, (3) mendidik anak menjadi pribadi yang berani, (4) totalitas yang berpusat pada masalah kehidupan, (5) mementingkan pengetahuan sosial, (6) anak menjalani proses berpikir, dan (7) sekolah adalah bentuk masyarakat kecil.&lt;br /&gt;      Macam-macam sekolah kerja: (1) sekolah kerja sosiologis, yang mengikuti aliran sosial ekstrim, (2) sekolah psikologis, yang menekankan pada perkembangan kejiwaan anak didik, (3) sekolah kerja sosiologis-psikologis (J. Dewey), mengikuti aliran pendidikan sosial modern, dan (4) sekolah kerja kepribadian, menekankan pentingnya pegembangan kepribadian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Pengajaran Proyek&lt;br /&gt;      Model ini dipelopori oleh W.H Kilpatrick (Amerika), mempergunakan konsep dasar bahwa pengajaran itu harus aktif, ilmiah, dan memasyarakat. Langkah-langkah pengajaran proyek adalah:&lt;br /&gt;a.   Persiapan                     :     - guru memberikan stimulus pada siswa&lt;br /&gt;                                                - menetapkan jenis kegiatan dan semua objek/subjeknya&lt;br /&gt;                                                - mempergunakan metode ilmiah&lt;br /&gt;b.   Kegiatan Belajar         :     - melaksanakan kegiatan proyek (perjalanan/berwisata,dsb)&lt;br /&gt;                                                - siswa menindaklanjuti proyek (diskusi, menulis laporan)&lt;br /&gt;c.   Penilaian                      :     - melakukan pameran hasil karya proyek&lt;br /&gt;                                                - warga kelas memberikan penilian/komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  Aliran Tradisional dan Maju dalam Pendidikan&lt;br /&gt;      Aliran tradisional menekan peranan pendidik dan hal-hal lain di luar anak didik, sedangkan aliran maju/progresif menempatkan anak didik pada kedudukan sentral dalam upaya keseluruhan pendidikan. G.F. Kneller seorang ahli berkebangsaan Amerika Serikat (1964) mengembangkan empat konsepsi dasar pendidikan yaitu : perenialisme, progresivisme, esensialisme, dan rekonstruksionalisme.&lt;br /&gt;1.   Perenialisme&lt;br /&gt;      Menurut konsep ini keadaan yang tetap adalah lebih nyata daripada perubahan, dan keadaan yang tetap itu lebih ideal daripada terjadinya perubahan. Prinsip pokok konsepsi ini adalah : (a) pendidikan sama untuk setiap orang, (b) mempergunakan penalaran, (c) kewajiban menyebarkan pengetahuan tentang kebenaran yang hakiki, (d) pendidikan bukan peniruan melainkan persiapan hidup, (e) murid harus mempelajari berbagai pelajaran dasar, dan (f) murid harus mempelajari kesusasteraan, sejarah, filsafat, dan pengetahuan alam.&lt;br /&gt;2.   Progresivisme&lt;br /&gt;      Konsepsi ini memandang bahwa perubahan, dan bukan keadaan tetap, merupaka inti dari kanyataan. Prinsip pokok konsepsi ini adalah : (a) pendidikan harus merupakan kehidupan itu sendiri bukan persiapan kehidupan, (b) belajar sesuai dengan minat anak, (c) belajar pemecahan masalah diutamakan pada pembelajaran pasif "subject matter", (d) peran guru hanya memberi nasihat bukan menuntun, (e) mengembangkan kerja sama bukan persaingan, dan (f) demokrasi merupakan hal utama.&lt;br /&gt;3.   Esensialisme&lt;br /&gt;      Hal-hal yang membedakan dengan konsepsi yang lain adalah adanya usha kaum esensialis untuk menelaah isi kurikulum untuk memilih yang esensial sesuai dengan program sekolah serta usaha untuk mengembalikan wibawa guru di kelas. Prinsip pokok konsepsi ini adalah : (a) belajar adalah kerja keras, (b) prakarsa pendidikan ada pada guru, (c) inti proses pendidikan adalah terserapnya bahan pelajaran, dan (d) kembali pada metode tradisional.&lt;br /&gt;4.   Rekonstruksionalisme&lt;br /&gt;      Pokok-pokok dalam konsepsi ini adalah : (a) pendidikan harus menciptakan tatanan sosial yang baru sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi sosial yang baru, (b) masyarakat baru, (c) anak, sekolah, dan pendidikan dipengeruhi oleh kekuatansosial budaya, (d) guru meyakinkan murid tentang kebenaran dan memecahkan masalah melalui rekonstruksi sosial secara demokratis, dan (e) memperbarui tujuan dan cara-cara yang dipakai pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Aliran Tradisional dan Maju&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aliran Tradisonal&lt;br /&gt;Aliran Maju&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Guru sebagai subjek dan siswa sebagai objek belajar.&lt;br /&gt;Siswa sebagai subjek belajar&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Guru tampil seakan tahu segala sesuatu dan siswa tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;Guru membantu siswa dalam kegiatan berpikir.&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Guru amat banyak berbicara, siswa sekedar mendengar.&lt;br /&gt;Guru memberi stimulus, dan siswa mencoba memberi tanggapan/respon.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Guru mengajar dan siswa belajar&lt;br /&gt;Guru dan siswa terlibat dalam proses belajar dan mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Taman Siswa dan INS&lt;br /&gt;1.   Perguruan Kebangsaan Taman Siswa&lt;br /&gt;      Taman Siswa didirikan oleh R.M. Soewardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta dengan berlandasakan semngat kebangsaan.&lt;br /&gt;a.   Asas-asas Taman Siswa&lt;br /&gt;      Inti dari dari asas Taman Siswa adalah: (1) hak mengatur diri sendiri dengan mengingat tertibnya persatuan, (2) pengajaran harus membimbing anak menjadi manusia merdeka, (3) pendidikan berdasarkan kebudayaan, (4) pendidikan merata untuk seluruh rakyat, (5) berkembang dengan kekuatan sendiri, dan (6) pendidikan berhamba pada sang anak tanpa pamrih.&lt;br /&gt;b.   Panca Dharma Taman Siswa&lt;br /&gt;Ø  Dasar Kemanusiaan       :     hak mengembangkan kecerdasan, pengetahuan, budi pekerti, dan kepandaian setinggi-tingginya meurut kemampuan.&lt;br /&gt;Ø  Dasar Kebangsaan         :     kebersamaan dalam menumbuhkan kesatuan dan kebudayaan kebangsaan Indonesia.&lt;br /&gt;Ø  Dasar Kebudayaan         :     memajukan dan menyesuaikan kebudayaan terhadap pergantian alam serta mencegah pengasingan (isolasi) kebudayaan yang akan menyebabkan kemunduran dan kematian kebudayaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Ø  Dasar Kodrat Hidup      :     pendidikan harus mementingkan keperluan dan kodrat alam anak didik, bukan penguasaan pengetahuan.&lt;br /&gt;Ø  Dasar Kemerdekaan       :     membantu anak didik menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirannya, dan merdeka pengerahan kegiatannya.&lt;br /&gt;c.   Corak Pendidikan Nasional dan Sistem Among&lt;br /&gt;      Corak pendidikan nasional menurut Taman Siswa pada dasarnya bersifat, berisi, dan berorientasi pada kebudayaan kebangsaan yang memadukan unsur budaya asing yang tidak merugikan dengan budaya sendiri. Sedangkan sistem among menekankan pengembangan kodrat alam anak didik yang pada dasarnya merdeka. Dalam hal ini pendidik merupakan pamong yang harus tut wuri handayani.&lt;br /&gt;d.   Trisentra Pendidikan&lt;br /&gt;      Taman Siswa percaya hawa pendidikan harus dilakukan di tiga pusat pendidikan, yaitu: di alam keluarga, alam perguruan, dan alam pergerakan pemuda. Dalam hal ini perguruan harus menjadi penyambung antara keluarga (dan anak-anaknya) dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Ruang Pendidikan INS&lt;br /&gt;      INS yang dipelopori oleh Moch. Syafei, menekankan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki watak yang merdeka. INS mempergunakan system sekolah kerja yang kreatif yang tidak terikat oleh kurikulum. INS merupakan sekolah umum yang unik dengan memberikan bidang-bidang:&lt;br /&gt;a.   pendidikan keterampilan (pertukangan kayu, besi, keramik, listrik, pateri),&lt;br /&gt;b.   pendidikan pertanian (bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan teknologinya),&lt;br /&gt;c.   pendidikan karya seni (senirupa, drama, tari, olah raga), dan&lt;br /&gt;d.   pendidikan manajemen ( pengelolaan koperasi, perpustakaan, asrama).&lt;br /&gt;Sebagaimana Taman Siswa, INS juga menekankan pentingnya asrama bagi perkembangan anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.  LANDASAN DAN ARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA DEWASA INI&lt;br /&gt;1.   Pengembangan Bangsa dan Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;      Pengembangan bangsa merupakan kriteria dasar dalam membangun satu sistem pendidikan nasional dengan mewujudkan keselarasan, keseimbangan, dan keserasian antara pengembangan kuantitatif dan pengembangan kualitatif serta antara aspek lahiriah dan rohaniah. Dalam hal ini sistem pendidikan nasional harus berfungsi mengembangkan bangsa dan kebudayaan nasional.&lt;br /&gt;2.   Pengembangan Kebudayaan dan Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;      Pengembangan kebudayaan memiliki hubungan erat dengan pembangunan. Pada dasarnya pembangunan adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pengembangan kebudayaan yang terjadi dalam lingkup nasional dan internasional berfungsi membangun kualitas sumber daya manusia dalam mewujudkan cita-cita nasional. Pengembangan kebudayaan ini meliputi tiga hal pokok, yaitu: (1) pilihan eksistensi, (2) pengembangan pengetahuan, dan (3) praktik komunikasi.&lt;br /&gt;3.   Dasar, Tujuan, dan Fungsi Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;      Dasar pendidikan nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga sistem pendidikan nasional adalah sistem  pendidikan Pancasila. Pendidikan nasional bertujuan meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab  atas pembangunan bangsa. Sedangkan fungsi pendidikan nasional adalahmengembangkan warga negara Inndonesia, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, mengembangkan bangsa Indonesia, dan mengambangkan kebudayaan nasional.&lt;br /&gt;4.   Unsur-unsur Pokok dan Asas-asas Pelaksanaan Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;      Unsur-unsur pokok pendidikan nasional:&lt;br /&gt;1.      pendidikan moral Pancasila,&lt;br /&gt;2.      pendidikan agama,&lt;br /&gt;3.      pendidikan watak dan kepribadian,&lt;br /&gt;4.      pendidikan bahasa,&lt;br /&gt;5.      pendidikan kesegaran jasmani,&lt;br /&gt;6.      pendidikan kesenian,&lt;br /&gt;7.      pendidikan ilmu pengetahuan,&lt;br /&gt;8.      pendidikan keterampilan,&lt;br /&gt;9.      pendidikan kewarganegaraan&lt;br /&gt;10.  pendidikan kedasaran bersejarah&lt;br /&gt;      Asas-asas Pelaksanaan Pendidikan Nasional :&lt;br /&gt;1.      Asas semesta, menyeluruh, dan terpadu, yang berarti bahwa pendidikan nasional terbuka bagi setiap manusia Indonesia, mencakup semua jenis dan jenjang pendidikan, dan merupakan satu kesatuan usaha sadar yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan usaha pembangunan banga.&lt;br /&gt;2.      Asas pendidikan seumur hidup.&lt;br /&gt;3.      Asas tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.&lt;br /&gt;4.      Asas pendidikan berlangsung dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;5.      Asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nusantara.&lt;br /&gt;6.      Asas Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;7.      Asas keselarasan, keseimbangan, dan keserasian.&lt;br /&gt;8.      Asas manfaat, adil, dan merata yang meliputi asas nondiskrimintif, yang memandang manusia Indonesia seutuhnya tanpa diskriminasi, baik atas dasar kesukusn, daerah, keturunan, derajat, jenis kelamin, dan kekayaan maupun atas dasar agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahasa Esa.&lt;br /&gt;9.      Asas ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang berarti bahwa seorang pendidik harus memberi teladan di depan, memberi motivasi di tengah, dan mengawasi dari belakang.&lt;br /&gt;10.  Asas mobilitas, efisiensi, dan efektivitas, yang memungkinkan pengadaan kesempatan yang seluas-luasnya bagi setiap manusia Inndonesia.&lt;br /&gt;11.  Asas kepastian hukum, yang berarti bahwa sistem pendidikan nasional dilaksanakan atas dasar peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agus Harianto, S.Pd.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-6285195302420409906?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/6285195302420409906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/beberapa-konsepsi-dan-aliran-pokok_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6285195302420409906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6285195302420409906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/02/beberapa-konsepsi-dan-aliran-pokok_10.html' title='BEBERAPA KONSEPSI DAN ALIRAN POKOK DALAM PENDIDIKAN'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-1437993949898588529</id><published>2009-01-28T21:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T21:37:24.610-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>ANTARA IDEALISME DAN REALISME</title><content type='html'>Mendidik generasi menjadi seorang pembaharu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kewajiban seluruh warga negara yang tinggal di suatu wilayah kenegaraan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan beragam budaya, religi, dan suku yang tersebar ke dalam kurang lebih empat belas ribu pulau dalam bentangan garis khatulistiwa benar-benar memerlukan generasi-generasi yang terampil dan tangguh. Untuk membentuk generasi seperti yang diharapkan sudah barang tentu diperlukan campur tangan semua pihak yang merasa menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realitas yang terjadi tidak demikian mudah mendidik generasi penerus sebagaimana yang diharapkan oleh semua orang. Banyak sekali masalah yang berkaitan dengan peningkatkan kualitas generasi bangsa. Salah satu faktor dominan yang menentukan kualiatas generasi adalah pendidikan. Bagaimanakah dunia pendidikan di Indonesia? Inilah masalah utama yang merupakan bahasan kita dalam rubrik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Guru adalah sosok yang harus bisa dijadikan tauladan, menjadi contoh dalam berbagai macam hal. Guru harus benar-benar memiliki profil yang sangat istimewa sebagaimana yang telah ditentukan dalam UU Guru dan Dosen. Banyak sekali tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang guru. Beragam tuntutan menjadikan guru seakan-akan harus tampil menjadi sosok yang nyaris sempurna. Banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi oleh guru tersebut memang merupakan suatu hal yang wajar selama juga diimbangi dengan pemenuhan terhadap kesejahteraan guru. Dengan UU Guru dan Dosen, maka idealnya imbangan kesejahteraan guru akan terpenuhi. Tetapi mekanisme dan birokrasi yang berbelit dan hiperbolis menjadikan semua hal tersebut seakan senantiasa terhambat.&lt;br /&gt;         Ketika semua hal yang berhubungan dengan hak dan kewajiban seorang guru sudah terpenuhi, maka tuntutan profesionalisme secara legal akan mengalir melanda eksistensi seorang guru. Maka siapapun yang menyandang predikat guru professional harus mampu memberikan pertanggungjawaban moral dan hukum terhadap terhadap para siswa, orang tua/wali atau para stake holder di lingkungan tempat bekerja. Jika hal ini terjadi secara berimbang maka akan tercipta sebuah idealisme profesi yang sangat baik dan akan dapat mengantarkan terbentuknya generasi penerus sebagaimana yang diharapkan. Namun saat ini tampaknya masih jauh dari terbentuknya sebuah idealisme yang benar.&lt;br /&gt;         Ketika masyarakat semakin mengenal istilah kebebasan berpendapat yang dicontohkan oleh para tokoh kaliber nasional dan regional dalam sidang-sidang legislatif, atau yang ditunjukkan oleh para mahasiswa ketika berunjuk rasa dengan segala tingkah anarkisnya, maka masyarakat semakin pintar untuk mengkritisi segala bentuk kebijakan. Masyarakat juga menjadi lebih provokatif ketika mulai mengenal hukum. Dengan mudahnya mengajukan tuntutan klaim ketika terjadi tindak kekerasan, padahal justru yang mengajukan klaimlah yang seharusnya menerima klaim. Kondisi inilah yang terjadi di lingkungan masyarakat kita akhir-akhir ini. Pada akhirnya kondisi ini pun merebak dalam dunia pendidikan. Masyarakat yang dalam hal ini adalah wali murid demikian mudahnya melayangkan klaim terhadap suatu hal yang telah menjadi kebijakan sekolah.&lt;br /&gt;         Sebagai sebuah lembaga pendidikan, sekolah mempunyai otoritas untuk membentuk siswa sesuai dengan program kurikulum yang telah ditetapkan. Program-program yang telah ditetapkan tentu saja untuk dilaksanakan bukan sekedar untuk keperluan MoU (Memory of Understanding) belaka. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekolah berusaha untuk mengendalikan kondisi moral dan psikis para siswa yang ada di bawah naungannya. Pengendalian diri siswa ini bisa diwujudkan dalam bentuk penegakan tata tertib siswa di sekolah. Tata tertib yang baik dan tepat guna tentunya yang mampu mengendalikan siswa dalam berbagai kondisi yang ada. Kondisi yang bervariasi memerlukan teknik dan manajemen yang tepat sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah yang kompleks. Salah satu bentuk atau teknik penyelesaian masalah dalam kondisi ini adalah pemberian sanksi yang tegas.&lt;br /&gt;         Tetapi sekali lagi yang terjadi di lapangan adalah sesuatu yang kadang berkebalikan dengan yang secara idealis diteorikan. Sebagai salah satu contoh adalah bagaimana rumitnya pengendalian tata tertib siswa di sekolah. Berbagai versi yang senantiasa kontroversi, berbagai pendapat yang selalu saling melemahkan, dan berbagai karakter yang terus saling mendramatisasi masalah menjadi lebih parah seakan tidak akan pernah berhenti. Ketika petugas pengendali tata tertib berusaha dengan susah payah menegakkan disiplin, justru terdapat pihak-pihak yang justru mementahkan dan melemahkannya. Bahkan lebih parah lagi ketika seakan melakukan pembelaan kepada para pelanggar tata tertib. Hal inilah yang justru menjadikan terjadinya tindak penyimpangan terhadap disiplin tertib di sekolah.&lt;br /&gt;         Kondisi ini menjadikan semakin maraknya kejadian orang tua atau wali melakukan tindakan klaim terhadap kebijakan sekolah. Demikian mudahnya terjadi klaim terhadap tindakan penegak kedisilinan di sekolah karena adanya dukungan secara tidak langsung justru dari pihak sekolah sendiri. Tentu saja hal ini akan melemahkan proses penegakan displin di sekolah. Kalau kondisi ini dibiarkan berkelanjutan, dapat dipastikan akan terjadi kemerotan kinerja guru yang berhubungan dengan peningkatan unsur pendidikan pada diri peserta didik. Hal ini terjadi karena sebagian dari guru dimungkinkan akan mengalami depresi dan apatisme terhadap peningkatan nilai-nilai pendidikan anak.&lt;br /&gt;         Sering terdengar informasi yang bersifat umpatan, klaim, atau bahkan bersifat pengaduan langsung terhadap pihak yang berwajib (polisi) tentang tindakan seorang guru yang berlebihan (menurut versi pengadu) baik secara fisik maupun psikis. Tetapi hal tersebut hanya bersifat satu arah tanpa diimbangi dengan informasi yang benar mengenai latar belakang terjadinya tindakan guru. Lebih parah lagi jika ternyata guru yang bertugas sebagai penegak disiplin tertib di sekolah ternyata tidak mendapat perlindungan hukum atau setidaknya perlindungan dari pimpinan (kepala sekolah). Maka jangan disalahkan jika pada akhirnya profil guru yang apatis akan masa depan siswa dan nilai didaktis akan semakin merebak di dunia pendidikan.&lt;br /&gt;         Media massa cetak dan elektronik pun kadang terlalu berlebihan dalam menyajikan pemberitaan. Seakan tidak ada lagi pertimbangan kode etik jurnalistik dan kode etik sosial, sehingga pembunuhan karakter seseorang dianggap sebagai suatu  hal yang biasa terjadi dan penuh dengan kewajaran. Sebagai contoh adalah penayangan video hasil rekaman siswa tentang tindak kekerasan guru di Gorontalo. Apakah kita memang sudah yakin dengan kesalahan yang dilakukan oleh guru tersebut? Sementara siapapun yang berprofesi sebagai seorang guru pasti tahu bagaimana menghadapi puluhan siswa dengan karakter yang berbeda. Sebagaimana manusia biasa tidak mungkin seorang guru bisa bertindak sebagaimana seorang dewa atau malaikat yang tidak pernah marah/emosi. Apalagi jika profesi tersebut harus dihubungkan dengan tugas tambahan untuk mengatur ratusan bahkan lebih dari seribu siswa untuk bisa berdiri tegak dan tertib di lapangan, pasti diperlukan kekuatan emosi dan skill yang benar-benar bagus. Simpulannya dalam keadaan wajar tidak mungkin seorang guru akan melakukan tindakan yang berbau anarkisme.&lt;br /&gt;         Penegakan disipin tertib di sekolah memang akan senantiasa bertolak belakang dengan keberadaan bimbingan konseling dalam menyelasaikan masalah siswa. Disiplin tertib berstandar atau berpedoman pada bagaimana siswa bisa dikendalikan secara fisik dan psikis melalui pemberian sanksi terhadap pelanggaran aturan, sedangkan bimbingan konseling senantiasa mencari solusi secara psikis permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Sudah barang tentu kedua sudut pandang ini tidak akan memperoleh titik temu jika sekolah sebagai lembaga tidak membuat sebuah formula yang tepat untuk membuat kolaborasi antara penegak disiplin tertib dan bimbingan konseling.&lt;br /&gt;         Ketika pada akhirnya semua guru sudah mendapatkan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru dan dosen, terdapat beberapa wacana yang kadang tidak berdasar pada logika yang benar tetapi hanya berdasar rasa iri atau ketidakpuasan belaka. Beberapa di antara wacana tersebut di antaranya adalah masyarakat akan mengawasi kinerja guru, guru benar-benar harus hadir di sekolah 24 jam pelajaran selama lima hari kerja, guru yang mendapat tugas tambahan tidak lagi mendapat tambahan tunjangan kerja, dll. Tetapi tidak semua dari wacana tersebut berdasar pada logika yang tepat, satu contoh pada tunjagan tugas tambahan. Secara logis siapa yang akan mau bekerja keras tanpa mendapat perhatian apapun sementara yang lain yang bekerja secara normal kadang justru mendapat imbalan yang berlebih? Lantas siapa nanti yang akan menjalankan tugas-tugas staf sekolah (misal, wakasek), jika tidak ada lagi yang bersedia menduduki jabatan tersebut? Toh tugas guru cukup dengan memenuhi tuntutan 24 jam mengajarkan materi. Apakah 24 jam juga sudah termasuk dengan melakukan tindakan pendidikan kepada para siswa?&lt;br /&gt;         Semua kondisi ini sebenarnya tidak bisa hanya ditimpakan kepada keadaan global dan pengaruh teknologi yang sudah demikian parah, tetapi kalau kita sedikit siap untuk mawas diri, sebenarnya banyak juga kesalahan yang kita lakukan sebagai tenaga pendidik professional. Sebagai satu contoh adalah bagaimana kita menjawab pertanyaan berikut ini. Apakah ketika seorang guru yang tersertifikasi baik melalui jalur portofolio maupun diklat dan sudah menerima pencarian dana tunjangan profesi benar-benar telah mengalami perubahan dalam arti peningkatan kinerja? Beranikah kita menjawab dengan kata "sudah"? Jika tidak ada keberanian maka sebenarnya kita sebagai seorang guru juga harus berani menyalahkan diri sendiri dan mencoba untuk berbenah diri.&lt;br /&gt;         Mengakhiri tulisan ini, marilah kita mencoba untuk koreksi diri melalui lingkungan kerja kita masing-masing. Jika semua orang sudah beran berbenah di lingkungan masing-masing, dapat diastikan sistem akan berjalan sebagaimana yang telah ditentukan dan akan menghasilkan sesuatu yang jelas lebih bermanfaat bagi kita dan generasi penerus bangsa ini.&lt;br /&gt;Agus Harianto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-1437993949898588529?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/1437993949898588529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/antara-idealisme-dan-realisme_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1437993949898588529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/1437993949898588529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/antara-idealisme-dan-realisme_28.html' title='ANTARA IDEALISME DAN REALISME'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-543139845353243889</id><published>2009-01-07T16:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T17:00:29.154-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Dan Medung Masih Tersenyum</title><content type='html'>Dan Medung Masih Tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung putih tersenyum pada matahari&lt;br /&gt;Dia menyapa Sang Terik dengan tetasan air matanya&lt;br /&gt;Seakan memberi kesejukan pada kelelahan&lt;br /&gt;Tapi kesejukan menjelma menjadi banjir&lt;br /&gt;Mendung melanda seluruh kota denga tsunami&lt;br /&gt;Mendung membawa berantakan tata laksana&lt;br /&gt;            :ekonomi&lt;br /&gt;             pemerintahan&lt;br /&gt;dan menciptakan segumpal sesak yang tiada pernah cair&lt;br /&gt;oleh panas matahari&lt;br /&gt;            di kota ribuan terendam&lt;br /&gt;            di kota jutaan menarik panjang napasnya&lt;br /&gt;            di kota tak terhitung lambang glamouritas mangkarak di jalan&lt;br /&gt;            dan boulevard-boulevard.&lt;br /&gt;Mendung putih masih tersenyum pada matahari&lt;br /&gt;Dia sapa Sang Terik dengan banjir di bantaran sungai&lt;br /&gt;Teriak dan tangis tak bernada&lt;br /&gt;Bagai gitar tak berdawai retak tertimpa teratak rumah&lt;br /&gt;            di desa puluhan hektar padi tenggelam&lt;br /&gt;            di desa jutaan napas menunggu reda gerimis&lt;br /&gt;            di desa anak-anak sekolah libur&lt;br /&gt;            karena jalan sangat licin&lt;br /&gt;            dan orang tua khawatir pada anaknya&lt;br /&gt;Dan mendung masih menyapa matahari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-543139845353243889?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/543139845353243889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/dan-medung-masih-tersenyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/543139845353243889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/543139845353243889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/dan-medung-masih-tersenyum.html' title='Dan Medung Masih Tersenyum'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7037958127379225204</id><published>2009-01-07T16:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T16:57:26.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>KETIKA KABUT BERNAPAS</title><content type='html'>Ketika kabut mulai bernapas dengan pekatnya&lt;br /&gt;Ketika tersenyum awan kepada langit yang melekat pada bumi&lt;br /&gt;Sebongkah gumpalan hati bertanya pada senja:&lt;br /&gt;            Hai senja mengapa kau tergesa datang&lt;br /&gt;            Sementara hujan belum lagi reda&lt;br /&gt;            Hai senja janganlah kau keburu merebut kekuasaan siang&lt;br /&gt;            Belum semua nafas kuhirup, belum semua debu kutiup&lt;br /&gt;            Ingin kulempar kau agar tiada pernah datang&lt;br /&gt;            Ingin kugampar senja karena terlalu cepat kau hadir&lt;br /&gt;Senja menjawab dengan tersenyum:&lt;br /&gt;            Wahai yang menyebut diri aku,&lt;br /&gt;            Akulah senja yang tiada mungkin kau tentang&lt;br /&gt;            Datangku adalah takdir&lt;br /&gt;            Maka mengapa kau harus mencaci?&lt;br /&gt;Kutelan jawaban senja&lt;br /&gt;Kugali dalam dan kutanam dia di sana&lt;br /&gt;Tak ingin kulihat senja&lt;br /&gt;Sebelum usai semua inginku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7037958127379225204?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7037958127379225204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/ketika-kabut-bernapas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7037958127379225204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7037958127379225204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/ketika-kabut-bernapas.html' title='KETIKA KABUT BERNAPAS'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-2343414461595083680</id><published>2009-01-07T16:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T16:54:35.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>KUPAGUT HATI-HATI</title><content type='html'>KUPAGUT HATI-HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupagut hati-hati&lt;br /&gt;Seperti rembulan kala purnama, seperti&lt;br /&gt;            surya kala berkuasa,&lt;br /&gt;            Kupagut hati-hati, sebuah hati&lt;br /&gt;            Kurajut indah sekuntum pelangi&lt;br /&gt;            Di bawah mendung aku manari&lt;br /&gt;            Menapak awan, memacu kuda,&lt;br /&gt;Kudaku lari kupacu kencang&lt;br /&gt;Menuju harapan di lubuk dalam,&lt;br /&gt;seperti awan berlomba dengan hujan&lt;br /&gt;Engkau:&lt;br /&gt;            dewi penebar pelangi&lt;br /&gt;Engkau:&lt;br /&gt;            kupu-kupu pemilik kumbang&lt;br /&gt;Engkau:&lt;br /&gt;            Harapan di lubuk dalam&lt;br /&gt;Kupacu kudaku menuju pelangi,&lt;br /&gt;Pemilik kembang di dalam lubuk.&lt;br /&gt;                                    (Untuk: Sahabatku)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-2343414461595083680?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/2343414461595083680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/kupagut-hati-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/2343414461595083680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/2343414461595083680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2009/01/kupagut-hati-hati.html' title='KUPAGUT HATI-HATI'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-283819930908307039</id><published>2008-12-08T18:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:21:09.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>PEREMPUAN-PEREMPUAN DI KEBUN TEBU</title><content type='html'>Rintihan daun tebu lepas dari batangnya&lt;br /&gt;Larut dalam bincang, canda, dan tawa&lt;br /&gt;Tak ada risih&lt;br /&gt;Ketika telapak tangan harus merenggut daun-daun tua kasar&lt;br /&gt;Tidak ada rasa perih&lt;br /&gt;Ketika telapak kaki menginjak batu dan duri tajam&lt;br /&gt;Suara mereka menjauh untuk kemudian datang lagi dan terus menjauh&lt;br /&gt;Ditelan luasnya hutan tebu.&lt;br /&gt;Luka gores daun tebu adalah biasa bagi mereka&lt;br /&gt;Mungkin menjadi gelitikan lucu&lt;br /&gt;Tak pernah tersirat sebuah ambisi&lt;br /&gt;Tak pernah tergoda oleh cita-cita&lt;br /&gt;Mengalir seperti air&lt;br /&gt;Mengalun seperti angin&lt;br /&gt;Menjadi perempuan-perempuan di kebun tebu tiada tersiksa oleh damba&lt;br /&gt;Yang ada adalah simponi bersama daun daun tebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-283819930908307039?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/283819930908307039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/perempuan-perempuan-di-kebun-tebu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/283819930908307039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/283819930908307039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/perempuan-perempuan-di-kebun-tebu.html' title='PEREMPUAN-PEREMPUAN DI KEBUN TEBU'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-603185086582904746</id><published>2008-12-08T18:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:19:58.194-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>PESAN SANG MIEPRA UNTUK PARA WISUDAWAN</title><content type='html'>Anakku, aku pernah berjalan sepanjang waktu, hari, bulan , dan tahun.&lt;br /&gt;         Anakku, kalau diibaratkan aku pernah berkelana ke semua benua untuk mencari jati diri yang tiada pernah kumengerti.&lt;br /&gt;         Anakku, semua sisi kehidupan sebagai seorang remaja sudah kulalui, semua sisi kehidupan sebagai sosok seorang pemuda pelajar yang mempunyai idealisme tinggi sudah pernah aku tempuh.&lt;br /&gt;         Aku mencoba menghadirkan semua sisi dalam diriku&lt;br /&gt;         Aku telah mengetahui di mana lubang-lubang hidupku yang merupakan kelemahanku sebagai seorang yang harus memikul beban beratnya kehidupan.&lt;br /&gt;         Semua orang tentu telah mengetahui betapa keras dan kejamnya kehidupan ini. Betapa rumit kehidupan yang harus kita jalani.&lt;br /&gt;         Kadang kita harus bergelut dengan kejamnya dilema sosial, budaya, dan sebangsanya.&lt;br /&gt;         Dan kadang kita harus merelakan diri kita untuk menjadi seorang pecundang. Tapi mengapa harus menjadi seorang pecundang?&lt;br /&gt;         Sebab kita tidak pernah merasa siap untuk hidup dalam dunia yang penuh dengan sandiwara ini.&lt;br /&gt;         Anakku, aku ayahmu, ibumu, gurumu adalah figur yang bisa kau baca.&lt;br /&gt;         Bacalah dengan segenap hatimu, agar kami menjadi cermin dalam hidupmu.&lt;br /&gt;         Kini sebelum aku melepasmu maka renungkankanlah semua suka dan duka kebersamaan kita.&lt;br /&gt;         Janganlah pernah kembali sebelum mendung memudar berganti matahari yang menerangi siang atau bulan yang menerangi malam.&lt;br /&gt;         Janganlah pernah membawa keraguan dalam setiap langkahmu, karena keraguan dlam melangkah akan membawa kehancuran dalam hidupmu.&lt;br /&gt;         Terjanglah segala kendala dan seretlah sebatas kau bisa, maka kau akanmemeperoleh semua sukses.&lt;br /&gt;         Ingatlah bahwa kita harus menggantungkan cita-cita setinggi langit untuk kemudian meraihnya.&lt;br /&gt;         Janganlah kalian bermimpi bahwa sukses akan datang dengan sendirinya, tapi sukses harus kalian kejar, kalian usahakan dengan segala daya dan upaya, dengan segala kerja keras.&lt;br /&gt;         Anak-anakku, adalah paling penting dalam hidup, bahwa manusia harus selalu ingat dengan asal-usulnya, ingat dengan kodrat kita sebagai makhluk Sang Khalik, selalu ingat dengan siapa yang telah menjadikannya dewasa, berilmu dan berpengetahuan…. Ya  adalah guru dan orang tua.&lt;br /&gt;         Kini sudah saatnya kalian meniti langkah yang lebih jauh ke depan, kejarlah, raihlah cita dan asamu.&lt;br /&gt;         Segala doa selalu memberami langkahmu.&lt;br /&gt;         Selamat jalan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-603185086582904746?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/603185086582904746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/pesan-sang-miepra-untuk-para-wisudawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/603185086582904746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/603185086582904746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/pesan-sang-miepra-untuk-para-wisudawan.html' title='PESAN SANG MIEPRA UNTUK PARA WISUDAWAN'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7746096682222938629</id><published>2008-12-08T18:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:14:36.502-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>KEPADA WISUDAWAN</title><content type='html'>Seperti turunnya Sang Dewandaru&lt;br /&gt;Semerbak mewangi memenuhi pradangga keagungan&lt;br /&gt;Seperti gemuruhnya hujan sewindu&lt;br /&gt;Derap para wisudawan yang agung&lt;br /&gt;Menderap, menderu siap meniti langkah&lt;br /&gt;Merenda cita demi kejayaan masa depan&lt;br /&gt;Mereka menatap imajinasi sang maya&lt;br /&gt;Dengan kerendahan hati, dengan kesentosaan berpikir&lt;br /&gt;Mereka wujudkan impian dalam kenyataan&lt;br /&gt;Siswa Wredha Wisuda adalah wujud nyata jati diri para pemuda pelajar yang berdedikasi, adalah tumpuan cita, etika, dan estetika menuju tercapainya sebuah asa&lt;br /&gt;Maka manakala sang wisudawan telah menapakkan langkah&lt;br /&gt;Manakala telah mengejawantah para bathara di kerajaan langit&lt;br /&gt;Wahai para wisudawan selamat jalan&lt;br /&gt;Dan selamatlah asa-asamu, sukseslah harapan kami selamat jalan ananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau halilintar mampu menciptakan keagungan mayapada&lt;br /&gt;Kalau sepotong harapan masih bersama asa-asa kesucian&lt;br /&gt;Maka derap dan langkah mereka senantiasa meluluhkan….&lt;br /&gt;Meluluhkan benteng keangkaraan…&lt;br /&gt;Meleburkan segala anasir kehidupan dalam cipta abadi Sang Laku&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran Sang Wisudawan&lt;br /&gt;Wahai para wisudawan&lt;br /&gt;Kami adalah ibarat saudara tuamu, maka dengarkanlah apa yang patut&lt;br /&gt;Camkan apa yang perlu…&lt;br /&gt;Haruslah kau berkarya, berprestasi, dan berprestise tinggi&lt;br /&gt;Seperti awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;Seperti asap kepada api yang menjadiknanya sirna&lt;br /&gt;Jadilah kalian semua pelajar yang tatag, terampil, trengginas, dan tanggon&lt;br /&gt;Dalam menghadapi bebaya dan cobaan&lt;br /&gt;Akhirnya selamatlah asa-asamu&lt;br /&gt;Sukseslah harapan kami&lt;br /&gt;Selamat jalan wahai ananda tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa wreda wisuda&lt;br /&gt;Adalah wujud nyata jati diri wisudawan untuk merealisasikan dan mengejawantahkan ilmu, pengetahuan, agama dan budaya.&lt;br /&gt;Menunjukkan citra dan cita pelajara yang berdedikasi tinggi&lt;br /&gt;Ikhklas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana&lt;br /&gt;Siswa wreda wisuda&lt;br /&gt;Seperti menyatunya langit dan bumi memanivestasikan imajinasi Sang Maya..&lt;br /&gt;Derap Sang Winisuda Jumeneng Senopati, maka seperti itulah citraan keberhasilan Sang Wisudawan.&lt;br /&gt;Seribu tabir-tabir kesulitan dan kemudahan telah terkuak,&lt;br /&gt;Sekuntum asa dan harapan kini mulai tergenggam.&lt;br /&gt;Selamat datang para wisudawan&lt;br /&gt;Selamat dan sukses ananda tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7746096682222938629?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7746096682222938629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kepada-wisudawan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7746096682222938629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7746096682222938629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kepada-wisudawan.html' title='KEPADA WISUDAWAN'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-2267471984410402360</id><published>2008-12-08T18:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:12:47.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>KEPADA SAUDARAKU: MAS YANTO</title><content type='html'>Ketika kubaca suratmu yang bagaikan alunan simponi&lt;br /&gt;Seakan melayang hati ini untuk menjumpai melodi&lt;br /&gt;Teringat saat bersama kita merintis jalan menyemai seni&lt;br /&gt;Berjuta gerak dan pandang, berlaksa kata telah teruntai&lt;br /&gt;Berjuta cita menjadi kebersamaan yang suci&lt;br /&gt;Saudaraku, betapa hati ini menjadi sayatan seribu duri&lt;br /&gt;Betapa diri ini seakan seorang pendosa yang lupa diri&lt;br /&gt;Betapa aku ini telah menjadi seorang yang tak tahu diri&lt;br /&gt;Betapa lama ‘tlah kulupa semua sahabat sejati&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang supucuk rindu seuntai bahagia hati&lt;br /&gt;Dari Saudaraku yang dipenuhi dengan peduli&lt;br /&gt;Akan arti seorang sahabat yang begitu menjadi berarti&lt;br /&gt;Terima kasih kasih Saudaraku, ‘tlah aku bangkitkan hati ini&lt;br /&gt;Dari tidur panjang dan lupa yang melilit jati diri&lt;br /&gt;Aku memang masih terus mencari jati diri&lt;br /&gt;Entah kapan kau dapatkan kebenaran sejati&lt;br /&gt;Kepada bumu telah kuletakkan dahiku&lt;br /&gt;Kepada langit telah kutadahkan tanganku&lt;br /&gt;Kepada Tuhan telah kusembahkan sujud dan syukurku&lt;br /&gt;Kini aku datang padamu Saudaraku&lt;br /&gt;Dalam suka citamu, dalam bahagiamu&lt;br /&gt;Bersama tiga matahari dan satu bulan yang menyinarimu&lt;br /&gt;Semoga kebersamaan kita kian menyatu&lt;br /&gt;Melawan segala masa, mengikat kesadaran dan kesaudaraan&lt;br /&gt;Terima kasih Saudaraku, semoga harapan kita menjadi kenyataan&lt;br /&gt;Persaudaraan kita menjadi  kekal&lt;br /&gt;Selamat berbahagia bersama tiga mataharimu dan bukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaramu: Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-2267471984410402360?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/2267471984410402360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kepada-saudaraku-mas-yanto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/2267471984410402360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/2267471984410402360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kepada-saudaraku-mas-yanto.html' title='KEPADA SAUDARAKU: MAS YANTO'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7161226688679730881</id><published>2008-12-08T18:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:11:08.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>BEBATUAN DALAM PERJALANAN</title><content type='html'>BEBATUAN DALAM PERJALANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan panjang kami terantuk bebatuan tajam&lt;br /&gt;Yang membuat luka menganga&lt;br /&gt;Yang menjadikan diri seakan penuh dengan segala derita berkepanjangan&lt;br /&gt;Yang  menjadikan diri ini dikuasai oleh segala nafsu dan angkara&lt;br /&gt;Kemudian menjadikan kita srigala bagi sebagian kita yang lain&lt;br /&gt;Kemudian melahirkan penderitaan bagi sebagian kita yang lain&lt;br /&gt;Kemudian menggoreskan luka yang semakin dalam juga bagi sebagian kita yang yang lain.&lt;br /&gt;Sementara itu tiada pernah kita mencoba untuk menghilangkan atau setidaknya menjadikan tumpul tajamnya bebatuan yang membuat luka menganga&lt;br /&gt;Kita tiada dari derita tajamnya bebatuan di jalan kita&lt;br /&gt;Kita tiada dari derita luka menganga&lt;br /&gt;Kita tiada dari derita srigala bagi sebagian kita yang lain&lt;br /&gt;Tapi justru kita menikmati semuanya dengan indahnya nafsu dan angkara kita&lt;br /&gt;Berenang dengan kecipaknya lautan tajam bebatauan dengan tiada lentera atau dian tauhid di sekitar kita&lt;br /&gt;Ya Allah betapa sebenarnya kami terlalu jauh dari segala cerah dan cahaya tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratus-ratus tahun sudah&lt;br /&gt;Kita tak pernah istirah&lt;br /&gt;Betapa panjang perjalanan&lt;br /&gt;Betapa panjang bayangan Tuhan&lt;br /&gt;Betapa menyilaukan cahaya Tuhan&lt;br /&gt;Kadang membutakan&lt;br /&gt;Kadang membutakan&lt;br /&gt;Kadang membutakan&lt;br /&gt;Kadang membutakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami datang pada Mu Ya Allah dengan indahnya silahturahmi dan kebersamaan&lt;br /&gt;Ingin kami rajut kembali benang-benang kusut yang mengikat kebutaan hati kami&lt;br /&gt;Terimalah segala dari kami dan ampunkan segala derita hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebut namamu setiap aku sujud&lt;br /&gt;namun  demi kewajibanku&lt;br /&gt;Kusucikan diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumohon ampunanmu dari segala dosaku&lt;br /&gt;hanya padamu kuberteduh dalam hidup dan matiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni segala dosa&lt;br /&gt;Yang tak luput dari dosa-dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Tuhanku&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Tuhanku bimbinglah jiwa rapuh  ini&lt;br /&gt;Menuju tempat bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7161226688679730881?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7161226688679730881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/bebatuan-dalam-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7161226688679730881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7161226688679730881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/bebatuan-dalam-perjalanan.html' title='BEBATUAN DALAM PERJALANAN'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-6221481611846569695</id><published>2008-12-04T16:27:00.001-08:00</published><updated>2008-12-04T16:36:25.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>SEBUAH FENOMENA DARI SEORANG SAHABAT</title><content type='html'>Sekali lagi eksistensi sebuah persabahatan dipertaruhkan dalam sebuah perjalanan anak manusia. Kadang persabahatan merupakan sebuah tragedi komedi yang senantiasa membelenggu kehidupan semua orang yang ada dalam kosmos alam semesta ini. Mengapa kita harus bertaruh dengan tragedi komedi kehidupan yang selalu membersamai setiap langkah dalam panggung sandiwara dunia ini? Sementara kita mengetahui bahwa rahasia kosmos alam semesta  yang demikian luas membuat di antara kita sering salah interpretasi. Menjadikan kita mengalami hal-hal yang kadang benar-benar di luar jangkuan pemikiran kita.&lt;br /&gt;Gadis adalah seorang gadis yang mengalami tragedi psikologis dalam perjalanan hidupnya. Hampir semua orang yang disayanginya pergi meninggalkannya dalam wujud kematian. Kegoncangan psikologis terus menimpanya sampai hampir membuatnya mengalami traumatis dalam hubungan cintanya. Nuansa kekalutan psikis inilah yang diangkat oleh Rudi Soedjarwo dan Melly Goeslaw dalam kisah perjalan sepasang sahabat dan sepasang kekasih. Kekuatan moral yang muncul dalam garapan ini menjadikan suatu daya tarik yang mencuat ke permukaan. “Tentang Dia” memaparkan bagaimana persahabatan dan percintaan seakan menjadi sebuah dilematika yang rumit untuk dipecahkan. Menjadi sebuah tragedi komedi dalam kehidupan Gadis, Rudi, dan Randu. Kemarahan, kekalutan, rasa sayang, dan cinta berkolaborasi dengan indahnya dalam perjalanan hidup mereka. Siapa yang menyangka jika ternyata salah satu di antara mereka ternyata menyembunyikan penderitaan hidup yang demikian berat. Kepergian dan kerelaan untuk melepaskannya merupakan beban yang harus senantiasa siap kita hadapi.&lt;br /&gt;Unsur glamouritas dalam garapan ini tidak menjadi unsur menonjol sebagaimana pada film-film lain terutama film remaja. Unsur kemewahan hanya menjadi latar cerita yang tidak dominan. Penggarapan setting dalam film ini cenderung menonjolkan suasana yang yang mampu membawa penonton ke arah kerinduan dan kesepian akan jati diri. Sisi penggarapan film ini tampak menekankan benar unsur suspense dan foreshadowing. Pembayangan yang terjadi dan dialami oleh penonton merupakan tujuan akhir dari penggarapan film ini. “Tentang Dia” seakan memberikan citraan (image) tentang bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Gambaran yang menyampaikan bahwa bukan sekedar nilai material yang menjadi tujuan hidup kita, melainkan juga nilai-nilai lain yang bersifat nonfisik, seperti kebutuhan akan kasih sayang dan pengakuan orang lain akan jati diri kita.&lt;br /&gt;Kelihaian Rudi dalam hal ‘casting’ menjadikan film ini benar-benar mampu menjadikan film ini sangat bernilai. Dengan kesempurnaan teknik penggarapannya Rudi berhasil menciptakan penggambaran dan visualisasi yang memikat. Hampir semua semua adegan digarap dengan penuh kejelian, sehingga seakan tidak ada sedikit pun celah yang bisa membuat kita merasa enggan untuk terus mengikuti konflik psikologis ini.  Tetapi di antara kelebihan penggarapan tetap saja tidak bisa dilepaskan dari ketidaksempurnaan. “Tentang Dia” tidak saja menyajikan sesuatu yang bernilai moral tinggi, tetapi juga menyuguhkan suatu fenomena sosial yang bisa memberikan efek negatif secara psikologis kepada penonton. Bagaimana pun “Tentang Dia” telah mampu memberikan sesuatu yang lebih pada kita terutama tentang cara berpikir dan berindak secara dewasa.&lt;br /&gt;                                                         &lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-6221481611846569695?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/6221481611846569695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/sebuah-fenomena-dari-seorang-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6221481611846569695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/6221481611846569695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/sebuah-fenomena-dari-seorang-sahabat.html' title='SEBUAH FENOMENA DARI SEORANG SAHABAT'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-9220978719335537092</id><published>2008-12-04T16:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T16:24:30.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>ANTARA DARWIN DAN BUDAYA</title><content type='html'>Kehidupan manusia telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Perkembangan yang dimulai dari tingkat keprimitifan sampai pada era globalisasi inbi sebenarnya merupakan sebuah evolusi kehidupan yang berhasil gemilang. Bagaimana tidak, kalau hasil evolusi itu telah mampu membangkitkan kehidupan baru yang lain dari dulu, bahkan mamou mengejawantahkan imajinasi para ambisius masa lalu. Darwin dengan teori evolusinya telah menggemparkan dunia, terutama masyarakat agama. Kalau memang Darwin salah dengan teorinya, paling tidak kita tahu bahwa kita sebenarnya mengalami evolusi pada sisi lain. Kita telah mengalami perkembangan kebudayaan dan peradaban. Apakah ini bukan sebuahb evolusi? Jawabnya tentu saja benar bahwa itu adalah sebuah evolusi peradaban. Nah sebagai manusia budaya apakah kita pernah berpikir untuk menggemparkan dunia seperti Darwin?&lt;br /&gt;            Charles Darwin mungkin saja tidak pernah berpikir sebelunya, bahwa ia akan menggemparkan dunia dengan teori evolusinya yang menyatakan bahwa manusia mempunyai hubungan kekerabatan dengan kera(ordo: primate). Namun paling tidak Darwin telah membuka mata pikir masyarakat ilmuwan dunia untuk mulai berpikir tentang jati diri manusia. Tentu saja hal ini harus kita lepaskan dari kajian agama.&lt;br /&gt;            Kembali pada manusia sebagai insan budaya, manakah yang benar antara manusia sebagai subjek (pelaku) budaya atau manusia sebagai objek kebudayaa? Hal ini memerlukan pemikiran yang jernih dan tidak boleh tergesa-gesa. Djojodigoeno (1985:-) dalam Ilmu Budaya Dasar (Sastrosupono, 1984:14-15) menyatakan bahwa budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Cipta adalah segala kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin. Hasil cipta berupa ilmu pengetahuan. Karsa adalah segala kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang hal 'sangkan paran'. Dari manusia sebelum lahir (sangkan) dan ke mana manusia setelah mati (paran). Dari sangkan tersebut hasilnya adalah norma-norma keagamaan/kepercayaan. Rasa adalah kerinduan manusia akan keindahan, sehingga ,menimbulkan dorongan baginya untuk menikmati keindahan.&lt;br /&gt;            Sementara itu Sastrosupeno (1985:15) menjelaskan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar yang semuanya tersusun dalam tata kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;            Dari pengertian kebudayaan tersebut kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa manusia adalah pelaku /subjek budaya, namun ada kalanya manusia akan menjadi objek kebudayaan tersebut. Jika manusia sudah menjadi objek kebudayaan, kefatalan yang muncul sebagai akibatnya. Berarti manusia bukan lagi sosok pemikir, pengonsep, perencana, dansebaginya melainkan sebagai benda mati yang siap untuk dijadikan objek oleh kebudayaan yang ada.&lt;br /&gt;            Pada dasarnya kebudayaan dan peradaban itu datangnya dari manusia yang berpikir untuk diri mereka sendiri. Sebaliknya bagi mereka yang tidak pernah mau berpikir maka 'dia' justru akan menjadi objek/makanan dari kebudayaan tersebut. Dia akan terbelenggu erat oleh mata rantai budaya yang sempit dan feodalis. Nah, bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;            Sudah barang tentu kita harus mampu menjadi manusia budaya (baca: berbudaya) seutuhnya yang mampu memberikan keseimbangan (balance) antara menjadi subjek dan objek kebudayaan. Masalah yang timbul adalah bagaimana caranya untuk dapat menjadi manusia budaya yang ber-"balance". Untuk dapat menjadi manusia yang ber-"balance" diperlukan cara berpikir yang logis, berwawasan luas, dan tahu/paham maksud sebenarnya dari kebudayaan. Dengan begitu kita akan dapat terhindar dari krisis dekadensi budaya.&lt;br /&gt;            Dekadensi budaya ini terjadi karena salah menginterpretasikan kebudayaan. Wujud dari dekadensi budya ini adalah kemerosotan moral, kemerosotan nilai-nilai adiluhung bangsa, mulai menipisnya rasa kegotongroyongan yang menjadi cirri khas bangsa, mulai pudarnya cinta terhadap hasil karya seni budaya adilihung, dsb. Sebagai contoh, kesenian wayang kulit yang demikian agung karena memuat hampir  semua nilai kehidupan Jawa, ternyata hanya mampu menggaet secuil lapisan masyarakat yang memang berkepentingan dalam bidang itu. Sebagian besar masyarakat terutama kalangan muda tidak ambil peduli lagi terhadap kesenian wayang. Bahkan tampak lebih cenderung pada musik barat yang brang, breng, brong.&lt;br /&gt;            Benarkah ini suatu pertanda evolusi yang lebih buruk bagi kelangsungan hidup budaya bangsa_kebudayaan nasional? Ataukah hanya sebuah fenomena karena manusiaIndonesia tidak mampu lagi menjadi manusia budaya yang berkeseimbangan (balance of human culture)? Dan benarkah teori evolusi Darwin akanmenjadi boomerang bagi manusia? Nah!&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-9220978719335537092?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/9220978719335537092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/antara-darwin-dan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/9220978719335537092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/9220978719335537092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/antara-darwin-dan-budaya.html' title='ANTARA DARWIN DAN BUDAYA'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-3246248348381156188</id><published>2008-12-02T17:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T17:57:11.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kurban oh Korban</title><content type='html'>Kondisi Negara yang tidak stabil baik bidang ekonomi, sosial, maupun politik benar-benar menjadikan masyarakat (rakyat)sebagai bulan-bulanan. Kondisi yang tidak menentu ini memang bisa saja menguntungkan bagi beberapa pihak. Tetapi diakui atau tidak hanya kelompok yang bermodal saja yang mampu berspekulasi. Sementara 'rakyat kecil' tetap saja gigit jari.&lt;br /&gt;            Kalau diperhatikan kondisi negara kita sejak berdirinya NKRI sampai dengan hari ini, tampaknya bisa ditarik sebuah generalisasi bahwa jika terjadi pergantian pimpinan (pengusa, red) pasti terjadi pula pergantian peraturan. Lantas siapakah yang menjadi korban kelinci percobaan dari perubahan-perubahan tersebut? Pepatah mengatakan barang siapa yang tidak mampu mengikuti perubahan akan terlindas/tergilas oleh perubahan itu sendiri. Tetapi marilah  sekali lagi kita simak, siapakah yang tidak mampu mengikuti perubahan, dan siapakah yang terlindas  Dari sejumlah pertanyaan di atas jawabnya sudah jelas  yaitu masyarakat bawah/rakyat kecil. Dengan kata lain rakyat selalu menjadi korban.&lt;br /&gt;            Sementara rakyat selalu menjadi korban perubahan, para spekulan justru menikmati kehidupan dengan segala kemewahan dan fasilitasnya. Akibatnya kesenjangan sosial menjadi semakin tajam terjadi dalam masysrakat. Tajamnya kesenjangan sosial pun pada akhirnya merambat ke bidang agama. Sebagai contoh adanya nilai rasa/anggapan bahwa seseorang belum dapat dikatakan kaya/mampu bila belum melaksanakan ibadah haji. Hal ini seakan mengubah konsep ajaran agama menjadi yang wajib haji itu hanya orang kaya saja, tanpa mempedulikan kualitas/kadar  kompetensi religinya. Status sosial seseorang kadang diukur dengan  berapa kali dia sudah berhaji.&lt;br /&gt;            Kembali pada topik utama kurban dan korban. Menurut bahasa jelas ada perbedaan antara istilah kurban dan korban. 'Kurban' cenderung berhubungan dengan sesuatu yang harus dipersembahkan atau disumbangkan (religi),sedangkan istilah 'korban' dapat diartikan penderita atau yang mendapat musibah/bencana. Peringatan Idul Kurban merupakan salah satu dari tonggak-tonggak budaya dan ajaran Islam. Kurban dijatuhkan (bukan korban) dengan niatan ibadah mengikuti jejak Nabi Ibrahim, a.s. dan Nabi Ismail, a.s. Semua Umat Islam disunahkan  untuk berkurban sesuai dengan ukuran kemampuan ekonomi masing-masing.&lt;br /&gt;            Jika sudah demikian yang terjadi adalah bagaimana seseorang itu bertaqwa kepada Allah SWT. maka semua permasalahan menjadi selasai. Tetapi jika sudut pandangnya sudah berkiblat pada peningkatan status social, akan terjadi dampak negative yang bias merusak sendi-sendi agama. Kurban bagi seorang wajib kurban merupakan ibadah jika dilaksanakan dengan ikhlas berapa pun besarnya nilai kurban tersebut. Namun kurban bagi seorang korban bisa saja menjadi pangkal penderitaan. Sudah barang tentu yang dimaksud korban dalam hal ini adalah kaum duafa/masyarakat ekonomi lemah. Lantas benarkah hari raya Kurban itu dilaksanakan hanya semata-mata karena niat beribadah atau masih adakah unsure riya’_kesombongan dalam diri wajib kurban, tentau saja jawabnya wallahu alambi showaf, hanya Tuhan yang tahu.&lt;br /&gt;            Jika melihat kondisisaat ini, dengan kenaikan biaya hidup dan resesi ekonomi maka jelas yang harus selalu  berkurbanadalah korban perubahan. Siapak dia? Rakyat kecil… .  Kemudian bagaimanakah sikap kita dan apakah yang bias kita perbuat? Nah!&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-3246248348381156188?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/3246248348381156188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kurban-oh-korban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/3246248348381156188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/3246248348381156188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/kurban-oh-korban.html' title='Kurban oh Korban'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-593892696670704914</id><published>2008-12-02T16:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T16:46:15.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sudut Kepribadian Manusia</title><content type='html'>Semakin arif dan bijaksana seseorang, semakin siap dan matang menghadapi hidup. Sehingga jika ada pepatah mengatakan  bahwa semakin tinggi pohon semakin kuat angin yang menghempasnya, sudah sepatutnya kita untuk memperthatikannya. Kata-kata tersebut bukan sekedar kata-kata manis yang berbau ungkapan, melainkan kata-kata hikmah yang bisa kita buktikan kebenarannya. Banyak orang marah, merasa direndahkan, benci, jengkel, dan bermacam-macam perasaan yang lain jika mendapat hujatan dari orang lain.  Emosi yang meluap-luap menjadikan kita lupa akan keadaan dan eksistensi diri. Yang terasa saat itu hanyalah kein ginan untuk segera meluapkan rasa marah, benci, jengkel, yang berkecamuk di hati. Pada saat yang sama kita mempunyai asumsi bahwa kita tidak mempunyai kesalahan, kita benar mengapa masih dicaci, dihujat, bahkan mungkin difitnah? Untuk itu kita harus segera menyelesaikannya saat itu pula, tidak bisa tidak! Dan kita merasa yakin, kita pasti mampu menyelesaikannya, tanpa memperhitungkan bagaimana kondisi kemampuan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;        Kehadiran orang ketiga yang bisa bersifat sebagai tokoh tirtagonis/tokoh penengah kadang bisa menolong untuk meredakan emosi kita, sehingga kita bisa berpikir lebih jernih. Tentu saja orang ketiga ini harus benar-benar netral dan ada di luar garis. Jika orang ketiga ada di dalam garis atau mempunyai kepentingan pribadi, misaklnya sengaja memancing di air keruh, bisa saja justru menambah parahnya suasana hati kita. Sebaiknya kita berhati-hati terhadap orang ketiga, agar kita tidak semakin terperosok dalam kekalutan pikiran dan meledak-ledaknya emosi.&lt;br /&gt;        Dalam keadaan seperti ini jalan yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah adalah dengan meredakan emosi diri kita terlebih dahulu. Tidak mungkin kita mampu berpikir jernih dalam keaaan emosi memuncak. Meredakan emosi bisa dilakukan dengan mohon ampun kepada Tuhan (baca: istighfar) dan mengambil nafas panjang kemudian menghembuskannya berkali-kali. Dengan nelakukan hal-hal tersebut denyut nadi dan kecepatan pacu jantung menjadi berkurang. Pada akhirnya emosi kita akan sedikit mereda. Setelah itu cobalah menahan keinginan untuk segera memecahkan masalah, melainkan cobalah koreksi diri dari berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;        Bisa terjadi sebuah kemungkinan, bahwa kita memang bersalah, atau memang kita tidak bersalah dari sudut pandang kebijakan pekerjaan. Tetapi dari sudut pandang kemanusiaan mungkin kita telah membuat orang lain menderita. Disadari atau tidak membuat orang lain menederita, jelas akan menanamkan bibit-bibit permusuhan dan kebencian orang lain pada diri kita. Jika bibit-bibit kebencian itu itu sudah bertumpuk, dengan mudah orang yang bersangkutan membuat berbagai macam tindakan/trik yang akan menyudutkan kita. Nah, jika sudah demikian kita akan termakan oleh kebijakan yang konon tidak pernah salah tersebut.&lt;br /&gt;        Menyikapi hal yang demikian dituntut kedewasaan dan kearifan yang cukup dalamdari diri kita yang sedang mengalami hujatan.  Kesabaran dan kesadaran akan jati diri kitalah yang menyelamatkan diri kita. Namun demikian, walaupun kesabaran dan kesadaran harus kita perkuat bukan berarti harus mengorbankan harkat dan martabat serta harga diri kita sebagai insan Tuhan. Kesabaran dan kesadaran kita harus tetap utuh dalam memecahkan semua masalah dengan kejernihan hati dan akal.&lt;br /&gt;        Pertanyaan yang bisa dimunculkan adalah kita terletak pada   bagian yang mana? Bagian yang mampu mengendalikan emosi, atau yang tidak mampu mengendalikan emosi? Tentu saja hanya diri kita yang mengetahuinya. Bagaimana? (Nah).                             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Harianto, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-593892696670704914?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/593892696670704914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/sudut-kepribadian-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/593892696670704914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/593892696670704914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/12/sudut-kepribadian-manusia.html' title='Sudut Kepribadian Manusia'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-7608588884951596811</id><published>2008-11-26T19:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T19:07:19.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soalsin'/><title type='text'>Soal Latihan Sastra</title><content type='html'>Pilihlah satu jawaban yang paling benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. Dan sederhanakanlah dalam berjalan&lt;br /&gt;      dan lunakkanlah suaramu,&lt;br /&gt;      sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.&lt;br /&gt;                                                                                 Al-Quran, Lukman: 19&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Tema yang terdapat terjemahan  di atas adalah ....&lt;br /&gt;A.    kebaikan dan keburukan dalam diri manusia&lt;br /&gt;B.     tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;C.     penyederhanaan dalam berjalan&lt;br /&gt;D.    buruknya suara seekor keledai dalam kehidupan&lt;br /&gt;E.     tata cara menghilangkan rasa congkak dan tinggi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. Tiga puluh kuda putih&lt;br /&gt;      Di bukit merah:&lt;br /&gt;      Sekarang mereka petualang&lt;br /&gt;      Sekarang mereka pemenang&lt;br /&gt;      Sekarang mereka tetap tinggal&lt;br /&gt;                                                                                  Thirty White House&lt;br /&gt;                                                                                  (Tiga Puluh Kuda Putih)&lt;br /&gt;                                                                                  Karya: The Teeth and Gums&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Amanat yang terdapat dalam puisi terjemahan di atas adalah ...&lt;br /&gt;      A.  Perjalanan panjang seorang petualang muda harus penuh dengan keberanian.&lt;br /&gt;      B.  Pertahankan tanah kelahiran sampai dengan titik akhir kehidupan kita.&lt;br /&gt;      C.  Perjuangan panjang untuk meraih keberhasilan memerlukan kesabaran dan ketangguhan.&lt;br /&gt;      D.  Hendaknya kita tetap tinggal untuk menjadi pemenang dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;      E.   Sebaiknya di atas bukit merah harus tetap tinggal tiga puluh bukit merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. Baik, baik aku akan menghadap Dia&lt;br /&gt;      Menyerahkan diri dengan segala dosa&lt;br /&gt;      Tapi jangan tentang lagi aku&lt;br /&gt;      Nanti darahku jadi beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jangan lagi kau bercerita&lt;br /&gt;      Sudah tercacar semua di muka&lt;br /&gt;      Nanah meleleh dari luka&lt;br /&gt;      Sambil berjalan kau usap juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bersuara tiap kau melangkah&lt;br /&gt;      Mengerang tiap kau memandang&lt;br /&gt;      Menetes dari suasana kau datang&lt;br /&gt;      Sembarang kau merebah&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Mengganggu dalam mimpiku&lt;br /&gt;      Menghempas aku di bumi keras&lt;br /&gt;      Di bibirku terasa pedas&lt;br /&gt;      Mengaum di telingaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Baik, baik aku akan menghadap Dia&lt;br /&gt;      Menyerahkan diri dengan segala dosa&lt;br /&gt;      Tapi jangan tentang lagi aku&lt;br /&gt;      Nanti darahku jadi beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ...                                                                         Kepada Peminta-Minta&lt;br /&gt;                                                                                  Disadur oleh: Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sikap penyair yang tergambar dalam puisi di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Penyerahan diri terhadap kehendak Tuhan sangat mutlak dilakukan oleh siapa pun, tanpa syarat apa pun dalam setiap keadaan&lt;br /&gt;B.     Seorang pengemis atau peminta-minta mutlak harus dimusnahkan dan dibersihkan dari muka bumi karena mengganggu segala macam kepentingan.&lt;br /&gt;C.     Memandang pengemis sebagai sumber segala penderitaan dan kehinaan di muka bumi, sehingga perlu dikasihani dan dibela.&lt;br /&gt;D.    Pengemis adalah seorang manusia yang secara kebetulan menyandang nasib penuh dengan penderitaan.&lt;br /&gt;E.     Peminta-minta senantiasa menimbulkan belas kasihan bagi sebagian besar orang, maka keberadaan mereka bisa dimanfaatkan sebagai penarik para dermawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. Kepada orang tua hendaklah taat hormat&lt;br /&gt;      Agar hidup tetap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Baik-baik memilih kawan&lt;br /&gt;      Salah-salah menjadi lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ciri-ciri gurindam berdasarkan dua bait puisi di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Terdiri atas sampiran dan isi.&lt;br /&gt;B.     Setiap baris merupakan isi yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;C.     Bersajak terus dan berisi nasihat.&lt;br /&gt;D.    Bersajak silang terdiri atas syarat dan jawab.&lt;br /&gt;E.     Merupakan salah satu bentuk dari pantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05. Hati itu kerajaan di dalam tubuh&lt;br /&gt;      Jikalau lalim, segala anggota pun rubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Apabila dengki sudah bertanah&lt;br /&gt;      Datanglah daripadanya beberapa anak panah.&lt;br /&gt;                                                                                 Gurindam XII pasal keempat&lt;br /&gt;                                                                                 karya: Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai moral yang terdapat dalam Gurindam XII pasal keempat di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Bahwa hati merupakan pusat segala macam kebaikan dan keburukan maka harus kita jaga kesucian dan kebersihannya agar kita selamat.&lt;br /&gt;B.     Kebaikan dan keburukan bersumber pada hati manusia, sebaiknya senantiasa kita jujur pada diri sendiri jika kita memang menginginkan segala sesuatu.&lt;br /&gt;C.     Anak panah kebencian akan datang dan menghancurkan kita jika hati kita lalim sehingga anggota tubuh kita akan binasa.&lt;br /&gt;D.    Dengki dan lalim merupakan salah satu perwujudan sikap manusia yang bertahta dalam hati manusia.&lt;br /&gt;E.     Sikap hidup yang tampak dalam kehidupan sehari-hari merupakan cerminan apa yang sebenarnya ada dalam hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. Barang siapa meninggalkan sembahyang&lt;br /&gt;      Seperti rumah tiada bertiang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Barang siapa meninggalkan zakat&lt;br /&gt;      Tiadalah hartanya beroleh berkat&lt;br /&gt;                                                                                 Gurindam XII pasal kedua&lt;br /&gt;                                                                                 karya: Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai religius yang terdapat dalam Gurindam XII pasal kedua di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Kekayaan yang dimiliki oleh seseorang merupakan anugrah dari TuhanYang Maha Esa.&lt;br /&gt;B.     Sembahyang dan zakat merupakan kewajiban bagi seseorang yang berumah dan berharta.&lt;br /&gt;C.     Orang yang meninggalkan sembahyang hartanya tiada mendapat berkat.&lt;br /&gt;D.    Sebaiknya senantiasa kita melaksanakan perintah agama seperti shalat dan berzakat.&lt;br /&gt;E.     Jangan lupa sembahyang karena kita harus menegakkan rumah kita dengan berzakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. Hendaklah jadi kepala&lt;br /&gt;      Buang perangai yang cela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hendaklah memegang amanat&lt;br /&gt;      Buanglah segala khianat&lt;br /&gt;                                                                                 Gurindam XII pasal kesebelas&lt;br /&gt;                                                                                 karya: Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pernyataan yang tidak sesuai dengan makna sebagaimana yang tersirat dalam gurindam tersebut adalah ...&lt;br /&gt;A.    Bahwa kita harus senantiasa berusaha memegang amanat yang dipercayakan kepada kita.&lt;br /&gt;B.     Sebaiknya kita harus menjadi seorang yang selalu berperangai baik.&lt;br /&gt;C.     Seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi contoh dengan perangai dan amanah.&lt;br /&gt;D.    Seorang pemimpin harus menghindari perbuatan yang tercela dan tidak berkhianat.&lt;br /&gt;E.     Merupakan nasihat agar tidak berprasangka buruk terhadap seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. Tak ada yang lebih aneh dari pada terbangun pada sebuah sore gerimis di bulan suci dan mendapati dirinya penuh mengingat mimpi yang baru saja turun dalam lelap satu menit lalu; ia seorang bejat yang tak pernah salat- bermimpi bertemu Muhammad. Bagaimana bisa? Inilah yang dikerjakannya setiap hari, bangun menjelang siang setelah malamnya menghabiskan berbotol-botol bir bersama teman-teman di depan kios tattonya. Tidak ada yang pernah benar-benar tahu siapa nama aselinya. Semua orang memanggilnya Cimeng, tentu itu bukan nama aslinya.&lt;br /&gt;      Kulitnya gelap dan dia menggambarinya dengan tatto berwarna-warni. Dia menyebutnya seni, teman-temannya menyebutnya keren, anak-anak ABG menyebutnya anak punk, sedang tetangga-tetangga yang sudah pasti tidak menyukai kios tattonya menyebutnya berandal.&lt;br /&gt;                                                                                 Buroq&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Ratih Kumala&lt;br /&gt;      Setting yang menonjol dalam penggalan cerpen tersebut adalah....&lt;br /&gt;A.    setting psikis yang menggambarkan kebejatan moral&lt;br /&gt;B.     setting psikis yang menonjolkan seni bertatto&lt;br /&gt;C.     suasana porak poranda di depan sebuah kios tatto&lt;br /&gt;D.    malam hari di depan sebuah kios tatto&lt;br /&gt;E.     keadaan psikis anak-anak ABG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. Telah 10 hari bulan Ramadhan, dan ia baru tiga kali benar-benar berpuasa. Siang saat ia bermimpi bertemu Muhammad adalah hari dirinya berpuasa untuk yang ketiga kalinya. Bukan karena merasa wajib, tetapi karena hari itu ia malas keluar dari rumah sewanya untuk membeli makanan. Hari itu diisinya dengan tidur dan baru terbangun saat aroma bunga menyeruak hidung bercampur denting gerimis yang membawa aroma tanah. Matanya terbuka, ia ngulet ke arah matahari datang. Jendela terbuka menyuguhkan pemandangan mozaik, sedikit linglung merasa tak pasti apakah itu pagi atau sore. Ia dibangunkan oleh mimpi yang aneh; lelaki itu penuh wibawa berdiri di atas buroq; kendaraan yang konon lebih cepat dari cahaya dan membawanya ke lapis langit ketujuh.&lt;br /&gt;      *Saat terbangun, ia melihat pemandangan matahari kemerahan di balik jendela terbuka, gerimis, serta pohon kamboja di sebelah rumahnya yang bertetangga dengan kuburan kecil menyeruak aroma bunga merah muda. Ia mengingat-ingat, apakah saat itu pagi atau senja. Usianya baru tujuh tahun tapi ia sanggup berpuasa penuh. Ibunya yang tiba-tiba muncul dari balik pintu menyapa dengan lembut, "Qatrun, salat asar dulu. Sebentar lagi magrib." Kini ia tahu, dirinya terbangun pada sebuah sore gerimis di bulan suci. Ia tak bergegas, mengingat-ingat mimpinya satu menit yang lalu. Sebuah mimpi yang jelas, hanya satu yang tidak begitu jelas; wajah Muhammad dalam mimpinya&lt;br /&gt;.                                                                                Buroq&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Ratih Kumala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bagian dari penggalan cerpen di atas yang menunjukkan adanya alur mundur adalah ....&lt;br /&gt;A.    Telah 10 hari bulan Ramadhan, dan ia baru tiga kali benar-benar berpuasa. Siang saat ia bermimpi bertemu Muhammad adalah hari dirinya berpuasa untuk yang ketiga kalinya&lt;br /&gt;B.     Hari itu diisinya dengan tidur dan baru terbangun saat aroma bunga menyeruak hidung bercampur denting gerimis yang membawa aroma tanah.&lt;br /&gt;C.     Usianya baru tujuh tahun tapi ia sanggup berpuasa penuh. Ibunya yang tiba-tiba muncul dari balik pintu menyapa dengan lembut, "Qatrun, salat asar dulu. Sebentar lagi magrib."&lt;br /&gt;D.    Kini ia tahu, dirinya terbangun pada sebuah sore gerimis di bulan suci. Ia tak bergegas, mengingat-ingat mimpinya satu menit yang lalu.&lt;br /&gt;E.     Matanya terbuka, ia ngulet ke arah matahari datang. Jendela terbuka menyuguhkan pemandangan mozaik, sedikit linglung merasa tak pasti apakah itu pagi atau sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Karyamin menggeleng dan tersenyum. Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tanngannya yang pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.&lt;br /&gt;      ”Makan, Min?”&lt;br /&gt;      ”Tidak. Beri aku minum saja. Lenganmu sudah ciut seperti itu. Aku tak ingin menambah utang.”&lt;br /&gt;      ”Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?”&lt;br /&gt;      Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah. Ada kehangatan menyapu kerongkongan Karyamin terus ke lambungnya.&lt;br /&gt;      ”Makan, ya Min? Aku tak tahan melihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayarnya, kan?&lt;br /&gt;                                                                                 Senyum Karyamin&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Ahmad Tohari&lt;br /&gt;      Tokoh utama dalam penggalan karya prosa di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Karyamin&lt;br /&gt;B.     Saidah&lt;br /&gt;C.     Karyamin dan Saidah&lt;br /&gt;D.    Karyamin dan Aku&lt;br /&gt;E.     Saidah dan Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.&lt;br /&gt;      "Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini."&lt;br /&gt;      Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung."Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"&lt;br /&gt;      Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"&lt;br /&gt;      "Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujungtombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."Pengacara muda itu tersenyum.&lt;br /&gt;      "Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."&lt;br /&gt;                                                                                 Peradilan Rakyat&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Putu Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai moral yang terdapat penggalan karya prosa tersebut adalah ...&lt;br /&gt;A.    Hubungan kekeluargaan tidak menghalangi untuk melakukan keadilan.&lt;br /&gt;B.     Keadilan dalam negeri sudah semakin sulit ditegakkan lagi.&lt;br /&gt;C.     Kecemburuan sosial dapat menghalangi penegakan keadilan di negeri ini.&lt;br /&gt;D.    Cinta kasih seorang ayah telah melahirkan generasi penerus yang tangguh.&lt;br /&gt;E.     Regenerasi merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam semua sisi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Dr. Syahin merasa adanya gelagat buruk temannya yang ingin mendapatkan popularitas. Ia tahu persis pikiran-pikiran keji yang ada di benak sahabatnya, bahkan mengerti, sahabatnya itu akan menggunakan penemuannya itu demi kepentingan pribadi. Bila ia menyerahkan rumus penemuannya itu, berarti ia telah melakukan kejahatan yang akan menyusahkan para ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;      Benak Dr. Syahin dipenuhi rasa bimbang dan curiga. Lama ia terdiam memikirkan permintaan sang sahabat. Sambil mengembalikan ransum makanan, ia pun akhirnya menjawab, ”Tidak, aku tidak akan menulis apapun. Mungkin ini lebih baik untuk kemaslahatan umat manusia. Biarlah misteri ini mati bersamaku seperti dikatakan Akomba,” ujarnya datar lalu menyerahkan kertas dan pena tadi. Kemudian ia menambahkan perkataannya dengan gugup, ”Biar aku saja yang melakukan percobaan ini, atau aku mati bersama rahasia ini. Penemuanku ini memerlukan tanggung jawab yang berat, jadi tak akan kupercayakan hal ini pada siapa pun.”&lt;br /&gt;      Mendengar jawaban Dr. Syahin, wajah Abdul Karim tampak frustasi, lalu berkata dengan kesalnya, ”Terserah kamu, aku hanya ingin membantumu!”&lt;br /&gt;                                                                                 Lelaki di Titik Nol&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Mustofa Mahmud&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Tema yang terdapat dalam penggalan karya prosa terjemahan di atas adalah ....&lt;br /&gt;A.    kemajuan teknologi dan kesenjangan sosial&lt;br /&gt;B.     kepentingan sebagai tolok ukur kebersamaan&lt;br /&gt;C.     kepedulian seseorang terhadap masa depan umat&lt;br /&gt;D.    ketuhanan sebagai dasar hidup seseorang&lt;br /&gt;E.     kesentosaan hidup sebagai landasan berkarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan," sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, "Jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan deskripsi-deskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini."Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.&lt;br /&gt;      "Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog.""Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya."&lt;br /&gt;      "Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.&lt;br /&gt;                                                                                 Peradilan Rakyat&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Putu Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Amanat yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah …&lt;br /&gt;A.    Kerjakanlah apa saja yang memang ingin kau kerjakan sehingga kita mendapat benyak keuntungan dari pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;B.     Bekerjalah berdasarkan kata hati nurani, sebab itulah sebuah kemungkinan tentang kebenaran yang paling dalam.&lt;br /&gt;C.     Pekerjaan yang paling sulit adalah pekerjaan untuk membela seorang yang dinyatakan bersalah sementara dia tidak bersalah.&lt;br /&gt;D.    Membela kebenaran dan keadilan keadilan merupakan kebanggaan bagi seorang pengacara muda.&lt;br /&gt;E.     Peradilan rakyat sudah selayaknya dimunculkan dalam dunia peradilan kita mengingat kewenangan yang selama ini terjadi pada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. ”Tukang becak tak bakal kaya kok, Mas,” ucapnya yang kurasakan sebagai kesombongannya. Siapa bilang  menarik becak bisa bakal kaya, tolol! Kalau dia baca koran akan tahu bahwa tidak hanya tukang becak, tapi masih banyak lagi orang yang hidup pas-pasan akan bertambah miskin. Si miskin tak dapat ikut berlomba. Dia Cuma penarik becak yang sadar bahwa pekerjaannya takkan memperbaiki nasibnya. Nasibnya memang sedikit lebih baik daripada peminta-minta maupun orang yang terkena pemecatan kerja, sedikit lebih baik daripada penganggur, sebab dengan membawa becak dan tiduran pun dia telah dianggap bekerja, walaupun kantungnya kosong serta perutnya keroncongan.&lt;br /&gt;                                                                                 Becak&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Marselli&lt;br /&gt;      Nilai moral yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas tersirat pada kalimat...&lt;br /&gt;A.    ”Tukang becak tak bakal kaya kok, Mas,” .&lt;br /&gt;      Siapa bilang  menarik becak bisa bakal kaya, tolol!&lt;br /&gt;B.     ...tapi masih banyak lagi orang yang hidup pas-pasan akan bertambah miskin.        &lt;br /&gt;C.     Si miskin tak dapat ikut berlomba. Dia Cuma penarik becak...&lt;br /&gt;D.    Nasibnya memang sedikit lebih baik daripada peminta-minta...&lt;br /&gt;E.     ...sedikit lebih baik daripada penganggur, sebab dengan membawa becak dan tiduran pun dia telah dianggap bekerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.   Kasdu terus berjalan. Lepas dari perkampungan dia menapaki jalan sempit yang membelah perbukitan. Kiri kanan jalan adalah tebing yang cadasnya kering renyah berbongkah-bongkah. Kala musim hujan jalan itu  adalah sebuah kali yang mengalirkan dengan air dengan deras dari puncak bukit. Air yang keruh meluncur dari atas menggerus tanah, sehingga jalan itu makin lama makin dalam.&lt;br /&gt;                                                                                Si Minem Beranak Bayi&lt;br /&gt;                                                                                Karya: Ahmad Tohari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Nilai sosial yang terdapat dalam penggalan di atas adalah&lt;br /&gt;        A.    Kondisi zaman menjadikan penderitaan berkepanjangan.&lt;br /&gt;        B.    Kekeringan yang menunjukkan  bagaimana keadaan di sebuah perkampungan.&lt;br /&gt;        C.    Keadaan perbukitan yang tandus dan kering.&lt;br /&gt;        D.    Penderitaan dan kekeringan adalah sebuah lingkaran setan dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;        E.    Perjalanan panjang seorang anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.   Seorang Pasus Dayak yang sudah tua, maju perlahan. Mulutnya komat-kamit membaca mantra. Di kelilinginya rumah itu sambil menghamburkan beras kuning. Aku sekan tak percaya dengan apa yang kulihat. Rumah itu terbakar! Anehnya, api tak menjalar ke rumah lain di sekitarnya, tapi di rumah itu saja! Pikiranku melayang entah ke mana. Kepalaku terasa pusing. Barangkali aku kapidaran. Cepat aku pulang ke rumah. Di depan beranda depan, kulihat banyak bungkusan. Tetesan darah merembes. Bau amis menyengat. Betapa terkejutnya aku ternyata bungkusan itu berisi kepala orang! Wajah-wajah pucat yang tak berdarah lagi. Ada yang terpejam. Ada yang melotot. Ada yang mulutnya menganga. Pada bungkusan kesepuluh kulihat kepala bayi. Semuanya tanpa anggota badan. Kuberanikan diri membuka bungkusan kecil yang teronggok. Ada sepotong daging kecil. Mirip hati manusia. Pandanganku terasa gelap.&lt;br /&gt;                                                                                                           Purnama di atas Kapuas&lt;br /&gt;                                                                                                           karya Fuji Hidfriyati, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setting yang tergambar pada penggalan di atas mempengaruhi kondisi psikis tokoh sebagaimana tersebut di bawah ini … .&lt;br /&gt;A.    tokoh aku merasa sangat keheranan&lt;br /&gt;B.     tokoh aku menjadi terbius dengan keadaan sekelilingnya&lt;br /&gt;C.     terjadi suatu hal yang bersifat supranatural&lt;br /&gt;D.    terjadi kemustahilan yang luar biasa&lt;br /&gt;E.     tokoh utama dalam penggalan tersebut menjadi terobsesi pada hal-hal di luar kesadaran dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Seorang raja sangat besar kekuasaannya, tetapi sangat lalim, yang dicurangi oleh permaisurinya; menyebabkan raja itu berniat akanmembunuh setiap permaisuri yang baru dikawini pada malam pertama. Telah diperintahkan olehnya, semua puteri (permaisuri) yang mengecawakan akan dipotong lehernya pada malam pertama agar tidak mengecewakan lagi. Dengan demikian tiap malam tentu ada seorang puteri yang menemui ajalnya. Setelah ada beberapa puteri yang mengalami nasib malang itu, datanglah giliran kepada puteri yang amat cantik lagi bijaksana. Karena kepandainya bercerita, dapatlah ia memikat hati Baginda dengan cerita-ceritanya, sehingga Baginda lupa akan niatnya yang keji. Waktu yang telah ditentukan telah berlalu, dan cerita sang puteri diminta olah raja agar dilanjutkan pada malam berikutnya. Dengan demikian sang puteri telah diperpanjang hidupnya satu malam. Demikian seterusnya, hingga beberapa tahun tanpa disadari oleh Baginda. Sedang sang puteri melahirkan tiga orang putra dari Baginda sehingga membatalkan niatnya, dan menobatkan sang puteri menjadi permaisurinya yang resmi.&lt;br /&gt;                                                                                 Hikayat Seribu Satu Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai budaya daerah yang terdapat dalam sinopsis cerita berbingkai di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Kebiasaan bercerita sebagai pengisi waktu luang sekaligus merupakan sarana untuk menyampaikan nilai moral dan budaya.&lt;br /&gt;B.     Kekuasaan seorang raja menjadikannya sebagai sosok tanpa cela yang dapat mengangkat harkat dan martabat kehidupan rakyat jelata.&lt;br /&gt;C.     Budaya kehidupan bangsawan dan keraton zaman dahulu yang membenarkan seorang raja atau bangsawan beristri lebih dari satu sebagai permaisuri dan para selirnya.&lt;br /&gt;D.    Kehidupan seorang puteri dalam lingkungan keraton yang senantiasa terbelenggu oleh kekuasaan yang raja.&lt;br /&gt;E.     Raja sebagai pusat dari segala penderitaan dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan rakyat dalam kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;a name="1001753234"&gt;18. kembali senja ini temaram dalam lipatan selimut berhias. menanti syair syair yang mungkin terkirim bersama lembaran doa. "aku hanyalah benda...", kaukah yang berbisik itu ? ketika jemari jemari ini perlahan mengikuti irama irama yang bergejolak dalam birunya hati. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;setelah usai menjelma dalam riak riak gelombang dan bersembunyi dalam arakarakan mega. perlintasanku masih terbentang walau bulan perlahan hanya sisakan sebentuk sabit. "...usai dentang dari dinding waktu", itu janji yang terpesat ketika waktu yang bernama detik menyelesaikan santap malamnya dan berbisik lembut :&lt;br /&gt;                                                                                 Hanya Hitam dan Putih&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Samsul Bahri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Majas yang dipergunakan dalam penulisan penulisan puisi di atas adalah ....&lt;br /&gt;A.    anafora&lt;br /&gt;B.     hiperbola&lt;br /&gt;C.     repetisi&lt;br /&gt;D.    personifikasi&lt;br /&gt;E.     metafora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.&lt;a name="1001752922"&gt; elang terkutuk itu terbang jauh jauh menjauh ke sudut langit paling jauh kerna bumi tidak lagi ngerti bahasa kepaknya yang mengibas sia sia awan yang menutupi biru danau tempatnya dulu dilahirkan dan... &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;selamat tinggal bumi yang enggan disapa bayanganku pun memudar di kerikil kerikil tanah tandus angkuhmu yang tak sanggup dicerna angin utara yang membadai di bawah sayapku menghanyutkanku ke mimpi yang tak kupeduli lagi maknanya.&lt;br /&gt;selamat tinggal, biarkan aku menyatu dengan langit biru&lt;br /&gt;                                                                                 Selamat Tinggal Bumi Angkuh&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Saut Situmorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Rima yang terdapat dalam puisi dia atas adalah ....&lt;br /&gt;A.    mutlak, asonansi, tertutup, dan aliterasi&lt;br /&gt;B.     mutlak, sempurna, asonansi, dan tertutup&lt;br /&gt;C.     mutlak, sebagian, sempurna, dan tertutup&lt;br /&gt;D.    mutlak, sebagian, tertutup, dan anafora&lt;br /&gt;E.     mutlak, tertuutup, aliterasi, sejajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Di puncak gunung paling tinggi&lt;br /&gt;      Kurindukan dinding sempit rumahku&lt;br /&gt;      Latar lapang depan pintuku&lt;br /&gt;      Lubuk dalam tempatku mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dipuncak gunung paling tinggi&lt;br /&gt;      Kukenangkan wajah bundaku seorang&lt;br /&gt;      Kumimpikan tangan terentang&lt;br /&gt;      Mengajak anaknya pulang&lt;br /&gt;                                                                       &lt;br /&gt;                                                                                    Topeng Cirebon&lt;br /&gt;                                                                                    Karya: Ajib Rosidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan bentuknya puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis ....&lt;br /&gt;A.    distikon&lt;br /&gt;B.     tersina&lt;br /&gt;C.     kuartrain&lt;br /&gt;D.    kuint&lt;br /&gt;E.     sektet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Senyum ketawalah, Rita&lt;br /&gt;      ketawamu yang manis tanpa suara&lt;br /&gt;      seperti melati mekar di sejuk pagi&lt;br /&gt;      lembut fajar penuh cita&lt;br /&gt;      penuh cinta&lt;br /&gt;      mesra-&lt;br /&gt;      Rekahan mulut mungil itu&lt;br /&gt;      terkatup dan merangkum senyum&lt;br /&gt;      puisi kasih penyair pingitan&lt;br /&gt;      Senyum ketawalah, Upik&lt;br /&gt;      Wajah alam tambah manis tambah cantik&lt;br /&gt;      dan aku ria terlena&lt;br /&gt;      terendam cita&lt;br /&gt;      terendam cinta&lt;br /&gt;      mesra-                                                       &lt;br /&gt;                                                                                    Pita Biru&lt;br /&gt;                                                                                    Karya: S. Wakijan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan isinya puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis ...&lt;br /&gt;      A.  balada &lt;br /&gt;      B.  epigram          &lt;br /&gt;      C.  idile (idylle)&lt;br /&gt;      D.  romans (romance)&lt;br /&gt;      E.   satire                                                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Karena kasihmu&lt;br /&gt;      Engkau tentukan waktu&lt;br /&gt;      Sehari lima kali kita bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aku anginkan rupamu&lt;br /&gt;      Kulebihi sekali&lt;br /&gt;      Sebelum cuaca menali sutera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berulang-ulang kuintai-intai&lt;br /&gt;      Terus menerus kurasa-rasakan&lt;br /&gt;      Sampai sekarang tiada tercapai&lt;br /&gt;      Hasrat sukma idaman badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pujiku dikau laguan kawi&lt;br /&gt;      Datang turun dari datuku&lt;br /&gt;      Diujung lidahengakau letakkan&lt;br /&gt;      Pintu teruna di tengah gembala&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      ....                                                                       Karena Kasihmu&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Amir Hamzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Nilai yang ditonjolkan dalam puisi tersebut adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  sosial budaya  &lt;br /&gt;      B.  moral dan estetika      &lt;br /&gt;      C.  didaktis dan estetika&lt;br /&gt;      D.  didaktis&lt;br /&gt;      E.   religius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Karangan Bunga&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Tiga anak kecil                                          (1)&lt;br /&gt;      Dalam langkah malu-malu                        (2)&lt;br /&gt;      Datang ke Salemba                                   (3)&lt;br /&gt;      Sore itu                                                      (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ’Ini dari kami bertiga                                (5)&lt;br /&gt;      Pita hitam pada karangan bunga               (6)&lt;br /&gt;      Sebab kami ikut berduka                          (7)&lt;br /&gt;      Bagi kakak yang ditembak mati               (8)&lt;br /&gt;      Siang tadi.’                                                (9)&lt;br /&gt;                                                                                    Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Rima terbuka dalam puisi di atas ditunjukkan pada baris ke-....&lt;br /&gt;A.    1, 3, dan 9&lt;br /&gt;B.     2, 3, dan 4&lt;br /&gt;C.     3, 5, 6, dan 7&lt;br /&gt;D.    5, 6, 7, dan 9&lt;br /&gt;E.     4 dan 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Sebentar Jumena berfikir.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Mereka kembali mau kerja, gan, katanya.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Bawa apa dia? Golok?&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Kurang jelas, gan.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Lihat dulu!&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit. Ketukan pintu.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Pistol ini harus disimpan di mana? Ya, di sini.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua muncul.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Sabit? Golok? Saya kira belati.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Tidak bawa apa-apa, gan.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Pakai sarung apa celana komprang?&lt;br /&gt;      Perempuan Tua              :     Celana panjang biasa.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     (setelah agak lama) Suruh dia masuk.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     (segera) Nyai!&lt;br /&gt;      Perempuan Tua muncul.&lt;br /&gt;      Jumena                           :     Jangan lupa. Pintu dikunci lagi.&lt;br /&gt;      Perempuan Tua eksit.&lt;br /&gt;                                                                                    Sumur Tanpa dasar&lt;br /&gt;                                                                                    Karya: Arifin C. Noor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tema yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah ....&lt;br /&gt;A.    kejujuran seorang juragan kepada pembantunya&lt;br /&gt;B.     kesetiaan seseorang kepada majikannya&lt;br /&gt;C.     kesetiaan sebagai modal dalam bekerja&lt;br /&gt;D.    kegelisahan seseorang menghadapi sebuah masalah&lt;br /&gt;E.     kepasrahan seseorang menghadapi sebuah permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. 1. Tarna           :     Sum, tidaklah kau akan bicara dengan aku ?&lt;br /&gt;      2. Sumiati        :     Aku ikut bersedih Tarna, kau kehilangan ayahmu.&lt;br /&gt;      3. Tarna           :     (Curiga) ikut bersedih Sum, karena itu ?&lt;br /&gt;      4. Sumiati        :     Atau menurut pikiranmu aku mesti bergirang hati barangkali.&lt;br /&gt;      5. Tarna           :     Mengapa tidak, banyak alasan bagimu untuk bergirang.&lt;br /&gt;      6. Sumiati        :     (dengan kasih) Tarna.&lt;br /&gt;      7. Tarna           :     (pahit) Kau tentunya bertambah-tambah kasihanmu padaku sekarang, kasihan pada anak yatim !&lt;br /&gt;      8. Sumiati        :     Tidakkah cukup bagimu aku bersedih ?&lt;br /&gt;      9. Tarna           :     Ya, banyak benar permintaanku padamu rupanya, terima kasih !&lt;br /&gt;                                                                                    Drama "API"&lt;br /&gt;                                                                                    Karya :Usmar Ismail&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas dimulai pada percakapan nomor … .&lt;br /&gt;A.    1 dan 2&lt;br /&gt;B.     2 dan 3                                                        &lt;br /&gt;C.     3 dan 4&lt;br /&gt;D.    3&lt;br /&gt;E.     4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Bapak              :     Mereka datang. Cepatlah bertindak ! Dan kau anakku, ikutlah bersama bakal suamimu.&lt;br /&gt;      Bungsu            :     Bapak juga … .&lt;br /&gt;      Bapak              :     Tidak ! Aku tidak akan pergi. Aku akan tetap di sini. Mereka akan segera kemari. Mereka akanmenjumpai jenazah abangmu. Dan aku, akan bikin perhitungnan dengan mereka.&lt;br /&gt;      Bungsu            :     Tidak Bapak mesti ikut kami. (terdengar ledakan bom-bom bergemuruh, bersusul tembakan meriam-meriam).&lt;br /&gt;      Bapak              :     Cepat pergilah ! Cepat.&lt;br /&gt;                                                                                 …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sikap dan pendirian tokoh "Bapak" dalam penggalan drama di atas dapat diteladani sebagaimana pernyataan di bawah ini …&lt;br /&gt;A.    Gigih dalam menghadapi bahaya dan tantangan demi masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;B.     Mempertahankan hak dan kebenaran sampai dengan titik darah yang penghabisan merupakan hal yang sangat mulia bagi orang yang berjiwa ksatria.&lt;br /&gt;C.     Perjuangan selalu menelan korban yang tidak kecil baik berupa harta, benda, maupun nyawa sekalipun.&lt;br /&gt;D.    Kebersamaan akan mampu membawa kita pada kesatuan dan keselamatan.&lt;br /&gt;E.     Rela berkorban dengan tanpa perhitungan merupakan hal yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran Anda ketika mendengar kata-kata alat pemintal, setan perempuan, pemburu yang gagah, cermin, dan kegelapan? Korelasi yang paling mungkin adalah: dongeng. Di dalam dongeng dapat kita temukan alat pemintal dalam kisah Putri Tidur, setan perempuan yang selalu muncul dalam bentuk perempuan antagonis dan iblis pada dongeng-dongeng istanasentris dan legenda-legenda urban, pemburu yang gagah yang muncul dalam dongeng-dongeng seperti Putri Salju dan si Jubah Merah, cermin yang menjadi alat narsis dan ambisi kecantikan  ratu cantik ibu tiri Putri Salju, dan kegelapan yang menjadi latar belakang kekuatan monster-monster perempuan dalam kisah-kisah Grimm dan legenda-legenda urban.&lt;br /&gt;                                                                                    Nosa Normanda (Aksara, Maret 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal yang diungkapkan dalam penggalan esai sastra tersebut di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Korelasi antara dongeng dengan hal-hal yang menjadi obsesi kita.&lt;br /&gt;B.     Ketegangan yang dimunculkan dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;C.     Latar belakang penceritaan yang biasa terdapat dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;D.    Hubungan antartokoh dalam sebuah dongeng klasik.&lt;br /&gt;E.     Hubungan antara ide cerita dengan gaya penceritaan dalam sebuah dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. &lt;a name="1004067527"&gt;Proses Kreatif: Puisi, diri, eksistensi kesadaran-ketadaksadaran Esai Ujianto Sadewa &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menduga sesuatu bisa benar-benar terwujud sebab ia diinginkan ada. Bagi seseorang yang percaya pada apa yang dialami oranglain, memahaminya sebagai bagian dari dirinya sendiri, kualitas itu menjelma sebuah empati. Bahkan pada diri sendiri, orang tidak pernah bisa menduga tindakannya. Ada bahasa-bahasa yang beredar di luar sana, di seputaran diri saya, menjadi lorong yang minta ditempuh atau setidaknya saya lubangi, saya bocorkan. Seperti puisi. Ia seperti seorang anak yang tiba-tiba ingin dilahirkan ibunya. Ia tidak pernah mengenal waktu atau musim. Ketika puisi saya duga sebagai sesuatu yang bila ditinjau dari tabiatnya adalah gaib, tiba-tiba ia muncul secara ril melalui benda-benda di sekitar saya; gelas plastik, kaset, korek api, tas, karpet, lemari, tongkat, kalender, sepatu, kardus, gitar, jaket, kemeja, kertas-kertas, gembok, lampu, tubuh saya, pikiran saya, pengalaman saya.&lt;br /&gt;Apa yang saya saksikan kemudian adalah apa yang tidak saya duga sebelumnya. Saya seperti menginventarisasi benda-benda di sekitar saya. Usaha inventarisasi itu akhirnya malah membuat kesadaran saya terhadap ruang. Ia menjadi saya rasakan lagi sebagai bagian dari diri saya. Dalam hal ini saya membenarkan pernyataan Milan Kundera, bahwa diri adalah sesuatu yang kita ingat. Ia ada tidak semata-mata persoalan eksistensinya, tapi ia (diri) ada bersebab adanya ikatan kita mengenai hal itu.&lt;br /&gt;      Sikap kritikus yang tergambar dalam esai tersebut adalah ...&lt;br /&gt;A.    Memandang puisi sebagai suatu gambaran objektif dalam kehidupanb sehari-hari.&lt;br /&gt;B.     Kritikus berrpandangan bahwa semua orang bisa berkarya dengan menghasilkan sebuah puisi.&lt;br /&gt;C.     Puisi merupakan pola eksistensi diri yang bersebab dari adanya ikatan kita mengenai puisi tersebut.&lt;br /&gt;D.    Sebuah karya puisi harus diciptakan melalui sebuah proses kreatif yang cukup sederhana.&lt;br /&gt;E.     Bahwa proses kreatif merupakan sesuatu yang abstraks berupa bahasa-bahasa yang beredar si seputar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. ”Ukuran miskin atau kaya seseorang itu tergantung dari mana kita melihatnya. Orang kaya kalau pelit, tidak bisa disebut kaya. Orang kaya kalau merasa hartanya kurang terus, apa bisa dibilang kaya? Sebaliknya orang miskin, kalau ia selalu bersyukur bisa dikatakan kaya!”&lt;br /&gt;      ”Kalau benar begitu, kekagumanku sama kamu bertambah.”&lt;br /&gt;      ”Mas, kembali pada pembicaraan kaya miskin tadi. Orang bilang saya kaya. Mungkin orang tuaku kaya, itu saya akui. Tapi saya sendiri punya apa sih? Mobil ini milik ayahku. Sebenarnya saya menolak ketika Romo menyuruh saya membawa mobil. Tetapi beliau bilang, mobil itu perlu untuk kuliah. Saya tidak bisa menolak. Sebagai sarana transportasi mobil itu memang penting. Harus kita akui itu. Tapi jangan Mas kira, saya bangga dengan bangga dengan mobil itu. Bawa mobil bagus kalau otak kosong sia-sia saja. Mas sering melihat Indri naik bis kota? Saya pakai mobil hanya untuk keperluan-keperluan penting. Atau kuliah jam pertama.”&lt;br /&gt;                                                                                 Perempuan Jogja&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Achmad Munif&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Kalimat kritik yang tepat untuk penggalan novel di atas adalah...&lt;br /&gt;A.    Kepiawaian pengarang dalam mempergunakan bahasa mampu melahirkan tokoh yang memiliki karakteristik sebagaimana tokoh Indri.&lt;br /&gt;B.     Perempuan Jogja terkenal sebagai orang-orang yang tekun bekerja membantu meringankan beban keluarga.&lt;br /&gt;C.     Achmad Munif menharapkan novelnya ini mampu mewakili citraan sosok seorang perempuan Jogja.&lt;br /&gt;D.    Novel-novel seperti karya Achmad Munif ini pasti laku di pasaran karena memang menarik untuk dibaca.&lt;br /&gt;E.     Kaya dan miskin memang bukan ukuran bagi setiap orang melainkan hanya sebagai sebuah identitas semu belaka.&lt;br /&gt;30. &lt;a name="1001742821"&gt;ADALAH ENGKAU YANG SLALU ADA: heru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hidup adalah kegelisahan. begitu pun aku dalam gelisah yang berkepanjangan masih terus menapaki harihari meski kadang mentari tak lagi menyapaku. kadang dalam gelisah itu, aku ingin engkau ada, hadir .... menyatu dalam setiap desah nafas kita. kadang aku ingin kita teriakkan pada langit tentang kegelisahan kita dalam hitungan waktu yang semakin tua. adalah engkau yang slalu ada meski hadirmu hanya fatamorgana tapi adalah sebuah keyakinan akan cinta, suatu waktu kau akan tersenyum untukku dan mendendangkan syair kerinduan dalam diam penuh makna.&lt;br /&gt;                                                                                 Adalah Engkau Yang Slalu Ada&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Sireum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kalimat kritik yang tidak tepat untuk karya puisi di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Penyair cenderung mempergunakan bentuk prosais dalam puisinya, sehingga ada kesan seakan-akan kita akan membaca sebuah karya cerpen.&lt;br /&gt;B.     Persamaan bunyi yang terdapat dalam puisi tersebut bayak berciri khas rima terbuka dibandingkan dengan rima tertutupnya.&lt;br /&gt;C.     Eufoni merupakan unsur yang lebih dominan dibandingkan dengan unsur kakafoni,hal ini menjadikan puisi tersebut enak dibaca,&lt;br /&gt;D.    Puisi tersebut kurang menekankan bentuk tipografi, tetapi cenderung bersifat prosais. Hal ini memudahkan pemahaman maknanya.&lt;br /&gt;E.     Bagimanakah proses penciptaan yang baik tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. &lt;a name="1004067387"&gt;Sastra hidup dan dihidupi oleh dataran estetika. Dataran pembebasan. Karya sastra akan semakin berhasil -mempesona dan menakjubkan- bila mampu membongkar tatanan. Mempertanyakan kepastian sekaligus meluruhkan paradigma ideologisnya. Sastra seperti sorot mata yang memandang tajam batu hitam pekat. Lima menit pertama, batu itu hanya bergetar. Lima menit kedua, batu tersebut melepuh menjadi adonan. Sastra hadir untuk membuktikan kerapuhan setiap ikatan.Religi hidup dan dihidupi oleh dataran etika. Dataran ikatan. Religi menciptakan jalan lurus, lengkap dengan rambu-rambu dan tanda seru. Lembaga agama merupakan contoh paling tepat dari kerja religi. Ada kitab pegangan menempuh hidup. Religi senantiasa mempersatukan ketidakberaturan melalui kekokohan tatanan. Kehadirannya seakan ingin menegaskan kesatuan cemerlang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Religi seperti lanskap arakan elang mengangkasa di suatu sore yang redup.Sastra berusaha menyamarkan pemilahan benar-salah. Dua nilai kunci ini diacak dan dipertaut-tengkarkan. Religi bersikukuh dengan kemutlakan benar-salah. Keduanya jelas terpisah dan berdiri pada tempat berlawanan. Baik-buruk bertukar tangkap dengan lepas dalam sastra. Satu tindak bisa serentak baik sekaligus buruk. Sastra akan sangat gembira dengan penggambaran orang yang berjalan jauh -berpakaian merah kelam dan bersenjatakan golok-, di tengah perjalanan orang tersebut meninggal. Apakah pejalan tersebut salah atau benar sangat sulit ditentukan. Ia hanya bisa direka-reka. Bisa benar bila ia bertujuan menebang kayu sendiri.&lt;br /&gt;                                                                                 Tidak Ada Sastra Religius&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Ribut Wijoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Simpulan yang tepat esai tersebut di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Karya sastra mempunyai landasan berupa estetika sedangkan religi berlandaskan pada etika, sehingga sudah barang tentu keduanya sulit untuk dipertemukan.&lt;br /&gt;B.     Baik sastra maupun religi mempunyai landasan yang kuat dalam hal etika dan estetika. Dengan demikianmasih memungkinkan terjadinya penyatuan di antara sastra dan religi.&lt;br /&gt;C.     Memang tidak ada sastra yang religius, tetapi semua yang berbau religi merupakan sebuah karya sastra.&lt;br /&gt;D.    Religi mempertahankan sebuah nilai kesatuan yang mutlak, demikian pula halnya dengan sastra religius. Sebagai contoh adalah lahirnya karya-karya Amir Hamzah.&lt;br /&gt;E.     Sastra hadir untuk membuktikan kerapuhan religi. Karena pada dasarnya religi hidup dan dihidupi pula oleh estetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Penulisan kata-kata yang tepat berdasarkan ejaan Arab Melayu adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  ﻣﻤﺑﺎﺡﺑﻮﻛﻭ                                            D. ﺑﮑﻮ ﻣﻤﺎﺑﺎﺣﺎ&lt;br /&gt;      .B  ﻣﺒﻤﺎﺏ  ﺑﻭﻙ                                          .E   ﻣﻤﺑﺎﺣﺎ ﺑﻮﻙ&lt;br /&gt;      .C  ﻣﺒﻤﺒﺎﺡ ﺑﻮﻛﻮ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Penulisan ejaan Arab  Melayu yang tepat pada kata-kata di bawah ini adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  ﻓﻨﺘﻮﻥ ﺟﻨﺎﻛﺎ                                           .D  ﻓﺎﻧﺘﻦ ﺟﻴﻨﺎﻛﺎ&lt;br /&gt;      .B  ﻓﻨﺘﻮﻥ ﺟﻴﻨﺎﻙ                                          .E   ﻓﺎﻧﺘﻮﻥ ﺟﻴﻨﺎﻙ&lt;br /&gt;      .C  ﻓﻨﺘﻦ ﺟﻨﺎﻙ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Pemakaian ’kaf besar’ yang benar sesuai dengan aturan penulisan ejaan Arab Melayu adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  ﺍﺩﻕﻛ                                                     D.  ﺍﻣﺒﻖ&lt;br /&gt;      B.  ﻗﻮﻣﺮ                                                     E.   ﺗﻴﺮﻕ&lt;br /&gt;      C.  ﻧﻴﻧﻖ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. ﻫﻜﺎﻳﺖ ﻓﻴﻠﻨﺪﻕ ﺟﻨﺎﻙ ﻣﺮﻓﺎﻛﻦ ﭼﺮﺗﻴﺍ ﻳﻎﺩﺍﻓﺕ ﻣﻤﺒﺮ ﺗﻼﺩﻥ ﺑﺎﻛﻴﺖ.&lt;br /&gt;      ﻛﺒﻨﺎﺭﻥ ﺩﺍﻓﺖ ﻛﻴﺖ ﻓﻴﺘﻖ ﺩﺍﺭﻱﭼﺮﺘﻴﺮﺍﺗﺮﺳﻴﺑﺖ. ﻣﺎﻙ ﺩﺭﻱ ﺳﺒﺎﻳﻜﺚ ﻛﻴﺖ  ﺑﻴﭽﺮﻣﻦﺩﺍﺭﻱ ﻓﺎﺩﺙ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Isi dari paragraf tersebut di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Nilai yang terdapat dalam hikayat Pelanduk Jenaka.&lt;br /&gt;B.     Pelanduk Jenaka yang cerdik.&lt;br /&gt;C.     Unsur-unsur cerita Pelanduk Jenaka.&lt;br /&gt;D.    Hikayat Pelanduk dan Kejenakaannya.&lt;br /&gt;E.     Hikayat dalam sastra Melayu Klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. ﻛﺒﻮﻄﺭﻥ ﺩﺍﺗﺲ  ﺑﻮﻟﻦ  ﻟﺒﺎﺭﻥ ﻣﺎﻟﻢ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alih aksara yang tepat dari teks beraksara Arab Melayu di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Malam itu bulan bersinar di atas kuburan.&lt;br /&gt;B.     Malam lebaran bulan bersinar terang.&lt;br /&gt;C.     Malam purnama bulan bersinar purnama.&lt;br /&gt;D.    Malam lebaran bulan di atas kuburan.&lt;br /&gt;E.     Malam lebaran dan bulan purnama di kuburan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.  ﻛﻼﺳﻖ ﺳﺴﺘﻴﺮﺍ  ﻣﺮﻓﺎﻛﻥ  ﻣﻬﺒﺮﺍﺕ  ﺩﺍﻥ ﺭﻣﻴﺎﻥ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alih aksara yang tepat dari teks beraksara Arab Melayu di atas adalah ...&lt;br /&gt;A.    Mahabarata merupakan salah satu ceritera klasik.&lt;br /&gt;B.     Ramayana dan Mahabarata merupakan sastera klasik.&lt;br /&gt;C.     Ramayana dan Mahabarata adalah ceritera kelasik.&lt;br /&gt;D.    Mahabarata salah satu cerita dalam Ramayana.&lt;br /&gt;E.     Mahabarata dan Ramayana merupakan sastera klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Ka. Penjara      :     (Berdiri dan berjalan memandang ke luar jendela) Saya pikir, saya sudah terlalu tua untuk soal-soal begini, menggantung orang biasanya tidak mengganggu pikiran saya. Tapi sekarang … .&lt;br /&gt;      Ulama              :     Memang bukan pekerjaan enak, walaupun yang digantung itu orang yang sejahat-jahatnya.&lt;br /&gt;      Ka. Penjara      :     (Berpaling tiba-tiba) Yang mengganggu pikiran saya ialah mengapa kali ini saya jijikan, lebih dari yang dulu-dulu. Anak ini melakukan kejahatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;      Ulama              :     Ya, membunuh orang ; sadah, kejam, dan dirajang lebih dulu.&lt;br /&gt;      Ka. Penjara      :     Dan dia mengaku salah. Sudah sepantasnya dia dihukum gantung.&lt;br /&gt;                                                                                                           &lt;br /&gt;                                                                                 Hanya Satu Kali&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Dimensi drama yang tidak terdapat dalam penggalan tersebut adalah ….&lt;br /&gt;A.    sastra&lt;br /&gt;B.     ujaran&lt;br /&gt;C.     gerak&lt;br /&gt;D.    dialog&lt;br /&gt;E.     pentas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Adegan 2&lt;br /&gt;      (Masuk Gunawan membawa makanan untuk si sakit, dan Kambuja, sisten dokter muda)&lt;br /&gt;      Kambuja       :     Merdeka, dokter Sarjono! Tuan Sumitro sudah sembuh bukan?&lt;br /&gt;      dr. Sarjono   :     (mengangguk) Dua tiga minggu lagi tentu ia sudah bisa meninggalkan ruangan ini.&lt;br /&gt;      Gunawan      :     (memasang termometer pada ketiak si sakit untuk mengukur panasnya).&lt;br /&gt;      Kambuja       :     Dan kamar ini akan dijadikan kamar operasi lagi seperti semula?&lt;br /&gt;      dr. Sarjono   :     Kamar operasi?&lt;br /&gt;      ...............................................................................................................................................&lt;br /&gt;                                                                                 dr. Kambuja&lt;br /&gt;                                                                                 Karya: Trisno Sumardjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gambaran setting panggung yang tepat sesuai dengan penggalan drama di atas adalah ...&lt;br /&gt;      A.  Panggung dibagi menjadi beberapa bilik yang dilengkapi dengan televisi.&lt;br /&gt;      B.  Panggung dilengkapi dengan tata cahaya yang menarik.&lt;br /&gt;      C.  Panggung dilengkapi dengan ranjang, meja kecil, dan dua buah kursi.&lt;br /&gt;      D.  Tata panggung dilatari dengan layar hitam yang disinari lampu remang-remang.&lt;br /&gt;      E.   Tata panggung mempergunakan setting rumah sakit secara utuh dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Pengemis      :     Ampun, Nona, ampun.&lt;br /&gt;      Ani               :     Mau sekali lagi engkau mencuri?&lt;br /&gt;      Pengemis      :     Saya tak akan mencuri, bila saya punya uang.&lt;br /&gt;      Ani               :     Bohong.&lt;br /&gt;      Pengemis      :     Betul, Nona, sejak kemarin kami belum makan.&lt;br /&gt;      Ani               :     Tidak. Aku tidak akan memberi uang lagi padamu.&lt;br /&gt;      Pengemis      :     Demi Allah, saya tidak akan mencuri lagi.&lt;br /&gt;      Ani               :     Tidak. Aku tidak akan memberi lagi uang padamu&lt;br /&gt;      Pengemis      :     (sedih) Ah, Nona, kasihanilah saya.&lt;br /&gt;                                                                              Bunga Rumah Makan&lt;br /&gt;                                                                              Karya: Utuy Tatang Sontani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gambaran watak tokoh ’pengemis’ yang harus dilatihkan oleh seorang calon pemeran adalah ... .&lt;br /&gt;      A.  lembut dan jujur                                 &lt;br /&gt;      B.  pemalas dan culas                              &lt;br /&gt;      C.  penyabar dan penderma&lt;br /&gt;      D.  lemah dan penyabar&lt;br /&gt;      E.   penderma dan agak keras kepala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-7608588884951596811?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/7608588884951596811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/soal-latihan-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7608588884951596811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/7608588884951596811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/soal-latihan-sastra.html' title='Soal Latihan Sastra'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-4979854685724750179</id><published>2008-11-24T18:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T18:28:13.194-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soalsin'/><title type='text'>Latihan Soal Sastra Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah satu jawaban yang tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01.    1. Tarna        :     Sum, tidaklah kau akan bicara dengan aku ?&lt;br /&gt;         2. Sumiati     :     Aku ikut bersedih Tarna, kau kehilangan ayahmu.&lt;br /&gt;         3. Tarna        :     (Curiga) ikut bersedih Sum, karena itu ?&lt;br /&gt;         4. Sumiati     :     Atau menurut pikiranmu aku mesti bergirang hati barangkali.&lt;br /&gt;         5. Tarna        :     Mengapa tidak, banyak alasan bagimu untuk bergirang.&lt;br /&gt;         6. Sumiati     :     (dengan kasih) Tarna.&lt;br /&gt;         7. Tarna        :     (pahit) Kau tentunya bertambah-tambah kasihanmu padaku sekarang, kasihan pada anak yatim !&lt;br /&gt;         8. Sumiati     :     Tidakkah cukup bagimu aku bersedih ?&lt;br /&gt;         9. Tarna        :     Ya, banyak benar permintaanku padamu rupanya, terima kasih !&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                        Drama "API" karya Usmar Ismail&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas dimulai pada percakapan nomor … .&lt;br /&gt;         A.  1 dan 2                                                         D.  5 dan 6&lt;br /&gt;         B.  2 dan 3                                                         E.   7&lt;br /&gt;C.     3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02.    Mardilah       :     (duduk) Apakah bapakmu bukan pemimpin yang jujur, bukan pemimpin yang sempurna itikadnya untuk membela rakyat ? kalau bapakmu bukan pemimpin yang sempurna dan baik, orang tidak akan mau menyerahkan pimpinan partai kepadanya, Suhita.&lt;br /&gt;         Suhita           :     Jabatan bisa dibeli dengan uang dan pembohongan-pembohongan, Ibu. Soal itu engkau bisa merenungkannya sendiri. Tapi bukankah aku berhak menentukan apa yang layak aku perbuat ? Bukankah aku berhak tidak menyukai seseorang termasuk ayahku sendiri kalau orang itu nyata-nyata…&lt;br /&gt;         Mardilah       :     (Menukas dengan tajam)&lt;br /&gt;                                    Suhita ! Dari mana kau dapat kata-kata yang tidak layak itu ?&lt;br /&gt;         Suhita           :     Dari hati nuraniku, Ibu.&lt;br /&gt;                                                                                                            Pengejaran, karya Email S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Konflik yang tergambar dalam dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;         A.  penegakan keadilan                                      D.  perjuangan hak&lt;br /&gt;         B.  pembelaan terhadap kebenaran                    E.   penunaian kewajiban&lt;br /&gt;C.     pembelaan terhadap kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03.    Maimun        :     (Dengan air mata dalam suara) Tapi Mas Narto, lihatlah ayah sekarang seperti itu dia … telah tua … karena itu …&lt;br /&gt;         Gunarto        :     Maimun sering benar kudengar kau namai kata-kata yang tak berarti … Ayah ! Hanya karena orang masuk ke rumah kita lalu mengatakan ayah kita, kau panggil dia ayah ! Padahal dia tidak kita kenal. Sekarang kita dapatkah kau merasakan sungguhisungguh bahwa kau memang berhadapan dengan seorang ayah, ayahmu ?&lt;br /&gt;         Maimun        :     Tapi Mas, kita adalah darah dagingnya. Bagaimana kelakuannya, kita tetap anaknya yang harus memeliharanya.&lt;br /&gt;         Gunarto        :     Jadi maksudmu, itu kewajiban kita ? Sesudah dia memuaskan hatinya di mana-mana, dia kembali, karena dia telah tua, dan harus kita memelihara ? Hmmm … sungguh enak kalau begitu.&lt;br /&gt;         Ayah            :     (Suara agak marah tetapi sebenarnya lemah)&lt;br /&gt;                                    Gunarto sampai hatimu berkata begitu pada ayahmu, ayahmu sendiri, ayah kandungmu.&lt;br /&gt;                                                                                                            Ayahku Pulang&lt;br /&gt;                                                                                                            Disadur oleh : Usmar Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Konflik yang terdapat dalam penggalan di atas aalah …&lt;br /&gt;A.    Seorang ayah yang  telah menyia-nyiakan harapan anak-anaknya.&lt;br /&gt;B.     Tuntutan pertanggungjawaban seorang anak terhadap ayah kandung yang telah menyia-nyiakan.&lt;br /&gt;C.     Kekecewaan seorang anak terhadap ayah kandung yang telah menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;D.    Kasih sayang seorang anak perempuan terhadap orang tuanya lebih besar daripada anak laki-laki.&lt;br /&gt;E.     Hancurnya harapan seorang ayah kandung terhadap anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04.    Amin            :     Saudara Aman ! Mana kedua nona-nona ini ? Apa tidak masuk ?&lt;br /&gt;         Aman           :     Mereka minta permisi sebentar ke Pasar Baru, Tuan.&lt;br /&gt;         Amin            :     Sekarang sudah pukul sebelas, mengapa tidak dalam waktu mengasoh saja pergi ?&lt;br /&gt;         Aman           :     Saya sudah bilang, Tuan. Tapi nona-nona itu tidak peduli.&lt;br /&gt;         Amin            :     Saudara Aman harus bertindak keras !&lt;br /&gt;         Aman           :     Macam mana saya bertindak keras ? Larangan saya diketawai mereka. Mereka bilang boleh ngadu sama sepmu !&lt;br /&gt;         Amin            :     Ancamkan sama perhentian !&lt;br /&gt;         Aman           :     Mereka mengucap syukur kalau dapat pergi dari kantor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            Tuan Amin, karya Amal Hamzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Latar yang tampak dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;         A.  sebuah kantor                                               D.  pasar&lt;br /&gt;         B.  ruang tamu                                                   E.   sebuah restoran&lt;br /&gt;C.     ruang tunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05.    Ka. Penjara   :     (Berdiri dan berjalan memandang ke luar jendela) Saya pikir, saya sudah terlalu tua untuk soal-soal begini, menggantung orang biasanya tidak mengganggu pikiran saya. Tapi sekarang … .&lt;br /&gt;         Ulama           :     Memang bukan pekerjaan enak, walaupun yang digantung itu orang yang sejahat-jahatnya.&lt;br /&gt;         Ka. Penjara   :     (Berpaling tiba-tiba) Yabng mengganggu pikiran saya ialah mengapa kaliini saya jijikan, lebih dari yang duku-duku. Anak ini melakukan kejahatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;         Ulama           :     Ya, membunuh orang ; sadah, kejam, dan dirajang lebih dulu.&lt;br /&gt;         Ka. Penjara   :     Dan dia mengaku salah. Sudah sepantasnya dia dihukum gantung.&lt;br /&gt;                                                                                                           &lt;br /&gt;                                                                                                            Hanya Satu Kali&lt;br /&gt;                                                                                                                                         &lt;br /&gt;         Setting psikis yang tampak dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;A.    kehancuran moral seorang kepala penjara&lt;br /&gt;B.     kegelisahan hati karena tugas yang mahaberat&lt;br /&gt;C.     kejahatan seorang anak&lt;br /&gt;D.    keberandalan dan keganasan seorang anak&lt;br /&gt;E.     kepiluan seorang kepala penjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06.    Salah Seorang :  "Ya, tapi tidak kebetulan, dia sengaja!"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Jangan-jangan mau menipu lagi seperti yang sudah-sudah !"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Sssst, jangan begitu !"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Iya. Ayo buat apa memanjakan dia !"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Ini kan orang sakit, kok memanjakan bagaimana ?"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Bisa saja dibuat-buat seperti yang sudah-sudah itu !"&lt;br /&gt;         Salah Seorang :  "Yang sudah-sudah mana ! Bisanya ya bisa tapi, ah tidak !"&lt;br /&gt;                                                                                                           &lt;br /&gt;                                                                                                            Aduh, karya Putu Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Isi penggalan drama di atas sesuai dengan pernyataan dalam keseharian di bawah ini, adalah …&lt;br /&gt;A.    Kadang kita ingin sekali menolong orang lain yang sedang mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;B.     Kesengsaraan selalu hadir pada saat yang tepat dan membuat orang lain selalu bisa memberikan pertolongan.&lt;br /&gt;C.     Ada kalanya kita menjadi ragu untuk memberikan pertolongan kepada orang lain. Hal ini terjadi karena kita harus berhati-hati daripada tertipu dan terpeaya oleh kelicikan orang lain.&lt;br /&gt;D.    Dalam dunia yang serba gemerlap ini kadang kita dituntut untuk berlaku kejam dan tidak perlu memperhatikan penderitaan orang lain.&lt;br /&gt;E.     Kita perlu berpikir dengan sangat cermat sebelum melakukan suatu tindakan dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07     Bapak           :     Mereka datang. Cepatlah bertindak ! Dan kau anakku, ikutlah bersama bakal suamimu.&lt;br /&gt;         Bungsu         :     Bapak juga … .&lt;br /&gt;         Bapak           :     Tidak ! Aku tidak akan pergi. Aku akan tetap di sini. Mereka akan segera kemari. Mereka akanmenjumpai jenazah abangmu. Dan aku, akan bikin perhitungnan dengan mereka.&lt;br /&gt;         Bungsu         :     Tidak Bapak mesti ikut kami. (terdengar ledakan bom-bom bergemuruh, bersusul tembakan meriam-meriam).&lt;br /&gt;         Bapak           :     Cepat pergilah ! Cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sikap dan pendirian tokoh "Bapak" dalam penggalan drama di atas dapat diteladani sebagaimana pernyataan di bawah ini …&lt;br /&gt;A.    Gigih dalam menghadapi bahaya dan tantangan.&lt;br /&gt;B.     Perjuangan selalu memerlukan pengorbanan yang tidak kecil.&lt;br /&gt;C.     Kebersamaan akan mampu membawa kita pada kesatuan dan keselamatan.&lt;br /&gt;D.    Mempertahankan hak dan kebenaran sampai dengan titik darah yang penghabisan merupakan hal yang sangat mulia bagi orang yang berjiwa ksatria.&lt;br /&gt;E.     Rela berkorban dengan tanpa perhitungan merupakan hal yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.    "Night Club, Pak, pusat kehidupan malam di kota ini. Tempat orang-orang kaya membuang duitnya. Lampunya lima watt, remang-remang, perempuan cantik, minuman keras, tari telanjang dan musik gila-gilaan. Pendeknya yahud", ujar penjaga sambil mengacungkan  jempolnya. "Lantas apa yang mereka perbuat di situ," suaranya tercekik, membayangkan ketakutan yang besar. "Berdansa, bercumbu. Biasa, Pak, Jakarta," jawabnya ringan. "Astaga, Gusti Pangeran Nyuwun Ngapura … adikku sering ke situ ?" ujarnya lirih mengandung sendu. " Tidak e situ. Ke Paprika, tapi sma saja. Malah karcisnya mahal di sana, enam ribu."&lt;br /&gt;         "Enam ribu, sama dengan dua bulan gajihku." keluhnya pelan. Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedang kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar mulai disadarinya bahwa dia tengah kehilangan adiknya, Paijo tercinta.&lt;br /&gt;         Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati.&lt;br /&gt;                                                                                                           &lt;br /&gt;                                                                                                            Laut Biru Langit Biru&lt;br /&gt;                                                                                                            karya Totilowati Tjitrawasita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Watak tokoh Pak Pong dalam penggalan di atas tampak tergambar pada kalimat …&lt;br /&gt;A.    "Lantas apa yang mereka perbuat di situ,"&lt;br /&gt;B.     "Berdansa, bercumbu. Biasa, Pak, Jakarta,"&lt;br /&gt;C.     "Astaga, Gusti Pangeran Nyuwun Ngapura … adikku sering ke situ ?"&lt;br /&gt;         D.  " Tidak e situ. Ke Paprika, tapi sma saja. Malah karcisnya mahal di sana, enam ribu."&lt;br /&gt;E.   "Enam ribu, sama dengan dua bulan gajihku."&lt;br /&gt;09.    "Kenapa suami meninggalkanmu ?"&lt;br /&gt;         "Ia menghendaki aku seperti perempuan lain. Ia mengira aku meminta ini dan itu. Dan ia siap untuk memenuhi, untuk membuktikan bahwa ia adalah suami yang terhormat di mataku. Tetapi aku tidak pernah meminta, hingga akhirnya ia merasa malu. Ia merasa malu, karena aku menuntut hakku yang sebenarnya tanpa aku ucapkan."&lt;br /&gt;         "Apa hak yang kau tuntut itu ?"&lt;br /&gt;         "Ia harus hadir di rumahku, di atas ranjangku sebagai laki-laki. Aku tidak tertarik kalau di ranjangku ia bercerita tentang perdagangan, tentang laba dan kekayaan yang bertambah."&lt;br /&gt;         "Kau juga tidak ingin ia mengeluh tentang kerugian yang dialaminya."&lt;br /&gt;         "Ya. Tiap hari alas kasur kuganti, bunga raampai kutaburkan di atas kasur. Aku lakukan itu semua bukan untuk menunggu suamiku bercerita tentang kejelekan orang lain yang menjadi langganan dagangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            Warisan, karya Chairul Harun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tokoh di atas dapat dikatakan orang yang berpendirian teguh dengan tidak terpengaruh oleh kebiasaan perempuan lain, namun sebenarnya ia justru mempunyai tuntutan yang sangat besar terhadap suaminya. Hal ini ditunjukkan dalam penggalan berikut … .&lt;br /&gt;A.    Ia menghendaki aku seperti perempuan lain.&lt;br /&gt;B.     Tetapi aku tidak pernah meminta, hingga akhirnya ia merasa malu.&lt;br /&gt;C.     Ia harus hadir di rumahku, di atas ranjangku sebagai laki-laki.&lt;br /&gt;D.    Tetapi aku tidak pernah meminta, hingga akhirnya ia merasa malu. …. Ia harus hadir di rumahku, di atas ranjangku sebagai laki-laki.&lt;br /&gt;E.     Ya. Tiap hari alas kasur kuganti, bunga raampai kutaburkan di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.    Ia paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari. Tak jarang ia bertanding ke rumah sambil membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang menjengkelkan saya, seluruh keluargaku jadi menaruh perhatian kepadanya.&lt;br /&gt;                                                                                                            Si Mata Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Penggambaran watak tokoh dalam penggakan cerpen di atas dilakukan melalui … .&lt;br /&gt;         A.  tindakan tokoh                                             D.  dialog antartokoh&lt;br /&gt;         B.  gaya hidup tokoh                                         E.   tanggapan salah seorang tokoh&lt;br /&gt;         C.  penuturan secara langsung oleh pengarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.    Di dalam rumah dokter Sukartono damai saja. Pertengkaran tidak terjadi lagi. Masing-masing berbuat sehendaknya, seolah-olah ada perjanjian, diam-diam, tiada akan singgung menyinggung, biar-membiarkan berbuat semaunya. Masing-masing tiada lagi menyinggung percakapan pada tengah malam itu. Mereka tiada pernah duduk bersemanjar, seolah-olah sudah bermufakat kalau yang satu duduk tenang-tenang, yang seorang lagi keluar atau di kamar, supaya jangan lagi bertukar pikiran.&lt;br /&gt;                                                                          &lt;br /&gt;                                                                                                   Belenggu, karya Armyn Pane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar psikis yang mendukung emosi tokoh dalam penggalan di atas adalah … .&lt;br /&gt;A.    suasana menegangkan dalam rumah dokter Sukartono&lt;br /&gt;B.     suasana damai dalam rumah dokter Sukartono&lt;br /&gt;C.     tidak terjadi komunikasi antartokoh&lt;br /&gt;D.    keadaan tokoh yang saling pengertian satu dengan yang lain&lt;br /&gt;E.     tidak pernah terjadi pertengkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.   Seorang Pasus Dayak yang sudah tua, maju perlahan. Mulutnya komat-kamit membaca mantra. Di kelilinginya rumah itu sambil menghamburkan beras kuning. Aku sekan tak percaya dengan apa yang kulihat. Rumah itu terbakar! Anehnya, api tak menjalar ke rumah lain di sekitarnya, tapi di rumah itu saja! Pikiranku melayang entah ke mana. Kepalaku terasa pusing. Barangkali aku kapidaran. Cepat aku pulang ke rumah. Di depan beranda depan, kulihat banyak bungkusan. Tetesan darah merembes. Bau amis menyengat. Betapa terkejutnya aku ternyata bungkusan itu berisi kepala orang! Wajah-wajah pucat yang tak berdarah lagi. Ada yang terpejam. Ada yang melotot. Ada yang mulutnya menganga. Pada bungkusan kesepuluh kulihat kepala bayi. Semuanya tanpa anggota badan. Kuberanikan diri membuka bungkusan kecil yang teronggok. Ada sepotong daging kecil. Mirip hati manusia. Pandanganku terasa gelap.&lt;br /&gt;                                                                                                           Purnama di atas Kapuas&lt;br /&gt;                                                                                                           karya Fuji Hidfriyati, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setting yang tergambar pada penggalan di atas mempengaruhi kondisi psikis tokoh sebagaimana tersebut di bawah ini … .&lt;br /&gt;A.     tokoh aku merasa sangat keheranan&lt;br /&gt;B.     tokoh aku menjadi terbius dengan keadaan sekelilingnya&lt;br /&gt;C.     terjadi suatu hal yang bersifat supranatural&lt;br /&gt;D.     terjadi kemustahilan yang luar biasa&lt;br /&gt;E.      tokoh utama dalam penggalan tersebut menjadi terobsesi pada hal-hal di luar kesadaran dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.   Sabtu sore menjelang jam empat kira-kira 400 sampai 800 bangsawan berkumpul di aloon-aloon utara. Kuda-kuda dan pengendaranya dihiasi dengan indah sekali. Sekitar pendopo-pendopo kecil yang disebut “pakapalan”, tempat para bangsawan utama beserta kuda-kuda dan abdinya menantikan kedatangan sang raja. Setiap pakapalan dilengkapi dengan alat-alat gamelan, terdiri atas kira-kira 30 buah gong besar dan kecil. Raja sendiri memiliki enam stel gamelan yang tersebar di berbagai tempat. Masing-masing terdiri atas 200 alat musik. Sambil menantikan kedatangan sang raja pasangan gamelan tadi dibunyikan lirih-lirih. Setiap orang menajamkan pandangannya untuk mengetahui, tutup kepala macam apa yang dipakai sri susuhan, kuluk atau destar. Bila sang raja tampil dengan destar, maka para bangsawan mengangkat kuluk mereka dan menerima sebuah destar dari abdi-abdi yang sudah siap. Bila raja menginjakkan kaki di aloon-aloon semua alat gamelan dibunyikan, sehingga, demikian dikatakan van Goens suara sepuluh genderang pun tak akan terdengar: Raja diiringi oleh kurang lebih 300 orang berjalan kaki.&lt;br /&gt;                                                                                                    &lt;br /&gt;                                                                                                   Dick Hartoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penggalan tersebut pengarang cenderung mempergunakan gaya penceritaan yang klasik. Hal ini ditunjukkan pada …&lt;br /&gt;A.     Penggunaan diksi yang terpengaruh oleh unsur budaya tertentu.&lt;br /&gt;B.     Pengangkatan tema yang cenderung bersifat kuno dan klasik.&lt;br /&gt;C.     Kesadaran pengarang untuk menulis cerita ini.&lt;br /&gt;D.     Unsur budaya yang melatari cerita ini.&lt;br /&gt;E.      Kondisi psikis pengarang pada saat menulis karya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.   Setelah diperintah tiga kali, akhirnya dengan kesal hati Sita berkata bahwa ia betul-betul wanita yang setia kepada suaminya. Untuk membuktikan hal itu, kali ini ia mengatakan bahwa jika Dewi Pertiwi menerimanya, itulah tanda bahwa dia betul-betul suci. Setelah berkata demikian, berbelahlah bumi dan dari dalamnya keluarlah sebuah sebuah takhta yang di atasnya duduk Dewi Pertiwi. Sita yang suci dipeluknya dan mereka sama-sama lenyap ke dalam bumi. Melihat kejadian itu Rama sangat menyesali tindakannya yang dianggapnya kurang bijaksana itu.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;                                                                                                           Rama dan Sita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Gaya penceritaan yang tampak pada penggalan  sastra klasik di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  melankolis                                     D.    realistis&lt;br /&gt;        B.   cenderung simbolis                        E.    serius tetapi ironis&lt;br /&gt;        C.   romantis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.   Tarna       :    (mengejek) Engkau kehilangan juga rupanya.&lt;br /&gt;  Irwan       :    Ya umpamanya kehilangan engkau dan …&lt;br /&gt;  Tarna       :    (kasar) Sudahlah, aku ikut bersedih kau kehilangan! (keluar)&lt;br /&gt;   Irwan       :    (kepada Sumiati) Akan kuulangkah lagi, segala percakapan dengan Tarna ini, dengan engkau Sum?&lt;br /&gt;   Sumiati    :    Kau rasa perlu?&lt;br /&gt;   Irwan       :    Suaramu sudah lain kepadaku Sum. Benarlah dugaanku kau pun menyangka aku.&lt;br /&gt;   Sumiati    :    Aku tak mengatakan.&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                    Drama "API" karya Usmar Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Watak tokoh Tarna dalam penggalan drama di atas ditunjukkan oleh … .&lt;br /&gt;        A.  pengarang secara langsung             D.    petunjuk laku dalam drama&lt;br /&gt;        B.   dialog antartokoh                           E.    ilustrasi dalam drama&lt;br /&gt;        C.   kata-kata tokoh dan petunjuk laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.   Mahasiswa  :     Apa yang harus kupercayai? Ayahku tidak berdusta.&lt;br /&gt;        Lelaki Tua   :     Itu benar sekali. Seorang ayah tidak pernah berdusta. Tapi aku juga seorang ayah dan                           karena itu …&lt;br /&gt;        Mahasiswa  :     Apa yang Tuan maksud?&lt;br /&gt;        Lelaki Tua   :     Aku menyelamatkan ayahmu dari kehancuran dan dia membalas dengan segala kebencian                           yang menakutkan. Dia mengajar keluarganya untuk memburuk-burukkan aku.&lt;br /&gt;        Mahasiswa  :     Barangkali Tuan membuat jadi tidak tahu berterima kasih. Karena Tuan meracuni bantuan                          Tuan dengan penghinaan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;        Lelaki Tua   :     Semua bantuan adalah penghinaan Tuan.&lt;br /&gt;        Mahasiswa  :     Apa yang Tuan inginkan dari aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                           Hantu, karya Johan August Strinbeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Watak Lelaki Tua yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  penyabar                                               D.                            murah hati&lt;br /&gt;        B.   pendendam                                    E.    egois dan pendendam&lt;br /&gt;        C.   egois dan menghitung jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.   Gaya bahasa ironi yang terdapat dalam penggalan drama pada soal nomor 16 di atas ditunjukkan oleh … .&lt;br /&gt;A.     Apa yang harus kupercayai? Ayahku tidak berdusta&lt;br /&gt;B.     Seorang ayah tidak pernah berdusta.&lt;br /&gt;C.     Dia mengajar keluarganya untuk memburuk-burukkan aku.&lt;br /&gt;D.     Semua bantuan adalah penghinaan Tuan.&lt;br /&gt;E.      Apa yang Tuan inginkan dari aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.   Lelaki Tua:  Aku menyelamatkan ayahmu dari kehancuran dan dia membalas dengan segala kebencian yang menakutkan. Dia mengajar keluarganya untuk memburuk-burukkan aku.&lt;br /&gt;        Penggalan dialog drama di atas mempergunakan gaya bahasa … .&lt;br /&gt;A.     personifikasi                                         D.                            sinekdok&lt;br /&gt;B.     metafora                                                E.                            hiperbola&lt;br /&gt;C.     sarkasme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.   Terdapat dinding pemisah yang jelas antara pemain dengan penonton, pementasan tidak  memerlukan naskah atau skenario merupakan ciri drama …&lt;br /&gt;        A.  modern                                           D.    tablo&lt;br /&gt;        B.   tradisional                                      E.    romantik&lt;br /&gt;        C.   sendratari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.   Penjenisan drama berdasarkan sifat isinya dapat ditunjukkan sebagaimana di bawah ini… .&lt;br /&gt;        A.  komedi, tergedi, dan tragedi komedi     D.                            komedi, romantik, dan drama duka&lt;br /&gt;        B.   tradisonal dan modern                   E.    opera, pantomim, dan tragedi komedi&lt;br /&gt;        C.   dagelan, drama klasik, dan tablo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.   1.   tidak terdapat dinding pemisah yang jelas antara penonton dan pemain&lt;br /&gt;2.      setting tidak harus disesuaikan dengan adegan yang ada&lt;br /&gt;3.      diatur oleh sutradara dengan skenario yang jelas&lt;br /&gt;4.      pemain mempunyai kebebasan berimprovisasi&lt;br /&gt;5.      dipentaskan dengan tidak mempergunakan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas merupakan yang merupakan ciri-ciri teater modern adalah … .&lt;br /&gt;A.  1, 2, dan 3                                     D.    3 dan 4&lt;br /&gt;B.   2, 3, dan 4                                     E.    4 dan 5&lt;br /&gt;C.   2 dan 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.   Dandang Gendis   :                               (memegang tangan Dewi Amisani) Jangan Dewi mempermainkan hati yang putus asa. Kalau Dewi benci kepadaku, katakanlah dengan jelas. Aku sekarang seperti Dasamuka di pondok Rama membujuk Sinta.&lt;br /&gt;        Dewi Amisani   :                                  Seperti Dasamuka? Bukan, akan tetapi seperti Rama, karena Tuanlah yang dinanti-nanti jiwaku.&lt;br /&gt;        Dandang Gendis   :                               (tersenyum) Dewi tiada mengetahui siapa saya ini sebenarnya. Saya seorang yang hina dina, yang diusir dari keluarganya, yang tidak berumah tangga.&lt;br /&gt;        Dewi Amisani   :  Tuan ialah Dandang Gendis dan apalagi yang harus aku kuketahui? Bertanyakah bunga kepada lebah dari mana datangnya dan ke mana perginya? Bertanyakah sungai kepada lautan berapa luasnya dan berapa dalamnya?&lt;br /&gt;        Dandang Gendis   :                               O, Amisani, berikan daku bahagia, karena lamalah aku sudah hidup dengan berduka cita. Kekasih, cinta Raden Inu Kertapati kepada Dewi Angreni belum sebesar semulia cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                           Kertajaya, karya Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tema yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  duka cita seorang ksatria                D.    penderitaan hidup dua orang kekasih&lt;br /&gt;        B.   cinta dan kasih sayang                   E.    pembelaan akan kebenaran&lt;br /&gt;        C.   balada kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.   Atma           :     Wajah-wajah yang cukup kau kenal Karoman.&lt;br /&gt;        Karoman     :     Ya. Wajah-wajah yang sedang menanti jatuhnya vonis dari tanganmu.&lt;br /&gt;        Atma           :     Aku tahu, tapi diamlah, Karoman.&lt;br /&gt;        Karoman     :     Hukuman mati, Atma?&lt;br /&gt;        Atma           :     Diamlah!&lt;br /&gt;        Karoman     :     Hukuman tembak, Atma?&lt;br /&gt;        Atma           :     Diamlah! Dianm kataku! Ini bukan urusanmu! Ini urusan hakim! Urusan hokum! Urusan  Pengadilan.&lt;br /&gt;        (Karoman diam)&lt;br /&gt;                                                                                                           Tok Tok Tok, karya Ikranegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tema yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  hukuman bagi para penjahat          D.    beban psikologis para penegak hokum&lt;br /&gt;        B.   gambaran pelaksanaan hukum       E.    jenis-jenis hukuman&lt;br /&gt;        C.   penentuan vonis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.   Karnasih        :    Tetapi (sambil mengeluarkan sebuah rol kertas dari dalam tasnya), Mas lupa                              kepada  keadilan Tuhan? Dan ini apa? (memberikannya kepada Irwan)&lt;br /&gt;        Irwan              :     Tetapi dari mana kau dapat ini?&lt;br /&gt;        Karnasih         :     (pasti) Aku curi dari laci ayah kemarin sore. Karena itu ayah marah-marah saja kemarin!&lt;br /&gt;        Irwan              :     (diam sejurus, kemudian tersenyum) Lihatlah fajar yang merah itu sebagai di sana ada unggun api.&lt;br /&gt;        Karnasih         :     Ya, api! Api membakar kejahatan!&lt;br /&gt;        Irwan              :     Api penjerang semangat berjuang. Api alat penerang Tuhan! Api! (mereka berdua     seolah-olah terpesona)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                           Drama "API" karya Usmar Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Nilai sosial budaya yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah …&lt;br /&gt;A.    Melakukan pencurian untuk sesuatu yang dianggap benar.&lt;br /&gt;B.     Kebenaran bisa datang dari berbagai macam peristiwa.&lt;br /&gt;C.     Semangat berjuang yang besar bisa menghancurkan bentuk-bentuk kejahatan.&lt;br /&gt;D.     Dalam masyarakat terdapat kejahatan dan kebaikan.&lt;br /&gt;E.      Api yang membakar semangat berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.   AWAN&lt;br /&gt;        Awan datang melayang perlahan,&lt;br /&gt;        Serasa bermimpi, serasa berangan,&lt;br /&gt;        Bertambah lama lupa di diri,&lt;br /&gt;        Bertambah halus akhirnya seri,&lt;br /&gt;        Dan bentuk menjadi hilang,&lt;br /&gt;        Dalam langit biru gemilang.&lt;br /&gt;        Demikian jiwaku lenyap sekarang&lt;br /&gt;        Dalam kehidupan teduh tenang.&lt;br /&gt;                                                                                                            Madah Kelana, karya Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Frase yang bermakna konotasi dalam puisi di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  awan datang                                  D.    langit biru&lt;br /&gt;        B.  serasa bermimpi                             E.    teduh tenang&lt;br /&gt;        C.  bertambah lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.   Bersandar pada tari warna pelangi&lt;br /&gt;        Kau depanku bertudung sutera senja&lt;br /&gt;        Di hitam matamu kembang mawar dan melati&lt;br /&gt;        …&lt;br /&gt;                                                                                                            Sajak Putih, karya Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Diksi pada puisi penggalan puisi di atas cenderung bersifat … .&lt;br /&gt;        A.  onomatope                                    D.    lambang bunyi&lt;br /&gt;        B.  eufoni                                                   E.                              anaphora&lt;br /&gt;        C.  kakafoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.   Meniti tasbih&lt;br /&gt;        Malam pelan-pelan&lt;br /&gt;        Dan burung pedasih&lt;br /&gt;        Menggaris gelap di kejauhan&lt;br /&gt;        Kemudian adalah pesona&lt;br /&gt;        Wajah-Nya tersandar ke kaca jendela&lt;br /&gt;        Memandang kita, memandang kita lama-lama.&lt;br /&gt;                                                                                                          &lt;br /&gt;                                                                                                           Pertemuan, karya Gunawan Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam puisi di atas penyair mengungkapkan kegundahan hatinya dengan cara … .&lt;br /&gt;A.    merenungi perjalanan hidupnya&lt;br /&gt;B.     melakukan koreksi terhadap jegelapan dirinya&lt;br /&gt;C.     melakukan pendekatan diri kepada Yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;D.    memandang kejauhan berlama-lama&lt;br /&gt;E.     bersenda gurau dengan burung pedasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.   Anita.&lt;br /&gt;        Memacu kuda garang, merasuk hidup jalang&lt;br /&gt;        ditolaknya setiap perhentian&lt;br /&gt;        Anita.&lt;br /&gt;        Dikutukinya sarang cemburu, degil dan duka&lt;br /&gt;        Berpacu juga ia yang terlanda rebah dikakinya&lt;br /&gt;        Sampai tiba-tiba terpaling kepalnya&lt;br /&gt;        Satu binar caya merobah warna iklim&lt;br /&gt;        Lelaki berorot mengurungnya pada cinta&lt;br /&gt;       Yang dengan angkuh memandanya ke darahnya berpacuan&lt;br /&gt;       Anita.&lt;br /&gt;       Lelaki itu memperkosanya di ladang&lt;br /&gt;       Hujan gerimis menambah ribut dada dan alang-alang.&lt;br /&gt;       Lalu meninggalkannya dengan dingin mata&lt;br /&gt;       Menenggelamkan diri bagi bahasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            Balada Anita, karya W.S. Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyair mengungkapkan perasaannya dalam puisi di atas dengan cara sebagaimana berikut, kecuali … .&lt;br /&gt;A.    mempergunakan diksi yang menarik&lt;br /&gt;B.     mempergunakan gaya bahasa ironi yang penuh perlambang&lt;br /&gt;C.     memperhatikan keseimbangan eufoni dan kakafoni&lt;br /&gt;D.    melakukan penyimpangan ketatabahasaan untuk kepentingan rima dan makna&lt;br /&gt;E.     mempergunakan gaya bahasa anaphora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.    Tingkah lakumu memalukan kami.&lt;br /&gt;         Cara dudukmu menghina kami.&lt;br /&gt;         Rasakan sendiri, tangan mencencang bahu memikul.&lt;br /&gt;         Meminjam itu serasa manis, tetapi memulangkan  atau membayarnya serasa pahit dan getir.&lt;br /&gt;                            &lt;br /&gt;                                                                                                            Tarigan&lt;br /&gt;         Larik yang bercetak miring pada kutipan puisi di atas mempunyai kandungan nilai … .&lt;br /&gt;         A.  religus                                            D.  sosial budaya&lt;br /&gt;         B.  sosial politik                                  E.   budaya&lt;br /&gt;         C.  moral dan didaktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.   &lt;br /&gt;         1.   Barang siapa mengenal Allah&lt;br /&gt;               Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah&lt;br /&gt;               Barang siapa mengenal akhirat&lt;br /&gt;               Tahulah ia dunia mudarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         2.   Cahari olehmu akan sahabat&lt;br /&gt;               Yang boleh dijadikan obat&lt;br /&gt;               Cahari olehmu akan guru&lt;br /&gt;               Yang boleh tahukan seteru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         3.   Hendaklah jadi kepala&lt;br /&gt;               Buang perangai yang cela&lt;br /&gt;               Hendaklah memegang amanat&lt;br /&gt;               Buanglah segala khianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         4.   Ingatkan dirinya mati&lt;br /&gt;               Itulah asal berbuat bakti&lt;br /&gt;               Akhirat itu terlalu nyata&lt;br /&gt;               Kepada hati yang tidak buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         5.   Apabila banyak berkata-kata&lt;br /&gt;               Di situlah jalan masuknya dusta&lt;br /&gt;               Apabila anak tidak dilatih&lt;br /&gt;               Jika besar bapaknya letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            Gurindam Dua Belas&lt;br /&gt;                                                                                                            karya Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kutipan gurindam di atas yang menyiratkan nilai budaya dalam masyarakat adalah … .&lt;br /&gt;         A.  1 dan 2                                          D.  3&lt;br /&gt;         B.  1 dan 3                                          E.   5&lt;br /&gt;         C.  2 dan 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.    Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;         Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok&lt;br /&gt;         Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan&lt;br /&gt;         Gembira dari kemayaan riang&lt;br /&gt;         Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral&lt;br /&gt;         Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang kau hafal&lt;br /&gt;         Jiwa begitu murni, terlalu murni&lt;br /&gt;         Untuk bisa membagi dukaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            Gadis Peminta-Minta&lt;br /&gt;                                                                                                            karya Toto Sudarto Bachtiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nilai sosial budaya yang menonjol pada penggalan puisi di atas tampak pada larik …&lt;br /&gt;A.    Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;         B.  Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok&lt;br /&gt;         C.  Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral&lt;br /&gt;         D.  Jiwa begitu murni, terlalu murni&lt;br /&gt;         E.   Untuk bisa membagi dukaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,&lt;br /&gt;         Dengan kata yang tak sempat kuucapkan&lt;br /&gt;         Kayu kepada api yang menjadikannya abu.&lt;br /&gt;         Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,&lt;br /&gt;         Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan&lt;br /&gt;         Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;                                                                                                            Aku Ingin, karya Sapardi Djoko D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tema yang tersirat dalam puisi di atas adalah … .&lt;br /&gt;A.    kesederhanaan dalam menjalani hidup di dunia&lt;br /&gt;B.     kesederhanaan berpikir&lt;br /&gt;C.     ungkapan cinta dan kasih sayang terhadap seorang kekasih&lt;br /&gt;D.    keindahan alami seorang wanita&lt;br /&gt;E.     perumpamaan tentang kesederhanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.    Berdasarkan bentuknya puisi pada soal nomor 32 di atas dapat diklasifikasikan  ke dalam jenis …&lt;br /&gt;         A.  distikon                                         D.  kuin&lt;br /&gt;         B.  tersina                                            E.   sektet&lt;br /&gt;         C.  kuartrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.    Di bawah ini merupakan ekspresi perasaan seorang penyair yang berwujud syair, adalah …&lt;br /&gt;         A.  Berhentilah kisah raja Hindustan,&lt;br /&gt;               tersebutlah pula suatu perkataan,&lt;br /&gt;               Abdul Hamid Syah paduka sultan,&lt;br /&gt;               duduklah baginda bersuka-sukaan.&lt;br /&gt;         B.  Jalan-jalan ke kampung dalam,&lt;br /&gt;               singgah-menyinggah di pagar orang.&lt;br /&gt;               Pura-pura mencari ayam&lt;br /&gt;               ekor mata di anak orang.&lt;br /&gt;         C.  Cahari olehmu sahabat,&lt;br /&gt;               yang boleh dijadikan obat.&lt;br /&gt;               Barang siapa mengenal diri,&lt;br /&gt;               maka telah mengenal Tuhan yang bahri.&lt;br /&gt;         D.  Jantungkau sudah kugantung,&lt;br /&gt;               Hatikau sudah kurantai.&lt;br /&gt;               Rantai Allah, rantai Muhammad,&lt;br /&gt;               Rantai Baginda Rasul Allah.&lt;br /&gt;         E.   Dunia juga yang indah maka tercenganglah manusia,&lt;br /&gt;               Sebab terkadang ia terhina dan lagi termulia.&lt;br /&gt;               Bahwa seseorang tiada kenal dunia itu,&lt;br /&gt;               Dalam dunia juga hidupnya sehari-hari sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.    KEPASRAHAN&lt;br /&gt;                                                                     kepada Tuhan&lt;br /&gt;         Pada-Mulah semata kupasrahkan tanpa sarat&lt;br /&gt;         Segala yang pernah dan akan aku perbuat&lt;br /&gt;         Berikanlah kepadaku semauku apa yang Engkau suka&lt;br /&gt;         Tanganku telah siap menerima sorga atau neraka.&lt;br /&gt;                        Aku yakin pada keillahian-Mu&lt;br /&gt;                        Aku yakin pada kemanusiaanku.&lt;br /&gt;                                                                                                            Majalah Horison&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Berdasarkan isinya puisi di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis … .&lt;br /&gt;         A.  epigram                                         D.  elegi&lt;br /&gt;         B.  balada                                            E.   himne&lt;br /&gt;         C.  satire&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.    Larik-larik puisi di bawah ini menunjukkan pemakaian diksi cenderung mempunyai kesan kering, adalah …&lt;br /&gt;         A.  dengan puisi aku bernyanyi&lt;br /&gt;               sampai senja umurku nanti&lt;br /&gt;               dengan puisi aku bercinta&lt;br /&gt;               berbatas cakrawala&lt;br /&gt;         B.  daun-daun kuning sudah, sebentar lagi&lt;br /&gt;               jatuhlah. Kau tak usah sedih&lt;br /&gt;               jika mesti pergi dalam dingin angin&lt;br /&gt;               yang mulai merintih&lt;br /&gt;         C.  ketika beta terjaga dini hari&lt;br /&gt;               melihat alam sepermai ini&lt;br /&gt;               terasalah beta darah baru&lt;br /&gt;               gembira berdebur di dalam kalbu&lt;br /&gt;         D.  pergi ke dunia luas , anakku sayang&lt;br /&gt;               pergi ke hidup bebas&lt;br /&gt;               selama angin masih buritan&lt;br /&gt;               dan matahari masih menyinari daun-daunan&lt;br /&gt;         E.   cerah nian langit sekarang&lt;br /&gt;               awan-awanan tiada di sana&lt;br /&gt;               berkelap-kelip senyuman bintang&lt;br /&gt;               bagai beledru bertabur permata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.   “Yah, Mas, empat ratus,” suara si kerempeng lagi. “Nggak,” jawabku. “Kalau mau dari tadi,    sudah dekat”, lanjutku. Peluh telah bercucuran di sekujur tubuhku, dan kakiku lecet bergesekan   dengan sepatu kulit yang masih terbilang baru. Perih sekali. Tapi aku berkeras hati untuk tetap  berjalan. Juga tidak untuk menawar becak lain yang kujumpai tidak berpenumpang. Tidak. Tidak  perlu lagi rasa kasihan. Buktinya si kerempeng itu dengan angkuhnya di sadel smentara aku  sempoyongan menjinjing tasku. Langkahku makin kupaksakan. Dia terus mengikuti dengan  becaknya.&lt;br /&gt;                                                                                                     &lt;br /&gt;                                                                                                       Becaaak, karya Marselli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Watak tokoh “aku” yang tergambar dalam penggalan cerpen di atas adalah … .&lt;br /&gt;  A.   pemurah                                       D.   egois dan pendendam&lt;br /&gt;  B.   pemberang                                   E.    penyabar&lt;br /&gt;  C.   pemarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.    Mbak Naya menghela napas panjang. “Uki, kamu sekarang sudah enam belas tahun. Mbak pengen melihat kamu berubah.” Uki menunduk, memilin-milin ujung kaos oblongnya seperti anak kecil tertangkap basah mencuri mangga. Uki memang berbeda dengan kakaknya yang feminine. Sejak kecil, Uki sangan dekat dekat sang Papi. Setiap akhir pekan, Papi selalu mengajak Uki berjalan-jalan, memancing ikan di sungai, latihan memanah, dan sebagainya. Kadang Uki juga sering ikut ke tempat papinya mengajar karate. Bahkan setiap kali ada genteng yang bocor, Uki selalu ikut naik ke atap. Mungkin kedekatan dengan sang Papi inilah yang membuat Uki sulit bersikap lemah lembut seperti layaknya seorang cewek. Apalagi teman-temannya kebanyakan cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                            It’s Me, Uki!, karya RF. Dhona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Penggalan cerpen di atas mengisahkan tentang … .&lt;br /&gt;         A.  watak Uki                                    D.   perilaku Uki&lt;br /&gt;         B.  latar belakang tokoh Uki             E.    jalan hidup Uki&lt;br /&gt;         C.  kedekatan Uki dengan Papinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.    Jika penggalan cerpen pada soal nomor 38 di atas diubah menjadi bentuk drama, maka penokohan yang bias dimunculkan adalah … .&lt;br /&gt;A.    Uki. Papi, kakak, dan Mbak Naya&lt;br /&gt;B.     Uki, Papi, kakak, Mbak Naya, dan teman-teman cowok&lt;br /&gt;C.     Uki, Papi, kakak, Mbak Naya, dan teman-teman cowok&lt;br /&gt;D.    Uki, Papi, dan kakak                  &lt;br /&gt;E.     Uki, Papi, dan Mbak Naya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.    Novel ini mengisahkan nasib Hidayat, pegawai teladandi Perminus (Perusahaan Minyak Nusantara) yang melawan korupsi di perusahaannya. Hidayat mengetahui bahwa atasnanya, Kahar, mendapatkan keuntungan pribadi alias suapan sebesar puluhan juta DM dari salah satu perusahaan Eropa. Hidayat memberontak. Sebagai konsekuensinya, Hidayat terpaksa berhenti di Perminus. Dan dukungan untuk dicalonkan sebagai gubernur Jawa barat dicabut oleh seorang panglima setelah berunding dengan orang-orang penting di Jakarta.&lt;br /&gt;                                                                                                            Horison, Berthold Damshuser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Unsur yang dibahas dalam penggalan resensi di atas adalah … .&lt;br /&gt;         A.  isi cerita                                         D.  keunggulan&lt;br /&gt;         B.  gaya penceritaan                           E.   kelemahan&lt;br /&gt;         C.  kandungan moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41.   Novel ini diceritakan dengan gaya populer. Kalimat-kalimatnya berupa gurauan-gurauan dan ucapan-ucapan yang dapat terjadi di kalangan anak-anak muda terutama di kalangan mahasiswa. Banyak peristiwa, karakter, humor, dan ungkapan perasaan yang memancing simpati pembaca pada tokoh utama cerita. Tokoh utama cerita adalah Astiti Rahayu, mahasiswa Fakultas Sastra jurusan bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada yang merangkap menjadi pemandu wisata Indonesia Tour.&lt;br /&gt;                                                                          &lt;br /&gt;                                                                                                            Jakob Sumardjo&lt;br /&gt;        Unsur yang dibahas dalam penggalan resensi di atas adalah … .&lt;br /&gt;        A.  gaya penceritaan                           D.    keunggulan novel&lt;br /&gt;        B.  nilai budaya                                   E.    kelemahan  novel&lt;br /&gt;        C.  kandugan moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.    Bukan saja korupsi yang dijadikan tema hangat dalam Ladang Perminus. Dalam salah satu dialog, peran perusahaan transnasional dan bahaya yang mengancam kesejahteraan rakyat Indonesia juga dibicarakan. Hal ini tampak terbaca pada dialog antara Hidayat dan Pena (hal. 171 – 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur intrinsik yang diulas dalam penggalan resensi di atas adalah ...&lt;br /&gt;         A. alur                                                D. perwatakan               &lt;br /&gt;         B. seting                                            E. tema                          &lt;br /&gt;         C. bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43.   Novel Raumanen karya Mariane Katoppo ini pada tahun 1975 memperoleh hadiah harapan Sayembara Penulisan Novel yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Kemuadian pada tahun 1982, Raumanen dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Sastra Asia Tenggara (SEA Write Award). Para kritikus pada umumnya mengungkapkan bahwa keberhasilan novel ini pada bentuk penceritaannya yang menggunakan pencerita akuan (first person narrator) dari sudut pandang (point of view) Manen dan Monang. Kedua pencerita itu kemudian mengungkapkan pikiran dan perasaannya masing-masing.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Berdasarkan penggalan ulasan di atas, keunggulan novel Raumanen terletak pada … .&lt;br /&gt;        A.    gaya bercerita                                           D.    pengungkapan pikiran&lt;br /&gt;        B.    sudut pandang                                          E.    penghargaan yang diterima&lt;br /&gt;        C.    tema cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44.   Sri Sumarah” merupakan cerita panjang. Ia menceritakan kehidupan Sri Sumarah alias Bu Guru pijit istri guru Martokusumo. Umar Kayam dengan langgam Jawa yang santai bercerita bagaimana gadis ini diajar neneknya untuk menjadi istri “prototype” Sumbodro, seorang tokoh cerita wayang yang merupakan istri Arjuno. Sebagai Sumbodro, istri itu harus pasrah dan mengabdikan diri pada suami. Inilah sebabnya sejak muda Sri Sumarah telah belajar menerima ketegangan berupa keputusan sang suami untuk mengambil istri kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penggalan kritik novel di atas mengungkapkan unsur … .&lt;br /&gt;        A.    latar                                                          D.    amanat&lt;br /&gt;        B.    jalan cerita                                                E.    tema&lt;br /&gt;        C.    sudut pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.   Sebulan kemudian sesudah pertemuan pertama di restoran dan hotel, Tommi dan Endang kembali meluncur di dalam BMW abu-abu. Kali itu, sesudah makan siang di restoran yang sama, langsung menuju ke hotel, langsung menuju ke “lobby”, dan langsung pula naik lif masuk ke suite Tommi.  “Wow”, seru Endang lirih, waktu masuk ke dalam suite. Suite itu mewah dan, diluar dugaan, ditata dalam cita rasa yang baik dan canggih. Tidak ada kesan norak  dan kampungan, baik memilih warna-warna gorden, sprei, bantal, kursi, dan meja. Tommi langsung memeluk Endang dan menciuminya.&lt;br /&gt;                                                                                      &lt;br /&gt;                                                                                                Jalan Menikung, karya Umar Kayam&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Penggalan novel di atas menggunakan sudut pandang … .&lt;br /&gt;        A.    orang pertama                                          D.    akuan sertaan&lt;br /&gt;        B.    orang kedua                                             E.    akuan tak sertaan&lt;br /&gt;        C.    orang ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46.   Waktu taksi Eko an Claire memasuki halaman rumah Tommi dan Jeanette, sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir, mulut Claire tampak menganga. Matanya yang bundar besar-besar nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu. “Wow, ini istana di Amerika bagian selatan, Ko. Pantasnya di Savannah dan Georgia, begitu. Ada pohon-pohon willow segala. Ada anjing-anjing herder berkelilaran, ada kolam renang besar berbentuk jantung, dan halaman rumput yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang terta apik. Semua serba wow, Ko!”&lt;br /&gt;                                                                                      &lt;br /&gt;                                                                                       Jalan Menikung, karya Umar Kayam&lt;br /&gt;        Watak Claire dalam penggalan novel  di atas tergambar melalui … .&lt;br /&gt;        A.    uraian pengarang                                      D.    pandangan tokoh&lt;br /&gt;        B.    uraian tokoh lain                                      E.    sikap tokoh&lt;br /&gt;        C.    dialog antartokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47.    Tetapi lebih-lebih dari segalanya, haruslah kaum perempuan sendiri insyaf akan dirinya berjuang untuk mendapatkan penghargaan dan kedudukan yang lebih layak. Ia tiada boleh menyerahkan nasibnya kepada golongan yang lain, apalagi golongan kaum laki-laki yang merasa akan kerugian, apabila ia harus melepaskan kekuasaannya yang telah berabad-abad dipertahankannya. Kita harus membanting tulang sendiri untuk mendapat hak kita sebagai manusia. Kita harus merintis jalan untuk lahirnya perempuan yang baru yang bebas berdiri menghadapi dunia, yang berani membentangkan matanya melihat kepada siapa juapun.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;                                                                                                Layar Terkembang, karya Sutan Takdir A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berdasarkan kutipan di atas, salah satu ciri karya sastra bentuk prosa adalah … .&lt;br /&gt;        A.    adanya pembaitan                                    D.    penggunaan rima&lt;br /&gt;        B.    adanya petunjuk gerak                             E.    didominasi dialog&lt;br /&gt;        C.    penggunaan paragraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48.   Rindu tanapa batas&lt;br /&gt;        pada isi terpendam&lt;br /&gt;        angin lintas&lt;br /&gt;        bisik bibir kelu&lt;br /&gt;               gunung berapi berbalut awan&lt;br /&gt;               menjulang di angasapagi&lt;br /&gt;               Sebagai menelusuri wajah bumi&lt;br /&gt;               Kesepian hutan, lengang pertapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                 Sitor Situmorang&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Puisi di atas menggunakan majas… .&lt;br /&gt;        A.    sinekdoke                                                 D.    eufemisme&lt;br /&gt;        B.    hiperbola                                                  E.    eufemisme&lt;br /&gt;        C.    personifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49.   Berhentilah kisah raja Hindustan,&lt;br /&gt;        tersebutlah pula suatu perkataan,&lt;br /&gt;        Abdul Hamid Syah paduka sultan,&lt;br /&gt;        Duduklah baginda bersuka-sukaan.&lt;br /&gt;                        Abdul Muluk putera baginda,&lt;br /&gt;                        besarlah sudah bangsawan muda,&lt;br /&gt;                        cantik majelis usulnya syahda,&lt;br /&gt;                        tiga belas belas tahun umurnya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Puisi di atas mempunyai ciri-ciri sebagaimana tersebut di bawah ini, kecuali … .&lt;br /&gt;        A.  terdiri atas sampiran dan isi pada setiap baitnya&lt;br /&gt;        B.   setiap baris merupakan isi yang saling berkaitan&lt;br /&gt;        C.   mempergunakan jenis rima terus&lt;br /&gt;        D.  berisi cerita, dongeng, atau nasihat&lt;br /&gt;        E.   setiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 10 suku kata&lt;br /&gt;50.   Puisi-puisinya berisipujian terhadap tanah air, yaitu Sumatra. Puisi lahir oleh dorongan  ekspresif yang bersifat pribadi, tidak lahir dalam iklim yang sama dengan puisi lama, misalnya pantun dan syair. Memang dalam usaha mencari bentuk-bentuk baru, penyair belum serentak melepaskan kebiasaan-kebeiasaan lama, seperti jumlah kata dan pem,bagian baris atas dua bagian yang diantarai oleh sebuah jeda serta pemeliharaan sajaknya. Sepintas kilas mengingatkan kita kepada bentuk puisi lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penggalan esai sastra di atas berisi … .&lt;br /&gt;        A.    pandangan penyair tentang tanah air&lt;br /&gt;        B.    penyair yang terpengaruh oleh bentuk puisi lama&lt;br /&gt;        C.    puisi yang lahir atas dorongan ekspresif pribadi&lt;br /&gt;        D.    usaha penyair dalam mencari bentuk baru&lt;br /&gt;        E.    pemujaan terhadap tanah air dengan puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selamat Mengerjakan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-4979854685724750179?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/4979854685724750179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/latihan-soal-sastra-indonesia_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/4979854685724750179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/4979854685724750179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/latihan-soal-sastra-indonesia_24.html' title='Latihan Soal Sastra Indonesia'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-8216150878705142125</id><published>2008-11-24T16:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T16:45:51.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Himasin'/><title type='text'>HIMPUNAN MATERI SASTRA INDONESIA</title><content type='html'>BAB 1&lt;br /&gt;KEBUDAYAAN, KESENIAN, DAN KESUSASTERAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kesusastraan merupakan salah satu bagian dari kesenian, sedangkan kesenian merupakan bagian dari kebudayaan. Hubungan ini dapat dikatakan hubungan yang sangat signifikan. Kehadiran di antaranya tidak bisa dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang saling membentuk dan membangun. Kesusastraan merupakan sebuah seni pertunjukan yang menyampaikan pesan budaya.&lt;br /&gt;Kebudayaan berasal dari kata budaya (Sanskerta: buddhayah, bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal). Secara bebas kebudayaan dapat diartikan segala bentuk menivestasi akal pikiran manusia dengan cara mencipta dan menggubah segala kemungkinan yang ada di ala mini, untuk meningkatkan derajat, kecerdasan, rasa keindahan, sistem nilai, dan ide vital masyarakat. Kebudayaan hanya milik manusia, sehingga manusia dikatakan makhluk berbudaya. Mengapa demikian karena hanya manusialah yang memiliki budi atau akal, sedangkanbinatang hanya memiliki insting atau naluri. Meskipun manusia juga memiliki naluri, tetapi akallah yang merupakan unsure utamasebagai dasar penentu kemajuan dan modernisasinya.&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara kebudayaan dan peradaban. Keduanya kadang terasa agak sulit dibedakan karena memang mempunyai hubungan yang sangat rapat. Pokok perbedaannya dapat ditelusuri dari asal katanya. Peradaban berasal dari kata adab (bahasa Arab) yang berarti sopan. Orang beradab berarti orang yang tahu sopan santun (Jawa: tata krama). Bidang-bidang yang tercakup dalam peradaban adalah peradaban lahir seperti tata cara (sopan santun) atau etika pergaulan, susunan dan organisasi masyarakat, sistem hokum yang tertib, teknologi, dan sebagainya. Sedangkan kebudayaan atau kultur (Inggris: culture) merupakan peradaban batin meliputi keluhuran budi, kebersihan batin, ketinggian ilmu pengetahuan, dan kesenian. Unsur-unsur yang terdapat dalam kebudayaan adalah kesenian, ilmu pengetahuan, peradaban, dan kepercayaan.&lt;br /&gt;Sementara itu kesenian yang berasal dari kata seni adalah hasil getaran jiwa dan keselaran perasaan serta pikiran yang mewujudkan suatu ciptaan yang indah dan luhur. Kesenian dapat dibedakan menjadi beberapa bidang seni seperti seni rupa (lukis, pahat, dekorasi, grafika, keramik, bangunan, dsb.), seni suara (vokalia, musik), seni sastra (deklamasi, baca puisi), seni gerak (tari, drama, bela diri). Sedangkan hasil-hasil kesenian dapat berupa lukisan, tarian, lagu-lagu, musik, dsb. Dan hasil kesenian yang berwujud bahasa seperti puisi, prosa, drama merupakan hasil karya seni sastra.&lt;br /&gt;Secara etimologis kata kesusastraan berasal dari kata dasar susastra. Su berarti baik, dan sastra (Sanskerta: castra) berarti bahasa. Kata castra berasal dari akar kata cas yang berarti belajar dan akhiran tra yang berarti yang harus di; yang disediakan untuk di …  Jadi sastra berarti yang harus dipelajari, yaitu tulisan, buku, atau bahasa. Semula kesusastraan secara sempit diartikan sebagai tulisan atau karangan yang indah bahasanya. Dalam perkembangan selanjutnya kesustraan diartikan sebagai hasil ciptaan (ekspresi jiwa) manusia yang dilahirkan dengan bahasa, baik dengan tulisan  maupun lisan, yang dapat menimbulkan rasa keindahan atau keharuan serta mencerminkan keadaan masyarakat dan jiwa bangsa yang membaca, mendengar, melihat, dan mengindrainya. Sehingga karangan yang berupa buku-buku pelajaran atau ilmu pengetahuan, atau yang bersifat berita, laporan, pengumuman, dan sebagainya tidak termasuk ke dalam kesusastraan, karena bahasanya tidak menimbulkan keindahan atau keharuan.&lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah, terdapat dua pengertian yaitu lama dan baru. Pengertian lama, kesusastraan adalah bukan saja hasil bahasa yang indah, melainkan juga hasil bahasa yang lain-lainnya, seperti: tata bahasa, agama, sejarah, dll. Pengertian baru, kesusastraan adalah bahasa yang indah yang menimbulkan rasa seni pada pembaca atau pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;GENRE PUISI (JENIS-JENIS PUISI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Secara garis besar karya sastra dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu puisi, prosa, dan drama. Ketiga jenis karya sastra tersebut kemudian bisa diklasifikasikan berdasarkan pembabakan atau zamannya, yaitu sastra lama dan sastra baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genre Puisi&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan genre puisi adalah penjenisan karya puisi berdasarkan bentuk dan isinya. Banyak sekali ragam puisi yang dapat diklasifikasikan sesuai dengan zaman, bentuk, dan isinya. Berdasarkan zamannya puisi dapat dibedakan menjadi puisi lama dan puisi baru. Yang termasuk ke dalam jenis puisi lama antara lain adalah mantra, bidal, pantun, seloka, gurindam, syair, puisi Arab-Parsi (masnawi, rubai, kit’ah, gazal). Puisi lama biasanya mempergunakan bahasa Melayu sebagai medianya. Sedangkan puisi baru yang mempergunakan bahasa Indonesia dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan isinya. Puisi baru berdasarkan bentuknya dibedakan berdasarkan jumlah baris dalam setiap bait, yaitu distikon, tersina, kuatrain, kuint, sektet, septime, oktava/stanza, sonata, dan sajak bebas. Puisi baru berdasarkan isinya diklasifikasikan menjadi jenis balada, romance, elegi, ode, himne, epigram, satire, dan idylle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Puisi Lama&lt;br /&gt;1.  Mantra, adalah puisi lama yang dipercaya dapat mendatangkan kekuatan gaib yang biasanya diajarkan atau diucapkan oleh pawang untuk menandingi kekuatan yang lain. Misalnya mantra untuk membangkitkan keberanian kepada harimau seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;     Hai si Gempar Alam&lt;br /&gt;     Gegap gempita&lt;br /&gt;     Jarum besi akan romaku&lt;br /&gt;     Ular berbisa akan janggutku&lt;br /&gt;     Buaya akan tongkat mulutku&lt;br /&gt;     …&lt;br /&gt;2.  Bidal, adalah bahasa berkias untuk mengungkapkan perasaan yang sehalus-halusnya, hingga orang lain yang mendengarkanharus mendalami dan meresapi arti serta maksud dalam hatinya sendiri, biasanya berisi nasihat, sindiran, peringatan, dan sebagainya. Menurut penggunaannya bidal bisa diklasifikasikan menjadi: pepatah, perumpamaan, tamsil, ibarat, amsal, pemeo, peribahasa, ungkapan, dan perumpamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peribahasa, adalah kelompok kata atau kalimat yangtetap susunannya dan mengisahkan maksud tertentu. Yang termasuk ke dalam jenis peribahahasa ini adalah ungkapan, perumpamaan, ibarat, tamsil.&lt;br /&gt;Pepatah, adalah kiasan tepat yang berupa kalimat sempurna dan pendek, pada mulanya dimaksudkan untuk mematahkan pembicaraan orang lain.&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Buruk muka cermin dibelah.&lt;br /&gt;                        2. Anjing menyalak takkan menggigit.&lt;br /&gt;                        3. Besar bungkus tak berisi.&lt;br /&gt;Perumpamaan, adalah majas yang berupa perbandingan dua hal yang pada hakikat berbeda, tetapi sengaja dianggap sama (secara eksplisit dinyatakan dengan kata-kata pembanding umpama, bak, bagai, seperti, ibarat, dsb).&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Soraknya seperti gunung runtuh.&lt;br /&gt;                        2. Wajahnya laksana bulan kesiangan.&lt;br /&gt;                        3. Seperti mendapat durian runtuh.&lt;br /&gt;Ibarat, adalah perbandingan dengnan seterang-terangnya dengan keadaan alam sekitarnya, yang mengandung sifat puisi di dalamnya.&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Hendaklah seperti tembikar, pecah satu pecah semua.&lt;br /&gt;                        2. Ibarat bunga, segar dipakai layu dibuang.&lt;br /&gt;                        3. Bagai anak ayam kehilangan induk, selalu saja dalam kebingungan.&lt;br /&gt;Amsal, adalah kalimat pendek untuk mengajarkan suatu kebenaran.&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Biar badan penat, asal hati suka.&lt;br /&gt;                        2. Boleh dipelajari, jangan diikuti (untuk sesuatu yang jelek).&lt;br /&gt;Tamsil, adalah kiasan pendek yang bersajak dan berirama, seperti pantun kilat atau karmina.&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.&lt;br /&gt;                        2. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.&lt;br /&gt;                        3. Dekat kabut mata tertutup, dekat maut maaf tertutup.&lt;br /&gt;Pemeo, adalah kata-kata atau kalimat-kalimat singkat baik yang mengandung ejekan atau semangat, yang ditiru dari ucapan seseorang, dan kemudian sering diucapkan atau dipakai dalam masyarakat.&lt;br /&gt;     Contoh:       1. Sekali merdeka, tetap merdeka!&lt;br /&gt;                        2. Maju terus, pantang mundur!&lt;br /&gt;                        3. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Pantun, adalah puisi lama asli Indonesia (milik/budaya asli bangsa Indonesia) yang benar-benar berasal dari dari kesusastraan anak negeri sendiri. Kata pantun  merupakan bentuk krama inggil pari bahasa Jawa. Dalam bahasa Sanskerta terdapat kata paribhasya (dalam bahasa Indonesia menjadi peribahasa) yang berakar kata rik/rit yang mendaung arti kira-kira sama dengan mengatur/menyusun. Sementara itu kata pantun dapat pula diurai dari akar kata tun yang dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) berarti tuntun-atuntun yang berarti mengatur. Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa arti kata pantun pada umumnya sama dengan aturan, susunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Pantun&lt;br /&gt;Menurut jumlah barisnya pantun dibedakan menjadi pantun biasa, pantun kilat/karmina, talibun, dan pantun berkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Biasa&lt;br /&gt;Ciri-ciri pantun biasa adalah:&lt;br /&gt;setiap bait terdiri atas empat baris,&lt;br /&gt;setiap barus terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata,&lt;br /&gt;dua baris pertama merupakan sampiran, dua baris kedua merupakan isi,&lt;br /&gt;bersajak-sajak silang (a b a b),&lt;br /&gt;berisi curahan perasaan (kalbu), sindiran, nasihat, dan&lt;br /&gt;dapat selesai dalam satu bait.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Air dalam bertambah dalam&lt;br /&gt;     Hujan di hulu belum lagi teduh&lt;br /&gt;     Hati dendam bertambah dendam&lt;br /&gt;     Dendam dahulu belum lagi sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Kilat (Karmina)&lt;br /&gt;Ciri-ciri pantun kilat adalah:&lt;br /&gt;setiap bait terdiri atas 2 baris,&lt;br /&gt;setiap barus terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata,&lt;br /&gt;baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi,&lt;br /&gt;bersajak sama (a a), dan&lt;br /&gt;berisi curahan perasaan (kalbu), sindiran, nasihat.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;            Ada ubi ada talas,                                Sudah gaharu cendana pula,&lt;br /&gt;            Ada budi ada balas.                             Sudah tahu bertanya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talibun&lt;br /&gt;Ciri-ciri talibun adalah:&lt;br /&gt;terdiri atas lebih dari 4 baris dalam setiap baitnya (selalu genap: 6, 8, 10, dst.),&lt;br /&gt;terbagi atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi,&lt;br /&gt;bersajak silang (misalnya untuk 6 baris adalah a b c a b c)&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Kalau anak pergi ke lepau&lt;br /&gt;     Hiu beli belanak beli&lt;br /&gt;     Ikan panjang beli dahulu&lt;br /&gt;     Kalau anak pergi merantau&lt;br /&gt;     Ibu cari sanak pun cari&lt;br /&gt;     Induk semang cari dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Berkait&lt;br /&gt;Ciri-ciri pantun berkait adalah:&lt;br /&gt;pantun ini tidak selesai dalam satu bait, minimal dua bait,&lt;br /&gt;baris kedua dan keempat bait pertama menjadi baris kesatu dan ketiga pada bait kedua, dan&lt;br /&gt;secara umum ciri setiap bait sama dengan pantun biasa.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Bunga melur cempaka biru&lt;br /&gt;     Bunga rampai di dalam puan&lt;br /&gt;     Tujuh malam semalam rindu&lt;br /&gt;     Belum sampai padamu tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bunga rampai di dalam puan&lt;br /&gt;     Ruku-ruku dari peringgit&lt;br /&gt;     Belum sampai padamu tuan&lt;br /&gt;     Rindu saya bukan sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Mulia, adalah pantun yang tidak saja bersajak akhir, tetapi juga bersajak tengah; serta sampiran dan isinya memperlihatkan hubungan yang erat. Apa yang dikatakan isi pantun sudah terbayang pada sampirannya.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Air dalam bertambah dalam&lt;br /&gt;     Hujan di hulu belum lagi teduh&lt;br /&gt;     Hati dendam bertambah dendam&lt;br /&gt;     Dendam dahulu belum lagi sembuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Modern, adalah pantun yan tidak bersampiran, semua baris merupakan isi (seperti syair) hanya sja sajaknya masih berpegang pada persajakan pantun, yaitu sajak silang (a b a b).&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Serumpun bambu di tepi kolam&lt;br /&gt;     Melambai jaya menjatuhkan bayang&lt;br /&gt;     Dilengkung angin duduk bermuram&lt;br /&gt;     Tak ketentuan daunnya melayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut isinya pantun bisa dibedakan sebagaimana pada table di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANTUN&lt;br /&gt;JENIS PANTUN&lt;br /&gt;CONTOH&lt;br /&gt;Pantun Anak-anak&lt;br /&gt;Pantun Bersuka Cita&lt;br /&gt;Elok rupanya si kumbang janti&lt;br /&gt;Dibawa itik pulang petang&lt;br /&gt;Tak terkata besar hati&lt;br /&gt;Melihat ibu sudah datang&lt;br /&gt;Pantun Berduka Cita&lt;br /&gt;Lurus jalan ke Payakumbuh&lt;br /&gt;Kayu jati bertimbal jalan&lt;br /&gt;Di mana hati tidak kan rusuh&lt;br /&gt;Ibu mati bapa berjalan&lt;br /&gt;Pantun Orang Muda&lt;br /&gt;Pantun Dagang/Nasib&lt;br /&gt;Asam pauh dari seberang&lt;br /&gt;Tumbuhnya dekat tepi tebat&lt;br /&gt;Badan jauh di rantau orang&lt;br /&gt;Sakit siapa akan mengobat&lt;br /&gt;Pantun Perkenalan&lt;br /&gt;Elok sungguh permata Selan&lt;br /&gt;Buatan dewa dari angkasa&lt;br /&gt;Pahit sungguh rindukan bulan&lt;br /&gt;Bulan tidak menimbangkan rasa&lt;br /&gt;Pantun Berkasih-kasihan&lt;br /&gt;Dari mana punai melayang&lt;br /&gt;Dari paya turun ke padi&lt;br /&gt;Dari mana kasih sayang&lt;br /&gt;Dari mata turun ke hati&lt;br /&gt;Pantun Perceraian&lt;br /&gt;Kalau ada sumur di ladang&lt;br /&gt;Bolehlah kita menumpang mandi&lt;br /&gt;Kalau ada umurku panjang&lt;br /&gt;Tentulah kita bertemu lagi&lt;br /&gt;Pantun Beriba hati&lt;br /&gt;Kalau begini tarap papan&lt;br /&gt;Ke barat juga kan condongnya&lt;br /&gt;Kalau begini untung badan&lt;br /&gt;Melarat juga kesudahannya&lt;br /&gt;Pantun Jenaka&lt;br /&gt;Elok jalan ke kota tua&lt;br /&gt;Bertimbal jalan berbatang rapat&lt;br /&gt;Elok kita berbini tua&lt;br /&gt;Perut kenyang pelajaran dapat&lt;br /&gt;Pantun Tua&lt;br /&gt;Pantun Nasihat&lt;br /&gt;Pisang emas bawa berlayar&lt;br /&gt;Masak sebiji di atas peti&lt;br /&gt;Utang emas boleh dibayar&lt;br /&gt;Utang budi dibawa mati&lt;br /&gt;Pantun Adat&lt;br /&gt;Rama-rama si kumbang janti&lt;br /&gt;Khotib Endah pulang berkuda&lt;br /&gt;Patah tumbuh hilang berganti&lt;br /&gt;Pusaka tinggal berganti&lt;br /&gt;Pantun Agama&lt;br /&gt;Kemumu di dalam semak&lt;br /&gt;Jatuh melayang selaranya&lt;br /&gt;Meski ilmu setinggi tegak&lt;br /&gt;Tidak sembahyang apa gunanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syair, adalah salah satu jenis puisi lama dengan pengaruh Islam (Arab). Syair tumbuh dan berkembang dalam kesusastraan Indonesia bersama-sama dengan masuknya agama Islam di Indonesia (sekitar tahun 1300 M). Kata syair berarti menggubah atau mengikat sastra. Syair berasal dari bahasa Arab sya’ra yang berarti bertembang. Syair biasa digunakan untuk bercerita (cerita dengan bentuk puisi)&lt;br /&gt;Ciri-ciri syair adalah:&lt;br /&gt;setiap bait terdiri atas 4 baris,&lt;br /&gt;setiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata,&lt;br /&gt;semua baris merupakanisi yang saling berkaitan,&lt;br /&gt;bersajak sama/rangkai ( a a a a),&lt;br /&gt;berisi nasihat, cerita, hikayat,  atau tentang ilmu, dan&lt;br /&gt;tidak dapat selesai dalam satu bait.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Dengarlah kisah suatu riwayat&lt;br /&gt;     Raja di desa negeri Kembayat&lt;br /&gt;     Dikarang fakir dijadikan hikayat&lt;br /&gt;     Dibuatlah syair serta berniat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Khabarnya orang empunya tamasya&lt;br /&gt;     Baginda itulah raja perkasa&lt;br /&gt;     Tiadalah ia merasai susah&lt;br /&gt;     Entahlah kepada esok dan lusa&lt;br /&gt;                                    … dan seterusnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan isinya syair dapat dibedakan sebagaimana table di bawah ini.&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Jenis Syair&lt;br /&gt;Contoh Judul&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Syair yang berisi cerita Panji&lt;br /&gt;Syair Ken Tambuhan&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Syair yang berisi cerita khayal&lt;br /&gt;1. Syair Bidasari&lt;br /&gt;2. Syair Abdul Muluk&lt;br /&gt;3. Syair Anggun Cik Tunggal&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Syair yang berisi cerita nyata/benar-benar terjadi&lt;br /&gt;1. Syair Singapura Dimakan Api&lt;br /&gt;2. Syair Pulau Belitung&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Syair yang berisi kiasan&lt;br /&gt;1. Syair Burung Pungguk&lt;br /&gt;2. Syair Burung Nuri&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Syair yang berisi terjemahan atau saduran&lt;br /&gt;1. Syair Bayan Budiman&lt;br /&gt;2. Syair Siti Marhumah yang Saleh&lt;br /&gt;3. Syair Cerita-cerita Wayang.&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Syair Agama, Didaktik, dan Mistik&lt;br /&gt;1. Syair Bustanussalatina&lt;br /&gt;2. SyairPelanduk Jenaka&lt;br /&gt;3. Syair Orang Makan Madat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gurindam, adalah puisi lama berbentuk dua seuntai.&lt;br /&gt;Ciri-ciri gurindam adalah:&lt;br /&gt;setiap bait terdiri atas dua baris,&lt;br /&gt;setiap baris tidak terikat oleh jumlah suku kata,&lt;br /&gt;bersajak terus (a a),&lt;br /&gt;baris pertama merupakan sebab/syarat, baris kedua merupakan akibat/jawab, dan&lt;br /&gt;bersisi nasihat.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Kepada orang tua hendaklah hormat&lt;br /&gt;     Agar hidup tetap selamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Baik-baik memilih kawan&lt;br /&gt;     Salah-salah menjadi lawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh gurindam yang terkenal adalah Gurindam XII karya Raja Ali Haji yang terdiri atas dua belas pasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seloka, berasal dari celoka(Sanskerta) yaitu suatu ikatan (puisi) yangtiap bait terdiri atas dua baris dan tidak terikat oleh jumlah suku kata. Seloka berasal dari India kurang lebih tahun 100 M.&lt;br /&gt;Contoh seloka yang asli adalah sebagaimana yang terdapat dalam Mahabharata dan Ramayana. Sedangkan seloka yang sudah berkembang di Indonesia cenderung merupakan puisi dua seuntai yang tidak terikat oleh suku kata dan sajak dan cenderung bersifat kelakar/seloroh. Sebagai contoh perhatikan dua buah seloka di bawah ini.&lt;br /&gt;     Baik beristri perempuan sumbang&lt;br /&gt;     Biarpun marah tertawa juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Aduhai malang Pak Kadok&lt;br /&gt;     Ayamnya menang, kampong tergadai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Masnawi&lt;br /&gt;Ciri-ciri masnawi, adalah:&lt;br /&gt;ikatan yang terdiri atas sepuluh baris,&lt;br /&gt;baris suku karangan dua-dua, dan bersuku kata 10, 12, sampai 14,dan&lt;br /&gt;berisi puji-pujian untuk orang besar atau tentang perbuatan yang penting-penting.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;                                    Umar&lt;br /&gt;     Umar yang adil dengan perinya&lt;br /&gt;     Nyatalah pun adil sama sendirinya&lt;br /&gt;     Dengan adil itu anaknya dibunuh&lt;br /&gt;     Inilah adalat yang benar dan sungguh&lt;br /&gt;     Dengan beda antara isi alam&lt;br /&gt;     Ialah yang besar pada siang malam&lt;br /&gt;     Lagipun yang menjauhkan segala syar&lt;br /&gt;     Imamu ‘ihak ke dalam padang mahsyar&lt;br /&gt;     Barang yang Hak ta’ala katakan itu&lt;br /&gt;     Maka katanya sebenarnya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ruba’i&lt;br /&gt;Ciri-ciri ruba’i, adalah:&lt;br /&gt;ikatan yang tiap bait terdiri atas empat baris,&lt;br /&gt;setiap baris bersuku kata 11 sampai 15,&lt;br /&gt;pada umumnya bersajak patah, tetapi ada juga yang bersajak sama, dan&lt;br /&gt;bersisi uraian, nasihat, puji-pujian, dan bersifat mistik.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;                                    Manusia&lt;br /&gt;     Subhanahu’Allah apa hal segala manusia&lt;br /&gt;     Yang tubuhnya dalam tanah jadi duli yang sia&lt;br /&gt;     Tanah itu kujadikan tubuhnya kemudian&lt;br /&gt;     Yang ada dahulu padanya terlalu mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kith’ah&lt;br /&gt;Ciri-ciri kith’ah, adalah:&lt;br /&gt;suatu ikatan yang terdiri atas lima baris,&lt;br /&gt;pada umumnya bersajak apatah, dan&lt;br /&gt;berisi mengenai ajaran hidup.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Jikalau kulihat dalam tanah ikhwal sekalian insan&lt;br /&gt;     Tiadalah kudapat bedakan antara rakyat dan sutan&lt;br /&gt;     Fana juga sekalian yang ada, dengarkan yang Allah beriman&lt;br /&gt;     Kullaman’alaihi fa’nin, yaitu&lt;br /&gt;     Barang siapa yang di atas di atas bumi itu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Nazam&lt;br /&gt;Ciri-ciri nazam, adalah:&lt;br /&gt;ikatan yang terdiri atas 12 baris,&lt;br /&gt;bersajak dua-dua atau empat-empat, dan&lt;br /&gt;berisi perihal hamba sahaya yang setia.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Bahwa bagi raja sekalipun&lt;br /&gt;     Hendak ada menteri demikian&lt;br /&gt;     Yang pada sesuatu pekerjaan&lt;br /&gt;     Sempurnakan segala kerajaan&lt;br /&gt;     Menteri inilah maka telan raja&lt;br /&gt;     Dan peti segenap rahasianya sahaja&lt;br /&gt;     Karena kata raja itu katanya&lt;br /&gt;     Esa artinya dan dua adanya&lt;br /&gt;     Maka menteri yang dsemikian perinya&lt;br /&gt;     Ada keadaan raja dirinya&lt;br /&gt;     Jika raja dapat adanya itu&lt;br /&gt;     Dapat peti rahasianya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.       Gazal&lt;br /&gt;Ciri-ciri gazal, adalah:&lt;br /&gt;ikatan yang terdiri atas 8 baris,&lt;br /&gt;setiap baris berakhir dengan kata yang sama, dan&lt;br /&gt;berisi mengenai asmara.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;     Kekasihku seperti nyawa pun adalah terkasih dan mulia juga&lt;br /&gt;     Dan nyawa ku pun, mana dari pada nyawa itu jauh ia juga&lt;br /&gt;     Jika seribu tahun lamanya pun hidup ada sia-sia juga&lt;br /&gt;     Hanya jika pada nyawa itu hampir dengan sedia suka juga&lt;br /&gt;     Nyawa itu yang menghidupkan senantiasa nyawa manusia juga&lt;br /&gt;     Dan menghilangkan cintanya pun itu kekasihku yang setia juga&lt;br /&gt;     Kekasihku itu yang mengenak hatiku dengan rahasia juga&lt;br /&gt;     Buchari yang ada serta nyawa itu ialah berbahagia juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Puisi Baru&lt;br /&gt;     Dalam periodisasi sastra Indonesia dijelaskan bahwa sastra lama ditengarai dengan penggunaan bahasa Melayu atau bahasa daerah sebagai medianya. Sedangkan sastra baru ditengarai dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai medianya. Berdasarkan hal tersebut puisi baru atau puisi modern sudah benar-benar dapat dikatakan sebagai kesusastraan Indonesia karena sudah mempergunakan bahasa Indonesia sebagai medianya. Sementara itu puisi lama masih mempergunakan bahasa Melayu sebagai medianya, sehingga sastra lama kadang masih disebut pula sebagai sastra Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya&lt;br /&gt;1.  Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Di pasar baru mereka&lt;br /&gt;                        lalu mengada-menggaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Meningkat sudah kesal&lt;br /&gt;                        tak tahu apa dibuat&lt;br /&gt;                                                            (Chairil Anwar)&lt;br /&gt;2.  Tersina, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Dalam ribaan pagi bahagia datang&lt;br /&gt;                        Tersenyum bagai kencana&lt;br /&gt;                        Mengharum bagai cendana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dalam bahagia cinta tiba melayang&lt;br /&gt;                        Bersinar bagai matahari&lt;br /&gt;                        Mengwarna bagaikan sari&lt;br /&gt;                                                            (Sanusi Pane)&lt;br /&gt;3.  Kuatrain, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Aku menimbang-nimbang mungkin&lt;br /&gt;                        Kita berdua menjadi satu&lt;br /&gt;                        Gaji dihitung-hitung&lt;br /&gt;                        Cukup tidak untuk berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Hati ingin sempurna denngan engkau&lt;br /&gt;                        Sama derita sama gembira&lt;br /&gt;                        Kepala pusing-pusing menimbang-nimbang&lt;br /&gt;                        Menghitung-hitung uang bagi kita&lt;br /&gt;                                                            (Armyn Pane)&lt;br /&gt;4.  Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Satu-satu perasaan&lt;br /&gt;                        Yang saya rasakan&lt;br /&gt;                        Hanya dapat saya katakan&lt;br /&gt;                        Kepada tuan&lt;br /&gt;                        Yang pernah merasakan&lt;br /&gt;                                                            (Or Mandank)&lt;br /&gt;5.  Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Di kelam hitam mengepung&lt;br /&gt;                        Menjerit peluit kereta malam&lt;br /&gt;                        Merintih ke langit&lt;br /&gt;                        Derita hidup mengepung&lt;br /&gt;                        Menjerit bangsaku sedang berjuang&lt;br /&gt;                        Merintih ke langit&lt;br /&gt;                                                            (Nursyamsu)&lt;br /&gt;6.  Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Duduk di pantai tanah yang permai&lt;br /&gt;                        Tempat gelombang pecah berderai&lt;br /&gt;                        Berbuih putih di pasir terderai&lt;br /&gt;                        Tampaklah pulaudi lautan hijau&lt;br /&gt;                        Gunung-gemunung bagus rupanya&lt;br /&gt;                        Dilimpahi air mulia tampaknya&lt;br /&gt;                        Tumpah darahku Indonesia namanya.&lt;br /&gt;                                                            (Muh. Yamin)&lt;br /&gt;7.  Stanza/Oktava, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).&lt;br /&gt;     Contoh:       Awan datang melayang perlahan&lt;br /&gt;                        Serasa bermimpi, serasa berangan&lt;br /&gt;                        Bertambah lama, lupa sendiri&lt;br /&gt;                        Bertambah halus, akhirnya seri&lt;br /&gt;                        Dan bentuk menjadi hilang&lt;br /&gt;                        Dalam langit biru gemilang&lt;br /&gt;                        Demikian jiwaku lenyap sekarang&lt;br /&gt;                        Dalam kehidupaan teduh tenang.&lt;br /&gt;                                                            (Sanusi Pane)&lt;br /&gt;8.  Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Itali) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi dapat dikatakan bahwa soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia soneta masuk dari neferi Belanda diperkenalkan oleh Muh. Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).&lt;br /&gt;     Contoh:                                           Gita Gembala&lt;br /&gt;                        Lemah gemulai lembut derana&lt;br /&gt;                        Bertiuplah angin sepantun ribut&lt;br /&gt;                        Menuju gunung arah ke sana&lt;br /&gt;                        Membawa awan bercampur kabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dahan bergoyang  sambut menyambut&lt;br /&gt;                        Menjatuhkan embun jernih warnanya&lt;br /&gt;                        Menimpa bumi beruap dan lembut&lt;br /&gt;                        Sebagai benda tiada berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Jauh di sana diliputi awan&lt;br /&gt;                        Terdengar olehku bunyi nan rawan&lt;br /&gt;                        Seperti permata di dada perawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Alangkah berahi rasanya jantung&lt;br /&gt;                        Mendengarkan bunyi suara kelintung&lt;br /&gt;                        Melagukan gembala membawa untung&lt;br /&gt;                                                            (Muh. Yamin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Sanjak Bebas, adalah suatu bentuk sanjak yang tidak dapat diberi nama dengan nama-nama yang sudah tertentu baik dalam puisi lama maupun puisi baru. Yang dipentingkan dalam jenis ini adalah kandungan isi bukan bentuk. Kandungan isi dimaksudkan sebagai ekspresi bebas dari jiwanya, dari pengungkapan rasa pribadinya. kalau perlu bahasa pun dapat tunduk kepada isinya. Sanjak-sanjak ini merupakan salah ciri angkatan 45, sebuah salah satu perwujudan dari gelora jiwanya.&lt;br /&gt;     Contoh:&lt;br /&gt;                                                Aku&lt;br /&gt;                        Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;                        ’Ku mau tak seorang ’kan merayu&lt;br /&gt;                        Tidak juga kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Tak perlu sedu sedan itu&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;                        Aku ini binatang jalang&lt;br /&gt;                        Dari kumpulannya terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;                        Aku tetap meradang menerjang&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;                        Luka dan bisa kubawa berlari&lt;br /&gt;                        Berlari&lt;br /&gt;                        Hingga hilang pedih peri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dan aku akan lebih tidak perduli&lt;br /&gt;                        Aku mau hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sanjak karya Chairil Anwar di atas menggambarkan pemberontakan jiwanya, semangat hidupnya yang menuntut kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi baru berdasarkan isinya&lt;br /&gt;Balada, ialah puisi yang berisi kisah atau hikayat yang cenderung berifat epik atau lirik yang menyatakan keharuan, kadang-kadang dinyanyikan, kadang-kadang berupa dialog.&lt;br /&gt;     Contoh: Balada Terbunuhnya Atmokarpo karya W.S. Rendra&lt;br /&gt;Romance, ialah sanjak berisi luapan perasaan cinta kasih kepada kekasih.&lt;br /&gt;Contoh: Surat Cinta oleh W.S. Rendra&lt;br /&gt;Ode, alah puisi atau nyanyian yang dibuat untuk menghormati pahlawan bangsa, Negara, seni, atau masalah yang penting.&lt;br /&gt;Contoh: “Teratai” Kepada Ki Hajar Dewantara oleh Sanusi Pane&lt;br /&gt;Himne, ialah sanjak atau nyanyian yang berisi pujaan atau mengagung-agungkan kebesaran Tuhan,atau yang bernafaskan keagamaan (religius).&lt;br /&gt;Contoh: Doa karya Chairil Anwar&lt;br /&gt;       Bhagawat Gita karya Rabindranath Tagore&lt;br /&gt;Elegi, ialah sanjak atau nyanyian ratapan yang bersifat sedih atau sentimental (penuh perasaan).&lt;br /&gt;Contoh: Batu Belah karya Air Hamzah&lt;br /&gt;Epigram, ialah sanjak pendek yang dengan tepat menggambarkan suatu kebenaran yang berisikan pelajaran hidup atau semangat hidup.&lt;br /&gt;Contoh: Bangunlah, O Pemuda karya A. Hasjmy&lt;br /&gt;Satire,ialah sanjak yang berisikan cemoohan, kritikan, atau sindiran yang tajam terhadap kepincangan-kepincangan yang terdapat dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Contoh: Bimbang karya A.M. Dg. Miyala&lt;br /&gt;Idylle, ialah sanjak yang berisi tentang kesentosaan hidup.&lt;br /&gt;Contoh: Ke Desa karya Aoh Kartahadimaja.&lt;br /&gt;BAB 3&lt;br /&gt;GENRE PROSA (JENIS-JENIS PROSA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosa Lama&lt;br /&gt;Karya sastra prosa dapat diklasifikasikan berdasarkan pembabakannya menjadi prosa lama dan prosa baru. Prosa lama atau lebih dikenal sebagai sastra klasik atau satra kuno dihasilkan sebelum masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (… - 1800-an). Tidak dapat dipastikan sejak kapankah sastra lama mulai ada, yang jelas sejak permulaan peradaban bangsa Indonesia. Sastra lama merupakan cerminan kehidupan masyarakat lama. Ciri-ciri kehidupan masyarakat lama ini menjadi cirri-ciri dari sastra klasik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri karya sastra klasik&lt;br /&gt;a.  Bersifat komunal, yakni menjadi milik bersama.&lt;br /&gt;b.  Anonim, tidak diketahui siapa nama penggubahnya/pengarangnya.&lt;br /&gt;c.  Bersifat sangat kurang dinamis, yakni gerak perubahannya sangat lambat, sehingga jika dilihat dari sudut masyarakat sekarang seolah-olah kelihatan statis.&lt;br /&gt;d.  Pada umumnya bersifat irasional, kejadian-kejadian yang digambarkan kurang atau bahkan tidak masuk akal.&lt;br /&gt;e.  Bersifat istanasentris, karena sebagian besar ceritanya berkisar pada kehidupan keluarga dalam lingkungan istana.&lt;br /&gt;f.  Sastra lama pada umumnya memberikan pengajaran/pendidikan baik yang bersifat didaktis moral maupun didaktis religius.&lt;br /&gt;g.  Bersifat simbolis, sebagian besar ceritanya disajikan dalam bentuk perlambang.&lt;br /&gt;h.  Bersifat tradisional, yaitu mempertahankan kebiasaan atau adat yang berlaku sesuai dengan keadaan zamannya.&lt;br /&gt;i.   Klise imitatif, yakni kebiasaan tiru-meniru yang tetap saja turun-temurun.&lt;br /&gt;j.   Sastra lama sebenarnya tidak menceritakan manusia, melainkan menceritakan sifat-sifat universal manusia (baik-jahat, cerdik-bodoh, adil-lalim, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sastra lama memancarkan semangat Animisme/Dinamisme, Hiduisme, dan Islamisme. Kepercayaan atau agama baru yang dibawa oleh penjajah asing tidak mampu mempengaruhi  kondisi ini, sehingga kebudayaan yang baru selalu masih mengandung unsur-unsur kebudayaan terdahulu. Hal ini pun masih terasa sampai pada kehidupan modern saat ini. Pengaruh pola kehidupan lama yang bersifat takhayul (animisme/dinamisme) benar-benar menginterferensi pola kehidupan modern. Semangat Animisme/Dinamisme, Hinduisme, dan Islamisme tersebut menjadikan sastra lama terpilah-pilah menjadi tiga periode atau pembabakan, yaitu: 1) sastra masa purba, 2) sastra masa Hindu, dan 3) sastra masa Islam.&lt;br /&gt;     Hasil karya sastra klasik dapat dikatakan merupakan karya sastra lisan yang disampaikan  hanya dengan cara komunikasi lisan. Hal ini menyebabkan terjadinya banyak variasi dan pergeseran baik dari segi alur maupun tata nilai yang dikandungnya. Sebagai contoh legenda Banyuwangi terdapat banyak versi yang kadang bertentangan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;     Berdasarkan isinya semua jenis dongeng dapat dikategorikan sebagai jenis karya sastra klasik/lama. Di bawah ini diuraikan berbagai macam jenis dongeng yang sekaligus merupakan jenis-jenis karya sastra klasik.&lt;br /&gt;1.  Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).&lt;br /&gt;     Beberapa contoh fabel, adalah: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dll.&lt;br /&gt;2.  Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, kraton, atau kehidupan raja-raja.&lt;br /&gt;     Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, cerita-cerita Panji, Smaradahana, dll.&lt;br /&gt;3.  Mite/Mitos, adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib.&lt;br /&gt;     Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dll.&lt;br /&gt;4.  Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah.&lt;br /&gt;     Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dll.&lt;br /&gt;5.  Parabel, adalah rekaan cerita pendek yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat adtau perbandingan; majas perbandingan menggunakan perumpamaan yang terkandung dalamseluruh isi karangan atau cerita.&lt;br /&gt;     Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita, dll.&lt;br /&gt;6.  Dongeng Jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing diluskiskan secara humor.&lt;br /&gt;     Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita klasik yang merupakan cerita pengaruh hinduisme adalah Mahabarata dan Ramayana. (Mahabarata dan Ramayana akan dibahas pada bab khusus). Sedangkan contoh cerita klasik yang bersumber dari budaya Islam, antara lain adalah: Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Nabi-Nabi, Tajussalatina (Mahkota Raja-Raja), Bustanussalatina (Taman Raja-Raja), Syair Asbdul Muluk, Hikayat Bakhtiar, Hikayat Seribu Satu Malam, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Baru&lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya sastra baru lebih dikenal dengan istilah sastra Indonesia. Hal ini berhubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai media pengantarnya. Bentuk karya sastra baru ini antara lain adalah cerpen, novel, dan roman. Secara teoritis cerpen, novel, dan roman bisa dibedakan sebagaimana tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Unsur&lt;br /&gt;Cerpen&lt;br /&gt;Novel&lt;br /&gt;Roman&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Alur&lt;br /&gt;Sederhana&lt;br /&gt;Kompleks&lt;br /&gt;Kompleks&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Konflik&lt;br /&gt;Tidak mengubah nasib tokoh&lt;br /&gt;Mengubah nasib tokoh&lt;br /&gt;Mengubah nasib tokoh secara tragis&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Panjang cerita&lt;br /&gt;Menceritakan kehidupan tokoh yang dianggap penting.&lt;br /&gt;Menceritakan sebagian besar kehidupan tokoh.&lt;br /&gt;Menceritakan kehidupan tokoh secara mendetail sejak lahir sampai meninggal dunia.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Penokohan&lt;br /&gt;Karakter tokoh tidak mendetail.&lt;br /&gt;Karakter tokoh disampaikan secara mendetail.&lt;br /&gt;Karakter tokoh disampaikan secara lebih mendetail.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya dalam sastra Indonesia tidak dibedakan lagi antara novel dan roman. Yang lebih produktif adalah cerpen dan novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 4&lt;br /&gt;MAHABARATA DAN RAMAYANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabarata&lt;br /&gt;Cerita ini merupakan sebuah epos atau wiracarita/cerita kepahlawanan yang disusun oleh Wiyasa. Masa pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung kira-kira 800 tahun, yakni dari tahun 400 tahun sebelum Masehi sampai 400 tahun sesudah Masehi. Epos Mahabarata terdiri atas 100.000 seloka (setiap seloka terdiri atas dua baris, setiap baris terdiri atas 16 suku kata), dan terbagi menjadi 18 bagian (parwa), sehingga Mahabarata dinama Astadasaparwa.&lt;br /&gt;Epos Mahabarata mula-mula disadur ke dalam bahasa Jawa pada tahun 1000, yakni pada zaman pemerintahan raja Darmawangsa. Pada abad ke-15 disadur ke dalam bahasa Melayu dengan huruf Jawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian Mahabarata&lt;br /&gt;Adiparwa, menceritakan kehidupan Pandawa dan Kurawa pada waktu masih anak-anak.&lt;br /&gt;Sabaparwa, menceritakan perjudian Yudistira yang mempertaruhkan negerinya sehingga kalah.&lt;br /&gt;Wanaparwa, menceritakan pengembaraan Pandawa selama dua belas tahun dalam hutan setelah dikalahkan oleh Kurawa dalam perjuadian yang dilakukan secara curang.&lt;br /&gt;Wirataparwa, menceritakan penghambaan diri Pandawa di istana Wirata dengan menyamar.&lt;br /&gt;Udyogaparwa, menceritakan usaha perundingan Kresna dengan Kurawa, tetapi gagal.&lt;br /&gt;Bismaparwa, menceritakan pertempuran selama sepuluh hari pertama dalam perang Baratayuda antara Pandawa dan Kurawa yang dipimpin oleh Bisma. Bisma kemudian gugur dalam pertempuran itu oleh Srikandi.&lt;br /&gt;Dronaparwa, menceritakan peperanngan pada hari kesebelas sampai pada hari kelima belas. Dalam pertempuran itu Drona tewas.&lt;br /&gt;Karnaparwa, menceritakan gugurnya Gatotkaca oleh Karna dengan senjata Kunta dangugurnya Karna oleh Arjuna.&lt;br /&gt;Salyaparwa, menceritakan pertempuran hari terakhir pada hari kedelapan belas. Dalam pertempuran itu raja Salya yang menjadi panglima Kurawa gugur kena senjata Yudistira yang bernama Kalimasada. Peperangan berakhir dengan kemenangan di pihak Pandawa.&lt;br /&gt;Sauptikaparwa, menceritakan peperangan pada malam hari yang dilakukan keluarga Kurawa secara tiba-tiba sehingga menewaskan seluruh keluarga Pandawa kecuali kelima Pandawa, Kresna, dan Darupadi.&lt;br /&gt;Striparwa, menceritakan ratap tangis kaumputri melihat dan mengenang malapetaka yang telah terjadi akibat baratayuda.&lt;br /&gt;Santiparwa, menceritakan cerita sisipan yang tidak ada hubungannya dengan cerita induk.&lt;br /&gt;Anucasanaparwa, menceritakan cerita sisipan pula yang diambil dari buku-buku kaum brahma.&lt;br /&gt;Acwamedikaparwa, menceritakan hal Dretarasta yang karena kekecawaan hatinya bertekad meninggalkan kerajaan untuk memulai hidup bertapa di hutan.&lt;br /&gt;Acramawasikaparwa, menceritakan Yudistira mengadakan persembahan kuban kuda setelah selasai Baratayuda.&lt;br /&gt;Mausalaparwa, menceritakan hancurnya kerajaan Dwarawati dan kembalinya Kresna menjadi Wisnu.&lt;br /&gt;Mahaprastanikaparwa, menceritakan suasana Pandawa dan Draupadi memasuki hutan menuju surga.&lt;br /&gt;Swargarohanaparwa, menceritakan kehidupan Pandawa di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis isi epos Mahabarata&lt;br /&gt;     Sentanu adalah seorang raja yang gagah perkasa yang bertahta di negeri Barata. Ia keturunan keluarga Kuru. Dengan permaisurinya, Dewi Gangga, dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Bisma. Pada suatu hari Sentanu jatuh cinta kepada seorang putri raja nelayan bernama Setyawati. Tetapi raja nelayan hanya mau memberikan putrinya, asalkan kelak yang dinobatkan menjadi raja pengganti ialah anaknya dengan Setyawati, bukan Bisma. Mula-mula Sentanu menolak tuntutan raja nelayan tersebut dan selalu bersedih hati. Hal itu diketahui oleh Bisma yang akhirnya menyetujui pernikahanayahnya dengan Setyawati. Bisma berjanji tidak akan meminta haknya atas tahta kerajaan, baik sekarang maupun kemudian. Bahkan Bisma berjanji tidak menikah agar tidak mempunyai keturunan yang mungkin kelak akan menuntut atas tahta kerajaan Barata.&lt;br /&gt;     Perkawinan antara Sentanu dengan setyawati melahirkan dua orang anak laki-laki yang masing-masing bernama Citranggada dan Wicitrawirya. Citranggada kemudian tewas dibunuh oleh Gandarwa, sedangkan Wicitrawirya yang menikah dengan dua orang putri raja bernama Ambika dan Ambalika, juga menyusul meninggal dunia tanpa meninggalkan seorang anak pun.&lt;br /&gt;     Karena Setyawati takut akan punah keturunannya, ia meminta kepada Bisma agar mau mengawini Ambika dan Ambalika. Namun Bisma menolak permintaannya itu karenaia tetap berpegang teguh akan sumpahnya dahulu. Akhirnya Setyawati minta kepad Wiyasa (anak Setyawati dengan perkawinannya yang lain) untuk mengawini kedua putri tersebut. Wiyasa sendiri adalah seorang resi/brahmana yang sangat besar. Dari Ambika  lahirlah Destarasta, sedangkan perkawinannya dengan Ambalika lahirlah Pandu. Destarasta kemudian menikah dengan Gandari dan melahirkanseratus anak, sedangkan Pandu menikah dengan Kunti dan Madrim. Perkawinan Pandu dengan kedua putri tersebut sebenarnya tidak menghasilkan keturunan, namun Kunti dan Madrim kemudian mempunyai keturunan setelah kawin dengan dewa-dewa. Kunti melahirkan tiga orang anak, yakni dengan dewa darma melahirkan Yudistira, dengan dewa Bayu melahirkan Bima, dengan dewa Indra melahirkan Arjuna, sedangkan Madrim dengan dewa kembar bernama Aswin melahirkan anak kembar bernama Nakula dan Sadewa. Selanjutnya keturunan Destarasta dinamai Kurawa, sedangkan keturunan Pandu dinamai Pandawa.&lt;br /&gt;     Sebenarnya Destarastalah yang berhak menjadi raja menggantikan ayahandanya, karena merupakan saudara tua Pandu, namunkarena Pandu dalam keadaan buta sejak lahir, maka tahta kerajaan diberikan kepada Pandu. Hal itulah kiranya yang kelak menimbulkan pertengkaran berlarut-larut antara Kurawa dan Pandawa, bahkan akhirnya menimbulkan peperangan yang sangat dahsyat yang dinamai baratayuda, yang berarti peperangan memperebutkan kerajaan barata.&lt;br /&gt;     Perebutan hak milik atas kerajaan didahului dengan perjudian yang merugikan pihak Pandawa, sehingga terpaksalah mereka mengembara dalam hutan selama dua belas tahun. Setelah masa dua belas tahun mengembara dilampaui, pada tahun ke-13 menurut perjanjian para Pandawa harus menyembunyikan diri di tempat tertentu. Tetapi Pandawa memutuskan bersembunyi di istana raja Matsya. Setelah masa bersembunyi dalam tahun ke-13 dijalani dengan selamat, barulah Pandawa menampakkan diri dan menuntut haknya kepada Kurawa. Namun Kurawa tiadak mau memberikan hak Pandawa itu, sehingga terjadilah baratayuda selama 18 hari yang mengakibatkan lenyapnya kaum Kurawa dan kembalinya kaum Pandawa ke kerajaan Barata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramayana&lt;br /&gt;Cerita ini disusun oleh Walmiki. Di samping merupakan sebuah epos atau wiracarita, gubahan ini juga merupakan sebuah kawya, yakni gubahan seni yang mengasyikkan. Ramayana mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama kurang lebih 400 tahun yaiauantara 200 tahun sebelum Masehi sampai dengan 200 tahun sesudah Masehi. Cerita terdiri atas 24.000 seloka yang terbagi menjadi 7 kanda (bagian) sehingga disebut pula sebagai Saptakanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian Ramayana&lt;br /&gt;Balakanda, menceritakan keagungan raja Dasarata yang memerintah kerajaan Ayodya, kelahiran Rama dan adik-adiknya, serta kisah pernikahan Rama dan Sita.&lt;br /&gt;Ayodyakanda, menceritakan suasana kemuraman di istana Ayodya setelah raja Dasarata berusia lanjut, peristiwa pembuangan Rama ke hutan selama 14 tahun, dan pengangkatan Barata sebagai raja Ayodya menggantikan ayahandanya.&lt;br /&gt;Aranyakanda, menceritakan kehidupan Rama, Sita, dan Laksamana yang mengalami berbagai macam peristiwa di hutan. Dalam bagian ini dikisahkan bagaimana Sita diculik oleh Rahwana dengan cara yang licik, serta keperkasaan burung Jantayu yang gugur dalam rangka membela Sita.&lt;br /&gt;Kiskendakanda, mengisahkan pertemuan Rama dengan raja kera Sugriwa dan Hanuman yang akhirnya menjadi duta Rama ke Alengka.&lt;br /&gt;Sundarakana, menceritakan pertemuan Hanuman dengan Sita di taman negeri Alengka serta peritiwa terbakarnya negeri Alengka dalam peristiwa Hanuman Obong.&lt;br /&gt;Yudakanda, mengisahkan pertempuran antara bala tentara kera yang dipimpin oleh Rama melawan bala tentara raksasa yang dipimpin oleh Rahwana. Pertempuran ini akhirnya dimenangkan oleh Rama dengan balatentara keranya.&lt;br /&gt;Uttarakanda, menceritakan suasana kerajaan Ayodya setelah Rama menjadi raja sampai kembalinya Rama menjadi wisnu.&lt;br /&gt;BAB 5&lt;br /&gt;UNSUR-UNSUR KARYA SASTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Karya Sastra Prosa&lt;br /&gt;     Berdasarkan bentuknya karya sastra dapat dibedakan menjadi bentuk puisi, prosa, dan drama. Semua bentuk karya sastra tersusun dari dua unsur pembangun, yaitu unsur intinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur Intrinsik adalah unsur karya sastra yang menmbangun tubuh karya sastra dari dalam tubuh karya sastra itu sendiri. Sedangkan Unsur esktrinsik merupakan unsur pembangun karya sastra yang berasal dari luar tubuh karya sastra itu. Pada bagian ini hanya akan dibahas unsur-unsur pembangun karya sastra prosa.&lt;br /&gt;     Unsur-unsur intrinsik karya sastra prosa adalah sebagaimana diuraikan di bawah ini.&lt;br /&gt;a.  Tema, yaitu pusat cerita, atau ide pokok  yang mendasari penulisan sebuah cerita.Tema dapat diklasifikasikan menjadi  tema mayor, yaitu tema yang memiliki cakupan lebih luas; dan tema minor  yaitu tema yang bisa dilihat sudut pandang tertentu dan mempunyai sifat lebih  spesifik.&lt;br /&gt;Contoh: Jalan Lain ke Roma karya Idrus&lt;br /&gt;            Tema mayor    :           Sifat terus yang kurang pada tempatnya.&lt;br /&gt;            Tema minor     :           - Cita-cita yang kurang kokoh (dari sudut pandang idealisme)&lt;br /&gt;                                    - Kurangnya kematangan jiwa (dari sudut pandang psikologi)&lt;br /&gt;                                    - Terlalu menurutkan kata hati (dari sudut pandang sosial)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Amanat, yaitu pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.&lt;br /&gt;Contoh:            Hendaklah dapat menempatkan sifat keterusterangan dengan baik.&lt;br /&gt;            Sebaiknya kita bisa menjaga keseimbangan kepentingan kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Plot / Alur, adalah jalinan peristiwa yang membentuk cerita; jalan cerita. Alur dapat diklasifikasikan menjadi alur maju, mundur, kronologis, klimaks, antilklimaks, dan flashback.&lt;br /&gt;     1.   Alur maju, adalah alur yang menceritakan dari awal hingga akhir cerita.&lt;br /&gt;Alur mundur, adalah alur yang menceritakan kejadian masa lalu/silam.&lt;br /&gt;Alur kronologis, adalah alur berdasarkan tata urutan waktu.&lt;br /&gt;Alur klimaks, adalah alur yang dimulai dari bagian biasa menuju bagian menegangkan.&lt;br /&gt;Alur antiklimaks, adalah alur yang dimulai dari bagianm menegangkan menuju biasa.&lt;br /&gt;Alur flashback, adalah alur yang mendahulukan bagian akhir cerita, kembali ke awal menuju ke akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Penokohan, adalah penentuan dan penciptaan citra tokoh dalam karya sastra.&lt;br /&gt;Berdasarkan sifatnya tokoh dalam sebuah karya sastra dapat dibedakan menjadi tiga jenis tokoh, yaitu tokoh protagonis (tokoh lakon), antagonis  (tokoh jahat, lawan, musuh), dan tokoh tirtagonis (tokoh penengah). Berdasarkan tingkat kepentingannya dalam cerita dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama  dan tokoh pembantu/figuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.  Karakteristik,  adalah perwatakan tokom dalam cerita.&lt;br /&gt;Karakteristik tokoh dapat menjadi dua maca, yaitu flat character dan arround character.  Flat character adalah watak seorang tokoh yang tidak pernah mengalami perubahan dari awal hingga akhir cerita. Arround character adalah jika seorang tokoh mengalami perubahan watak dalam cerita tersebut.&lt;br /&gt;Untuk mengidentifikasi watak seorang tokoh bisa dilakukan dengan teknik-teknik di bawah ini.&lt;br /&gt;     1.     Teknik Dramatik&lt;br /&gt;mengetahui tempat tinggal/lingkungan hidup tokoh,&lt;br /&gt;cara tokoh m,eyelesaikan sebuah permasalahan, dan&lt;br /&gt;pembicaraan tokoh lain.&lt;br /&gt;     2.     Teknik Analitik&lt;br /&gt;            Pada teknik ini pengarang menyampaikan/menguraikan secara langsung perwatakan               tokoh  yang dimunculkan dalam cerita yang dibuatnya.&lt;br /&gt; Teknik Analitik – Dramatik (gabungan kedua teknik yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.  Point of View, adalah sudut pandang pengarang; cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Berikut ini diuraikan beberapa jenis sudut pandang pengarang.&lt;br /&gt; Narathor Participant, pengarang mempergunakan kata aku-orang pertama (aku sebagai tokoh utama dan aku sebagai bukan tokoh utama).&lt;br /&gt; Narathor Omniscient, pengarang mempergunakan kata dia  (orang ketiga) untuk pelaku utama dan pengarang mengetahui seluk beluk tokoh dia/menyumbangkan pikiran dalam pribadi tokoh.&lt;br /&gt; Narathor Observer, pengarang mengisahkan ceritanya dengan mempergunakan kata dia (orang ketiga) untuk tokoh utama, dan pengarang tidak mengethaui jalan pikiran tokoh utama.&lt;br /&gt; Narathor multiple, campuran antara ketiga jenis narathor di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.  Setting, adalah latar belakang penceritaan; latar cerita. Terdapat dua jenis setiing, ayaitu setting  fisik (alat, tempat, dan waktu) dan setting psikis (suasana: haru, sedih, gembira, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.  Suspense dan Foreshadowing&lt;br /&gt;     Suspense, adalah bagian cerita yang mampu membuat pembaca merasakan ketegangan setelah mengikuti atau menyaksikan konflik mental dan konflik sosial yang tajam. Foreshadowing, merupakan kelanjutan dari suspense, yaitu pembayangan tentang apa yang akan terjadi kemudian dalam cerita. Bagianini diciptakan oleh pengarang  untuk memikat perhatian pembaca terhadap keseluruhan cerita agar merasa nikmat dan puas, tidak merasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.   Limited Fokus dan Unity&lt;br /&gt;     Limited Fokus, adalah bagian cerita yang paling dipentingkan dari semua jalinan cerita yang ada; dapat dikatakan merupakan pusat cerita. Sedangkan  unity  merupakan kesatuan atau kepaduan yang terdapat dalam sebuah cerita. Jadi walaupun dalam sebuah cerita terdapat banyak sekali pecahan cerita yang mendampingi cerita inti, keseluruhan cerita tetap bisa dinikmati oelh pembaca dengan baik karena terdapat unsur kesatuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j.   Bahasa, yaitu bahasa apakah yang dipergunakan; bagimana kandungan makna denotasi/konotasi, ambiguitas maknanya, interferensi bahasa asing/ daerah yang terdapat dalam karya sastra tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k.  Gaya Bahasa/Majas, yang dimaksudkan adalah gaya bahasa apa saja yang sering dipergunakan oleh penngarang dalam menulis ceritanya (personifikasi, metonimia, alegori, sinekdok, hiperbola,dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sedangkan yang termasuk dalam unsur ekstrinsik sebuah karya sastra prosa adalah sebagaimana contoh di bawah ini.&lt;br /&gt;     Dalam cerpen  Jalan Lain ke Roma karya Idrus mengandung nilai-nilai kehidupan yang besar artinya bagi pembaca yang mau memahami secara mendalam. Nilai-nilai kehidupan tersebut antara alain adalah nilai sosial, moral, ekonomi, kejiwaan, politik, filosofis, dll.&lt;br /&gt;1.  Nilai Sosial&lt;br /&gt;     Sifat terus terang adalah baik, tetapi jika salah menempatkan akan menimbulkan hal negatif, sebagaimana yang dialami oleh Open.&lt;br /&gt;2.  Nilai Kejiwaan&lt;br /&gt;     Mendalami jiwa orang lain adalah penting, karena dengan begitu kita bisa bergaul dengan masayarakat secara lebih baik.&lt;br /&gt;3.  Nilai Moral&lt;br /&gt;     Sifat kejujuran sangat penting dan sangat mulia di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;4.  Nilai Ekonomi&lt;br /&gt;     Tidak mudah berputus asa, gaga satu pekerjaan, cari pekerjaan yang lain.&lt;br /&gt;5.  Nilai Politik&lt;br /&gt;     Perjuangan membela kepentingan banyak orang dengan cara berjuang secara sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;6.  Nilai Filosofi/Religius&lt;br /&gt;     Sebagai pemeluk agama Islam yang kuat, Open berusaha untuk mendakwahkan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Karya Sastra Puisi&lt;br /&gt;Pada dasarnya unsur-unsur yang terdapat dalam puisi tidak jauh berbeda dengan unsur-unsur yang terdapat karya sastra prosa, namun secara fisik dan teknik penggunaan bahasa memang memungkinkan terjadi perbedaan yang mencolok antara puisi dan prosa. Di antara unsur-unsur intinsik puisi adalah: tema, amanat, bait, baris, enjambemen, irama, bahasa, gaya bahasa, citraan/imagery, neveauk, plot, setting,  penokohan, perwatakan, dan point of view. Kelima unsur terakhir (plot, setting,  penokohan, perwatakan, dan point of view) itu jika memang terdapat dalam sebuah puisi.&lt;br /&gt;a.  Tema, adalah pokok pikiran yang dicetuskan pengarang yang menjadi jiwa dan dasar cerita. Tema bisa dibedakan menjadi tema mayor dan tema minor. Tema mayor adalah tema yang merupakan pusat pikiran sebuah cerita atau karya sastra, sedangkan tema minor merupakan tema yang bisa dilihat dari susut pandang tertentu. Dalam sebuah tema mayor bisa terdapat beberapa tema minor. Bagi seorang pengarang tema ada sebelum mengarang tetapi bagi seorang pembaca tema ada sesudah membaca karangan ataukarya sastra.&lt;br /&gt;b.  Amanat, adalah gagasan yang mendasari karya sastra dan sekaligus pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.&lt;br /&gt;c.  Bait/strophe, adalah kebulatan arti dan irama dalam kuplet atau karangan yang berbentuk puisi, misal: sebait pantun terdiri atas empat baris, sebait gurindam terdiri atas dua baris.&lt;br /&gt;d.  Enjambemem, adalah perloncatan baris; baris kalimat yang mempunyai tugas ganda untuk menghubungkan bagianyanbg mendahuluinya dan bagian yang berikutnya.&lt;br /&gt;     Contoh:&lt;br /&gt;                                                DOA&lt;br /&gt;     Tuhan. Beri aku kekuatan&lt;br /&gt;     Menguasai diri sendiri, kesunyian&lt;br /&gt;     dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu&lt;br /&gt;     untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu. Amin.&lt;br /&gt;                                                (Dari JERAM oleh Ajip Rosidi)&lt;br /&gt;e.  Irama, adalah berturut-turut secara teratur; turun naik (pada bunyi, lagu) yang beraturan; alunan yang terjadi karena perulanngan dan penggantian bunyi dalamarus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada (dalam puisi); ritma; wirama; irama juga merupakan tenaga gaib yang menimbulkan perasaan tertentu kepada manusia dan dapat menimbulkan gaya keindahan sebuah puisi.&lt;br /&gt;f.  Bahasa, yang dimaksud bahasa meliputi diksi (pilihan kata), gaya bahasa/majas, dan makna konotasi/denotasi yang ditimbulkan oleh penggunaan gaya bahasa dan penetapan diksi dalam karya puisi. Tentang gaya bahasa/majas akandibahas dalam bab tersendiri.&lt;br /&gt;g.  Citraan, merupakan gambaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8747511271944972496-8216150878705142125?l=aharianto8.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aharianto8.blogspot.com/feeds/8216150878705142125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/himpunan-materi-sastra-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8216150878705142125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8747511271944972496/posts/default/8216150878705142125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aharianto8.blogspot.com/2008/11/himpunan-materi-sastra-indonesia.html' title='HIMPUNAN MATERI SASTRA INDONESIA'/><author><name>AKU CINTA INDONESIAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10738847279913190843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8747511271944972496.post-2446628561887031856</id><published>2008-11-24T16:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T16:38:47.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Himabin'/><title type='text'>HIMPUNAN MATERI BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>BAB 1 &lt;br /&gt;MENYUSUN PARAGRAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  PENGERTIAN&lt;br /&gt;     Paragraf merupakan bagian dari karangan (tertulis) atau bagian dari tuturan (lisan). Umumnya terdiri atas sejumlah kalimat. Paragraf berfungsi untuk mengungkapkan informasi tertentu dengan gagasan utama sebagai pengendalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  UNSUR-UNSUR PARAGRAF&lt;br /&gt;     Paragraf terdiri atas gagasan utama/ ide pokok paragraf dan beberapa gagasan penjelas atau pikiran penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Gagasan utama suatu paragraf terdapat dalam kalimat topik atau kalimat utama.  Kalimat ini menjadi tumpuan pengembangan paragraf. Sebuah kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat utama apabila pernyataan di dalamnya merupakan rangkuman atau gagaan menyeluruh yang dapat mewakili pernyataan-pernyataan lain dalam paragraf itu. Sebuah kalimat yang  berisikan gagasan utama, antara lain ditandai oleh kata-kata kunci seperti: sebagai kesimpulan, yang penting, jadi, dengan demikian, intinya, pada dasarnya, dll. Sedangkan gagasan penjelas adalah gagasan yang berperan menjelaskan gagasan utama. Ciri-ciri kalimat penjelas umumnya berisikan: contoh-contoh, peristiwa ilustrasi, uraian-uraian kecil, kutipan-kutipan, dan gambaran-gambaran yang bersifat parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  CIRI-CIRI PARAGRAF YANG BAIK&lt;br /&gt;     Paragraf yang baik memiliki ciri-ciri sebaimana tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;3.1  Kohesif (kepaduan bentuk)&lt;br /&gt;       Suatu paragraf adalah kohesif apabila pada paragraf itu dioptimalkan penanda hubungan antarkalimatnya yang berfungsi memadukan hubungan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Penanda hubungan antarkalimat meliputi lima macam hal sebagaimana tersebut di bawah ini:&lt;br /&gt;hubungan penunjukan, yang ditandai oleh kata-kata itu, ini, tersebut, tadi;&lt;br /&gt;hubungan pergantian, ditunjukkan oleh kata-kata saya, kami, kita, engkau, anda, mereka, ia; bentuk  ini, itu,  dan sejenisnya dapat pula berfungsi sebagai penanda hubungan pergantian;&lt;br /&gt;hubungan pelepasan, ditandai oleh penggunaan kata  sebagian,  seluruhnya;&lt;br /&gt;hubungan perangkaian, ditandai oleh kata dan, lalu, kemudian, akan, tetapi, sementara itu, selain itu, kecualai itu, jadi, akhirnya, namun demikian;&lt;br /&gt;hubungan leksikal, ditandai oleh pemanfaatan pengulangan kata, sinonim, hiponim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2         Koherensi (kepaduan makna)&lt;br /&gt;            Suatu paragraf adalah koheren apabila informasi yang terdapat pada kalimat yang satu berhubungan dengan erat dengan kalimat lainnya. Keeratan hubungan antara kalimat-kalimat itu ditandai oleh penanda pertalian makna antarkalimat. Pertalian makna dalam sebuah paragraf bisa meliputi berbagai macam hubungan/pertalian sebagai berikut:&lt;br /&gt;hubungan penjumlahan, ditandai oleh penggunaan di samping, selain itu, selain dari itu, kecuali itu, lagi pula;&lt;br /&gt;hubungan perurutan, ditandai oleh penggunaan  lalu, kemudian;&lt;br /&gt;hubungan pertentangan, ditandai dengan ungkapan sebaliknya, akan tetapi, tetapi, namun, padahal, walaupun demikian;&lt;br /&gt;hubungan lebih, ditandai oleh ungkapan  malah, malahan, apalagi, lebih-lebih, bahkan;&lt;br /&gt;hubungan sebab akibat, ditandai oleh ungkapan  oleh karena itu,  karena itu, oleh sebab itu, maka, akibatnya;&lt;br /&gt;hubungan waktu, ditandai oleh ungkapan setelah itu, ketika itu, sebelum itu, sejak itu;&lt;br /&gt;hubungan syarat, ditandai oleh ungkapan  jika, apabila, manakala, kalau, apabila begitu;&lt;br /&gt;hubungan cara, ditandai oleh ungkapan dengan demikian, dengan begitu;&lt;br /&gt;hubungan kegunaan, ditandai oleh ungkapan untuk itu;&lt;br /&gt;hubungan penjelasan, ditandai oleh ungkapan misalnya, contohnya, bahwasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS PARAGRAF&lt;br /&gt;Berdasarkan letak kalimat utamanya, dapat ditentukan jenis-jenis paragraf sebagaimana contoh tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;4.1 Paragraf Deduktif&lt;br /&gt;     Paragraf jenis ini mempergunakan pola pengembangan umum-khusus, kalimat utamanya terletak pada awal paragraf diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas. Perhatikan contoh berikut.&lt;br /&gt;     Kehidupan modern menuntut kita untuk selalu dapat meningkatkan daya saing. Tanpa kemampuan bersaing kita akan tergilas oleh modernisasi tersebut. Hal ini menjadikan sebagian besar dari manusia berebut kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Siapa yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya akan mampu tampil dan mempunyai pengaruh di hadapan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2       Paragraf Induktif&lt;br /&gt;     Paragraf jenis ini mempergunakan pola pengembangan khusus-umum, kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pada bagian awal paragraf ini dimulai dengan kalimat-kalimat penjelas yang diakhiri dengan kalimat utama. Perhatikan contoh berikut.&lt;br /&gt;     Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang seyogyanya bisa menutupi semua kelemahannya. Kadang banyak orang beranggapan bahwa yang dimiliki hanyalah kelebihan tanpa menyadari akan kelemahannya. Jika hal demikian selalu menjadi dasar berpikir, dapat dipastikan kehidupan kita menjadi penuh dengan keangkuhan. Untuk itu sebaiknya kita selalu dapat melakukan kontrol diri terhadap segala kelebihan dan kelemahan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3       Paragraf Campuran&lt;br /&gt;     Paragraf campuran dapat dibedakan menjadi paragraf deduktif-induktif, deskriptif, dan naratif. Paragraf deduktif-induktif merupakan paragraf yang dimulai dengan sebuah kalimat utama, diikuti oleh beberapa kalimat kalimat penjelas, dan diakhiri oleh sebuah kalimat utama yang  mempunyai ide pokok sama dengan kalimat yang pertama. Paragraf deskriptif merupakan yang tidak mempunyai kalimat utama, semua kalimat pembentuknya merupakan kalimat-kalimat penjelas, atau semua merupakan kalimat utama. Sedangkan paragraf naratif merupakan yang sering dipergunakan untuk menuliskan sebuah cerita/prosa.&lt;br /&gt;Perhatikan contoh-contoh di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Paragraf Deduktif-Induktif&lt;br /&gt;     Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia dapat dikatakan relatif sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh para pakar pendidikan. Di antara bentuk-bentuk penyesuain itu adalah adanya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru, diberlakukannya kurikulum tahun 2004 yang berbasis kompetensi dan kecakapan hidup (life skill). Di samping itu juga adanya kabar gembira karena dana anggaran pendidikan akan dinaikkan menjadi 21%. Tentu saja saja hal ini dapat dikatakan pertanda perkembangan baik dunia pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;b. Paragraf Deskriptif&lt;br /&gt;     Kebudayaan bangsa merupakan aset yang harus dilestarikan. Kebudayaan bangsa berwujud berbagai macam seni tradisi, adat istiadat, dan bahasa daerah. Indonesia dikenal sebagai sebuah negara yang mempunyai banyak sekali aset budaya daerah yang patut dilestarikan. Kebudayaan nasional menjadikan bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang termasyhur di dunia.&lt;br /&gt;c.  Paragraf Naratif&lt;br /&gt;     Setiap orang di tempat itu seolah-olah merasa cemburu terhadap kaki Adi. Tiada putus-putusnya mereka mengawasi kaki Adi serupa pada kaki Adi ada melekat hal-hal yang menakjubkan. Kaki Adi rupa-rupanya benar-benar merupakan acara yang demikian menarik perhatian, hingga walikota pun tiada terjecuali ikut mengawasinya, meski dengan pandangan mencuri-curi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bahwa dalam setiap paragraf yang baik hanya terdapat sebuah ide pokok. Jika terdapat dua buah ide pokok dalam sebuah paragraf sebaiknya dipisahkan dan ditempatkan dalam paragraf yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;MENULIS INTISARI WACANA (RINGKASAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  PENGERTIAN&lt;br /&gt;     Ringkasan (precis) adalahsuatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang lebih singkat. Dapatlah dikatakan bahwa menulis sebuah ringkasan merupakan suatu keterampilan  untuk mengadakan reproduksi dari hasil karya-karya yang sudah ada. Kata “precis” berarti memotong atau memangkas. Karena itu ibarat memangkas pohon hingga tinggal batang, cabang, dan ranting- ranting yang penting beserta daun yang diperlukan, namun esensi pohon masih dipertahankan. Dalam meringkas, keindahan gaya bahasa, ilustrasi serta penjelasan-penjelasan yang terperinci dihilangkan, sedangkan inti karangan dibiarkan tanpa hiasan. Walaupun bentuknya ringkas, meringkas tetap mempertahankan pikiran pengarang dan pendekatan yang asli. Karena seorang penulis ringkasan berbicara dalam suara pengarang asli, ia tidak boleh memulai ringkasannya dengan mengatakan, “Dalam alinea ini/Dalam karangan ini pengarang ini berkata.…” Ia harus langsung memulai dengan membuat ringkasan karangan, berupa ringkasan-ringkasan paragraf, kalimat-kalimat, bagian-bgian, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  TUJUAN MENULIS RINGKASAN&lt;br /&gt;Berlatih mengembangkan daya kreasi dan konsentrasi serta mempertajam pemahaman terhadap  karya asli, sehingga karya ringkasan itu tampak sebagai hasil pematangan penulis ringkasan.&lt;br /&gt; Dengan membuat ringkasan sebenarnya kita mempelajari bagaimana seorang penulis yang baik menyusun karangan-karangannya, bagaimana ia menyampaikan gagasan-gagasannya dalam bahasa dan susunan yang baik, bagaimana ia dapat memecahklan masalah, dan sebagaimanya.&lt;br /&gt; Membimbing dan menuntun seseorang agar dapat membaca karangan asli dengan cermat dan bagaimana harus menulisnya kembali dengan tepat.&lt;br /&gt; Melatih seseorang menggunakan kalimat seefisien mungkin namun cakupan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MACAM-MACAM RINGKASAN&lt;br /&gt;Abstrak atau sari karangan, yaitu ringkasan yang benar-benar singkat padat. Pada umumnya abstrak merupakan  ringkasan dari suatu karangan ilmiah, ditulis dalam bahasa yang sama dan dari sudut pandang yang sama seperti karangan aslinya, serta mengikuti tatanan dan pertimbangan aslinya tanpa penilaian pribadi. Majalah ilmiah sering memuat abstrak sebagai informasi adanya buku baru.&lt;br /&gt;Precis atau ringkasan stricto sensu ialah hasil penyaringan isi suatu tulisan dengan sejauh mungkin menggunakan kata-kata sendiri. Precis hanya merangkum pikiran-pikiran utama dengan mengesampingkan detail-detail, contoh-contoh, ilustrasi-ilustrasi, hal-hal spesifik.&lt;br /&gt;Ikhtisar, yaitu ringkasan yang lebih leluasa daripada abstrak dan precis. Penulis ikhtisar dapat memuat pilihan: meringkas dengan mengikuti karangan aslinya dalam hal tatanannya atau meringkas dengan tatanan yang dikehendaki oleh penulis ikhtisar sendiri demui tujuan yang dikehendakinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  CARA MENULIS RINGKASAN&lt;br /&gt;     Beberapa hal yang harus diperhatikanpada saat menulis sebuah ringkasan yang baik dan teratur adalah sebagaimana tertera di bawah ini.&lt;br /&gt;Membaca naskah asli; penulis ringkasan harus membaca naskah asli seluruhnya beberapa kali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang serta sudut pandangnya.&lt;br /&gt;Mencatat gagasan utama; semua gagasan utama atau gagasan yang penting dicatat atau digarisbawahi.&lt;br /&gt;Membuat reproduksi; menyusun kembali suatu karangan singkat (ringkasan) berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana yang telah dicatat sebelumnya.&lt;br /&gt;Memperhatikan ketentuan-ketentuan tambahan sebagai berikut:&lt;br /&gt;susunan ringkasan sebaiknya menggunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk,&lt;br /&gt;bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frase, frase menjadi kata,&lt;br /&gt;jumlah alinea/paragraf bergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama,&lt;br /&gt;bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dihilangkan,&lt;br /&gt;pertahankan susunan gagasan asli, serta ringkaslah gagasan-gagasan itu sesuai dengan urutan aslinya, dan&lt;br /&gt;ringkasan ceramah atau pidato harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  CONTOH MENULIS RINGKASAN&lt;br /&gt;     Teks Asli:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;     Masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang pendidikan pada saat akan dimulainya pelaksanaan Repelita I sangat berat dan mendesak. Di bidang kurikulum terasa sekali kebutuhan akan pembaharuan agar sistem pendidikan dapat memenuhi tuntutan pembangunan dan kemajuan. Di amping itu, terdapat ketidakseimbangan baik di antara berbagai tingkat pendidikan (vertikal) maupun di antara berbagai jenis pendidikan (horisontal). Selanjutnya jumlah anak yang berusia sekolah yang tidak tertampung di sekolah jauh lebih besar dari jumlah anak yang putus sekolah. Demikian pula jumlah anak yang  putus sekolah (drop out) adalah jauh lebih besar daripada mereka yang berhasil menyelesaikan suatu tahap pendidikan.&lt;br /&gt;     Sementara itu, tenaga-tenaga yang bekerja di bidang pendidikan baik teknis maupun administratif sangat kurang jumlahnya. Di sampinng itu mutu keahlian tenaga-tenaga tersebut perlu ditingkatkan. Prasarana pendidikan seperti gedung dan rung sekolah sangat tidak mencukupi. Buku-buku sangat sedikit jumlahnya. Kecuali itu, sedikit sekali sekali sekolah-sekolah yang mempunyai perpustakaan, alat-alat peraga ataupun laboratorium dan tempat praktik.&lt;br /&gt;     Akhirnya organisasi dan pengelolaan pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun di daerah belum mencerminkan kerja sama yang serasai. Demikian pula belum ada sistem informasi pendidikan untuk keperluan perencanaan yang terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ringkasan:&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Banyak masalah berat yang dihadapi bidang pendidikan pada awal Repelita I. Masalah-masalah tersebut adalah masalah kurikulum, ketidakseimbangan tingkat dan jenis pendidikan, penampungan murid, dan masalah putus sekolah. Kurangnya tenaga pendidikan, kurangnya mutu sekolah keahlian, dan kurangnya fasilitas juga merupakan beban berat yang harus ditanggung bidang pendidikan di samping juga kurangnya kerja sama dan tiadanya sistem informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 3 &lt;br /&gt;WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pada dasarnya wawancara adalah tanya jawab antara seseorang dengan orang lain atau antara seseorang dengan beberapa orang. Tujuannya adalah untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi atau untuk menapatkan jawaban yang bernilai penting, menarik, dalam, dan secara psikologis berkaitan dengan manusia. Jawaban itu diharapkan benar-benar proporsional dan akurat.&lt;br /&gt;     Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara itu dapat berupa pendapat, kesan, pengalaman, pikiran, dan lain-lain. Informasi itu dapat diperoleh dari orang yang memiliki otoritas, pakar, atau mempunyai “human interest” yang tinggi, serta orang lain yang dipandang layak untuk memberikan informasi. Informasi itu dapat dimanfaatkan sebagai bahan opini, untuk memperkuat fakta peristiwa yang berasal dari manusia, sebagai bahan cerita, atau sebagai bahan penulisan biografi.&lt;br /&gt;     Wawancara yang baik tentu akan menhasilkan berita yang baik. Oleh karena itu, kegiatan wawancara bukan sekedar menanyai seseorang kemudian menuliskannya. Kenyataannya, kegiatan wawancara memerlukan keahlian yang luar biasa dan memerlukan kualitas tertentu di pihak pewawancara. Untuk itu, perlu diperhatikan dan dipersiapkan ecara matang baik mental maupun masalah yang akan diperbincangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah –langkah dalam melaksanakan wawancara&lt;br /&gt;1.  Tahap Persiapan&lt;br /&gt;     Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan pada tahap ini adalah sebagaimana tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;Menentukan masalah yang akan dibicarakan.&lt;br /&gt;Menentukan arah permasalahan yang akan digali.&lt;br /&gt;Menentukan orang yang akan diwawancarai, dengan kriteria yang jelas.&lt;br /&gt;Mengenali sifat dan karakter orang yang akan diwawancarai.&lt;br /&gt;Menguhubungi dan membuat janji dengan orang yang akan diwawancarai.&lt;br /&gt;Mempelajari permasalahan dan mempersiapkan pertanyaan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti bloknote, ballpoint, atau tape recorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tahap Pelaksanaan&lt;br /&gt;     Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan pada tahap ini adalah sebagaimana tersebut di  bawah ini.&lt;br /&gt;Kalau waktunya tidak mendesak/cukup dapat menggunakan pendekatan ridak langsung.&lt;br /&gt;Pertanyaan diajukan secara langsung dan tidak bertele-tele.&lt;br /&gt;Anda adalah orang yang bertanya, untuk itu hindari terlalu banyak berkomentar.&lt;br /&gt;Mampu mempertahankan suasana agar wawancara santai, bebas, sopan, tidak tegang, serta menghinari terjadinya perdebatan.&lt;br /&gt;Sebaiknya tidak terlalu banyak mencatat dalam bloknote, sebaiknya dicatat di dalam otak.&lt;br /&gt;Mampu menjaga pokok persoalan dan tangkas dalam menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;Jangan segan menanyakan hal-hal yang sederhana jika memang hal itu tidak diketahui maknanya.&lt;br /&gt;Apabila akan merekam pembicaraan sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu apakah diperkenankan untuk direkam.&lt;br /&gt;Setelah selesai wawancara, ulangilah pokok tanya jawab untuk menghindari kesalahan penafsiran atau hal-hal yang kurang segera dapat diketahui.&lt;br /&gt;Jangan lupa mengucapkan terima kasih setelah selesai melaksanakan wawancara.&lt;br /&gt;Apabila ada keterangan yang dinyatakan secara “off the record” (tidak untuk disiarkan). MakaAnda harus benar-benar tidak menuliskannya dalam berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Penulisan Hasil Wawancara&lt;br /&gt;Dalam kenyataanny hasil wawancara yang masih mentah baru berupa tulisan tentang kata-kata kunci atau inti jawaban orang yang diwawancarai. Sebagian yanglain masih berada di otak kita. Agar hasil wawancara itu kelihatan hasilnya, kita harus menyuntingnya menjadi tulisan yang utuh.&lt;br /&gt;Ada dua bentuk yang dapat digunakan untuk menuliskan hasil wawancara, yakni bentuk tanya jawab dan bentuk berita atau laporanm. Dengan bentuk yang pertama, hasil wawancara dapat ditampilkan secara utuh. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuantape recorder. Bentu yang kedua, hasil wawancara dimasukkan ke dalam paragraf atau diletakkan di antara uraian dalam paragraf.&lt;br /&gt;BAB 4 &lt;br /&gt;WACANA DAN POLA PENGEMBANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  WACANA ARGUMENTASI&lt;br /&gt;     W
